Sekalipun Yesus merupakan central dari seluruh isi Alkitab, kita hanya akan nemuin sedikiiiit kisah seputar kelahiran dan masa bayiNya, trus sepenggal kisah Yesus sebagai remaja yang sempet bikin hebooh di Bait Allah, dan diakhiri dengan kisah tentang masa hidupNya selama tiga setengah tahun terakhir. Artinya, Alkitab tuh hanya mencatat dikiiiiit banget dari keseluruhan masa hidup Yesus sebagai manusia di muka bumi. Kita gak bisa nemuin info tentang masa kecil Yesus, juga masa remaja n pemudaNya.
Menurut mereka yang disebut teolog nih, sebagaimana yang umum berlaku bagi anak-anak Yahudi (Yesus kan Jews juga ?), pada masa kanak-kanak mereka harus masuk ke sekolah Taurat (kalo skarang Sekolah Minggu kali yee.. – makanya, dorong tuh anak-anak ke Sekolah Minggu. Wong, Yesus aja ke Sekolah Minggu kok, hehehe…). Tujuannya yaa…untuk belajar Taurat! Sekalipun sebagai anak-anak mereka blon dituntut untuk melakukan apa yang mereka pelajari. Masa belajar itu berlangsung mpe usia 12 tahun. Kalo dah berumur 12 tahun, barulah seorang anak (atau remaja) Yahudi wajib nerap-in Taurat dalam hidupNya. Oooh… pantesan Alkitab mencatat kisah Yesus di Bait Allah pada usia 12 tahun. Rupanya ini masa yang penting toh bagi seorang Yahudi…
Nah…seperti yang gw bilang tadi, justru waktu pertama kali liat Bait Allah di usia-Nya yang keduabelas tahun itulah Yesus bikin kehebohan. Gimana gak, pertama ia bikin heboh orang tuaNya, pak Yusuf dan bu Maria, serta rombongan mereka yang agak telat nyadar kalo Yesus gak ada bersama mereka. Kedua, Doi bikin heboh orang-orang di Bait Allah yang ngeliat seorang remaja tanggung discuse-in Taurat ama para pendeta mereka. Yang ketiga, Ia bikin heboh para pendeta (yang nota bene adalah para master n profesor di bidang Taurat) yang gelagapan n kelabakan ngeladenin pertanyaan n sanggahan seorang anak keciiiiiiill….
Wow!!! The rising star is here! Coba aja kalo sekarang, pasti Yesus dah gak dikasih pulang. Langsung dimasukin asrama dan dididik secara khusus, scholarship penuh dan ditangani langsung oleh guru Taurat terhebat, supaya nantinya juga jadi seorang yang hebat!
Yeee…itu sih kalo gw kira-kira. Coz buktinya kan gak gitu yang kita baca di Bible. Waktu babe ama nyak-Nya datang ngejemput, ada satu kalimat yang Yesus ucapin: “I must be about my Father’s business?” (KJV). Artinya nih, Yesus tau bener kalo Dia adalah Anak Allah dan Ia harus ngelakuin bisnis BapaNya! Tapi Yesus gak nolak kan, waktu oom Yusuf ama te’ Maria ngajak balik ke Nazaret dan hidup di bawah asuhan mereka…
Sebagai anak yang sulung dalam keluargaNya di dunia, gw yakin kalo Yesus ngebantuin oom Yusuf dalam usaha perkayuannya. Bayangin, Tuhan Yesus yang bikin kehebohan di Bait Allah itu harus bekerja di sebuah bengkel kerajinan perkayuan/mebel di sebuah kota kecil, Nazaret mpe berumur 30 taon. Dengan sabar Ia menanti waktu Allah untuk ‘be about Father’s business’!
Guys, sekali lagi, ketika berusia 12 tahun Yesus tahu bahwa Ia adalah Anak Allah (tentunya semua ‘ability’ keAllahan dimilikiNya) dan Ia harus (sudah menjadi tugas/bagianNya untuk) melakukan pekerjaan Bapa-Nya. Sekalipun begitu, Ia mau nunggu selama 18 taon. Bahkan ketika Ia sudah melayani, Ia masih sering berkata, “waktu-Ku belum tiba…”. Nah lho…?!
Wew… menunggu bukanlah sesuatu yang menyenangkan (kecuali nunggunya gak terlalu lama sambil utak-atik BB, hehehe…). Kita biasanya gak suka ‘pekerjaan’ menunggu. Maunya kita kalo bisa semua harus cepet. Sekolah harus cepet kelar. Karir harus meningkat dengan cepet. Bahkan saking pengen cepet kadang-kadang kita suka klakson-in kendaraan di depan kita supaya jalan, padahal traffic light-nya masih merah ?.
Kita semakin gak akan sabar untuk tetap menunggu kalo kita tau, nyadar kalo kita tuh sebenarnya punya ability. Ketidaksabaran itu lama-kelamaan akan menekan kita sampai titik tertentu mungkin kita bisa stres n nganggap bahwa pasti ada pihak-pihak tertentu yang pengen menghambat kita, pengen mematikan ‘karir’ kita, de el el. Gak heran kalo kemudian kita jadi orang yang serudak-seruduk…
Harusnya kita malu ama “anak remaja yang berusia 12 taon” itu, kalo kita masih tetap maksain diri dan gak sabar untuk menunggu; menunggu kapan dilantik jadi pdm or pdt, menunggu untuk dilantik jadi gembala, menunggu untuk jadi pengurus Majelis Wilayah, Majelis Daerah atau Majelis Pusat ? ? ?. Yesus, yang emang ‘bisa’ tetap mau menunggu waktunya Bapa sambil dengan sabaaaaaar ngerlakuin pekerjaan yang sama sekali gak ada hubungannya dengan tugasNya nanti. Ironisnya, seringkali kita yang justru ‘gak bisa’ (karena gak memenuhi persyaratan, misalnya) yang sering maksa. Emang… bisa merasa dan merasa bisa itu beda jauuuuuh…
Suatu saat, temen gw pernah ngomong tentang target hidupnya. Pada usia berapa ia harus sudah punya rumah, kendaraan, pelayanan (pekerjaan) yang berhasil dan mapan. Guys…tidak salah kalo kita memiliki perencanaan dan target dalam hidup ini. Itu emang baik, tapi kita juga harus peka terhadap tuntunan Tuhan supaya gak jadi orang yang serudak-seruduk ?. Ikutilah Tuhan selangkah demi selangkah dengan sabaaaaar. Jangan sekali-kali melompati dua atau tiga langkah sekaligus. Ingat, Tuhan punya perencanaan yang baik buat kita semua. Piizzzzz…
