Ayat Pokok: Ester 7:3-4.
Keresahan yang dahsyat melanda seluruh orang Yahudi yang hidup dalam kerajaan Media-Parsi yang dipimpin oleh raja Ahasyweros. Bagaimana tidak, telah dikeluarkan ketetapan yang telah dimeteraikan dengan cincin raja, yang isinya adalah izin bagi seluruh rakyat Media-Parsi untuk membunuh setiap orang Yahudi yang mereka temui. Tanggal dan bulan pelaksanaanya pun telah ditetapkan.
Keresahan yang sama ternyata dirasakan juga oleh Ester yang telah menjadi permaisuri raja Ahasyweros. Dalam kedudukannya sebagai ratu, Ester mengambil tindakan untuk menyelamatkan bangsanya. Itu dilakukan dengan cara mengadakan perjamuan dan kemudian meminta raja dan Haman, sang perencana ketetapan pembunuhan orang Yahudi, untuk datang menghadirinya. Pada hari kedua perjamuan itu barulah disampaikan oleh Ester permohonannya.
Sadar bahwa keselamatan itu penting.
Keselamatan adalah suatu pemberian atau karunia dari Allah. Tetapi keselamatan hanya akan menjadi sesuatu yang berarti bila ada kesadaran yang sungguh dari seorang manusia bahwa dia memerlukannya. Ester sadar bahwa keselamatan diri dan bangsanya sangat penting. Dalam hal ini keselamatan itu hanya bisa diperoleh bila raja Ahasyweros berkenan memberikannya. Inilah yang diperjuangkan oleh Ester agar raja berkenan memberikan atau menganugerahkan keselamatan bagi orang Yahudi.
Keselamatan jauh lebih berharga daripada kekayaan. Ini sikap yang telah diperlihatkan Ester ketika raja bertanya kepadanya apa yang diinginkannya. Bahkan raja berkata jika pun Ester meminta setengah dari kerajaannya maka hal itu akan didapatkannya. Tetapi Ester lebih mengutamakan keselamatan dari pada kekayaan dan kemegahan.
Berdiri di antara Allah dan manusia.
Ester atas permintaanya sendiri meminta keselamatan atas dirinya dan atas bangsanya. Dia tidak hanya mengingat kepentingan dirinya sendiri, tapi juga berjuang agar bangsanya seluruhnya diselamatkan juga. Ester berdiri diantara raja dan bangsanya demi suatu keselamatan.
Alkitab mencatat beberapa kisah serupa. Misalnya tentang Rahab. Wanita pelacur dari Yerikho pada suatu waktu berdiri di antara Allah dan kaum keluarganya demi keselamatan mereka (Yos. 2:9-13). Rahab melakukan hal ini ketika ia berhadapan dengan para pengintai Israel yang sedang mengintai Yerikho. Dia berani meminta agar kebaikannya menolong mereka dibalas dengan memberikan keselamatan bagi dia dan keluarganya. Semua itu dilakukannya karena ia tahu bahwa Allahnya orang Israel itu sangat berkuasa dan tiada jalan selamat yang lain selain meminta keselamatan itu pada Allah yang berkuasa itu. Dapat dibayangkan bagaimana ia meminta agar orang tua dan segenap saudara-saudaranya berkumpul didalam rumahnya sedangkan selama ini mungkin dia tidak diperdulikan lagi oleh keluarganya karena profesi hidupnya. Tapi demi sebuah keselamatan dia rela melakukan apa saja.
Ada juga kisah tentang sekelompok teman yang berusaha sekuat tenaga membawa teman mereka yang lumpuh agar dia sembuh (Luk. 5:18-26). Orang lumpuh itu disembuhkan hanya karena ada beberapa teman yang sangat peduli padanya. Demikian juga kisah Abraham yang tawar menawar dengan Allah demi keselamatan Lot. Abraham gigih melakukan hal itu kerena dia ingin Lot selamat.
Allah memerlukan pendoa syafaat.
Tanpa kepedulian Ester, Rahab, sekelompok sahabat, atau Abraham maka orang Yahudi binasa, Rahab dan keluarganya juga binasa, seorang yang lumpuh akan tinggal lumpuh dan Lot turut binasa di Sodom dan Gomora. Tapi karena ada orang-orang yang peduli, maka banyak orang bisa diselamatkan dari kebinasaan. Allah mencari orang-orang yang mau membela mereka yang belum diselamatkan (Yeh. 22:29-31). Bagaimana dengan kita? Apakah keselamatan yang telah kita terima hanya untuk diri kita sendiri? Bagaimana dengan keselamatan orang lain disekitar kita? Teladanilah tokoh-tokoh yang disebutkan diatas demi keselamatan banyak orang. Satu orang berdoa syafaat hasilnya banyak orang diselamatkan. Jadilah pendoa syafaat yang rela membela orang-orang yang belum diselamatkan. (WJ GPdI Kramat, Thn. XXV, No. 1324, 18112007).
