Setelah menyeberangi Sungai Yordan untuk memasuki Kanaan tanah perjanjian, umat Israel harus berhadapan dengan kota Yerikho. Kota ini merupakan kota terkuat di tanah Kanaan. Dinding temboknya yang tinggi dan tebal merupakan pertahanan yang sangat kokoh dan sulit ditembus dengan peralatan perang pada masa itu.
Itulah sebabnya umat Israel terpaksa harus taat pada apa yang diperintahkan Tuhan melalui Yoshua, walaupun itu merupakan sesuatu yang sangat mustahil. Setiap hari umat Israel hanya diperintahkan mengelilingi benteng Yerikho satu kali dan pada hari yang ke tujuh mereka diperintahkan mengelilingi benteng Yerikho sebanyak tujuh kali.
Sampai putaran keenam tidak terjadi sesuatu, barulah ketika pada putaran terakhir mereka meneriakan sorakan disertai bunyi sangkakala maka tembok Yerikho runtuh tanpa disentuh oleh tangan manusia. Dalam kisah ini kita melihat bagaimana Tuhan turun tangan dengan cara dan waktu yang Dia tetapkan sendiri, yang diperlukan hanyalah ketaatan umat-Nya.
Sebentar lagi kita memasuki tahun 2011, ada banyak masalah yang menunggu di depan kita, apalagi kalau ditambah masalah yang harus dibawa dari tahun 2010. Kita memasuki tahun 2011 seolah mau memasuki kota Yerikho dengan bentengnya yang tinggi dan kokoh. Tidak mungkin kita dapat menghadapinya sendiri, harus ada tangan Tuhan yang kokoh dan kuat yang menolong kita. Yang diperlukan hanyalah ketaatan dan penyerahan penuh kepada Tuhan agar kita dapat melihat segala masalah itu runtuh. Mintalah agar Roh Kudus membuat kita taat dan menyerah, Tuhan Yesus memberkati kita semua di tahun yang baru ini.
Selamat Tahun Baru 2011. Paul Herwanto
