Tuesday May 22nd 2012

Menceritakan Kebaikan Tuhan

Author : | This author have 132 posts

13:9

Puji Tuhan, kita teruskan kembali kitab Keluaran 13:9. Apa yang mereka lakukan yaitu mengadakan satu hari raya, satu pesta bagi Tuhan yang dilakukan pada bulan Abib, bulan pertama, itu berarti paskah, artinya mereka harus merayakan paskah.  Paskah sendiri berarti keluarnya bangsa Israel dari Mesir, sama halnya dengan kita yang telah diselamatkan dari dosa, menjadi anak Tuhan. HARUS DIRAYAKAN !! Memperingati keselamatan mereka dari negeri perbudakan menjadi orang-orang yang merdeka.     
TUHAN punya alasan, mengapa 3 hal (Tanda di tangan, di dahi dan di bibir) yang terdapat dalam ayat 9 itu harus mereka lakukan; Karena mereka dilepaskan dari Mesir itu dengan kekuatan tanganNYA TUHAN. Sama halnya dengan Keselamatan saudara dan saya itu dari TUHAN, bukan karena kehebatan kita, bukan karena pangkat kita, bukan karena kekayaan kita, bukan pula karena kebaikan kita melainkan semata-mata karena TUHAN. Halleluyah.  

Tanda pada TANGAN mu: Orang yang sudah diselamatkan oleh TUHAN, maka orang tersebut harus bekerja, ia harus mempunyai pelayanan. Sebab kita diselamatkan bukan oleh pekerjaan kita, bukan oleh karya kita melainkan (sekali lagi saya katakan), keselamatan datang oleh tangan TUHAN, oleh Iman. Tetapi Iman tanpa perbuatan, mati, jadi sebab itu pada tangan mereka harus ada tanda perbuatan. Harus ada !!   

Peringatan di DAHI mu : “Between the eyes”, diantara mata, ada tanda.    Saudara-saudara, kita bisa melihat tanda di dahi kita kalau kita berdiri di depan cermin, bukan ?  Tapi saya tidak bisa melihat apa yang ada di dahi saya, misalnya ada yang kotor atau ada luka, benjolan dan sebagainya; maka mata saya tidak akan bisa melihatnya, namun orang lain lah yang bisa melihat ada sesuatu di dahi saya.  Jadi kesimpulannya bahwa tanda di DAHI itu orang lain yang bisa lihat. Siapa yang melihat tanda tersebut?  Mereka, dunia, itulah yang melihat kita !!  Sebab itu minggu yang lalu saya katakan bahwa kita adalah “Surat Kristus” yang terbuka dan bisa dibaca oleh setiap orang.  Bagaimana kita hidup, bagaimana kelakuan kita, bagaimana kita beribadah kepada Tuhan, semuanya itu dilihat oleh orang. Firman Tuhan katakan: begitu banyak orang yang menyaksikan kita bagaikan awan.  

Saudara keluar rumah, orang sudah memperhatikan saudara, saudara mau ke kantor, orang perhatikan saudara, saudara bekerja di kantor pun, orang perhatikan saudara, ke pasar pun saudara pergi, ada yang memperhatikan saudara.  Tanpa kita sadari begitu banyak orang yang memperhatikan cara hidup dan perilaku saudara dan saya.    

Nah, saya harap saudara bisa menjadi “Surat Kristus” yang terbuka dan membawa “berita yang baik”.  Sehingga, dengan mudah orang akan mengenali saudara sebagai seorang anak Tuhan, seorang anggota jemaat yang baik dan manis perilakunya. Ada perbedaan nya antara anak Tuhan dengan bukan anak Tuhan.  Mau berbuat begitu saudara ? Jangan sampai orang melihat saudara tidak lebih baik dari orang yang belum kenal Tuhan….. Ingat, dunia menyaksikan, melihat dan memperhatikan saudara !!   

Hukum TUHAN ada di BIBIR. Tanda yang ke-3 ini ada 2 (dua) hal:

1. HUKUM TUHAN. Apakah hukum Tuhan itu ? Hukum adalah sesuatu yang dibuat untuk ditaati.  Hukum atau Undang Undang harus ditaati.  Ada hukum Tuhan, bahkan ada bermacam-macam peraturan yang dibuat; misalnya Undang Undang Lalu Lintas dan sebagainya. Tapi sekarang banyak orang yang melanggar hukum Lalu Lintas, sehingga lampu merah yang seharusnya STOP, lewat aja mobil, lebih-lebih sepeda motor dan bis.  Jelas bahwa orang tidak lagi mengindahkan hukum, dengan kata lain hukum tidak ditegakkan. Akibatnya, terjadi kecelakaan Lalu Lintas yang seharusnya tidak perlu terjadi, seandainya mentaati rambu-rambu atau Undang Undang Lalu Lintas.  Hukum Tuhan harus ditegakkan, bahkan ditegaskan dalam ayat 9 tersebut bahwa, hukum TUHAN ada di bibir – artinya hukum TUHAN harus ditaati.  

CINTA TUHAN berarti MENURUTI PERINTAH TUHAN – 1 Yohanes 5:3. Hukum sama dengan Perintah. Tapi Yesus berkata dalam  Yohanes 14:15: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu”; saudara-saudara, orang yang cinta kepada seseorang, maka cintanya itu akan ditunjukkan dengan memenuhi keinginan dari orang yang dicintai itu. Kalau kita pun cinta kepada Tuhan, maka kitapun harus mengikut apa yang DIA inginkan dan minta dari kita. Cinta itu nyata dalam perbuatan kita, mengikuti apa yang DIA minta dari kita. Sikap seperti ini adalah suatu ke harusan, suatu tanda dari orang yang telah diselamatkan, suatu tanda dari orang yang cinta kepada Tuhan. Suka melakukan kehendak Tuhan, meski berat sekalipun. Bagaimanapun beratnya tugas yang harus dikerjakan, tapi karena cinta dia lakukan hal itu. Seringkali kita menyanyikan lagu pujian dari hal mengasihi Tuhan, cinta akan Tuhan dan sebagainya. Apakah kita benar-benar cinta dan mengasihi DIA ??  

Kasih kepada Allah adalah menuruti perintah-perintahNya – 1 Yohanes 5:3b. Cinta adalah perbuatan nyata, boleh saudara menyanyikan pujian yang menyatakan tentang cinta kita kepada Tuhan; tetapi apakah kita sudah menuruti perintah-perintahNya ? Kalau kita bisa menyanyi saja tanpa bisa menuruti perintah-perintahNya maka hal itu sama halnya dengan “lip service”. Apakah saudara cinta Tuhan, apakah saudara mengasihi Tuhan ? Turuti Firman Tuhan, taati perintah-perintah Tuhan.  

Selanjutnya dikatakan dalam 1 Yohanes 5:3b; Perintah-perintahNya itu tidak berat. Saudara lakukan Firman Tuhan itu berat apa tidak ? Apapun yang saudara kerjakan, kalau di dasari dengan cinta akan Tuhan, dan mau melakukan Firman Tuhan – maka hal itu tidak berat !! Contoh: Perpuluhan – Maleakhi 3:10. Dengan keadaan ekonomi seperti saat ini, kebutuhan hidup yang rasanya tidak bisa terpenuhi, rasanya berat untuk bisa menuruti perintah Tuhan dalam hal perpuluhan. Berat sekali ! Tetapi kalau kita cinta dan mengasihi Tuhan, maka dengan ringan tanpa beban kita akan mengembalikan perpuluhan tersebut. Dan saudara tahu, dampak dari kita mengikuti perintah Tuhan dalam hal mengembalikan perpuluhan itu, maka turunnya berkat dari “atas” pun juga akan ringan. Haleluyah, Saudara percaya…?  Berilah, maka kepadamu akan diberikan ukuran yang digoncang-goncang, padat dan meluap. Itulah yang Tuhan janjikan. Luar biasa. Puji Tuhan.  

Jadi saudara-saudara, melakukan perintah Tuhan kalau didasari dengan cinta dan kasih akan Tuhan, maka semua nya akan menjadi ringan, dan tidak berat. Jadi orang kristen tidak berat, sekalipun banyak tuntutan daripada kita. Misalnya, hidup kudus, itu tidak gampang ! Yang biasanya suka minum bir, sekarang jangan minum bir, tidak boleh !  Berat amat…..! Ada juga, jangan merokok…..aduh berat sekali bagi mereka yang sudah terbiasa mengkonsumsi.  Tapi percaya saudara, kalau saudara cinta Tuhan, menuruti perintah Tuhan, “Jangan merusak tubuhmu, karena tubuhmu adalah Bait Allah”; maka saudara akan stop merokok, dan TUHAN akan memberkati saudara. Kalau saudara benar-benar cinta Tuhan, lakukanlah hukum-hukum Tuhan, Amin !!  

2. ADA DI BIBIRmu (In your mouth = ada dalam mulutmu). Saudara-saudara, tangan biasanya dipakai untuk bekerja, untuk pelayanan; dan sekarang mulut biasa juga dipakai untuk “makan”.  Sebab kalau orang tidak makan, susah hidupnya.  Saya pernah melihat di Rumah Sakit, ada orang sudah tidak bisa makan dengan menggunakan mulutnya, untuk menelan saja susah.  Sehingga dia makan harus melalui hidung yang dipasang selang dan orang tersebut masih bisa hidup sekalipun mulutnya tidak bisa berfungsi lagi untuk makan.  

Fungsi mulut yang lain adalah: Untuk berkomunikasi, berbicara, ngomong. Saudara bisa bayangkan, seandainya saudara mempunyai anak yang sudah berusia 3-4 tahun, tapi anak itu tidak bisa berbicara.  Kira-kira….  Maka saudara akan berusaha keras untuk membuat si anak bisa berbicara, bukan ? Mulut itu dipakai untuk berbicara. Sekarang yang ditaruh dalam mulut kita adalah PERINTAH TUHAN. Untuk apa, supaya kita berbicara darihal FIRMAN TUHAN.  

MULUT YANG SAMA (Yakobus 3:9-12): Dapat mengeluarkan sesuatu yang menyenangkan hati TUHAN, tetapi bisa juga mengeluarkan sesuatu yang mendukakan hati TUHAN. Seringkali kita berhadapan dengan orang-orang yang disebut sebagai orang kurang ajar. Bahkan seringkali kita malah menjadi bercela karena mulut kita. Sebab dari mulut ini kita bisa memfitnah, mengolok lalu kita memfitnah kembali, membalas dengan memfitnah juga dengan mulut yang sama. Saudara-saudara, hal  seperti itu bukanlah ajaran Tuhan.  

Sebab itu mazmur Daud katakan: “Lindungilah hambaMu, juga terhadap orang yang kurang ajar…” – Mazmur 19:14-15. Sehingga dari mulut itu mengeluarkan ucapan-ucapan dan segala sesuatu yang berkenan kepada Tuhan. Jadi jelas disini, apa yang keluar dari mulut kita ini menentukan banyak hal. Seringkali jatuh bangunnya orang adalah dari apa yang keluar dari mulutnya. Mau selamat, ingat apa kata  Roma 10:8-9. Jadi sesuatu yang keluar dari mulut ini sangat penting sekali ! Dan hal ini tertulis jelas: “Lindungilah hambaMu,….mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku……”   

Yakobus 3:9-12, mengatakan bahwa dengan lidah, bibir dan mulut yang satu, kita bisa memuji Tuhan, tetapi kita juga bisa mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah. Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Sekalipun prinsip Allah mengatakan bahwa tidak ada sumber air tawar yang mengeluarkan air pahit, pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun. Tetapi, dalam kenyataan sehari-hari, masih banyak kita lihat dari mulut yang satu mengucapkan “Puji Tuhan – Tuhan berkati” , tapi dalam sekejap keluarlah kata: ” Lu gila”….dari sumber yang sama saudara…., seharusnya hal ini tidak boleh terjadi …janganlah dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk…..! Jangan……!! Bagi anak Tuhan kita lebih dari mata air, bukan ?  Itu sebabnya doa daripada pemazmur ini: Tuhan kiranya Engkau berkenan akan ucapan mulutku…” Mari, saya ajak saudara untuk belajar dan berusaha senantiasa menyenangkan hati Tuhan dengan mulut kita, memuji Tuhan dengan mulut kita.  

Bagi orang yang sudah diselamatkan, dia berkata bahwa: “…lidahku mengatakan kebenaran, dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku” – Amsal 8:7. Jadi sebagai seorang anak Tuhan, seharusnya ini menjadi standard nya, yaitu yang keluar dari bibir mulut kita adalah kebenaran. Kalau berbicara tentang kejahatan, kekejian, itu najis. Aku tidak mau berbicara tentang yang tidak menyenangkan hati daripada Tuhan. Apa yang menyenangkan hati Tuhan, tidak lain adalah pujian dan dari mulut kita keluar firman Tuhan, ada perintah, ada hukum Tuhan pada bibir kita, pada mulut kita.  

Minggu yang lalu ada seorang anak yang sakit dan digendong oleh orang-tuanya minta di doa kan, dan pagi tadi anak ini datang sambil berkata: “Opa saya sudah sembuh”. Saya tanya: “Siapa yang menyembuhkan  – TUHAN YESUS” katanya. Puji Tuhan !  Dari kecil anak-anak sudah diajar untuk memuji Tuhan dan tahu akan perbuatan-perbuatan ajaib dari Tuhan. Dan sampai besar anak itu akan tetap memberitakan perbuatan-perbuatan ajaib dari Tuhan. Sebab itu para orang tua haruslah menjadi contoh bagi anak-anaknya di dalam kehidupan sehari-hari. Kalau saudara menjadi orang-tua yang suka ngomel, bersungut-sungut, tidak pernah mengucap syukur; maka anak-anak akan demikian pula adanya. Tidak bisa mensyukuri pemberian Tuhan, apalagi menceritakan tentang perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib.          

Saudara-saudara, yang Tuhan inginkan dari kita adalah: Mendidik anak-anak sejak kecil, masuk kepada dewasa bahkan sampai tua hendaknya ada pujian dan kebenaran yang keluar dari mulut bibirnya untuk senantiasa menceritakan kebajikan-kebajikan dan keajaiban-keajaiban perbuatan Tuhan.  Mazmur 71:17-18.

Kita tahu dan percaya bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang baik dan Tuhan mau supaya dari masa kecil, masa dewasa dan sampai masa tua, didalam mulut kita hanyalah keluar perkataan yang menunjukkan tentang perbuatan-perbuatan yang ajaib dari Tuhan.  

Sepuluh orang sakit Kusta datang kepada Yesus, dan Yesus menyuruh mereka pergi dan sementara dalam perjalanan semuanya sembuh. Saudara tahu ceritanya, bukan ?  Berapa orang yang kembali kepada Tuhan, satu.    Apa kata Tuhan, bukankah sepuluh yang sembuh, mana yang sembilan ?   Tuhan harapkan semuanya kembali dan mengucapkan terima kasih. Tapi tidak ada ucapan terima kasih dari mulut mereka itu. Yang Tuhan harapkan dari mereka adalah menceritakan perbuatan ajaib yang Tuhan lakukan atas hidup mereka.   

Sebab itu, sekali-kali saya ingin mengadakan kebaktian kesaksian. Tidak banyak kotbah; lebih banyak waktu kesaksian. Saya akan panggil mereka-mereka yang belum pernah memberikan kesaksian.  Sebab dari mereka lah justru yang banyak mengalami pertolongan dan perbuatan ajaib dari Tuhan.  

KISAH DAUD YANG BERDOSA. Raja Daud mengaku bahwa dari kecil sampai tua dia sudah dengar dan selalu berbicara tentang Firman Tuhan.    Dia mengasihi orang-tuanya, sekalipun dia harus berjalan jauh untuk memberi makan dombanya; sampai satu saat Tuhan angkat dia menjadi raja.  Dia mengalahkan singa dan Goliat, dia dihormati.  Daud dari kecil sudah belajar tentang Firman Tuhan, tetapi satu waktu ada lembaran hitam dalam hidupnya.  Sehebat-hebatnya Daud, tidak kuat melawan satu pencobaan.  Apakah itu ?  Kalau tahta, dia miliki; harta, banyak sekali. Maka, Daud kalah melawan wanita. Semua dia miliki, dia mempunyai tahta kerajaan yang besar, dia memiliki harta yang berlimpah.  Tetapi wanita ini, yang dijumpai Daud dengan tidak sengaja, membuat Daud jatuh dalam dosa.  Singkat cerita, Daud mengaku bahwa dia telah berdosa.  

Dalam pengakuan dosanya yang terdapat dalam Mazmur 51:9 itu, Daud tahu dia berdosa. Ini pengakuan orang berdosa. Daud tahu siapa Tuhan itu. Daud yang dari kecil sudah belajar tentang Tuhan – Daud bahkan tahu bahwa Tuhan itu penuh kasih sayang, Tuhan itu Maha Kuasa, Tuhan itu penuh pengampunan. Tetapi pada saat Daud berbuat dosa, maka disitu Daud berlagak seperti dia tidak berbuat dosa, dia berlagak tidak tahu kalau dia telah melakukan dosa. Sampai pada satu saat seorang Nabi mengingatkannya.      Dan Daud mengaku dosa !!

Saudara, dosa membuat telinga tidak bisa mendengar lagu kegirangan, sebab itu doa Daud kepada TUHAN untuk mohon pengampunan dari TUHAN begitu menyentuh hati TUHAN. Dan TUHAN sucikan dosa bagaikan salju. Puji Tuhan ! Dosa telah merampas suka cita dan kegirangan Daud, tahta yang dia miliki, kekayaan yang dia miliki itu tidak akan membuat dia mendapatkan suka cita Allah, kecuali Daud bertobat.

Saudara-saudara, pengalaman yang pernah kita alami dalam hidup ini, jatuh dalam dosa.  Kemudian diselamatkan oleh Tuhan. Pengalaman itu perlu kita teruskan kepada orang-orang lain yang hidup dalam dosa. Saya pikir-pikir seringkali, kita yang sudah percaya Tuhan koq masih bisa sakit, lalu sembuh lagi. Apa Tuhan tidak punya maksud, kita punya percobaan Tuhan tolong, pasti Tuhan punya maksud dibalik semua yang terjadi dalam hidup kita. Pasti ada !    Yaitu, supaya kita yang sudah pernah mengalami pertolongan Tuhan, lalu dipulihkan, lalu diselamatkan. Nah, pengalaman dipulihkan itulah yang patut diceritakan kepada yang lain.  

Pengalaman dalam Tuhan itu penting untuk kita teruskan kepada orang-orang yang hidup dalam dosa. Sebab itu kembali kepada Keluaran 13 , perlu bagi kita untuk mengingat ibadah Paskah dengan kita melayani Tuhan (Tanda di TANGAN); dibarengi dengan kesaksian dari hidup kita (Tanda di DAHI); sekarang tambah lagi kita harus mentaati akan hukum-hukum Tuhan, menjalankan perintah-perintah Tuhan sambil menceritakan perbuatan-perbuatan baik daripada Tuhan, kebajikan-kebajikan Tuhan yang pernah kita alami pada saat kita jatuh dalam dosa, lalu Tuhan selamatkan kita. Bukan bibir yang menceritakan tentang sesuatu yang tidak menyenangkan hati Tuhan, melainkan sebaliknya dari mulut bibir kita mengeluarkan kata-kata pujian bagi Tuhan. (Ada HUKUM di BIBIR). Sekali lagi, ingat akan doa daripada Daud : “Lindungilah hambaMu,……mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku……”   Tuhan memberkati saudara sekalian. (Ketapang-090703).”

Previous Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives