Tuesday May 22nd 2012

Mazmur 32 & 51: Dari Dosa Daud

Author : | This author have 22 posts

Mazmur 32:1-5.
Dari Daud. Nyanyian pengajaran.
Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.

Mazmur ini ditulis Daud setelah Natan menegur dosa perzinahannya dengan Batsyeba dan aksi pembunuhan terhadap Uria, suami Batsyeba. Daud semula berusaha menutupi dosanya dan mengira tidak ada seorangpun yang tahu apa yang diperbuatnya. Ia mengira rahasianya rapi tertutup dengan matinya Uria. Tuhan menunggu pengakuan Daud. Entah berapa tahun Tuhan mendiamkan keadaan ini. Selama menjadi penipu, hidup dalam dusta, kemunafikan, dan berdiam diri tanpa pengakuan, tulang-tulang Daud menjadi lesu. Sumsumnya kering seperti terbakar panas matahari. Ia menderita mengeluh sepanjang hari. Tangan Tuhan menekan Daud sampai ia mengaku dosa dan Tuhan mengampuninya.

Mazmur 51 ditulis sebelum Mazmur 32. Mazmur 51 adalah ekspresi pertama Daud atas teguran Tuhan melalui nabi Natan. Mazmur 32 adalah ungkapan kelegaan Daud atas pengampunan yang Tuhan berikan.

Mazmur 51:1-19.
Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem! Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

Daud raja Israel pilihan Tuhan. 1 Sam.16:1,12, 2 Sam.7:8-9. Namanya tercatat di daftar orang-orang beriman pada kitab Ibrani. Heb. 11:32. Roh Tuhan berkuasa atasnya (ayat 13). Dari garis keturunannya lahirlah Yesus, Mesias dunia. Yesus dikenal sebagai anak Daud. Daud merupakan Orang kedua yang sangat termashyur di Perjanjian Lama setelah Musa. Tuhan menyatakan bahwa ia “a man after His own heart”. Catatan kehidupan Daud ada di 1 dan 2 Sam. yang ditulis oleh Samuel, Nathan dan Gad. Juga 1 Taw. yang ditulis oleh Ezra. Awal kehidupan Daud tercatat di 1 Sam. pasal 16.

Ia tinggal di Bethlehem sekitar 10 kilometer di selatan Yerusalem, sebagai anak bungsu dari 8 bersaudara, anak Isai dari suku Yehuda, cicit dari Rut orang Moab. Karirnya mulai dari gembala domba milik keluarga. Ia berani mati melawan Beruang, Serigala, Singa dan binatang buas lain demi membela satu-dua domba yang digembalakannya. Ia mengaku secara terbuka bahwa kekuatan dari Tuhan lah yang memungkinkan semuanya itu. 1 Sam.17:34-37.

Daud taat, takut Tuhan dan rendah hati. Walau sudah dipilih Tuhan dan diurapi Samuel sebagai Raja, ia tetap menggembalakan domba dan menunggu waktunya Tuhan. Selain penggembala, prajurit, Daud juga mahir memainkan kecapi, menulis lagu dan puisi. Musiknya penuh urapan sehingga roh jahat yang mengganggu raja Saul lari jika Daud memainkan kecapinya. Di istana Saul, Daud mulai bekerja sebagai pelayan dan pembawa senjata. Sebelum menjadi raja, ia menjabat sebagai kepala prajurit, tapi karena kedengkian Saul ia dipindahkan menjadi kepala pasukan seribu. Hal ini juga merupakan bagian dari rencana jahat Saul untuk membunuh Daud melalui peperangan yang dahsyat dengan Filistin. Tapi Tuhan selalu menyertai Daud dan memberikan kemenangan demi kemenangan.

Mengalahkan Goliat menjadikan Daud pahlawan bagi Israel,juga membuat hati Saul cemburu yang berakhir pada kebencian sehingga mengharuskan Daud lari sebagai buronan. Hadiah kekayaan dan menjadi menantu raja bagi siapa saja yang bisa mengalahkan Goliat tidak dipenuhi Saul terhadap Daud. 2 Sam.17:25-27. 2 Sam.18:17-19. Merab, putri tertua Saul yang seharusnya untuk Daud, diberikan kepada Adriel. Pada jaman raja Daud, karena hutang darah Saul yang mengakibatkan 3 tahun kelaparan di Israel, 5 anak laki-laki Merab diserahkan Daud kepada orang Gibeon atas tuntutan mereka bagi keluarga Saul. 2 Sam.21:1-9.

Mikhal, putri Saul yang lain jatuh cinta pada Daud. Saul tidak memberikannya begitu saja tapi berusaha menjebak Daud supaya mati ditangan Filistin. Ia berjanji akan memberi Mikhal pada Daud jika Daud memberi 100 kulit khatan orang Filistin. Daud memberikan 200 kulit khatan dan menjadi menantu raja. Tapi ketika Daud jadi buronan lari dari kejaran Saul, Mikhal diberikan Saul kepada Palti orang Galim. Ketika Daud menjadi raja, Mikhal diminta kembali. Suaminya mengiringi kepergian ini dengan tangisan.

Saul bertambah jahat dan tidak bertobat akan dosa-dosanya. Pasal 19:1 Saul secara berterus terang mengatakan kepada anak dan pegawainya bahwa Daud harus dibunuh. Orang Israel suka pada Daud. Tidak ada alasan atau kesalahan apapun darinya untuk menerima acaman serius tersebut. Amarah Saul karena iri kepada Daud tidak diselesaikan dengan benar. Ia menggunakan kuasa dan otoritasnya bukan untuk hal yang baik bagi rakyat yang dipimpinnya, tapi hanya untuk kepentingannya sendiri saja. Egoismenya telah membutakan mata rohani Saul. Ia malah menambah parah kondisi dosanya dengan berusaha membunuh Daud. Keadaan ini juga mempengaruhi orang lain. Ia secara terang-terangan menyuruh pegawai-pegawainya membunuh orang yang tidak bersalah, bahkan orang yang telah banyak berjasa bagi Israel.

Anak-anak Saul juga mengetahui kejahatan moral bapaknya. Bangsa lain pun tahu keadan ini tapi Saul sudah tidak tahu malu lagi. Saul sebagai seorang raja yang memimpin umat pilihan Tuhan sudah tidak bisa membedakan lagi mana baik buruk dan pantas atau tidaknya suatu perbuatan dilakukan. Pelanggaran hukum Tuhan berani dilakukan secara terus terang oleh Saul demi kepuasan pribadinya sendiri. Dosa Saul telah melibatkan banyak orang bahkan ia telah membinasakan 85 orang Imam di Nob yang tak bersalah, serta seisi kota termasuk wanita dan anak-anak serta ternak mereka hanya karena salah seorang imam disana yang tidak tahu apa yang sedang terjadi, memberi makan Daud dan memberikan pedang Goliat kepadanya disaat pelarian. Walaupun sudah demikian parah keadaan dosa Saul tapi ia masih merasa bahwa Tuhan ada dipihaknya. 1 Sam.23:7. Saul sudah tertipu oleh hatinya sendiri seperti halnya Lucifer. Ia sudah tidak sadar dan peka akan dosa.

Daud jadi buronan Saul dan 3 ribu tentara yang menyertainya. Jumlah ini lima kali lebih besar dari jumlah orang-orang yang mengikuti Daud. Tuhan selalu meluputkan dan menyertai Daud. Ada kesempatan bagi Daud untuk membunuh Saul tapi karena takut Tuhan ia tidak melakukan hal itu. Sampai pada akhir hidup Saul, ia tidak bertobat. Ia mati bunuh diri ketika dikejar tentara Filistin.

71/2 tahun Daud menjadi raja atas Yehuda di Hebron. Anak-anaknya dilahirkan disini dari istri-istri Daud, kecuali Mikhal anak Saul yang tidak memiliki anak sampai pada matinya. Istrinya yang lain adalah Ahinoam dari Yizreel melahirkan Amnon yang memperkosa Tamar, adik Absalom. Abigail janda Nabal melahirkan Kileab. Maakha anak Talmai, Raja Gesur, melahirkan Absalom yang memberontak, melakukan kudeta, dan meniduri 10 gundik Daud didepan umum. Hagit, Abitai, Egla juga dalah istri-istri Daud. Di Yerusalem ia memerintah selama 33 tahun atas Israel dan Yehuda. Umur Daud 30 tahun ketika ia menjadi raja. Ia memerintah selama Selama 40 tahun. Di Yerusalem Daud masih mengambil beberapa orang istri dan gundik, dan memperoleh beberapa orang anak dari mereka.

Suatu ketika, ketika musim perang, Daud tidak ikut maju perang tapi santai dirumahnya. Petang hari bangun dari tempat tidur ia naik ke sotoh istana dan melihat Batsyeba istri Uria salah seorang tentara Daud yang sedang pergi berperang, sedang mandi. Ia utus bawahannya untuk menyelidiki siapa perempuan tsb., dan berakhir pada pemanggilan Batseyeba ke istana dan perjinahan pun terjadi. Beberapa waktu berselang, Batseyeba mengutus seseorang kepada Daud untuk mengatakan bahwa ia hamil. Mengetahui hal ini Daud menyuruh orang menghadap Yoab panglima perangnya yang sedang di medan tempur untuk memanggil Uria, suami Batsyeba supaya segera menghadap raja.

Sampai disini baru beberapa orang terdekat yang mungkin mengetahui sesuatu yang tidak benar sudah terjadi antara raja dengan istri orang. Atau mungkin karena kejelian Daud mengatur segalanya malah tidak ada seorangpun yang curiga padanya. Daud berusaha menutupi dosanya dengan caranya sendiri. Sebagai raja Israel Daud tahu hukum torat yang disampaikan Tuhan kepada Musa. Lev.18:20 adalah larangan bersetubuh dengan istri orang. Lev.20:10 menjanjikan hukuman mati bagi pria yang berzinah dengan istri orang. Keduanya harus mati. Atas dasar ini Daud dan Batsyeba harus dihukum mati.

Langkah pertama Daud untuk menutup dosanya supaya tidak ketahuan orang lain yang bisa menuntut raja dijatuhi hukuman mati, Daud memanggil Uria yang sedang berperang supaya kembali dari medan perang dan tidur bersama istrinya. Ketika Uria bertemu Daud, Daud yang sudah berbuat jahat terhadap tentaranya itu dengan menjinahi istrinya, masih berpura-pura baik dihadapan yang bersangkutan. Raja berbasa-basi menanyakan keadaan panglima perang dan peperangan yang terjadi. Mungkin Daud pikir Uria bisa jadi gede rasa dan gampang diatur olehnya. Daud sudah bersandiwara untuk menutupi dosanya. Ia memberikan hadiah kepada Uria, bersikap sangat baik, menjamu serta mengatur sedemikian rupa supaya Uria bisa tidur dengan istrinya sehingga anak yang dikandung Batsyeba tidak bisa menjadi bukti terhadap dosa Daud.
Kalau rakyat Israel mengetahui istri Uria yang sedang berperang hamil dengan orang lain, bisa dibayangkan hebohnya bangsa atas kejadian ini.

Moral Daud yang sangat merosot sejauh ini berusaha mempengaruhi orang disekitarnya, termasuk Uria yang bermoral baik untuk memiliki mental rendah juga. Walau dibuat sampai mabuk, Uria tetap memiliki keteguhan hati untuk bertindak benar dalam keputusannya. Ia tidak merendahkan martabatnya dengan pulang kerumah dan bersenang-senang dengan istri sementara rekan-rekan seperjuangannya masih berperang dan tidur di tenda, walaupun ia berhak atas hal ini karena raja sendiri yang menyuruhnya. Tapi ia malah tidur didepan pintu istana bersama hamba-hamba Daud.

Mengetahui siasatnya tidak berhasil, raja menulis surat kepada panglima perangnya dan menyuruh Uria kembali ke sana serta memberikan surat konspirasi kepada Yoab untuk menamatkan hidupnya. Daud menyuruh Yoab menempatkan Uria pada peperangan yang paling membahayakan dan jangan membantu pasukan ini supaya Uria mati terbunuh. Mungkin Yoab kaget dengan perintah raja yang telah ia kenal cukup lama. Sambil baca surat ia mungkin bolak balik melihat wajah Uria dan surat yang dibawanya. Benar…surat ini adalah surat raja. Ada tanda tangan Daud. Apakah yang sudah terjadi dengan Uria..? Yoab tidak tahu sama sekali. Yoab sebagai panglima perang yang sudah dikenal di Israel harus mengambil resiko karena dosa Daud. Ia harus mengambil keputusan yang sangat sulit dan paling bodoh sepanjang karirnya sebagai jendral perang. Ia harus menempatkan pasukannya disuatu medan perang yang tidak mungkin bisa dimenangkan dan ia harus mundur membiarkan pasukannya mati tanpa alasan.

Daud sudah melibatkan Yoab dengan dosanya dan menugaskan orang lain untuk berkhianat pada pasukannya sendiri. Dengan sedih mungkin Yoab memperhatikan rekan-rekannya yang harus ia korbankan. Tidak diketahui berapa lama Yoab bergumul untuk sampai pada keputusannya. Tidak dicatat mungkin ada berapa banyak air mata yang tercurah dari jendral ini mengetahui beberapa pasukannya yang setia harus mati sia-sia. Mereka adalah orang-orang yang gagah berani dan siap mati untuk membela bangsa dan tanah air dalam peperangan. Akhirnya Yoab sampai pada keputusannya. Ia maju ke kota Raba yang berkubu dan menempatkan Uria pada lokasi dimana banyak lawan yang hebat. Ia maju dengan strategi perang paling nekad dan bodoh. Mereka maju terlalu dekat sehingga musuh bisa memanah mereka dari atas tembok. Mungkin pasukannya sempat bingung dengan strategi perang aneh, nekad dan bodoh dari komandannya. Walaupun demikian mereka tetap maju sesuai perintah komandan perang yang mereka percaya. Mereka hanya tahu menjalankan perintah dan siap mati, tanpa mengetahui konspirasi jahat dari atasan yang merupakan orang-orang yang seharusnya melindungi mereka. Akhirnya beberapa orang tentara mati termasuk Uria, suami Batsyeba. Kematian orang-orang yang dikhususkan hanya untuk menutupi dosa Daud.

Mengetahui Uria mati, Daud pikir rencananya berhasil. Ia secara hukum boleh mengambil istri Uria yang telah gugur di medan perang menjadi istrinya. Daud sudah berhasil mengubah perbuatan dosa menjadi legal dan sesuai dengan hukum. Bahkan perbuatannya bisa dipandang sangat baik oleh rakyat karena mengambil istri veteran perang yang gugur dalam pertempuran. Daud belum mau sadar bahkan sengaja mengesampingkan hukum untuk menuruti hawa nafsunya, hal ini adalah penghinaan dan perbuatan jahat dimata Tuhan. Walau jiwanya tertekan tapi Daud belum mau mengakui dosanya.

Nabi Natan datang pada Daud dengan perumpamaan antara orang kaya yang memiliki banyak kambing, domba dan lembu, sapi, dengan orang miskin yang tidak memiliki apa-apa, hanya punya satu-satunya anak domba betina kecil yang dibeli dan dipelihara serta sangat dikasihinya. Ketika si kaya dapat tamu, ia tidak mau mengorbankan miliknya tapi menyembelih satu-satunya anak domba milik si miskin itu. Mendengar perkara seperti ini Daud langsung menjawab bahwa si kaya harus dihukum mati karena tidak berbelas kasihan..! Daud gampang menjatuhi hukuman dan menghakimi orang lain tapi tidak berkaca siapa dia saat menjatuhi hukuman tersebut. Natan katakan ..dialah orang kaya itu. Daudlah seharusnya yang dijatuhi hukuman mati.

Daud sadar akan dosanya. Ia menulis Mazmur 51:1-19 sebagai reaksi dari teguran Tuhan melalui nabi Natan. Daud mengakui dosanya tapi ia harus menanggung akibat dari dosa itu. Tuhan mengampuni Daud sehingga ia tidak harus mati.2 Sam.13:13. Tapi hukuman dosa harus ditanggung Daud dan keluarganya. Daud harus bayar harga yang sangat mahal atas dosa ini. Ia telah melanggar hukum torat yang sangat serius. Ia sudah berjinah, membunuh, dan mengingini istri sesama Ex.20:13. Tiga pasal hukum torat telah dilanggarnya, padahal Daud adalah seorang raja yang memutuskan perkara benar dan salah jika rakyat datang padanya untuk suatu masalah hukum. Pedang tidak akan berhenti terjadi bagi rumah tangga Daud. Anak hasil hubungan gelapnya mati, istri-istri Daud akan ditiduri orang disiang hari secara terbuka tanpa tersembunyi. Absalom, anaknya sendiri yang melakukan aib terhadap 10 gundik Daud dengan disaksikan oleh orang Israel.

Dari kisah Saul dan Daud kita melihat bahwa dosa seorang pemimpin akan mempengaruhi orang-orang lain disekitarnya atau bawahannya. Mereka akan membuat dan menyeret mereka pada perbuatan dosa tersebut. Bahkan peperangan dan pembunuhan yang mematikan mengikuti akibat dosa yang berusaha diselesaikan dengan cara manusia. Dosa tidak mengenal keluarga, bangsa dan sesama. Mereka akan saling membinasakan demi kepentingan dan kepuasan masing-masing. Dosa yang tidak diakui akan berakibat pada kebinasaan. Dosa yang diakui akan menghasilkan pertobatan dan keselamatan. Upah dosa harus ditanggung masing-masing tapi kasih setia Tuhan tidak berubah bagi orang berdosa yang sadar dan bertobat. Tidak perduli status kita apa dihadapan Tuhan, kita tetap manusia yang bisa berdosa, dan Tuhan tidak pernah pilih kasih kepada orang-orang yang melakukan dosa. Tapi tanganNya terbuka dan menanti para pendosa yang mau diampuni. Hukuman mati diganti dengan pengampunan..! Jika kita berdosa akuilah dan pilih pertobatan, jangan tutup dosa yang secara pasti akan membawa pada kebinasaan. Jangan tertipu seperti Saul tapi bertobatlah seperti Daud. Kesempatan masih ada..! Pintu anugerah masih terbuka…! Daud tetap memiliki janji Tuhan, tapi Tuhan telah undur dari hidup Saul. Terpujilah Tuhan yang murah hati..!

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives