Mat 1:7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa
Ayat ketujuh dimulai dengan kalimat “Salomo Memperanakkan Rehabeam”. Setelah Salomo, maka Rehabeam adalah penerus garis kelahiran Kristus. Sungguh luar biasa cara Allah menuliskan silsilah Kristus ini dengan memakai Rehabeam. Mari kita simak.
Pertama.
Sejak Rehabeam menjadi raja, kerajaan Israel terpecah menjadi dua yaitu kerajaan Israel di bagian utara dan Kerajaan Yehuda di bagian selatan sesuai dengan Firman Tuhan dalam 1 Raja-raja 11:11.
Jika kita memperhatikan nama para penerus silsilah Kristus di mulai pada nama Rehabeam di ayat yang ke 7 sampai pembuangan ke Babel, maka tidak ada satu nama yang tertulis di sana merupakan nama raja Israel. Semua adalah nama raja Yehuda. Hal ini terjadi karena kerajaan Israel telah menolak Tuhan.
Kenyataan ini secara tersirat dengan tepat menubuatkan apa yang akan terjadi kelak pada bangsa Israel, setelah Kristus yang adalah “Salomo” perjanjian baru kembali ke Rumah Bapa.
Ketika Tuhan Yesus pertama kali datang ke dunia, Dia datang kepada bangsa Israel, namun mereka menolak Dia. Karena penolakan ini, keselamatan telah berpaling kepada bangsa-bangsa lain. Itulah sebabnya ketika Tuhan bangkit, tempat yang pertama Dia tuju adalah Galilea (Mat. 28:7). Galilea adalah wilayah bangsa lain (Matius 4:15). Ini berarti Tuhan telah memutuskan hubunganNya dengan bangsa Israel karena mereka telah menolak Tuhan.
Kedua.
Setelah Salomo, tampillah Rehabeam dan mulai terjadi peperangan serta perpecahan dalam kerajaan Israel. Tuhan akhirnya mengizinkan bangsa ini menjadi tawanan dan pembuangan di babel. Zaman kegelapan mulai sirna sejak sekelompok orang Israel dibawah pimpinan Zerubabel kembali ke Yerusalem. Zerubabel, sekaligus adalah pemimpin pembangunan kembali bait Allah (Ezra 5:1-2). Tanpa kembalinya sekelompok orang dari pembuangan, Kristus belum bisa dilahirkan di Betlehem.
Siklus diatas secara tersirat kembali menubuatkan dengan tepat keadaan setelah Kristus tampil di dunia. Setelah Yesus naik ke Sorga, mulai terjadi perpecahan dan kemerosotan di antara orang percaya. Kemerosotan terus terjadi, bahkan dosa yang berat yg tidak terdapat diantara orang kafir sekalipun, terdapat dalam jemaat Tuhan. Orang percaya telah beralih dari pesona Kristus kepada pesona dunia.
Akhirnya Tuhan mengizinkan zaman kegelapan tiba, ketika kerajaan Romawi menerima kekristenan menjadi agama negara. Tidak lama kemudian Roma Katolik mengunci Alkitab dan menjadikan Paus sebagai kepala gereja. Saat itu tidak ada seorang pun dapat membaca Alkitab kalau bukan pastor. Para pastor mendapatkan posisi yang terhormat dan gaji yang memadai. Kekristenan adalah kehormatan, sehingga ribuan orang menerima baptisan percik tanpa perlu menerima Yesus sebagai Tuhan. Kebenaran telah disembunyikan, pengajaran bukan lagi bersumber pada Alkitab tetapi kepada apa kata pimpinan gereja.
Syukur kepada Tuhan, Yesus belum bisa datang untuk yang kedua kali kalau kebenaran belum di pulihkan. Tuhan akhirnya membangkitkan Martin Luther ditahun 1500 dan menyusul ribuan orang lagi yang tidak dipandang oleh orang lain untuk memulihkan kebenaran Alkitab.Sekarang hampir segala sesuatu telah di pulihkan kembali ke keadaan semula. Dengan demikian kita pun tidak lama lagi akan segera melihat kedatangan Yesus untuk kedua kalinya.
