Delapan puluh tahun yang lalu, dua orang hamba Tuhan dari Amerika Serikat melihat suatu penglihatan dari Tuhan. Mereka tahu mereka dipanggil Allah untuk memberitakan Injil. Kedua hamba Tuhan itu berangkat, mereka belum pernah ke Indonesia tetapi mereka yakin sekali bahwa Tuhan memanggil mereka untuk datang ke Hindia Belanda pada waktu itu. Mereka kemudian memberitahukan kepada gembala Gereja Protestan yang ada di Seattle, Amerika Serikat bahwa mereka terpanggil untuk memberitakan Injil di Hindia Belanda. Dengan segala usaha mereka berupaya agar kedua hamba Tuhan itu dikirim ke Indonesia. Ketika mereka berangkat, waktu itu belum ada pesawat terbang yang membawa mereka dari Seattle ke Indonesia seperti sekarang ini, mereka harus naik kapal laut, harus membayar tiket. Uang mereka untuk membayar tiket masih kurang USD.500, waktu itu tahun 1921. Mereka berdoa dan berdoa, hingga pada suatu hari ada seorang ibu datang kegereja dalam keadaan sakit kanker di dalam perutnya. Setelah didoakan ibu itu pulang. Setibanya di rumah, kanker itu copot dari badannya. Ibu itu kemudian memeriksakan diri lagi ke dokter. Dokter mengatakan: \Benar, kanker itu telah hilang dengan sendirinya.\” Ibu itu sudah menyediakan uang untuk membayar biaya operasi, kemudian ia berkata: \”Saya sudah tidak perlu dioperasi lagi.\” Maka uang itu disumbangkannya ke gereja, sejumlah USD.500 yang sudah disimpannya. Apa yang diperlukan oleh dua hamba Tuhan ini Tuhan telah sediakan melalui mujizat yang terjadi dalam kehidupan seorang ibu tersebut. Puji Tuhan! Allah adalah jehovah Jireh, Allah yang mengadakan segala perkara yang kita perlukan. Begitulah mereka berangkat pada tanggal 4 Januari 1921 dari Seattle melalui Jepang, sebab kapal yang ditumpangi mereka adalah kapal Jepang. Pada bulan Maret 1921, mereka tiba di Batavia (Jakarta). Dari Jakarta mereka langsung naik kereta api ke Banyuwangi kemudian menyeberang ke Pulau Bali.
Di Bali mereka mulai bekerja, apa yang terjadi? Apa yang pernah mereka lihat dari penglihatan yang Tuhan berikan kepada mereka di Seattle hal sama mereka lihat kenyataannya di Pulau Bali. Hal itu menetapkan mereka, menguatkan mereka bahwa Tuhan memanggil mereka. Mereka tidak mempunyai gedung gereja yang besar hanya sebuah bekas gudang kopra saja dengan atap daun-daunan. Tetapi mereka mulai memberitakan Injil dan orang-orang Bali mulai bertobat karena kuasa Allah. Setelah tahun 1922 pemerintah Belanda mengusir mereka dari Pulau Bali dengan alasan mereka tidak mendapat cukup kiriman uang dari Amerika sehingga mereka tidak mempunyai dana yang cukup. Pantekosta yang mula-mula hidup dari iman dan Tuhan memelihara mereka, akhirnya mereka ke Surabaya. Dari situlah pekerjaan Tuhan berkembang, sebab itu ketika merayakan 80 tahun di kota Surabaya, saya katakan; Surabaya mempunyai tempat yang luar biasa dalam sejarah sebab disana hamba-hamba Tuhan mulai bersaksi dan akhirnya gedung gedung Gereja Pantekosta di Indonesia yang pertama berdiri di kota Surabaya yang sampai sekarang ini ada di jalan Rajawali no:92. Itulah gedung gereja yang pertama-tama didirikan tahun 1931. Dari kota Surabaya kemudian mereka pergi ke Cepu, disana juga merupakan suatu tempat yang luar biasa bagi sejarah, disanalah baptisan air dan baptisan Roh kudus yang pertama terjadi di kota Cepu. Luar biasa Tuhan bekerja.
Sekarang saya beralih ke Jawa Barat; Apa bagian Jawa Barat dalam sejarah Pantekosta? Pemerintah Belanda yang waktu itu sudah memerintah di Indonesia tentu mempunyai ketentuan. Waktu itu belum ada gereja beraliran Pantekosta di Indonesia. Bandung-pun mempunyai bagian yang khusus dalam sejarah Pantekosta. Sebab ada surat register keputusan-keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda No: 29 tertanggal Cipanas 4 Juni 1924. GPdI bukan gereja yang baru lahir kemarin. 80 tahun GPdI bukanlah hanya isapan jempol, bukan dibuat-buat. Tahun 1948 Pemerintah Republik Indonesia dengan Departemen Kehakiman mengeluarkan surat pengakuan dan seterusnya sampai sekarang. GPdI bukan gereja yang baru tetapi Gereja Pantekosta yang pertama di Indonesia. Delapan puluh tahun sudah berlalu. Jika kata \”aku\” dalam 1 Korintus 15:10 diganti dengan \”GPdI\” maka akan terbaca: \”Tetapi karena kasih karunia Allah GPdI adalah sebagaimana GPdI ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkanNya kepada GPdI tidak sia-sia. Sebaliknya, GPdI telah bekerja lebih keras dari mereka semua; tetapi bukannya GPdI, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai GPdI.\” Karena kasih karunia Allah, karena kemurahan Allah GPdI ada sebagaimana GPdI ada sekarang itu bukanlah karena kehebatan pengurusnya, bukan karena kehebatan dari Majelis Pusat, Majelis Daerah, Majelis Wilayah. Jangan ada seorang pemimpinpun yang bangga karena dia seorang pemimpin, Firman Allah berkata: tetapi hanya karena kasih karunia Allah, bukan karena aku, bukan karena seorang pendeta tetapi hanya karena kasih karunia Allah semata-mata.
Dulu hanya ada satu gereja aliran Pantekosta. Sekarang aliran Pantekosta yang ada di Indonesia ini yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) saja sudah ada 60 organisasi ditambah dengan yang tidak termasuk karena tergabung dengan wadah yang lain. Kita melihat kebelakang, sejarah dari kelemahan-kelemahan pemimpin kita, kita harus akui hingga terjadi perpecahan dari satu menjadi dua, dari dua menjadi tiga, menjadi empat dan seterusnya sehingga terkenal Pantekosta pecah-pecah melulu. Kalau kita masih ada sampai sekarang ini, itu hanya karena kasih karunia Allah, itu hanya kemurahan Allah. Dulu kita bekerja seperti tidak ada saingan, sekarang dipojok sini, pojok sana ada, tetapi kalau kita masih ada sampai sekarang ini puji Tuhan!. Mari kita naikkan syukur atas kemurahan Tuhan, kita mau katakan kepada dunia \”Ini ada GPdI yang tetap memberitakan Injil, ada GPdI yang masih percaya kuasa kebangkitan, ada GPdI yang masih percaya akan mujizat-mujizat yang terjadi\”. Firman Allah berkata: \”Dan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku itu tidak sia-sia\”. Tidak sia-sia, kita gunakan sebaik-baiknya tiap waktu, tiap kesempatan yang Tuhan berikan kita pakai sebaik-baiknya, jangan sia-siakan kemurahan Tuhan. Firman Tuhan berkata: \”Kalau Tuhan membuka pintu tidak seorangpun yang dapat menutup pintu itu\”. Tetapi ingat sekali Tuhan menutup pintu pemberitaan itu tidak ada seorangpun yang dapat membukanya. Yesus berkata: \”Selagi hari masih siang wajiblah kita melakukan pekerjaan Tuhan, karena malam akan tiba dimana tidak ada seorangpun dapat bekerja.\” Saya percaya di negara Republik Indonesia tercinta ini pintu pemberitaan Injil sekarang masih terbuka. Jadi jangan saudara diam, jangan sia-siakan kemurahan Tuhan.
Rasul Paulus berkata: \”Kasih karunia yang dianugerahkanNya kepadaku tidak sia-sia.\” Rasul Paulus tidak menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan, sebaliknya Rasul Paulus telah bekerja lebih keras daripada mereka semua. Rasul Paulus telah bekerja keras, berarti ia telah berupaya dengan sungguh-sungguh.
Dalam Wahyu 2:1 dikatakan: \”Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah Firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu ditangan kananNya dan berjalan diantara ketujuh kaki dian emas itu\” angka 7 dalam Alkitab melambangkan angka sempurna,sesuatu yang lengkap. Tujuh bintang adalah malaikat jemaat, gembala jemaat. Bukan berarti hanya ada 7 gereja, tetapi gereja yang sempurna keseluruhannya. Semua bintang itu ada dalam tangan kanan Tuhan. Hamba-hamba Tuhan-pun ada dalam tangan Tuhan, ada dalam kekuatan tangan Tuhan. Dengan sendirinya kalau gembala berada dalam tangan Tuhan, maka jemaat-pun semua dipelihara oleh Tuhan.
Tuhan berkata: \”Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu.\” (Wahyu 2:2a) Apakah kita sudah bekerja sampai Tuhan melihat jerih payah dan ketekunan kita? \”Aku tahu bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta\”. (Wahyu 2:2b). Syukur kepada Tuhan kalau GPdI masih sangat-sangat berhati-hati terhadap segala macam ajaran baru yang datang, terhadap orang yang mengakui diri sebagai rasul, sebagai pemimpin, sebagai nabi. Kita melihat apakah yang terjadi itu sesuai dengan Firman Allah atau tidak. Inilah saatnya kita bersyukur kepada Tuhan atas berdirinya GPdI selama 80 tahun. Misalnya dalam bidang pengajaran, kita tetap memegang ajaran yang sesuai dengan Firman Allah.
\”Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena namaKu; dan engkau tidak mengenal lelah.\” Wahyu 2:3. Seringkali kita mengalami penderitaan karena nama Tuhan. Apakah ujian dari Tuhan ini saudara mau terima? Aku bekerja tidak mengenal lelah, kerja terus, berkorban-berkorban terus. \”Namun Aku mencela engaku, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadmu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.\” Wahyu 2:4-5. Satu hal yang sangat penting hilang dari gereja, sesuatu yang sangat penting hilang dari diri kita, sesuatu yang penting hilang dari pelayanan kita, sesuatu yang penting hilang dari semangat juang kita yaitu kasih yang mula-mula, semangat yang mula-mula.
Kalau kasih yang mula-mula itu hilang, Tuhan katakan: \”Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.\” Tuhan tidak perduli apakah sudah 80 tahun, Tuhan tidak perduli apakah gereja sudah 100 tahun atau sudah 200 thaun, Tuhan tidak perduli, pokoknya kalau kasih yang mula-mula sudah hilang Tuhan berkata: Aku akan mengangkat kaki dian itu dari padamu. Kalau kaki dian sudah tidak ada lagi, minyak tidak ada lagi, terang tidak ada lagi, kegelapan akan datang. Apa artinya sebuah organisasi yang berusia tua, pada mulanya hebat dikenal sebagai pembawa api tapi kalau api kasih yang mula-mula hilang, kaki dian diangkat tak ada artinya lagi sama sekali. Apa artinya kita mulai dalam Roh tetapi kemudian berakhir dalam daging. Kitab Yehezkiel berkata: Orang boleh benar, tetapi kalau kemudian ia jatuh dalam dosa sampai mati dalam dosa, semua kebenarannya tidak dihitung sama sekali. Begitulah juga apakah itu jemaat Efesus, apakah jemaat GPdI kalau kehilangan kasih yang mula-mula, Tuhan berikan peringatan ini \”Aku akan mengambil kaki dianmu.\” Kaki dian dalam buku wahyu berbicara tentang gereja, tentang jemaat, tentang sidang jemaat itu yang dikatakan dalam Wahyu 1:12. GPdI pun akan diambil kalau tidak tahu mau dibawa kemana, organisasinya bisa berkeliaran tetapi tidak mempunyai kuasa, tidak mempunyai arti sama sekali. Kita dapat berkata \”Syukur 80 tahun Tuhan sudah memelihara tapi mari kita melihat kedepan siapakah kita? Menghadapi abad ke 21 sebagai suatu masa kebangunan rohani yang besar. Sadrkah akan keadaan kita sekarang ini? Kita dapat berkata; gereja kami gereja yang paling tua dikalangan Pantekosta, tapi masih adakah kasih yang mula-mula itu?
Dalam Matius 20:1-12 kita dapat membaca tentang perasaan dari seseorang yang kehilangan kasih yang mula-mula. Kasih, semangat kerja yang hilang. (ayat 11-12) Ketika mereka menerima upah, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: \”Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja 1 jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari\”. Keluhan-keluhan, kepahitan dalam hati, merasa tidak diperlakukan dengan adil, itulah akar pahit yang ada dalam hati manusia. Akar pahit itu adalah perasaan tidak diperlakukan dengan adil sehingga marah. (ayat 13-14) Berapapun yang diberikan oleh Tuhan itu adalah hak Tuhan yang empunya kebun anggur.
Jangan ada diantara kita yang merasa telah bekerja cukup lama, menjadi pekerja yang kemudian timbul kepahitan dalam hati sehingga ada hamba Tuhan yang bertanya: \”Mengapa ia lebih cepat maju daripada saya?\” Dimanakah kasih dan semangat kita yang mula-mua? Biarlah ini menjadi cambuk buat kita untuk membangunkan kita, untuk menyadarkan kita, kita semua berada diakhir zaman. Semua kita bekerja nanti mendapat upah yang sama dari Tuhan. Tetapi yang Tuhan timbang dalam kehidupan kita adalah apakah kasih yang mula-mula masih ada dalam hidup kita atau tidak. (Yeremia 48:10) \”Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan Tuhan dengan lalai\” Orang yang lalai ini adalah orang yang tidak punya semangat lagi, masih bekerja tapi jadi mesin otomat. Tidak ada dalam pikiran dan semangatnya bekerja menangkan jiwa karena ia berpikir jemaatnya sudah cukup, jemaatnya sudah banyak. Firman Allah berkata: \”Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan Tuhan dengan lalai\”. Pekerjaan Tuhan belum selesai, pintu pekerjaan Tuhan masih terbuka, gunakan kesempatan yang Tuhan masih berikan melalui pemerintah yang ada, karena suatu waktu akan datang pintu akan tertutup dan tidak ada yang dapat membuka.
Apakah akibat dari kepahitan dalam hati? Dalam Wahyu 8:11 disebutkan tentang apsintus yang artinya pahit \”Nama bintang itu ialah apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu sebab sudah menjadi pahit.\” Banyak orang akan mati, seperti bumi ini menjadi pahit karena ada akar pahit. \”Inilah Firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Aku tahu segala pekerjaanmu…\” Wahyu 3:7-8. Kalau sekarang pintu masih terbuka, kita memandang kedepan, bangkitkan kembali semangatmu, mari bangkitkan kasihmu yang mula-mula, kasih kepada jiwa-jiwa supaya kita benar-benar dapat menggenapi Firman yang telah ditetapkanNya. Kita menyambut era kebangunan rohani yang akbar, yang besar sekali di abad 21. Saya sangat yakin bahwa abad 21 ini kebangunan rohani yang sangat luar biasa akan terjadi. Karena itu pada hari ini kalau kita menengok kebelakang, kita harus berkata, \” Tuhan, terima kasih, semua telah berjalan, pekerjaanMu telah berkembang dari nol sampai semakin berkembang.\” Bayangkan Sekolah Alkitab ada 27, tiap tahun diperkirakan ada 2.000 orang masuk Sekolah Alkitab, kalau dari tahun ke tahun sudah berapa banyak. Apa yang harus kita perbuat? Banyak perubahan yang harus dilakukan. Salah satu perubahan; dulu satu kota satu gereja tidak boleh lebih dari satu gereja, kita dobrak itu. Saya percaya Roh kudus akan bekerja dan mari kita siapkan diri untuk apa yang akan terjadi. Jangan sampai jadi orang yang bekerja dari pukul 6.00 pagi sampai pukul 6.00 petang kemudian ada kepahitan dalam hati, kenapa upahnya sama dengan yang baru bekerja 1 jam? Mana kasihmu yang mula-mula? kembalilah pada cinta yang mula-mula, Tuhan akan memberkati kita GPdI. Dari nol sekarang jemaat 10.00 lebih tiap bulan, tiap tahun ratusan yang baru, perintisan-perintisan di Kalimantan Timur, pembangunan gereja dimana-mana. Tuhan masih bekerja, tetapi kita akan melihat yang lebih besar lagi akan terjadi. Mari kita minta: \”Tuhan bekerjalah, bekerjalah.. bangkitkan semangatku, semangat juang dari tahun-tahun yang lalu.\” Tuhan mau kita bangkit kembali dengan semangat yang mula-mula, Tuhan mau mencurahkan Roh KudusNya kepada kita. Pintu yang terbuka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kita bukan membawa orang menuju kebinasaan, bukan membawa orang ke neraka, kita mau tunjukkan kepada manusia jalan untuk masuk kedalam sorga yang kekal. Kuasa Roh Kudus kita perlukan. Apakah saudara masih berkhotbah tentang kepenuhan Roh Kudus di gereja saudara? Kembalilah berharap kepada Roh Kudus. Kalau tidak dimulai dari sekarang, akan tertinggal dan barangkali akan mati. Oleh sebab itu kita tinggalkan kepahitan dalam hati. Apakah akibat kepahitan dalam hati? Wahyu 8:10-11. Kalau bintang yang besar namanya Apsintus, pahit itu jatuh dan menimpa sepertiga dari sungai-sungai, mata-mata air menajdi apsintus (pahit) dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit. Semua yang mempunyai akar pahit mempunyai kebencian satu dengan yang lain. Akar pahit yang ada yang mengakibatkan menjadi pengikut antikristus, sebab dialah yang menjadi sumber akar pahit itu selalu melawan Allah. Karena itu mari kita berdoa \”Tuhan sembuhkan hatiku, Tuhan sembuhkan hatiku, Tuhan sembuhkan hatiku, bahkan kembali dengan kuasa Roh KudusMu.\” Bangkitlah sebagai tentara yang besar sekali. Wahyu 2, Yehezkiel 37 dan 47 Tuhan berjanji, Tuhan akan bekerja dengan kuasa yang luar biasa dan ini akan terjadi di akhir zaman. Saudara mau maju terus? Kalau Firman ini bagaikan cemeti yang keras, kita harus mengucap syukur. Ketika kita melihat kebelakang, lantas mengucap syukur kepada Tuhan untuk semua anugerahNya itu. Mari melihat pula kedepan, mulai memperbaiki diri kita, bangkitkan semangat, memperbaiki cara kerja agar tidak mempunyai akar pahit.
Saudara mau kembali kepada kasih yang mula-mula? Mari masih ada kesempatan. Tuhan masih menunggu dengan kemurahanNya, kembali bertobat, minta kembali kuasaNya yang mula-mula sampai kita alami kuasa itu, dengan kuasa itu kita akan maju terus sampai Tuhan Yesus datang kali yang kedua. AMIN. (Balai Sartika Bandung, MD VI, PELAYAN 78-79-2001-80 tahun gpdi).
“
