Ayat Pokok: Ester 8
Selama 490 tahun orang Yahudi melalaikan ketetapan Tuhan mengenai tahun sabat hingga akhirnya Tuhan menghukum mereka dengan membuang mereka ke pembuangan di Babel selama 70 tahun. Di sana mereka tercerai berai dan hidup dalam kesusahan. Kesusahan terbesar mereka adalah ketika seorang musuh bernama Haman berhasil membujuk raja Ahasyweros untuk mengeluarkan perintah membunuh semua orang Yahudi yang ada dalam wilayah kerajaannya. Titah sudah dikeluarkan bahkan sudah sampai ke seluruh wilayah kerajaan yang terbentang dari India sampai Etiopia. Tapi rencana manusia tidak dapat melawan kehendak Tuhan bagi bangsanya.
Allah telah mempersiapkan petolongan.
Jauh hari sebelum masa kritis bagi orang Yahudi tiba Allah sudah dahulu bekerja mempersiapkan pertolongan yaitu dengan mengangkat Ester menjadi ratu bagi Ahasyweros. Ester bukan seorang Yahudi yang terpandang seperti halnya pasti ada juga beberapa orang Yahudi yang cukup terpandang dan berpengaruh dalam pemerintahan Ahasyweros. Tapi mereka tidak berdaya sama sekali saat peraturan raja dikeluarkan.
Kendati berasal dari kalangan biasa, tapi Ester berani bertindak luarbiasa bagi bangsanya. Satu langkah dramatis ia pilih untuk menyelamatkan bangsanya. Ia meminta seluruh orang Yahudi berdoa berpuasa selama 3 hari 3 malam lalu sesudah itu ia akan masuk menghadap raja meski ancamannya adalah hukuman mati bila raja tidak berkenan atas kehadirannya. Hasil yang luarbiasa terjadi. Allah mengubah keadaan dengan begitu heran dan ajaib.
Masa kritis sebagai langkah awal persatuan.
Setelah semua kejahatan Haman terungkap, maka raja memberi kuasa kepada Ester untuk melakukan tindakan kepada Ester untuk melakukan tindakan apa saja demi menyelamatkan bangasnya (Est. 8:7-8). Dibantu oleh Mordekhai, Ester segera membuat ketetapan raja yang baru yang menyatakan bahwa raja mengizinkan seluruh orang Yahudi yang ada dalam wilayah kerajaannya untuk berkumpul dan mempertahankan nyawa, memunahkan dan membinasakan siapa saja yang hendak menyerang mereka pada hari yang semula telah ditetapkan Haman sebagai hari pembinasaan orang Yahudi.
Yang menarik disini adalah pernyataan untuk berkumpul bersama bagi orang Yahudi. Artinya, sebelumnya mereka berada dalam keadaan yang terpisah-pisah sebagai orang buangan tapi sekarang mereka dapat dengan bebas menyatakan identitas mereka dengan berkumpul bersama dan bersatu. Demikian juga yang akan terjadi dalam gereja. Kelak gereja yang ‘tercerai berai” akan bersatu. Masa kritis membawa hikmah untuk membantu persatuan.
Kesusahan berganti dengan kegirangan.
Adanya ketetapan bagi orang Yahudi untuk bersatu mendatangkan kegirangan yang besar dalam diri mereka. Langkah pemulihan ini seperti sebuah mimpi bagi mereka dan mulut mereka penuh dengan sukacita (Mzm. 126). Kegirangan seperti ini kelak akan dialami gereja saat Yesus datang untuk keduakalinya.
Bukan hanya ada kegirangan yang besar tapi pembelaan yang Tuhan nyatakan atas orang Yahudi membuat bangsa-bangsa berkata betapa Tuhan telah melakukan perkara yang besar atas mereka (Mzm. 126:2). Karena itu setelah melihat pembelaan Tuhan yang luar biasa di kerajaan Babel, banyak orang dari bangsa-bangsa lain masuk menjadi Yahudi.
Kesungguhan beribadah menarik bangsa lain.
Bangsa-bangsa lain tertarik kepada orang Yahudi setelah mereka melihat pembelaan Tuhan yang luarbiasa bagi bangsa itu. Ini juga kelak akan terjadi dalam kehidupan gereja di akhir zaman. Kesungguhan kita beribadah akan menghasilkan mujizat-mujizat Allah yang luarbiasa yang pada gilirannya menarik bangsa lain untuk percaya kepada Allah.
Firman Tuhan mengatakan bahwa siapa yang mau bermegah biarlah dia bermegah karena memahami dan mengenal Allah (Yer. 9:24). Sebab itu dari awal Allah telah menetapkan bahwa tidak boleh ada allah lain di hadapan umatNya selain Allah sendiri. Sebab hanya dengan selalu menempatkan Allah sebagai tempat terutama dalam hidup kita barulah kita dapat menarik bangsa lain untuk mengenal dan memahami Allah. Jadi, marilah kita miliki hidup beribadah yang baik sehingga banyak orang lain mau percaya dan menerima Tuhan dalam hidup mereka. Alami mujizat dan pembelaan yang luarbiasa dari Allah sehingga orang lain tertarik untuk menjadi orang percaya. (WJ GPdI Kramat, No. 1340 Thn. XXVI).
