Tuesday May 22nd 2012

Malaikat Itu Berbaju Merah

Author : | This author have 1 posts

Di sebuah tampat makan di Bandara Soekarno Hatta,
satu keluarga terdiri dari suami, istri dan seorang bayi umur 6 bulan sedang memilih kue untuk sarapan pagi. Pagi itu mereka mengantar keluarga untuk pergi berlibur ke Bali.

Setelah memilih kue Kroket Kentang dan air mineral, keluarga itu pun duduk di kursi di sebelah kasir. Masuklah seorang ibu setengah baya berkerudung inign memesan teh manis hangat.

Tertera disana harga dari pesanan itu adalah Rp 8,000.
Sang ibu ini berkata kepada kasir.. apakah bisa meminta hanya setengah dari harga yang ada karena dia tidak mempunyai cukup uang, dan memang keluarga kecil ini melirik pada saat si ibu mengeluarkan recehan sebesar Rp 5,000,-.

Kasir memberitahu kepada si ibu bahwa tidak bisa memesan teh manis hangat hanya 1/2 gelas, “saya tidak dapat menanggung 1/2 nya ibu” ujar si kasir.

Lalu sang kasir yang merangkap pelayan itu menghidangkan Kroket kepada keluarga kecil yang sudah menunggu di meja.

Bertanyalah si istri kepada kasir tersebut.
“apa yang dipesan sama ibu itu Mbak..??”
Kasir tersebut menjawab, “ibu itu ingin memesan 1/2 gelas teh manis hangat karena uangnya tidak cukup untuk membeli 1 gelas”.

“Oh begitu” ujar si istri, “kalau begitu berikan sama ibu itu apa yang dia perlukan, nanti saya yang akan membayarnya” . sang suami sambil menggendong bayi mereka hanya tersenyum saja mendengar statement dari istrinya.

lalu dibungkusnyalah Teh manis hangat untuk si ibu tersebut, lalu si ibu tersebut berterima kasih kepada si kasir, teptai kasir berkata “ibu harus berterima kasih sama ibu itu.. karena dia yang membayarnya” .

Sang ibu hanya memandang keluarga kecil ini tanpa kata-kata dan berlalu dari rumah makan tersebut.

Pada saat keluarga kecil ini meninggalkan tempat makan, mereka melihat ibu tadi sedang membagikan teh manis hangat yang didapatnya kepada 2 rekannya yang telah menuggu di kursi panjang di bandara.

“Oh Tuhan, betapa berharganya segelas teh manis hangat untuk mereka” ujar sang suami.
Terima kasih Tuhan untuk pelajaran yang berharga yang kami terima hari ini….

06 Desember 2008,
Bandara Soekarno Hatta,

Budy

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives