Di sebuah tampat makan di Bandara Soekarno Hatta,
satu keluarga terdiri dari suami, istri dan seorang bayi umur 6 bulan sedang memilih kue untuk sarapan pagi. Pagi itu mereka mengantar keluarga untuk pergi berlibur ke Bali.
Setelah memilih kue Kroket Kentang dan air mineral, keluarga itu pun duduk di kursi di sebelah kasir. Masuklah seorang ibu setengah baya berkerudung inign memesan teh manis hangat.
Tertera disana harga dari pesanan itu adalah Rp 8,000.
Sang ibu ini berkata kepada kasir.. apakah bisa meminta hanya setengah dari harga yang ada karena dia tidak mempunyai cukup uang, dan memang keluarga kecil ini melirik pada saat si ibu mengeluarkan recehan sebesar Rp 5,000,-.
Kasir memberitahu kepada si ibu bahwa tidak bisa memesan teh manis hangat hanya 1/2 gelas, “saya tidak dapat menanggung 1/2 nya ibu” ujar si kasir.
Lalu sang kasir yang merangkap pelayan itu menghidangkan Kroket kepada keluarga kecil yang sudah menunggu di meja.
Bertanyalah si istri kepada kasir tersebut.
“apa yang dipesan sama ibu itu Mbak..??”
Kasir tersebut menjawab, “ibu itu ingin memesan 1/2 gelas teh manis hangat karena uangnya tidak cukup untuk membeli 1 gelas”.
“Oh begitu” ujar si istri, “kalau begitu berikan sama ibu itu apa yang dia perlukan, nanti saya yang akan membayarnya” . sang suami sambil menggendong bayi mereka hanya tersenyum saja mendengar statement dari istrinya.
lalu dibungkusnyalah Teh manis hangat untuk si ibu tersebut, lalu si ibu tersebut berterima kasih kepada si kasir, teptai kasir berkata “ibu harus berterima kasih sama ibu itu.. karena dia yang membayarnya” .
Sang ibu hanya memandang keluarga kecil ini tanpa kata-kata dan berlalu dari rumah makan tersebut.
Pada saat keluarga kecil ini meninggalkan tempat makan, mereka melihat ibu tadi sedang membagikan teh manis hangat yang didapatnya kepada 2 rekannya yang telah menuggu di kursi panjang di bandara.
“Oh Tuhan, betapa berharganya segelas teh manis hangat untuk mereka” ujar sang suami.
Terima kasih Tuhan untuk pelajaran yang berharga yang kami terima hari ini….
06 Desember 2008,
Bandara Soekarno Hatta,
Budy
