Saya percaya semua orang pernah mendengar kisah tentang mujizat yang Tuhan Yesus kerjakan dengan memberi makan lima ribu orang laki-laki dengan lima roti dan dua ikan (Markus 6:34-44). Sesuai dengan kebudayaan Yahudi pada saat itu jumlah orang yang dihitung hanyalah laki-laki namun saya percaya ada juga para wanita dan anak-anak yang ikut dalam rombongan orang-orang yang menikmati makanan mujizat itu sehingga jumlahnya dapat dipastikan melebihi lima ribu orang walaupun hal ini tidak disebutkan secara pasti dalam kitab Injil.
Ketika saya membaca kembali kisah tentang mujizat ini Tuhan menyingkapkan sebuah mujizat lain yang terjadi pada peristiwa pelipatgandaan Lima Roti dan Dua Ikan ini. Pernahkah saudara berpikir bagaimana caranya ke 12 murid Yesus pada saat itu diberikan hikmat dan kekuatan yang luar biasa untuk dapat melayani makan ribuan orang yang hadir pada saat itu dengan cepat, dan tepat sehingga semua orang dapat menerima makanannya tepat pada waktu makan.
Kalaupun mereka menerima bantuan dari orang-orang yang hadir pada saat itu tentunya itu tetap bukanlah hal yang mudah mengingat hal ini tidak pernah dikoordinasikan sebelumnya. Bayangkan berapa lama waktu normal yang seharusnya diperlukan untuk ke-12 murid membagikan makanan kepada lebih dari lima ribu orang ini, dan bayangkan seberapa besar kekuatan fisik dari ke-12 murid ini sehingga mereka dapat memiliki tenaga untuk membagikan makanan kepada begitu banyak orang.
Kebetulan saya berkecimpung di dalam dunia pernikahan dimana untuk dapat melayani catering untuk beberapa ratus orang yang hadir dalam sebuah pesta pernikahan diperlukan puluhan orang yang melayani dan itupun tetap membuat antrian terjadi pada saat para tamu mengambil makanan. Bisakah dibayangkan secara manusia bagaimana para murid Yesus pada saat itu dapat melakukan itu semua, saya yakin itu akan melampaui kemampuan mereka sebagai seorang manusia, it’s beyond the human limitation.
Namun kita tahu bahwa ke 12 murid telah sukses memberi makan begitu banyak orang sampai pada akhirnya mereka dapat mengumpulkan ke dua – belas bakul sisa makanan. Tuhan menyingkapkan pada saya bahwa ini semua boleh terjadi karena Tuhan memberikan kemampuan supranatural (mujizat) Nya kepada para murid-muridNya karena pada saat itu murid-murid bekerja sesuai dengan “KEHENDAK TUHAN” Lukas 6:37 Tetapi jawab-Nya: “Kamu harus memberi mereka makan!”.
Ini adalah sebuah kondisi yang kontradiktif dengan peristiwa ketika Tuhan Yesus mengunjungi Marta (Lukas 10:38-42), saat itu Marta yang hanya melayani satu orang saja yaitu Tuhan Yesus namun sudah merasakan begitu kerepotan sementara ke-12 murid melayani lebih dari lima ribu orang dengan begitu cermat dan tidak pernah dicatat mereka mengalami masalah atau mengeluh kepada Tuhan pada saat mereka membagikan makanan kepada orang banyak itu. Hal ini terjadi karena Marta melakukan apa yang bukan menjadi kehendak Tuhan dalam hidupnya.
Beberapa waktu lalu saya baru saja membaca sebuah buku karya Joyce Meyer yang berjudul “Laskar Yang Lesu, Orang Kristen Yang Lemah”, dalam buku ini dibahas bagaimana orang Kristen seringkali terjebak di dalam keletihan yang luar biasa yang menyebabkan mereka seringkali merasa Tuhan meninggalkan dan tidak memberi pertolongan kepada mereka. Mungkin itu juga adalah kondisi yang saudara-saudara hadapi pada saat ini, namun sesungguhnya kuncinya sudah Tuhan nyatakan dalam peristiwa mujizat Lima Roti dan Dua Ikan, ikutilah kehendak Tuhan dan dapatkan mujizat Allah yang membuat kita dapat melakukan perkara-perkara yang melebihi keterbatasan kita sebagai manusia, His miracle make us can do anything beyond our limitation.
Dalam KasihNya,
Dennie Kristian.

