Tuesday May 22nd 2012

Lembah Kekelaman

Author : | This author have 15 posts

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
( Mazmur 23:4)

Dalam Mazmur Daud yang sangat terkenal, dalam ayat di atas kita mendapati adanya kata : ”Lembah kekelaman”. Seringkali kita lebih mengartikan bahwa itu hanyalah sebagai istilah berbagai kesulitan yang harus dilalui Daud semasa hidupnya. Sebenarnya lembah Kekelaman adalah merupakan suatu tempat dalam Alkitab, suatu lembah yang berkelok-kelok tanpa dapat melihat apa yang terjadi atau siapa yang akan menghadang di tikungan berikutnya. Lembah kekelaman merupakan terjemahan bebas dari tempat yang bernama En-gedi (gambar di samping).

Beberapa kali Daud harus melewati wilayah En-gedi ini, yaitu pada saat dia dikejar-kejar oleh Saul dan juga pada waktu menghindar dari kejaran Absalom, anaknya sendiri. Apa yang Daud tuliskan dalam Mazmurnya adalah merupakan pengalaman pribadi, bukan sekedar istilah untuk menggambarkan kesulitan dalam hidup ini.

Dalam Injil Lukas pasal 10, Tuhan Yesus memberikan sebuah perumpamaan seorang Samaria yang murah hati. Dalam perumpamaan tersebut dikisahkan bahwa ada seorang yang mengadakan perjalanan dari Yerusalem ke Yerikho. Orang ini kemudian mengalami musibah, ia jatuh ke tangan perampok yang membuatnya terluka parah. Mengapa harus dari Yerusalem ke Yerikho?

Mengapa Tuhan Yesus mengambil lokasi antara Yerusalem dan Yerikho? Banyak dari kita yang tidak peduli dengan lokasi-lokasi yang dipakai oleh Tuhan Yesus dalam perumpamaannya. Ah itu kan Cuma sekedar pelengkap cerita saja, supaya lebih menarik . . ., supaya lebih hidup.

Kalau kita mau kritis dengan apa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus maka akan mendapati bahwa lokasi yang dipakai Tuhan Yesus bukan sekedar pelengkap, supaya kisahnya lebih hidup. Lokasi antara Yerusalem dan Yerikho, pada jalan itu ada suatu lembah yang harus dilewati, yaitu lembah kekelaman (En-gedi).

Jadi Tuhan Yesus dalam perumpamaan orang Samaria yang baik hati mencoba untuk mengangkat kembali fakta yang telah dikemukakan oleh Daud dalam Mazmur 23. Dia seolah mau membandingkan seseorang dalam Injil lukas ini dengan Daud yang juga beberapa kali harus melewati lembah kekelaman.

Perbedaan yang kontras kita temukan, Daud yang selalu mau berjalan bersama Tuhan, mau menyerahkan hidupnya kepada Tuhan dengan mudah dapat melalui lembah kekelaman, akan tetapi apabila hanya dengan kekuatan sendiri maka akan mengalami nasib yang sama dengan seseorang dalam perumpamaan dalam Injil Lukas pasal 10 di atas.

Ada benang merah yang bisa ditarik dari Mazmur 23 ke Injil Lukas 10. Tuhan Yesus meneguhkan apa yang telah dituliskan Daud dalam Mazmurnya . . . . . Apabila kita mau berjalan seperti Daud, maka sekalipun  kita harus melalui   En-gedi atau situasi hidup seperti En-gedi, maka itu bukan masalah karena ada gada dan tongkat Tuhan yang menjagaku, dan itu akan selalu merupakan penghiburanku.

Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives