1 Timotius 4:7-8
Latihan badani berguna untuk menjaga stamina dan kesehatan jasmani. Paulus mengatakan hal ini terbatas gunanya, dan mengajak untuk melatih diri dalam beribadah. Melatih diri dalam hal-hal Ilahi adalah mengenal dan menguasai Injil sehingga kita bertambah di dalam kekudusan, meskipun ada sebagian orang yang menganggap bahwa dalam beribadah terdapat kesempatan untuk menarik keuntungan secara jasmani [1 Tim 4:5].
Injil mencatat: Kristus adalah Anak Allah [Mrk 1:1]; kasih karunia Allah [Kis 20:24] yang membawa keselamatan [Rom 1:16] sehingga kita tidak malu untuk memberitakannya. Injil memancarkan kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah [2 Kor 4:4]. Allah kita adalah Allah yang hebat kuasa-Nya, yang memberikan kuasa yang semakin bertambah kepada kita melalui Yesus Kristus [Ef 1:18-22]. Injil adalah ajaran yang menyehatkan rohani kita [1 Tim 1:8-11] sampai kita menjadi sama seperti Kristus [1 Yoh 3:2]. Hiduplah berpadanan dengan Injil yang membawa kita bertumbuh menuju kesempurnaan seperti Kristus.
Latihan beribadah mengandung janji: Yesus berjanji untuk menyertai orang-orang yang melakukan perintah-perintah-Nya [Mat 28:20]. Penyertaan Tuhan membuat Dia ada di pihak kita, dan mengaruniakan segala sesuatu kepada orang-orang yang bersama-sama dengan Dia [Rom 8:31-32].
Janji Allah memberikan jaminan baik di kehidupan sekarang, maupun untuk kehidupan yang akan datang. Ada hidup yang kekal bagi orang-orang yang melatih diri dalam beribadah.
Olahragawan memakai pakaian yang ringan dan sederhana supaya dapat bergerak dengan leluasa. Alkitab menasihatkan kita hal yang sama, yaitu supaya kita menanggalkan segala beban dosa yang merintangi, sehingga kita dapat berlomba dengan tekun [Ibr 12:1]. Rubah-rubah yang kecil pun mampu merusakkan kebun anggur yang sedang berbuah [Kid 2:15]. Seperti dosa-dosa yang kita anggap ringan, namun sesungguhnya mampu merusakkan segala hal-hal rohani yang sedang kita kerjakan.
Untuk mendapatkan hasil yang baik, dibutuhkan ketekunan dalam latihan. Ibr 10:35-39 menasihatkan kita beberapa hal, yaitu jangan lepaskan kepercayaan, upah yang besar sedang menanti [ayat 35], tetap dalam ketekunan sebab Tuhan tidak akan menangguhkan kedatangan-Nya [ayat 36-37], jangan mengundurkan diri dan binasa, melainkan tetap percaya dan beroleh hidup [ayat 39].
Bangunlah hidup kita untuk semakin bertekun dalam melatih diri beribadah sampai kita menjadi sempurna sama seperti Kristus.
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut Ibrani 12:28. Oleh Pdt. Paul Runkat.
