Ayat Pokok: Filipi 3:16; Kisah Para Rasul 16:13-40
Kita mengawali tahun 2009 lalu dengan menjadikan Filipi 2:5 sebagai ayat pokok – “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” Lalu melanjutkannya dengan Filipi 3:16 sebagai ayat pokok untuk tahun 2010 – “Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.”
Kedua ayat ini merupakan bagian surat rasul Paulus kepada jemaat di Filipi. Surat yang indah, manis, dan penuh cinta. Filipi adalah satu kota di daerah Makedonia. Awalnya, tidak ada orang yang percaya kepada Yesus Kristus di sana.
Sejarah Berdirinya Jemaat Filipi
Jemaat di Filipi dimulai dengan bertobatnya dua keluarga, setelah Paulus dan Silas singgah di kota Filipi pada tahun 51 – Kisah Para Rasul 16:13-40:
1. Lidia & keluarga
Lidia adalah seorang penjual kain ungu. Ia mendengarkan perkataan Paulus dan Tuhan membuka hatinya, lalu ia dan seisi keluarganya memberi diri untuk dibaptis – ayat 14-15. Lidia adalah buah sulung, orang pertama yang menjadi
orang Kristen di Filipi.
2. Kepala Penjara Filipi & keluarga
Mendengar kesaksian Paulus & Silas melalui puji-pujian yang mereka naikkan dan menyaksikan sendiri peristiwa dahsyat di tengah malam, kepala penjara bertobat dan memberi diri dibaptis – ia dan semua orang yang ada di rumahnya – ayat 27-33. Pujian yang diurapi oleh kuasa Roh Allah sanggup menarik orang datang kepada Yesus!
Oposisi
Ketika jemaat Filipi mulai berdiri dengan bertobatnya Lidia sekeluarga, iblis pun segera bekerja – mencoba menghadang dan mematikan pelayanan Paulus dan Silas.
Berawal dari seorang perempuan yang mempunyai roh tenung. Ia mengikuti Paulus dan Silas, sambil berseru-seru, “Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan.” Ucapannya kedengaran baik. Iblis bisa memakai siapa saja, lalu mengatakan sesuatu yang benar tentang Allah. Yesus sudah memberi peringatan, di akhir zaman akan datang kristus dan nabi-nabi palsu. Ucapannya kedengaran sangat baik, tetapi tindakannya tidak sesuai dengan Firman Tuhan.
Karena merasa terganggu, Paulus lalu mengusir roh itu dalam nama Yesus Kristus. Seketika itu juga roh itu pergi meninggalkan perempuan itu. Tuhan memberikan kuasa yang sama kepada saudara dan saya, yaitu kuasa untuk antara lain, mengusir setan dalam nama Yesus – Markus 16:17.
Sementara itu, karena harapan untuk mendapat penghasilan sudah lenyap, tuan-tuan/majikan perempuan itu lalu menangkap Paulus dan Silas! Paulus dan Silas kemudian berkali-kali didera, dan dijebloskan ke dalam penjara dengan pengamanan super ketat. Kaki mereka dibelenggu dalam pasungan yang kuat.
Iblis tidak senang dan tidak akan tinggal diam jika ada orang bertobat dan menjadi anak Tuhan. Ia akan mengerahkan seluruh kekuatan untuk menggagalkannya. Jadi jangan heran kalau di masa kini pun banyak hamba Tuhan harus menderita aniaya saat merintis jemaat baru. Tetapi, puji Tuhan, Dia yang ada dalam kita jauh lebih besar daripada dia yang ada dalam dunia ini.
Dalam posisi yang benar-benar terjepit dan tak ada jalan keluar, Allah turun tangan dan menunjukkan kuasaNya! Saat Paulus & Silas berdoa dan menaikkan puji-pujian kepada Allah, terjadi gempa bumi sangat hebat yang menggoyahkan sendi-sendi/fondasi penjara, membuka pintu-pintu, dan melepaskan belenggu para tahanan! Haleluya!
Lanjutkan Perjuangan
Tahun 51 rasul Paulus mendirikan jemaat Filipi yang terdiri dari dua keluarga saja. Sepuluh tahun kemudian, tahun 61, Paulus mengirim surat kepada jemaat Filipi. Perhatikan ayat pembuka suratnya: “Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat [=gembala] dan diaken” – Filipi 1:1.
Dalam kurun waktu 10 tahun saja, jemaat Filipi telah bertumbuh dan berkembang demikian pesat. Dari dua keluarga, berkembang menjadi banyak orang kudus/jemaat, lengkap dengan para gembala dan diaken. Tidak heran, setiap kali mengingat jemaat Filipi, Paulus mengucap syukur dan selalu berdoa bagi mereka dengan sukacita – Filipi 1:3-4.
Sejak hari pertama sampai 10 tahun kemudian, jemaat bahkan ikut mengambil bagian dan bersekutu dalam pemberitaan Injil – ayat 5. Bagaimana dengan saudara? Sudah berapa lama saudara menjadi anak Tuhan? Sudahkah saudara mengambil bagian dalam pemberitaan Injil untuk memenangkan jiwa bagi Tuhan?
Tulis Paulus selanjutnya, “… Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” – Filipi 1:6. Tuhan yang telah menyelamatkan kita, akan meneruskan = melanjutkan menyelamatkan kita sampai Yesus datang kembali. Haleluya! Meski sekarang ada dalam sorga, Yesus tidak berhenti bekerja. Ia terus berdoa bagi saudara dan saya!
Jemaat Filipi adalah contoh jemaat yang hidup! Bertumbuh! Berkembang! Jemaat yang tidak mau mundur. Tidak juga mau berhenti bekerja: memberitakan Injil melalui talenta berbeda-beda yang Tuhan berikan.
Tuhan ingin memakai saudara dan saya. Dia yang telah memulaikan pekerjaan yang baik dalam kita, Dia juga yang akan meneruskannya. Di tahun 2010 ini kita mau terus maju dengan penuh tanggung-jawab untuk melanjutkan pekerjaan baik yang telah kita mulai sampai Tuhan Yesus datang kembali!
“Baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.”
Mari, Lanjutkan perjuangan bersama Yesus!
Tuhan Yesus memberkati!
