an dan perbuatan mereka tidak sesuai. Mereka mengikat beban-beban berat dan meletakkannya di atas bahu orang! Sementara mereka sendiri tidak mau menyentuhnya – Matius 23:4.
Letih Lesu
Orang bisa menjadi letih lesu karena:
- Pekerjaan Jasmani/Fisik – bekerja keras mencari nafkah. Lukas 5:5 – Sepanjang malam, murid-murid telah bekerja keras mencari ikan.
- Pekerjaan Rohani – bahkan dalam pelayanan, orang bisa merasa lelah, capai hati. 1 Korintus 4:11-13 – keluhan hati seorang hamba Tuhan yang harus menanggung berbagai aniaya fisik maupun batin.
Yesus tahu dan pernah merasa sangat letih secara fisik. Pada satu kesempatan Ia mengajak murid-murid untuk beristirahat sejenak. Pada kesempatan lain, setelah berjalan dari Galilea ke Samaria, Ia menjadi sangat letih dan minta minum pada seorang perempuan – Yohanes 4:4-6.
Beban Berat
Beban bisa berupa beban jasmani, bisa pula beban rohani. Beban rohani adalah beban-beban seperti yang diletakkan para pemimpin agama Yahudi ke atas bahu rakyat – yang mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Yaitu ajaran-ajaran berdasarkan Taurat Musa. Hukum itu menjadi sangat berat dilaksanakan, sebab melanggar salah satu Hukum berarti melanggar keseluruhan Hukum Taurat. Ajaran agama bisa menjadi sesuatu yang memberatkan.
Dosa adalah beban yang amat berat. Ketika keluar dari tanah perbudakan dan penderitaan di Mesir, bangsa Israel meninggalkan segala beban berat yang menindih mereka. Saat melihat Yesus, Yohanes Pembaptis berkata, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” – Yohanes 1:29.
Tuhan Yesus mengundang saudara dan saya, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Puji Tuhan! Hanya Dia yang dapat memberi pertolongan, kelegaan dan perhentian!
Orang yang menanti-nantikan = mengharapkan Tuhan, akan mendapat kekuatan baru – seumpama burung rajawali, ia naik terbang dengan kekuatan sayapnya, berlari dan tidak menjadi lesu, berjalan dan tidak menjadi lelah – Yesaya 40:31.
Kuk Dari Yesus
Sebelum memulai pelayananNya pada usia 30 tahun, Alkitab hanya mencatat dua peristiwa dalam hidup Yesus: (i) Pada usia 8 hari Ia dibawa ke Bait Allah untuk diserahkan kepada Allah; dan (ii) Pada usia 12 tahun Ia mengajar dan menakjubkan banyak orang yang mendengarkanNya di Bait Allah. Setelah itu, tidak ada catatan lain tentang Yesus.
Karena ayahnya seorang tukang kayu, maka orang mulai mereka-reka, bahwa selama kurun waktu 18 tahun (antara usia 12 sampai 30 tahun), Yesus membantu Yusuf membuat ‘kuk’, yaitu beban yang biasa dikalungkan pada leher sapi untuk menarik gerobak. Dan rupanya kuk jasmani buatan Yesus adalah kuk yang amat pas dan enak dipakai serta tidak menyakitkan!
Secara rohani, Tuhan mengangkat segala beban berat yang kita pikul, dan menggantinya dengan suatu kuk/beban/tanggungan yang baru. Apakah itu? Pikiran dan perasaan Yesus – Filipi 2:5. Dengan penuh kasih dan kepercayaan, Ia memberikan apa yang ada padaNya (sifat, pikiran dan perasaanNya) kepada saudara dan saya.
Oleh sebab kuk yang diberikanNya pas dan enak dipakai, maka dengan sukacita kita akan menjalankan tugas yang Tuhan berikan, yaitu membawa jiwa-jiwa kepada Kristus! Tidak ada pekerjaan pelayanan yang memberatkan, jika kita memakai kuk yang Yesus berikan.
Terimalah kuk yang Tuhan berikan, satu beban yaitu untuk menyelamatkan orang berdosa.
Kuk = Kerjasama (Partnership)
Kuk juga melambangkan kerjasama (=partnership). Kuk biasa dipasang bersama-sama di leher masing-masing hewan yang akan membajak sawah atau menarik gerobak. Tetapi hewannya harus seimbang: sapi tidak bisa dipasangkan dengan seekor keledai misalnya.
“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala…” – 2 Korintus 6:14-16. Bahtera rumah tangga yang dibangun oleh dua orang dari pasangan yang tidak seimbang – antara orang percaya dan tidak percaya – tidak akan berhasil!
Yang terbaik ialah jika kita mengenakan kuk yang Tuhan berikan, dan bekerja-sama dengan Dia! Dan percayalah, kita akan sampai di tempat tujuan dengan selamat. Jadi, dalam menjalankan tugas apapun di dunia ini, lakukan semua di dalam dan bekerja-sama dengan Tuhan. Jangan coba melakukan sesuatu di luar Tuhan. Sebab, “di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” – Yohanes 15:5b.
Kerjasama dengan yang tidak baik mendatangkan murka Allah: Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor, bangkitlah murka Allah terhadap Israel – Bilangan 25:2-3.
Apakah saudara letih secara jasmani dan rohani? Pikiran dan hati sudah lelah? Tidak lagi ada semangat, daya dan kekuatan? Mari, datang kepada Yesus. Bawa segala persoalan, keberatan, dan keperluanmu kepada Yesus. Dia mau menjamah hati, pikiran dan perasaanmu. Dia sanggup memberikan kelegaan dan damai sejahtera yang saudara perlukan. Dia berkuasa menolong dan mengisi kekosongan dalam hatimu. Haleluya! Tuhan Yesus memberkati saudara!
