Dalam perjalanan menuju tanah Kanaan, ketika mereka masih berputar-putar di padang gurun, Allah sudah memberikan peraturan yang mengharuskan bangsa Israel mengadakan tahun sabat bagi tanah. Mereka boleh mengerjakan tanah itu selama 6 tahun tetapi pada tahun tahun ke 7 mereka harus mengistirahatkan tanah tersebut. Namun bangsa Israel tidak melakukan sabat tanah selama 490 tahun. Ini berarti ada 70 tahun Sabat yang mereka langgar, akibatnya tanah Yehuda didatangi raja kafir Nebukadnezar pada tahun 586 SM yang menggempur kota Yerusalem, membakar tembok-tembok dan menghancurkan Bait Allah. Bangsa Yehuda dibuang ke Babel yang diperintah oleh raja-raja Babel.
Tahun 606 SM, tepat 490 tahun setelah Saul menjadi raja, Israel pecah menjadi 2 kerajaan.
Kerajaan Israel yang terdiri dari 10 suku dengan ibukota Samaria. Kerajaan Yehuda yang terdiri dari 2 suku (Suku Yehuda dan suku Benyamin) dengan ibukota Yerusalem.
Tahun 721 SM Israel digempur oleh raja Sargon dari Asiria dan sampai sekarang 10 suku bangsa ini hilang sama sekali. Bangsa Yehuda (2 suku bangsa) dibuang ke Babel tetapi kemudian mereka kembali memperbaiki kota Yerusalem pada zaman Esra dan Nehemia.
Ester hidup 50 tahun setelah bangsa Yehuda yang dibuang ke Babel mulai kembali ke Yerusalem. Ester adalah seorang Yatim piatu yang tinggal bersama pamannya Mordekhai. Mereka tetap tinggal di Babel yang kemudian menjadi kerajaan Persia (terletak di daerah Irak sekarang ini).
Ester (bahasa Persia) berarti bintang. Nama aslinya dalam bahasa Yahudi adalah Hadasa. Hadasa adalah daun pohon ‘evergreen’. Pohon ini berdaun hijau berkilap dan selalu hijau di musim dingin sekalipun. Zaman dahulu daun ini dianggap lambang cinta dan didalamnya ada makna keindahan, kasih dan kemuliaan. Demikian juga dengan Ester, bintang ada arti mulia dalamnya.
Keistemewaan kitab Estet adalah, didalam seluruh kitab ini tak pernah disebut kata Allah, tetapi jelas pekerjaan Allah ada dalam kitab ini. Itu sebabnya masih dianggap bagian dari Alkitab.
Pasal 1.
Ahasyweros kerajaannya mulai dari India sampai ke Etiopia di Afrika. Pada tahun ketiga pemerintahannya ia mengadakan pesta besar selama 180 hari lamanya dan khusunya untuk kota Susan ditambah 7 hari lagi. Raja ini memamerkan kekayaannya dan ia pun ingin memamerkan istrinya yang sangat cantik, ratu Wasti. Tetapi ratu Wasti menolak sehingga ia dipecat sebagai ratu. Singkat cerita, Ester seorang Yahudi diangkat menjadi ratu.
Ester mau menjadi ratu karena ada tujuan. Pada waktu itu sudah terdengar berita tentang rencana Haman, seorang kepercayaan raja, untuk membunuh semua orang Yahudi. Kalau hal ini terjadi, sekarang ini tidak ada orang Yahudi, tidak ada Yesus yang lahir di Betlehem. Karena adanya Ester dan Mordekhai bangsa Yahudi masih ada sampai sekarang ini. Kuncinya ada pada Roma 11:25-27 yaitu Tuhan masih mempunyai rencana terhadap bangsa Yahudi sekalipun sebagian sebagian dari mereka tegar, tidak percaya bahwa Yesus adalah mesias. Ketegaran bangsa Yahudi ini pula yang membuat bangsa-bangsa lain diselamatkan.
Mordekhai tahu Ester duduk sebagai ratu untuk menyelamatkan bangsa Yahudi. (Ester 4:12-16). Ester mau menghadap raja. Ia tahu arti kedudukan yang Tuhan berikan kepadanya. Ia mau menghadap raja tetapi sebelumnya ia dan bangsa Yahudi berpuasa terlebih dulu. Raja menerima kedatangan Ester dan Ester mengundang Raja dan Haman.
Akhirnya terbongkarlah rahasia Haman yang ingin memusnahkan bangsa Yahudi. Selamatlah seluruh bangsa Yahudi karena seorang Ester yang berani bertindak, berdoa dan berpuasa. Kemenangan bagi bangsa Yahudi.
Yesus dalam sorga datang kedunia ini menjadi seorang manusia supaya dapat menyelamatkan manusia. Demikian juga dengan Ester, ratu yang hatinya ada pada bangsanya. Apa yang Ester rasakan dalam berpuasa 3 hari 3 malam adalah gambaran kematian dan kebangkitan Yesus. Disitulah letak kemenangannya. Orang-orang yang seperti Ester ini antara lain: Musa (Keluaran 32:2), Paulus (Roma 9:32).
(Pdt.A.H.Mandey, Jakarta. sumber: WJ GPdI Kramat No. 1213 Thn. XXIII, 28 Agustus 2005).
