Selamat berbakti dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Pada hari ini kita merayakan hari Natal dengan sesederhana mungkin. Karena jikalau semua acara-acara dimasukkan, maka saya rasa tidak cukup. Jadi kita rencana pada jam 6.00 nanti sudah selesai. Bukalah Lukas 2, kita akan membaca ayat 10 bersama-sama:
2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.
Malaikat berkata pada Natal yang pertama, dia berkata: Janganlah takut, aku memberitakan kepadamu sebuah kesukaan besar bagi segala bangsa. Didalam salinan bahasa Inggris, ayat itu agak kurang satu step. Dalam salinan bhs Inggris bunyinya begini: Aku memberitakan kepadamu kabar baik, yaitu kesukaan yang besar bagi segenap bangsa. Jadi saya katakan sekali lagi: Aku berikan kepadamu kabar baik, yaitu ada kesukaan yang besar bagi segenap bangsa. Sore hari ini kita mau memperhatikan 2 kata itu: Kesukaan Besar. Bahasa Yunani nya kata besar dipakai kata megalos yang artinya sangat besar. Saudara, ini sound system sumbangan, sumbang pinjam maksudnya, bukan dikasih dari Bpk Agus di Sukabumi ini bisa volumenya 5-6 kali lebih keras dari ini. Cuma tadi saya kasih kode supaya sedikit pelan supaya tidak menyolok kepada masyarakat sekitar. Asal saudara bisa dengar saja. Kita tidak usah teriak-teriak, karena ini mega, ini suaranya bisa besar sekali. Nah, kata megalos saudara-saudara, itu besar, agung secara suara, secara ukuran berat, secara ukuran bobot, ukuran kualitas – itu mega. Jadi kesukaan yang besar.
Nah, ada 2 macam kristen yang salah merayakan natal. Kristen yang pertama adalah yang merayakan natal dengan merayakan kulitnya dari natal. Itu merayakan memperingati dengan berbelanja, shopping, membeli makanan, membeli pakaian baru, dengan membeli kaset-kaset lagu-lagu natal yang semuanya tidak salah, tapi kurang tepat karena itu hanya kulit dari natal. Saudara-saudari ini akan masuk keluar perayaan-perayaan natal pesta-pesta natal kadang kadang dia jadi kristen kapal selam selama 1 tahun tidak pernah ke gereja tetapi pas natal dia muncul ke permukaan untuk bernatal. Disini tidak ada – ini saya sedang cerita di tempat di dekat laut banyak kapal selam - kristen yang sering kali munculnya pada waktu natal. Saya seringkali bingung tidak pernah lihat di kebaktian tapi pada waktu natal nampak semua saudara – warna biru kuning hijau seperti nano-nano rasanya. Dan nampak disini orang yang pertama ini ia merayakan natal dengan hal yang materi, dia merayakan anggap natal ini adalah hal-hal yang materi apa yang dia dengar, apa yang dia lihat, apa yang dia rasa.
Ada orang kristen yang kedua yang dia nggak punya materi. Dia merasa sedih karena dengan natal dia tidak bisa beli baju baru, dia tidak beli pakain seperti orang lain. Dia merasa susah sehingga dalam perayaan natal dia bukannya bertambah suka-cita dia bertambah duka cita karena dia tidak punya uang. Nah, 2 bagian orang kristen seperti ini kedua-duanya keliru karena natal saudaraku bukanlah natal kalau kita tidak ketemu Yesus. Dari Iran dari Persia, 3 orang majus Magoi dia berjalan dari Timur dia tidak berhenti walaupun sudah dicegat oleh Herodes. Dia tidak berhenti sampai dia ketemu dengan Yesus. Ketika dia sudah ketemu dengan Yesus dibukalah persembahannya tiga macam. Puas hatinya maka pulang dia tidak kembali kepada Herodes dia langsung pulang. Karena apa? Dia sudah menemukan kepuasan batin itu.
Gembala-gembala di padang begitu mendengar berita malaikat yang menyanyi: Hari ini sudah lahir bagimu juru selamat aku memberitakan kabar kesukaan yang terjadi bagi segenap kaum, yaitu adanya kesukaan yang besar sukacita yang besar. Heran malaikat datang tidak membuat mereka suka-cita, malaikat datang nyanyi tidak membuat mereka terpana dan terkejut lalu mengatakan itu berkali-kali luar biasa itu malaikat. Tidak. Mereka pergi ke Bethlehem. Sampai mereka ketemu dengan Yesus. Setelah mereka lihat Yesus masih bayi, puaslah hatinya. Maka pulanglah gembala-gembala itu sambil memuji-muji Tuhan. Karena apa? Dia sudah sudah ketemu Yesus. Simeon didalam Bait Allah. Dalam Lukas 2. Dia sudah mendapat visi mendapat penglihatan dari Tuhan bahwa dia tidak akan mati sebelum dia bertemu dengan Mesias atau Mashiach. Maria membawa Yesus masih bayi saudara-saudaraku mungkin 40 hari, dia bawa ke Bait Allah. Tidak ada yang kasih tahu. Simeon lihat, dia sambut itu bayi dan dia menengadah ke langit: Ya Tuhan, sekarang puaslah hati hamba. Saya siap untuk menghadapi kematian karena saya sudah melihat selamat yang dari padamu.
Jadi 3 kejadian ini semuanya kuncinya Yesus. Lebih jauh dalam Lukas 2 Yusuf dan Maria. Yesus sudah umur 12 tahun tertinggal di Yerusalem. Mereka begitu sibuk mau pulang ke Nazareth, Yesus ketinggalan di Yerusalem. Tiga hari tiga malam mereka cari tidak dapat saudara tidak bisa tidur, tidak ada damai. Mereka bisa ketemu Yesus di Bait Allah. Setelah mereka ketemu Yesus, hilanglah itu dukacita, hilanglah itu ketidak-tentraman itu. Maka mereka mendapatkan keteduhan kembali setelah mereka ketemu Yesus. Maka pada sore ini, natal bukanlah natal kalau saudara tidak ketemu Yesus.
Kita tidak perlu sedih karena kita tidak punya uang. Kita tidak perlu berfoya-foya karena kita banyak uang. Yang terpenting dalam natal, itu kita ketemu dengan sang Juru Selamat. Kita bertemu dengan Yesus Sang Putera itu. Saya masih bicara tentang kesukaan yang besar. Maka kalau saya meilihat kebaktian di gereja masih ada jemaat yang karena urusan kecil dunia dia hilang suka cita. Karena urusan sakit yang kecil saja hilang itu suka cita. Wah, saya bilang iman kekristenannya ini bagaimana? Apalagi di tengah-tengah keadaan di Indonesia seperti sekarang ini saudara-saudara. Kita harus ketemu Yesus. Kita harus ketemu, kontak dengan dia. Nanti habis kebaktian saudara semua dapat kue, sumbangan dari jemaat cukup besar tahun ini.
Kita kembali lagi kepada kesukaan yang besar. Mari kita ketemu Yesus. Aduh, ini intinya dari natal ini kita harus ketemu. Harus kita ketemu. Nah, untuk mendampingi ayat tadi saya mau baca Matius 1. Ada kesuakan yang besar. Nah, ini alasannya yang sama
1:23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” -
Yang berarti: Allah menyertai kita, Allah bersama-sama kita, Allah mendampingi kita, Allah disisi kita, Allah berjalan menggandeng tangan kita – itu artinya Imanuel. Jadi waktu Yesus lahir kedalam dunia, Dia dikasih nama Imanuel karena Dia punya tindakan. Dia punya misi ke dunia ini untuk menemani kita, untuk bersama-sama dengan kita didalam susah atau senang, kaya atau miskin, didalam berkekurangan atau berkelimpahan sampai maut memisahkan kita berdua – itu kalau penganten. Tetapi inilah artinya Imanuel. Nah, saya ingat satu cerita satu anak gadis kecil dia bilang sama mamanya begini: Ma, saya lebih cinta mama daripada Yesus. Kaget mamanya. Nggak boleh kamu begitu masa diajar sekolah minggu gitu siapa gurunya nanti dilaporkan sama oom Yoyo. Ini Oom Yoyo nya di Amerika. Siapa yang suruh. Kamu harus cinta Tuhan Yesus itu lebih dari semua. Nggak ma, saya cinta mama lebih dari Yesus. Kenapa? Kenapa kamu ngomong cinta mama lebih dari Tuhan? Karena mama kelihatan. Karena mama bisa dipeluk. Tuhan nggak kelihatan, Tuhan Yesus nggak bisa dipeluk.
Bagi pemikiran seorang anak saudaraku, sukar untuk mengerti Allah yang tidak kelihatan itu beserta dengan kita. Mungkin bagi kita orang dewasa juga sukar kita mengerti, sukar kita masuk dalam nalar kita bagaimana Allah mau menemani kita. Allah yang kudus, yang suci, yang mulia, yang tidak pernah salah mau menemani kita orang berdosa yang penuh dengan cacat cela ini. Tidak masuk dalam nalar. Nggak kelihatan Dia. Tapi itulah sebabnya saudara, natal ini ada karena kita menerima Yesus bukan dengan penglihatan tetapi dengan iman. Walaupun kita tidak lihat dia, dia bersama dengan kita. Mari saya kasih illustrasi. Udara kita tidak bisa lihat. Tapi tahukah saudara, udara itu setiap hari bersama dengan kita. Kita tidur dia bersama dengan kita. Bahkan kalau kita tidur, udara itu mentertawakan kita karena kita ngorok. Kita tidak mendengar ngorok kita sendiri tetapi udara mendengar ngorok kita dan ngorok itu tidak akan terjadi kalau tidak ada udara. Dia didalam kita dia disekitar kita tapi kita tidak bisa melihat dia.
Tuhan didalam Yesus, kita tidak bisa lihat. Kita tidak bisa pegang seperti anak gadis tadi. Tapi Dia ada. Dia bersama dengan kita. Dia melihat semua tindak-tanduk kita. Dia mengerti kesulitan kita. Maka natal bukan natal kalau kita tidak kontak dengan Dia, kalau kita tidak ketemu dengan Dia. Jadi natal bukan hal-hal yang lahir, bukan hal-hal yang nampak dengan mata. Maaf saudara ya, kita nanti ada lilin. Dulu kita tidak pernah main-main lilin. Sekarang ada candle light. Sebetulnya ini lambang saja. Padamin lampu. Pernah terjadi di satu gereja. Padamin lampu, lilin nyala. Malam kudus Sunyi senyap … Padamkanlah lilin saudara nyalakan lampu. Begitu dipadamkan lilin, lampunya nggak nyala karena dari PLN mati. Gelap semua. Ribut. Nah, apa dengan ribut begitu natalnya jadi hilang berkat? Tidak saya rasa. Ada lilin tidak ada lilin, tetap kalau kita sudah kontak dengan Yesus, natal kita diberkati.
Jadi ini lambang. Lambang apa? Yesus itu terang dunia ! Nah, tadi anak perempuan sekarang saya mau bicara anak lelaki. Anak lelaki jalan sama bapanya lewat satu gang. Gangnya gelap sekali. Aduh, gelap sekali. Lalu saudara-saudaraku sangat takut ini anak. Dia bilang begini : Pa, rasanya dia pegang jari papanya tuntun. Pa, saya cuma bisa memegang jari papa, tapi kalau papa bisa menggendong saya, gendong dong saya, saya takut. Maka si papa itu dia angkat itu anak dia gendong. Anak itu tidak takut lagi walaupun gelap. Saudara mungkin sekarang sedang menghadapi kegelapan dalam ekonomi keluarga ada kegelapan. Saudara sudah berjalan dengan Tuhan. Saudara pegang Tuhan. Tapi mungkin saudara berkata : Aduh, Bapa, kalau saya pegang tangan Bapa, cuma bisa pegang jarinya Bapa. Tapi kalau Bapa pegang saya, Engkau bisa memegang seluruh hidup saya. Gendonglah saya. Yesaya 46 berkata Aku akan menggendong kamu.
Itu sebabnya saudara natal adalah natal kalau kita ketemu dengan Tuhan. Mari saya ketuk hati saudara jemaat Tuhan di Cianjur apa saudara bertemu dengan Tuhan ? Kenapa kalau habis natal itu suka ribut ? Lagi tahun baru cape ribut lagi pasang pohon cemara nya suka-cita, waktu bongkarnya cemberut. Tahun Baru cemberut. Cape, pegel linu, sakit badan, encok. Sampai sakit pinggang terus lama-lama sakit hati. Gua nyumbang gope ceng tapi gua nggak kebagian kue. Dia nggak ngerti natal. Aduh saudara kalau saudara bisa nyumbang gope ceng tapi sampai saudara nggak kebagian kue, Puji Tuhan, sumbangan saudara itu diberkati Tuhan. Apa artinya kue dibandingkan dengan sumbangan saudara yang 500.000 umpamanya. Apalagi saudara nggak nyumbang nggak dapat kue ya sudahlah lumrah.
Yang ketiga, saya mau bicara baru diselidiki memang Yesus bukan lahir tgl 25 Desember. Ada gereja yang merayakan Yesus katanya lahir tgl 6 Januari. Ada gereja Armenia merayakan kelahiran Yesus pada tgl 20 Januari. Ada lagi gereja yang merayakan kelahiran Yesus pada tgl 20 April. Semua mempunyai dasar-dasar, alasan-alasan pribadi dari gereja-gereja ini. Kalau saya tidak. Silahkan mau tanggal berapa mau merayakan silahkan. Yang penting bagi saya fakta – ada di sejarah Italia bahwa pada tahun ke 2 di Palestina ada seorang yang bernama Yesus dan Dia membawa satu pengajaran baru, diikuti oleh orang-orang Yahudi, orang-orang Israel, dibenci oleh pemimpin-pemimpin Yahudi. Itu ada dalam sejarah Italia.
Nah, saya tidak sakit hati dalam sejarah Talmud, sejarah Taurat orang Yahudi, ada Yesus yang tidak dianggap apa-apa dalam Talmud mereka. Yesus itu tidak dianggap apa-apa. Dia itu dianggap orang biasa saja. Saya nggak sakit hati. Tapi sudah fakta Dia sudah lahir. Kita nyanyi apa nggak nyanyi, Malam Kudus atau tidak Malam Kudus, ada roti atau tidak ada roti, ada lilin atau tidak ada lilin, merayakan atau tidak merayakan – fakta kok Yesus sudah lahir.
2000 tahun yang lalu Dia masuk kedalam sejarah manusia. Allah yang tidak tahu menahu tentang kesulitan, tentang keringat, tentang air mata manusia, Dia masuk kedalam sejarah manusia kepada sejarah kita untuk mengerti apa artinya lelah, cape, susah sakit, dosa, memikul, berkorban. Yesus, Allah yang tidak mengerti apa-apa tentang dosa, FA katakan, dijadikan dosa untuk menebus kita.
Fakta saudara. Fakta! Fakta juga, Alkitab adalah buku bestseller atau buku yang yang paling laku didunia sampai saat ini. Tidak ada yang bisa nandingi Alkitab. Tidak ada yang bisa tandingi sampai saat ini. Disalin kedalam bahasa yang paling banyak, dicetak paling banyak itu Alkitab. Fakta Yesus ada. Dan saya percaya Yesus itu adalah fakta karena saya melihat saudara sekarang duduk mendengarkan FA karena kita percaya kepada Yesus yang walaupun kita belum pernah lihat, kita percaya Dia ada. Dia fakta.
Nah, yang keempat saudara. Imanuel itu berarti Allah menyertai kita. Kita lagi jalan dia bersama-sama dengan kita. Tapi bukan non-aktif, bukan pasif Allah itu. Jadi Allah itu bukan begini ngikutin kita. Tidak. Dia aktif, Dia mau tahu urusan kita. Dia mau tahu problem kita. Nah, saya mau tanya sama saudara Immanuel Allah beserta kita itu berapa lama? Nah, selama-lamanya. Dengar ini dongeng dari Iran. Ada seorang habib dia sedang berjalan dongeng 1001 malam. Dia melihat ada seonggok tanah wangi sekali. Jadi karena orang-orang Iran itu ahli batu – ini dalam dongeng. Siapakah kamu apakah kamu ini batu pirus atau apa. Apakah kamu ini batu permata? Apakah kamu ini satu benda yang aneh? Siapakah kamu? Dijawab saya hanya seonggok tanah saja. Masa seonggok tanah kok wanginya luar biasa ini. Karena orang Iran ini suka dengan wangi-wangian kok wanginya luar biasa. Ya, tidak heran karena di dekatku ini di sebelahku ini ada pohon mawar. Jadi tiap hari ada mawar-mawar jatuh sampai baunya mawar itu mempengaruhi aku.
Saudara, kita adalah tanah liat itu. Kotor. Yesus disebut bunga mawar Saron. Kalau kita dekat sama Tuhan, kalau Imanuel itu dekat sama kita, biar kita tanah liat yang kotor, tapi kalau tiap hari kita dekat sama bunga mawar Saron itu, masa sih wanginya Tuhan itu nggak nempel sama kita. Maka saya tidak usah dah orang ngomong macam-macam. Saya lihat orang – anak Tuhan nih, bukan orang dunia – saya lihat orang Kristen itu tidak usah dia ngomong saya ini tiap hari sama Tuhan loh ko Yoyo Pak Awondatu saya ini jalan sama Tuhan loh. Saya ini tiap hari sembahyang saya ini tiap hari baca Alkitab. Nggak usah ngomong. Nggak usah ngomong saja sudah harum nya Yesus itu saya bisa cium. Hayo saudara ibu-ibu kalau belanja ke pasar nggak beli ikan asin tapi lewat bagian ikan asin kalau nggak pulang buka baju dicuci pakai rinso anti noda. Kenapa? Nempel, nggak beli ikan asin tapi lewat ikan asin. Kenapa? Harum baunya dari ikan asin itu nempel.
Demikian juga kita dengan Tuhan. Kalau kita bergaul terus dengan Tuhan, Tuhan bersama dengan kita, kita dengan Tuhan, nggak usah ngomong apa-apa, nggak usah ini itu. Nggak usah. Saya tahu. Harum. Ngomongnya harum. Nggak pernah ada fitnah, nggak pernah ada desas-desus, nggak pernah ada gosip. Nggak pernah bawel. Saudara tahu bawel itu bahasa Yunani nya cerewet, saudara tidak lagi marah-marah sama Tuhan. Harum. Biar natal kita sederhana tapi kita ketemu Yesus. Saudara mau ketemu Yesus? Maksudnya sekarang ketemu Yesus bukan nanti. Nanti mah mati kita ketemu juga. Tapi sekarang kita menemukan Dia. Menemukan Yesus.
Sebagai ayat terakhir kita buka Amsal 8. Ini jeritan dari Yesus tapi dalam PL Dia disebut hikmat.
8:34 Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari – jadi bukan setiap hari Minggu - menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku.
8:35 Karena siapa mendapatkan aku, mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia.
8:36 Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut.”
Betapa pentingnya dalam setiap kebaktian kita mendapatkan Tuhan. Saudara yang saya kirimi SMS setiap hari Minggu, saya selalu kirim kata-kata ini: Semoga Tuhan berkenan ditemui. Semoga Tuhan berkenan ditemukan oleh saudara. Saya bicara dengan anak adik rohani saya di Jambi. Yang lain pada mundur dari gereja pindah ke gereja karena tidak tahan. Saya bilang kamu jangan mundur kamu tetap. Saya tidak mundur Ko Yoyo. Walaupun tidak mengerti begaimana saya. Begini ya, walaupun kamu tidak mengerti khotbah mungkin hamba Tuhan sudah lanjut usia tetapi masa Tuhan tinggalkan kamu. Dengar baik-baik apa yang dia katakan. Nanti ada satu kalimat dari 20 menit dari setengah jam khotbah dia. Nanti ada satu kalimat yang Tuhan beri khusus untuk kamu. Itu hanya satu kalimat, mungkin melalui nyanyian, mungkin melalui pujian. Ada satu kalimat tadi yang dinyanyikan oleh paduan suara sekolah alkitab yang membuka wawasan saya: Apa yang aku mau beri kepada Raja ?
Raja itu memiliki semua. Saudara mau kasih apa sama Dia? Dia memiliki kita. Dia mempunyai kita. Dia memiliki emas, perak. Dia memiliki ribuan ternak didalam ribuan gunung-gunung, kata FT. Langit dan bumi ada pada tangan-Nya. Bumi juga ada pada tapak kaki-Nya. Kita mau kasih apa sama Dia? Kita mau bangga apa. Dia memiliki semua. Nafas pun Dia punya. Hidup kita ini Dia punya. Kita mau kasih apa? Kalau bukan rasa syukur kita berterima kasih kita pada Tuhan oleh karena anugerahnya yang besar itu. Jadi mungkin dalam kebaktian saudara belum mengerti ini belum mengerti itu tapi tetap diam tenang. Nanti ada satu kata ada satu kalimat – apakah pemimpin pujian, apakah yang membawakan pengumuman, apakah nyanyian, apakah sangkur, apakah paduan suara, apakah lagu walaupun itu instrumental. Itu akan membuka wawasan kita. Tuhan bicara. Guru gitar saya Edi Karamoy dia penuh Roh Kudus justru lagi intrumental gitar sendiri, dia penuh Roh Kudus.
Jadi saudaraku, Tuhan bisa ditemukan di segala macam dan dengan cara yang bermacam-macam. Orang Majus menemukan Yesus melalui bintang. Yusuf mengerti tentang Yesus melalui mimpi. Maria mengerti Yesus didatangi oleh Gabriel. Gembala mengerti Yesus didatangi oleh malaikat. Simeon mengerti Yesus dengan visi, dengan suara dari Tuhan. Hana mengerti Yesus juga dengan pengertian. Jadi macam-macam orang bisa ketemu Yesus dengan cara yang bermacam-macam. Tidak sama. Tapi semua ketemu Yesus. Saudara, kalau kita belum ketemu Yesus apa kata ayat tadi? Siapa mendapatkan Aku ia mendapatkan hidup. Dia dapat kepuasan. Dan Tuhan berkenan akan Dia.
Jadi kalau kita sampai ketemu Yesus, kenal Dia ketemu Dia secara pribadi – bukan kata pendeta, bukan kata kaset khotbah, bukan kata buku rohani, bukan kata nyanyian – tapi saya ketemu dengan Dia secara pribadi, Tuhan berkenan akan Dia. Tapi ayat berikutnya bilang: Siapa tidak mendapatkan Aku, merugikan dirinya. Saya tidak mau saudara rugi, saya tidak mau dalam natal ini saudara rugi. Saya mau saudara mengalami keberuntungan, yaitu dengan menemukan Yesus. Yesus adalah pusat dari segala-galanya.
Nah, saudara perhatikan roda. Ada orang suka berkata begini : Hidup ini seperti roda. Dulu saya belum ngerti. Sebentar diatas sebentar dibawah. Nanti kita keatas nanti kita kebawah. Dan tidak salah-salah teuing. Itu betul. Hidup itu kan muter terus, nanti kadang-kadang diatas, kadang-kadang dibawah. Kadang-kadang sehat, kadang-kadang sakit. Kadang-kadang banyak uang, kadang-kadang tidak ada uang. Kadang-kadang kita saudara ku tidak punya mata air, kadang- kadang kita punya air mata. Begitu terus. Itu kalau kita ada dipingggir roda. Nah, Tuhan memberi visi kepada saya. Kamu jangan ada dipinggir roda, kamu ada pada pusat, pada sumbu, pada as nya.
Dan as nya itu Tuhan. Kalau kita ada di as nya Tuhan, orang lain diatas, orang lain dibawah kita mah ditengah. Orang lain pusing muter 7 keliling kita mah ditengah sama-sama Tuhan. Orang lain susah dapat bahan bakar, kita mah saudaraku ditengah. Orang lain bingung-bingung-bingung, kita mah nggak usah bingung, bersama dengan Tuhan. Imanuel. Orang lain susah cari jodoh kita mah di kejar-kejar jodoh walaupun belum jadi. Sudah ada yang kejar-kejar jodoh. Sudah mau menikah masih pikir-pikir. Belum bisa nih. Aduh, saya bilang ini sekarang pasaran pria tinggi sekali saudara.
Perbandingan di dunia sekarang 1 pria berbanding 5.5 wanita. Jadi kepada wanita-wanita kalau ada pria yang melamar anak Tuhan baik-baik sudahlah tidak usah pikir-pikir lagi. Selama hidungnya di depan, telinganya di pinggir, matanya menghadap kedepan – percaya saja kepada Tuhan. Orang lain diatas orang lain dibawah, aku ditengah. Bersama dengan Tuhan. Aku bersama dengan Yesus. Orang lain bingung dengan kedudukan dapat kedudukan kursi, aku ditengah. Bersama dengan Tuhan. Orang lain puter 7 keliling, aku ditengah. Haleluyah. Aku ditengah aku ditengah aku bersama dengan Tuhan. Haleluyah. Aku bersama dengan Tuhan.
Pada sore hari ini jangan sampai saudara tidak ketemu dengan Yesus. Aku memberi kepadamu berita kesukaan yang besar. Megalos. Apakah kesukaan itu ada sama kue saudara ? Kesukaan itu tidak ada pada benda-benda materi tapi hanya ada pada Tuhan Yesus saja. (122301).
