‘Y a b e s’ berarti: engkau membuat aku (ibunya) sakit. Nama itu mengantar Yabes kepada satu pribadi yang selalu merasa bersalah dalam hidupnya. Mengapa ??? Sebab hakekatnya seorang anak harusnya berterima kasih kepada ibu yang telah melahirkan dan mengasuhnya, namun ironisnya sang ibu memberi nama yang artinya bertolak belakang dengan kenyataan yang harus ia lakukan. Firman Tuhan ajarkan: \Hai anak-anak hormatilah orangtuamu agar usiamu ditambahkan (panjang umur), jelas firman TUHAN ajarkan manakala kita menghormati orangtua maka ada berkat TUHAN bagi kita.
Yabes mengalami satu perubahan yang cukup luar biasa dari kehidupan yang TERTEKAN menjadi yang DIMULIAKAN (Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya. sekalipun nama ‘Yabes’ adalah pemberian ibunya yang berarti: \”Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan). Saya percaya bahwa ada HARGA yang harus dibayar oleh Yabes untuk mendapatkan perubahan yang signifikan tersebut yaitu: Yabes harus BERSERU (berdoa) kepada TUHAN !
Ada saatnya kita berdoa dengan berbisik atau berdoa dalam hati, tidak salah cara itu dilakukan dan Tuhan juga tahu. Tapi kita juga bisa berdoa dengan cara BERSERU, minta dengan suara keras dan dengan kesungguhan hati kepada Tuhan. Sebab 1 Tawarikh 4:10 menulis Yabes berseru, barangkali bisa jadi Yabes berteriak. Boleh saja saudara lakukan hal yang sama seperti Yabes, tidak ada yang melarang. Yang pasti semua dilakukan karena minta sesuatu dari TUHAN.
BERKAT MELIMPAH (1). Sebab itu apapun keadaan saudara pagi ini, apakah saudara sedang stress atau mungkin sedang putus asa, mari BERSERU kepada TUHAN minta supaya Tuhan berkati saudara dengan berlimpah; tidak salah kalau saudarapun berdoa seperti itu. Masih ingatkah saudara janji TUHAN di Maleakhi 3:10 -> dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan\”, asal saja kita membawa persembahan persepuluhan kepada-Nya.
Tuhan sanggup memberkati saudara seperti tertulis dalam EFesus 3:20 -> \”Bagi Dialah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan,…..\” Tuhan kita adalah Tuhan yang hebat. Dia sanggup memberkati kita selama kita di dunia ini namun Tuhan juga siapkan berkat lagi bagi kita di Surga. Itulah doa Yabes yang pertama: Tuhan……kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah !.
DAERAH DIPERLUAS (2). Setelah itu dilanjutkan dengan permintaan kedua yaitu: \”Kiranya Engkau memperluas daerahku\”. Rupanya masing-masing daerah itu ada batas-batasnya, bagaikan tembok adanya, begitu juga yang terjadi dengan kita. Masing masing dari kita mempunyai keterbatasan, kemampuan yang terbatas, kekayaan terbatas, hikmat yang terbatas, pengetahuan yang terbatas, kekuatan kita pun terbatas. Sebab itu TIDAK salah kalau kita pun minta kepada TUHAN untuk mendobrak semua batas-batas serta tembok-tembok yang membatasi gerak gerik kita, haleluyah.
Contoh : Doa syukur raja DAUD – Mazmur 18:18-31. Daud adalah seorang gembala yang pekerjaaannya adalah menjaga kawanan domba milik ayahnya. Nampaknya seperti Daud ini dilupakan oleh keluarganya. Hari-harinya dilalui dipadang rumput bersama kawanan kambing domba, makan pun tidak teratur dan sebagainya, tapi kemudian Daud menjadi ‘Raja’. Perjalanan untuk menjadi raja bukannya tanpa ujian atau halangan, sebab Daud berkata bahwa: \”IA melepaskan aku dari musuhku yang gagah dan dari orang-orang yang membenci aku, karena mereka terlalu kuat bagiku\”. Daud mengakui ketidak mampuannya untuk melawan musuh-musuhnya tetapi dia tahu bahwa Tuhan sanggup melepaskannya dari musuh – Mazmur 18:18.
Menjadi anak Tuhan tidak selamanya berjalan dengan mulus, baik-baik saja, selalu hidup senang-senang. Sebab kalau memang demikian bagaimana kita bisa disebut menang tanpa melalui peperangan. Itulah yang dialami Daud: \”Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN menjadi sandaran bagiku\” – Mazmur 18:19, Puji Tuhan.
\”Ia membawa aku ke luar ke tempat lapang, tadinya mungkin Daud hanya mempunyai tanah yang kurang begitu luas, terbatas sebab ada tembok yang mengelilinginya sehingga Daud tidak bisa bergerak bebas. Tapi begitu musuh datang TUHAN (Ia) menyelamatkan aku dari tempat yang ‘terbatas’ itu, keluar ketempat yang lapang, karena Ia berkenan kepadaku\” – Mazmur 18:20.
Itulah yang dialami Daud, sekalipun ia berada dalam tembok yang selalu terbatas dalam banyak aspek kehidupan; mungkin karena keuangan yang terbatas, study yang terbatas namun TUHAN sanggup mendobraknya.
Musuh yang dihadapi Daud adalah gerombolan orang-orang gagah (ayat 18), orang semacam ini biasanya tidak mentaati hukum perang lagi. Tapi dengan lantang Daud berkata: \”Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan dan dengan Allahku aku berani melompati tembok\”. Boleh jadi hidup Daud (saudara dan saya) juga selalu di kelilingi oleh tembok-tembok sehingga aktivitasnya terhambat. Tapi Tuhan bisa membuat kita melompati tembok, haleluyah…….(seringkali kita nyanyikan ayat ini, bukan?).
Fungsi tembok adalah untuk mempertahankan supaya musuh tidak bisa masuk tapi kita bisa melompati tembok; keterbatasan kita bisa roboh. Roh Kudus memberikan kekuatan sehingga kita dapat melompati tembok, seperti yang dikatakan Yesus kepada murid-muridnya: kamu akan mendapat kuasa (=kemampuan) kalau Roh Kudus turun ke atas kamu . Ujian, percobaan, peperangan bahkan melawan gerombolan sekalipun percayalah dengan KUASA TUHAN semua bisa diatasi.
Karena itu berdoalah minta Tuhan perluas daerah saudara, perluas daerah pelayanan saudara, perluas daerah pekerjaan saudara; maka Tuhan pun akan senang. Berusahalah untuk ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan, bekerja dalam ladang Tuhan sungguh indah di pemandangan Tuhan. Berlombalah untuk memperluas tanggung jawab saudara dalam pekerjaan Tuhan, jangan lelah bekerja di ladangnya Tuhan, maka Tuhan akan mengabulkan doa-doa saudara.
KIRANYA TANGAN-MU MENYERTAI AKU (3). Doa Yabes yang ke tiga adalah, TUHAN…….., kiranya tangan Mu menyertai aku. Rupanya masih ada kekuatiran dalam diri Yabes sebab doanya minta Tuhan menyertai. Hukum Tabur-Tuai selalu saja menghantui hidupnya sebab ia membuat ibunya sakit. Yabes diliputi perasaan ‘takut’. BerkatNya dia minta, dia dapat, perluas daerahnya pun dia minta, dia dapat – tapi dalam hati kecilnya masih saja ada rasa takut. Tantangan masih akan datang, ancaman masih bisa datang.
Contoh: Yesus menyembuhkan orang buta dari lahir – Yohanes 9:1. Coba perhatikan cara Yesus menyembuhkan orang buta ini? Yesus meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan matanya sembuh bisa melek. Sehingga ada yang berkata:\”Benar, dialah ini\”. Ada pula yang berkata: \”Bukan, tetapi ia serupa dengan dia\”. Sedangkan orang itu sendiri berkata: \”Benar, akulah itu\”. Mereka belum pernah melihat orang yang bisa melakukan mujizat dan menyembuhkan orang yang buta dari lahirnya – Yohanes 9:32.
Peristiwa ini menimbulkan pertentangan dan menjadi ‘buah bibir’ di kalangan masyarakat Yahudi, yang tidak mau mengakui apa yang telah dilakukan oleh Yesus apalagi hal itu dilakukan pada hari Sabat. Sampai pada akhirnya orang buta itu sendiri berkata: tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat\”, bahkan ia menganggap Yesus sebagai nabi, konsekwensinya adalah ia diusir keluar, seperti tertulis orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Yesus sebagai Mesias, akan dikucilkan.
Disaat yang sangat kritis inilah, Yesus datang dan bertemu dengannya – Yohanes 9:35. Puji Tuhan. Begitu juga dalam kehidupan kita sehari-hari, dulu kita buta (rohani) sekarang mata rohani kita bisa melihat sekalipun kenyataannya masih saja ada orang yang tidak mau percaya. Dulu kita adalah orang berdosa sekarang kita telah menjadi anak Tuhan, haleluyah. Dunia tidak gampang menerima Yesus bahkan cenderung mengejek dan mengolok Nya. Proses menjadi anak Tuhan yang lahir baru pun menjadi bahan sindiran bagi dunia. Sesuatu yang tidak gampang diterima oleh akal manusia namun kita hadapi dalam kehidupan nyata sehari-hari. Yabes pun mengalami hal yang sama, dari kehidupan yang serba ‘tertekan’ DIUBAH menjadi orang yang dipuji.
Timbul dalam pikiran saya, mengapa pula Yesus mengambil tanah yang telah dicampur dengan ludahnya sehingga jadi lumpur dan dimasukkan ke mata anak yang buta tersebut. Barangkali anak ini TIDAK memiliki ‘bola mata’ dari sejak ia dilahirkan, sehingga TUHAN ciptakan ‘bola mata’ dari tanah tadi. Begitu juga yang terjadi dengan tubuh manusia, semua berasal dari tanah, bukan ? Itu sebabnya kalau saudara pergi ke rumah duka maka orang / hamba Tuhan sering mengatakan bahwa manusia dari tanah kembali ke pada tanah.
Sementara orang buta sedang menikmati kebahagiaannya karena bisa melihat, datang ‘kekuatiran’ yang baru, yaitu ‘dikucilkan’. Begitu juga dengan Yabes yang dimuliakan dari saudara yang lain masih juga mempunyai rasa ‘takut’. Yabes takut mengalami malapetaka, takut mengalami kesakitan sehingga dia berseru: Tuhan, kiranya tangan MU menyertai aku!\”.
TANGAN ALLAH – 1 Tawarikh 29:12
Tangan Allah memiliki :
1. Kekuasaan, 2. Kekuatan dan 3. Kejayaan
Kalau Yabes berdoa: Tuhan kiranya tangan MU menyertai aku!\”, artinya dia mohon supaya Kekuatan Tuhan, kekuasaan Tuhan dan Kejayaan Tuhan menyertai dia sepanjang perjalanan hidupnya dari seorang yang tertekan sampai ia dimuliakan lebih dari yang lain. Jadi sekalipun kita sudah percaya kepada Tuhan dan menerima kehidupan yang kekal, sudah menerima janji-janji-Nya dan menerima berkat-berkat Tuhan; tetapi tekanan-tekanan hidup itu ‘masih ada’ – 2 Korintus 5:1-4.
TANGAN TUHAN sebagai PENCIPTA. Mazmur 95:4-5 – > \”Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya, puncak gunung-gunungpun kepunyaan-Nya. Jelas ayat ini memberitahukan kepada kita bahwa semua yang ada di bumi ini adalah Ciptaan TANGAN Tuhan. Tidak ada tangan manusia dan kuasa yang lebih besar yang sangup lakukan itu, kecuali TUHAN kita YESUS KRISTUS.
Keluaran 13:3 -> \”………karena dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN telah membawa kamu keluar dari sana….\”; lagi kita membaca bahwa di dalam ‘tangan’ TUHAN ada ‘kekuatan’. Sebab itu tidak heran kalau Yabes pun setelah ia diberkati, setelah ia diperluas daerahnya maka ia merasa takut untuk berjalan sendiri dan Yabes berdoa minta supaya ‘tangan’ TUHAN yang di dalamnya ada kekuatan, kuasa dan kejayaan itu menyertainya.
Sekarang ada banyak anak Tuhan yang sudah diberkati Tuhan, sudah diperluas daerah kemampuannya dan juga daerah pelayanannya dilapangkan lalu kemudian menjadi sombong & lupa bahwa segalanya itu diperoleh dari TUHAN, sehingga TIDAK perlu lagi penyertaan TUHAN. Berbeda sekali dengan Yabes, sesudah ia berubah menjadi orang yang terpandang, orang yang lebih dimuliakan dari yang lain, Yabes tetap minta kiranya ‘tangan’ TUHAN menyertai, sehingga ada nyanyian yang mengatakan ‘tangan’ Nya terbuka menolonglah, tak tersembunyi kuasa Allah. Yabes tidak mau ‘jauh’ dari TUHAN.
Janji Tuhan adalah selalu menyertai kita hingga sampai kesudahan alam, akan tetapi kita ini yang selalu mau keluar dari genggaman ‘tangan’ Tuhan. Kita juga yang sering meninggalkan Tuhan, merasa diri mampu dan sanggup jalan sendiri maka Tuhan tidak dibutuhkan lagi. Saya harap kita semua jangan lakukan hal yang demikian, sebab ‘siapakah kita ini?’ Kita semua ada di dalam ‘tangan’ kekuatan, kekuasaan dan kejayaan dari pada Tuhan – Roma 8:3; sebab itu jangan mundur dari Tuhan saudara. SEKALI JADI ANAK TUHAN TETAP JADI ANAK TUHAN.
TANGAN TUHAN = KEMENANGAN – Yesaya 41:10. \”janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan ‘tangan’ kanan-Ku yang membawa kemenangan\” Ayat ini merupakan janji Tuhan bagi kita, asalkan kita tidak melepaskan diri dari ‘tangan’Nya. Ada banyak keuntungannya kalau ‘tangan’ Tuhan menyertai kita, sehingga Yabes pun berdoa minta agar ‘tangan’ Tuhan menyertainya. Mengapa kita perlu ‘tangan’ Tuhan tetap menyerta kita ? Sebab KEMENANGAN telah tersedia bagi kita, haleluyah.
Kalau begitu saya mau katakan sekali lagi bahwa ‘tidak ada alasan bagi saudara untuk merasa takut menghadapi pencobaan dan ujian apalagi mau coba-coba meninggalkan Tuhan’; sebab ada ‘tangan’ kanan TUHAN yang sanggup memberikan kemenangan kepada kita. Sebab itu Hiduplah dekat dengan Allah, maka saudara akan merasakan bagaimana TUHAN cinta dan mengasihi saudara. Puju Tuhan. Tuhan memberkati saudara sekalian. (Kramat-022507).”
