Batas Wilayah. Yabes dalam doa selanjutnya menginginkan/berani minta kepada TUHAN agar memperluas daerahnya. Yabes merindukan agar batas-batas yang dia miliki ditambah/diperluas. Maksudnya yaitu Yabes ingin agar TUHAN memperluas batas-batas kemampuannya, batas-batas perbuatannya, batas-batas pengorbanannya dan segala sesuatu yang ia lakukan supaya dipindahkan agar menjadi luas.
Kaleb & Yosua – Yosua 14:6-10. Ada duabelas orang yang ditugaskan oleh Musa untuk mengintai negeri yang akan menjadi milik pusaka bangsa Israel, negeri Kanaan. Dari sekian banyak yang diutus hanya dua orang yang memberikan berita positif yaitu KALEB dan YOSUA yang mengatakan bahwa negeri tersebut sangat bagus dan subur tanahnya. Yang sepuluh orang mengatakan hal-hal yang negatif diantaranya penduduknya tinggi besar bagaikan raksasa, menakutan dsb. Lalu singkat cerita Musa dan bangsa Israel memasuki tanah Kanaan dimana penuh susu dan madunya. Awalnya negeri itu tanahnya dipatok-patok menjadi duabelas, karena masing-masing diberikan kepada duabelas suku bangsa Israel.
Begitu juga yang dihadapi oleh Yabes pada waktu kecil disaat dia banyak mengalami penderitaan, semua orang menyalahkan dia, maka keadaan seperti itu dia rasa bagaikan dia punya ruang lingkup itu sangat kecil, sebab kemanapun dia pergi orang selalu menuduh dan menyalahkan Yabes. Tetapi menghadapi hal itu Yabes BERDOA. Minggu lalu saya katakan bahwa doa itu mempunyai khasiat yang sangat besar dan ampuh! Doa mempunyai kuasa dan sanggup mengubah keadaan, pikiran dan watak manusia. Itulah yang dialami Yabes, tapi karena DOA akhirnya dia dapat mengatasi beban, tekanan-tekanan hidup yang dia pikul.
Saya percaya juga bahwa kalau kitapun masuk Th. 2007 dengan diawali DOA dan meningkatkan kehidupan doa kita, maka ada kemenangan yang TUHAN akan berikan kepada kita. Yabes BERDOA, dan TUHAN mengabulkan doanya; sehingga berkat pun (Jasmani & Rohani) berkelimpahan.
Adapun berkat rohani yang terbesar adalah Keselamatan – Galatia 3:13-14. Tujuan Yesus disalibkan supaya di dalam DIA berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, bukan hanya kepada bangsa Israel melainkan juga kepada kita bangsa Indonesia. Ada banyak berkat Abraham dalam Kejadian 12 diantaranya Abraham akan menjadi bangsa yang besar, nama Abraham terkenal dan Abraham akan menjadi berkat bagi dunia. Tetapi bagi kita, keselamatan oleh iman dan dibenarkan oleh iman merupakan salah satu berkat yang Tuhan berikan kepada Abraham dan juga kepada kita sekalian. Semuanya itu kita peroleh karena \Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita,…..\”, puji Tuhan.
Jadi bukan hanya dosa kita dan kutuk kita yang hilang dari kita (karena Yesus jadi kutuk) melainkan kita sekaligus diselamatkan oleh Tuhan (1); dan (2) sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu ( = kepenuhan Roh Kudus ).
Kesimpulan : Semua berawal dari Yesus yang rela menjadi kutuk karena kita sehingga mati di kayu salib. Akibatnya kita terlepas dari dosa, kita bebas dari kutuk dan pengorbanan Yesus membuat kita diselamatkan sekaligus kita juga dipenuhi dengan Roh Kudus. Luar biasa pengorbanan Yesus bagi kita yang juga merupa BERKAT ROHANI bagi kita.
Saya percaya Yabes belum pernah mengalami seperti apa yang kita alami, tetapi Yabes sudah melihat akan hal ini. Pertama dia berdoa, TUHAN kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah; ternyata TUHAN kabulkan doanya. Yabes diberkati, bahkan dia lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya. Lalu Yabes meningkatkan doanya agar kiranya Engkau memperluas daerahku.
Berbicara tentang daerah (yang ada batas-batasnya) hal itu merujuk tentang adanya batas-batas kemampuan. Kita tidak bisa melakukan sesuatu diluar batas kemampuan kita, bukan? Setiap insan mempunyai kemampuan, namun kemampuan itupun ada batas-batasnya!
TUHAN sanggup mendobrak batas-batas KEMAMPUAN MANUSIA – Yosua 14:1-15. Saat Kaleb berusia empat puluh tahun (Yosua 14:7-9), Musa berkata kepada Kaleb : \”Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya….\” Kini sesudah lewat empat puluh lima tahun, artinya Kaleb telah berusia delapan puluh lima tahun, maka dia minta, berikanlah kepadaku pegunungan yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu…..\”. Kaleb tidak minta kota, yang dia minta adalah pegunungan, sesuatu yang sulit dan susah sebab dia merasa masih cukup kuat sekalipun telah delapan puluh lima tahun usianya. Kaleb tidak pernah menyerah dengan usianya yang telah lanjut, melainkan dia bertekad untuk BISA mengalahkan orang ‘Enak’ -> \”Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka (orang ‘Enak’), seperti yang difirmankan TUHAN\”.
Cerita Ini merupakan gambaran bagi kita bagaimana TUHAN sanggup mendobrak daerah dan batas-batas kemampuan kita sehingga kita bisa mempunyai daerah yang lebih besar lagi, haleluyah…… Saya percaya, setiap anak Tuhan memiliki kemampuan yang terbatas, tapi TUHAN bisa tambahkan kemampuan itu kalau kita menerima kuasa, yaitu Roh Kudus yang turun ke atas kita -> \”Tetapi kamu akan menerima kuasa (= kemampuan), kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, …….\” Kisah Rasul 1:8.
Yabes merasakan bahwa daerahnya sempit, sebab kemanapun dia pergi selalu saja dicemooh dan disalahkan, sehingga dia berkata Tuhan….kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah.dan kiranya Engkau memperluas daerahku dengan memberikan kemampuan yang lebih besar. Roh Kudus memberikan kemampuan kepada kita sehingga kita bisa melakukan.lebih dan lebih dari apa yang kita miliki, haleluyah…. Sebab itu di Th. 2007 ini kita minta kepada Tuhan, kiranya TUHAN mau memperluas daerah kemampuan kita sehingga kita bisa lebih banyak melakukan sesuatu untuk kemuliaan nama Tuhan saja.
Batas Kemampuan Ditambah – 2 Korintus 8:1-6.
1. Kemampuan untuk MEMBERI – 2 Korintus 8:3. Paulus menceritakan tentang Jemaat di Makedonia yang sekalipun keadaannya penuh dengan pelbagai pencobaan, namun \”……….sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan\”. Jelas disini bahwa menjadi anak Tuhan bukan jaminan bahwa hidup kita akan tenang dan mulus tanpa ada percobaan bahkan bisa \”dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, kita alami, begitu juga halnya dengan Yabes yang menderita dan selalu dihina. Namun ayat tadi menulis, sekalipun hidup dibawah garis kemiskinan bukan berarti susah terus dan menangis terus, hal ini dibuktikan oleh Jemaat Mekedonia yang meluap sukacitanya. Haleluyah…..mari belajar seperti Jemaat Makedonia.
\”….bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereke, bahkan melampaui kemampuan mereka\”, disebutkan pada ayat tsb ada ‘batas’ (= memberi menurut kemampuan) namun ‘batas’ untuk memberi bahkan melampaui (= jebol). Mengapa bisa jebol ‘batas’ untuk memberi tsb ? Sebab Jemaat Makedonia bersyukur atas anugerah Tuhan sehingga sukacita meluap dan batas-batas kemampuan untuk memberipun jebol. Puji Tuhan……. Kalau Jemaat Makedonia (dulu) bisa lakukan hal ini, saya percaya bahwa jemaat masa kinipun juga bisa lakukan hal yang sama.
2. Kemampuan untuk MEMBERI dan MELAYANI pekerjaan Tuhan – 2 Korintus 8:4.Rasul Paulus bangga sekali dengan Jemaat Makedonia yang bukan saja bisa memberi melampaui ‘batas’ kemampuan mereka tetapi mereka juga bersedia untuk ambil bagian dalam melayani pekerjaan Tuhan. Kalau saya sampai TIDAK dapat mendidik saudara untuk melayani pekerjaan Tuhan, maka saya telah GAGAL menjadi hamba Tuhan/gembala saudara. Sebab dalam Efesus 4:11-12 dikatakan bahwa Tuhan yang memberikan rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita Injil dan juga gembala-gembala untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus\”. Jemaat Makedonia bukannya dipaksa untuk memberi dan melayani, melainkan dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak …….untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
3. Kemampuan untuk MEMBERI, MELAYANI bahkan MENYERAHKAN DIRI bagi Tuhan – 2 Korintus 8:5. Coba kita perhatikan ayat demi ayat diatas, bagaimana TUHAN menembus ‘batas’ yang dimiliki oleh Jemaat Makedonia; bukan hanya hal-hal yang bersifat jasmani melainkan Tuhan juga menembus ‘batas’ atas hal hal yang bersifat rohani. Simak ayat berikut ini: Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka,……..\”. Sama seperti Yesus memberikan diri-Nya untuk menebus dosa umat manusia.
Itulah yang dilakukan Jemaat Makedonia, apa yang mereka bisa kerjakan, mereka kerjakan dengan sukacita sekalipun miskin keadaannya tapi mereka tetap memberi dan memberi. Tidak tertulis bahwa mereka menerima bahkan diri mereka pun mereka berikan. Mereka tidak mengenal istilah capek atau takut dan kuatir. Sebab itu mari kita BERDOA seperti Yabes berdoa, Tuhan perluaslah batas batas kemampuan saya, berikan tanggung jawab yang lebih luas kepada saya. Kalau saat ini saya sebagai guru SM maka Tuhan kiranya perluas tanggung jawab saya sebagai guru ( menjadi Ketua bidang SM, barangkali ); pakai saya melebihi kemampuan yang saya miliki saat ini. Sebab sejatinya Tuhan sangat senang apabila kita mau MEMBERI, MELAYANI bahkan MEMBERI DIRI kita kepada Tuhan – 1 Korintus 4:1.
Daud selalu dikejar-kejar oleh musuh, tapi akhirnya dia menang dan berkata: Kau berikan tempat lapang untuk langkahku – Mazmur 18:36 (= You enlarged my path under me; so that my feet did not slip); tempat yang lapang artinya dari kecil menjadi besar sama dengan doa Yabes; dalam kesengsaraan dia selalu dikejar-kejar sampai menderita; begitu pula dengan Daud yang dikejar oleh Saul, musuhnya. Akan tetapi begitu dia menang dia berkata TUHAN……Engkau telah melapangkan tanah dibawah kakiku, Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku – Mazmur 119:105.
Kita berjalan dan berdiri diatas firman Allah; kemenangan bagi Daud adalah karena TUHAN telah memberikan tempat lapang bagi Daud untuk melangkah. Daud berkata, Tuhan…. Engkau telah melapangkan, memperbesar langkahku ( You enlarged ), artinya bukan tempat yang kecil lagi sehingga dikatakan lebih lanjut oleh Daud, dan mata kakiku tidak goyah (= so that my feet did not slip = tidak tergelincir). Kalau kita berjalan dan berdiri diatas dasar yang kuat yaitu Firman Allah, maka kita tidak akan tergelincir.
Lebih lanjut kita akan melihat apa yang dilakukan oleh Daud dengan berdiri atas dasar kekuatan Firman Allah -> \”Aku mengejar musuhku sampai kutangkap mereka, dan tidak berbalik sebelum mereka kuhabiskan\” – Mazmur 18:38-43.
Kita pun akan memukul habis musuh-musuh kita asalkan kita berdiri atas Injil Tuhan dan minta agar TUHAN berikan tanggung jawab yang lebih besar lagi kepada kita, minta TUHAN berikan kemampuan yang lebih besar lagi kepada kita maka TUHAN akan kabulkan DOA semacam ini. Yakinlah bahwa Tuhan mau pakai kita semua menjadi alat-Nya; yang penting ada keberanian dari kita untuk minta kepadanya agar TUHAN perluas daerah kemampuan kita.
- YABES saat mengalami penderitaan dia BERDOA: \”Tuhan perluas daerah ku……\”, maka TUHAN kabulkan dan Yabes menjadi orang terpandang di daerahnya.
- KALEB tidak minta kota, dia minta sesuatu yang lebih sulit, \”pegunungan\” (batas kemampuan Kaleb ditambahkan) TUHAN kabulkan dan Kaleb menang atas raksasa yang menakutkan yaitu orang ‘Enak’ yang besar bagaikan raksasa.
- SAUDARA alami ujian, pencobaan, jalan tertutup sehingga tidak mungkin lagi bisa menghadapinya, BERDOA, minta Tuhan menembus batas batas kemampuan kita maka percayalah Tuhan akan kabulkan sebab dalam TUHAN segala perkara bisa jadi, haleluyah.
Bagaimana Memperluas Daerah/Tempat ? Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; ini yang telah kita lakukan dengan membeli ruko disebelah kanan dan kiri gereja, sebab tanah yang di daerah Kebun Jeruk tidak bisa dibangun sedangkan tempat sudah tidak memadai untuk jemaat. panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Yesaya 54:2. Sebuah kemah akan roboh sekalipun tali telah dipanjangkan kalau tidak ada patok-patok (= Firman Allah) yang kokoh. Jangan mudah merasa puas dengan keadaan saudara saat ini. Macam-macam saja alasan yang dikemukakan misalnya: sudah tua lah, tidak bisa jalan (stroke) atau bukan generasinya kah sehingga tidak mau melakukan apa-apa di dalam Tuhan.
Saya mau katakan kepada saudara bahwa Tuhan masih mau pakai saudara bagaimanapun keadaan saudara sebab itu jangan tinggal diam, maju dan tetaplah semangat di dalam melayani pekerjaan Tuhan. Upah, Tuhan telah siapkan menurut pekerjaan kita masing-masing. ‘Keselamatan’ diberikan secara p r o d e o kepada kita, sedangkan ‘upah dan mahkota’ diberi sesuai dengan apa yang telah kita kerjakan. Lebih banyak pekerjaan saudara, lebih besar tanggung jawab saudara maka lebih besar pula upah saudara. Jadi sebenarnya tidak ada alasan bagi saudara untuk TIDAK melayani Tuhan. Bagaimana pun keadaan saudara, saudara masih bisa melayani Tuhan minimal dalam hal BERDOA. Puji Tuhan.
Kemampuan apa yang saudara inginkan untuk Tuhan tambahkan, berdoalah, minta supaya Tuhan menambah tanggung jawab saudara dalam pelayanan mu di gereja. Seperti Yabes berseru, TUHAN, perluaslah daerahku, pagi ini juga berserulah kepada Tuhan agar Tuhan perluas batas-batas kemampuan saudara. Tuhan memberkati.(Kramat-020407).
“
