Ayat Pokok: 1 Samuel 13:1-14; 30:1-19 " />
Tuesday May 22nd 2012

Kindah J.Greening: Mematahkan Kuasa Intimidasi

Author : Goald Coast Australia | This author have 1 posts
Ayat Pokok: 1 Samuel 13:1-14; 30:1-19
Tahun lalu dunia tiba-tiba dikejutkan oleh krisis keuangan yang berawal di Amerika Serikat, lalu meluas menghantam negara-negara lain di seluruh dunia, tak terkecuali.  Dan krisis keuangan global inilah yang sedang mengintimidasi manusia di seluruh dunia.  Satu hal yang patut kita ingat: krisis yang tengah melanda dunia bukan sesuatu yang mengejutkan bagi Tuhan.  Sebab Ia sudah tahu persis apa yang akan terjadi; Ia bahkan tahu apa hasilnya kelak.

Yesus berkata, bahwa Ia telah datang supaya saudara dan saya mempunyai hidup yang berkelimpahan – Yohanes 10:10b.  Alkitab juga berkata, kita akan menjadi kepala, bukan ekor.

Namun kita melihat masih banyak orang Kristen yang harus bergumul, berperang, bahkan tidak sedikit yang menjadi tak berdaya oleh sebab intimidasi/ ancaman yang dihadapi.  Lalu karena rasa takut, kita mulai melakukan hal-hal yang tidak seharusnya kita lakukan.

Intimidasi
Intimidasi adalah roh yang menyebabkan orang menjadi kacau, patah semangat, tertekan dan frustasi.  Tujuannya ialah agar kita kehilangan tujuan hidup di dalam Tuhan.  Yang kita lihat adalah sesuatu yang terlalu berat, terlalu besar, terlalu sukar, dan tak mungkin diatasi.
Semakin kuat intimidasi yang datang, semakin besar pula seseorang akan merasa tertekan dan tak berpengharapan.  Bahkan orang Kristen di seluruh dunia tidak luput dari perasaan takut dan tertekan akibat intimidasi.

Intimidasi adalah sesuatu yang mau tidak mau harus kita hadapi dan kalahkan!  Dalam Lukas 12:4-5 Tuhan Yesus berbicara tentang dua macam rasa takut:
1. takut kepada manusia, yang hanya dapat membunuh tubuh; dan
2. takut yang suci kepada Allah, yang dapat membunuh tubuh, tetapi juga berkuasa melemparkannya ke dalam neraka!

Mematahkan Kuasa Intimidasi
Bagaimana kita mematahkan kuasa Intimidasi yang mendatangkan rasa takut, tertekan dan frustrasi?

Kita akan melihat kisah dua orang raja yang sama-sama memerintah dalam kerajaan yang sama, dan sama-sama menyembah pada Allah yang sama. 

Namun sayang, yang satu ditolak, sementara yang lainnya dihargai dan berkenan di hati Tuhan!
Nama kedua raja itu ialah Saul dan Daud.  Saat membandingkan kehidupan ke dua raja ini, dengan jelas kita akan melihat perbedaan antara takut akan

Allah yang mendatangkan kebebasan, dan takut akan intimidasi manusia yang membuat orang terbelenggu.  Amsal 29:25 – “Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi.”

Amsal 14:26-27 – “Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.  Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.” 

Saul vs Daud

Dalam 1 Samuel 13:1 kita membaca, bahwa Saul baru memerintah Israel selama dua tahun.  Ia tiba di tempat bernama Mikhmas, dan menghadapi tentara Filistin yang jumlahnya sangat besar: 3000 kereta, 6000 orang pasukan berkuda dan pasukan berjalan kaki sebanyak pasir di tepi laut – ayat 5.  Saul menghadapi situasi yang mengintimidasinya: bukan hanya tentara musuh yang amat kuat, tetapi juga banyak rakyatnya ketakutan lalu lari meninggalkan dia – ayat 6. 

Di masa itu, sebelum rakyat maju berperang, imam biasa membawa korban persembahan kepada Tuhan untuk memohon kemurahan dan perlindungan Tuhan.  Namun karena nabi Samuel yang ditunggu-tunggu tidak datang juga, Saul merasa semakin tertekan, lalu melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukannya: “mempersembahkan korban bakaran” – ayat 9. 

Saul tidak sabar menunggu waktu Tuhan.  Ia ijinkan intimidasi merasuk ke dalam dirinya.  Ia lebih mengasihi diri dan kerajaannya daripada mengasihi Tuhan.  Karena terintimidasi, Saul melanggar perintah Tuhan!  Akibatnya?  “Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu” – ayat 14.  Raja Saul kehilangan kerajaannya karena menyerah pada intimidasi!

Perhatikan, akibat fatal yang ditimbulkan apabila kita menyerah pada intimidasi!  Krisis demi krisis akan terus berdatangan, tetapi Alkitab mengajar kita untuk tidak membiarkan diri kita diintimidasi olehnya, kita bahkan bisa mematahkan kuasa intimidasi.  Yang dibutuhkan gereja sekarang ini adalah iman dan kekuatan untuk bangkit melawan krisis.

Daud, suatu ketika juga terintimidasi oleh keadaan yang amat sukar dan menekan.  Namun, tidak seperti pendahulunya, raja Daud tetap mencari kehendak Allah.

Setelah ditolak oleh orang Filistin untuk bergabung dengan mereka – 1 Samuel 29, Daud dan orang-orangnya kembali ke Ziklag – hanya untuk mendapati, bahwa kota itu telah dikalahkan dan dibakar habis.  Bahkan isteri-isteri dan anak-anak mereka ditawan.  Daud dan rakyatnya menangis dengan nyaring sampai mereka tidak kuat lagi menangis!  Bahkan rakyat hendak melempari Daud dengan batu – 1 Samuel 30:1-6.

Apa yang dilakukan Daud saat terintimidasi?  Ia “menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.”  Amin!  Daud tidak memandang intimidasi, situasi dan masalah yang dihadapinya.  Ia berdoa!  Dia bertindak sebagai orang beriman – bukan sebagai seorang pengecut!  Hasilnya?  Daud meraih kemenangan!  “Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali.” 

Sama seperti kepada Yosua, Allah menghendaki saudara dan saya menjadi kuat dan teguh hati “Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi” – Yosua 1:9.  Puji Tuhan!  Bangkit dan jadilah orang yang lebih dari pemenang!  Di dalam Nama Yesus, hancurkan & patahkan kuasa intimidasi dalam bentuk apapun juga! Tuhan Yesus memberkati saudara.(Oleh : Ps. Kindah J. Greening, Gold Coast, Australia).

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Pantekosta
Pantekosta

Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 2:1-4 Setelah 10 malam mengadakan kebaktian doa, hari ini kita tiba pada puncak perayaan: [Read More]

Berkat Umum dan Berkas Khusus
Berkat Umum dan Berkas Khusus

Hari ini adalah hari gereja pantekosta. Mungkin lain tahun kita akan adakan acara khusus setiap hari pantekosta. Kita [Read More]

Natal, Orang Majus dan Kita
Natal, Orang Majus dan Kita

Matius 2:1-12 Apakah makna natal? Salah satunya dapat kita rujuk pada peristiwa orang Majus yang datang ke Betlehem dan [Read More]

Natal
Natal

Ayat Pokok : Kidung Agung Hari-hari ini kita tengah memperingati Hari Kelahiran Tuhan Yesus.  Allah Yang Maha Kuasa [Read More]

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,
Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat, Tapi Dibawah Kasih Karunia. Firman Tuhan, Kolose 2:6-14, Dalam Dia kamu telah [Read More]

Insider

Archives