Tuesday May 22nd 2012

Keselamatan: Free Will & Predestinasi

Author : | This author have 22 posts

Foreordination & Predestination.
Penggunaan istilah Predestination seringkali masih tercampur dengan istilah Foreordination dan Election. Foreordination mencakup hal yang lebih luas dari Predestination. Sedangkan Predestination terdiri dari Election dan Reprobation.
Foreordination adalah istilah yang dipakai untuk konsep tentang penetapan sejak semula suatu kejadian yang akan datang, yaitu merupakan kehendak dan keputusan Tuhan untuk semua masalah yang akan terjadi. Apakah mengenai nasib/takdir manusia, sampai kepada kejadian alamiah mengenai akan jatuhnya buah dari sebuah pohon. Sedangkan Predestination merujuk pada pilihan Allah terhadap individu, apakah untuk kehidupan kekal yang disebut Election, atau pada kematian kekal/ Reprobation.

Dalam tulisan ini kita membahas tentang predestination (hal mengenai individu), bukan foreordination. Konsep predestinasi percaya bahwa pilihan atau keputusan Tuhan-lah yang menentukan apakah seseorang ditetapkan untuk kehidupan atau kematian/kebinasaan kekal. Formulasi teori ini didasarkan pada pandangan John Calvin dan James Arminius. Doktrin ini masih sedikit dimengerti, tidak jelas bagi sebagian orang, bahkan nampak aneh. Ada juga orang Kristen yang tidak mau tahu dan perduli seolah mereka tidak perlu menyelidiki sesuatu diluar kemampuan dan pengertian manusia. Tapi alkitab katakan bahwa tugas kitalah untuk menyelidiki dan belajar secara mendalam untuk menggali kebenaran yang terkandung didalam setiap masalah.

Beberapa ahli theologi seperti Augustine dan Karl Barth, telah mengembangkan teori predestinasi. Tapi jika dibandingkan, perbedaan formulasi dari John Calvin dan James Arminius lebih jelas karena berfokus pada pokok dasar yang pada umumnya muncul dari teori ini yaitu: Total depravity, Unconditional predistenation, Limited atonemen, Irrestisible grace, Perseverance. Atau biasa disingkat sebagai TULIP.

Calvinism.
Calvin berpendapat bahwa semua manusia telah jatuh dalam dosa dan sangat berdosa sehingga tidak dapat lagi merespon anugrah Allah (total depravity). Mereka tidak dapat melakukan hal yang baik, apalagi mengubah dirinya sendiri. Ayat yang mendasari konsep ini adalah: John 6:44, Rom.3:1-23, 2 Cor 4:3-4, Eph.2:1-3).
Konsep Calvin beranggapan bahwa ke-mahakuasaan Allah sebagai pencipta segala sesuatu bebas melakukan apa saja yangg Ia inginkan. Ia tidak ber-tangungjawab pada seseorang, dan manusia tidak pada posisi menghakimi Tuhan untuk apa yang Ia lakukan. Ayat yang dipakai sebagai contoh dalam hal ini adalah perumpamaan tentang orang upahan yang bekerja di Kebun Anggur pada waktu yang berbeda-beda. Mat.20:13-15. Dan perumpamaan yang dinyatakan Paulus mengenai Bejana Tanah yang sedang dibentuk oleh si Penjunan. Rom.9:20-21. Konsep kedaulatan illahi ini digabung dengan ketidak mampuan manusia merupakan dasar dari doktrin election Calvinis.

Election menurut Calvinis merupakan pilihan Allah bagi seseorang untuk anugrah khususNya. Seperti halnya pilihan Israel sebagai Umat Pilihan, atau pilihan Tuhan pada individu untuk menempati jabatan tertentu. Yang menjadi perhatian kita dalam hal ini adalah pilihan Tuhan bagi individu untuk menjadi anak rohani yang secara otomatis merupakan pewaris kehidupan kekal. Bukti alkitabiah tentang Tuhan memilih orang tertentu untuk keselamatan terdapat pada Eph.1:4-5. John 15:16. 6:37.
Mereka percaya bahwa pilihan Allah terhadap seseorang dalam hal keselamatan adalah absolut dan unconditional. Hal ini dihubungkan dengan tindakan Allah memilih Israel atau pilihan bagi Yakub secara individu dan penolakanNya atas Esau. Rom.9. Paulus disini negatakan bahwa semua pilihan bergantung sepenuhnya pada Tuhan, bukan tergantung pada manusia. Mengutip perkataan Tuhan kepada Musa di Ex.33:19, Paulus menyatakan bahwa semua ini tergantung pada kemurahan Allah bukan pada usaha manusia. Rom.9:15-16.

Election menurut Calvinis merupakan ekspresi kedaulatan kehendak Allah atau kesenanganNya yang sempurna. Tidak berdasarkan pada jasa apapun dari si penerima. Atau pada pengetahuan dini Allah bahwa orang tersebut akan menjadi percaya dikemudian hari. Ini merupakan sebab, bukan hasil, dari iman.

Election bagi mereka merupakan hal yang sangat pasti. Mereka yang dipilih Allah bisa dipastikan akan datang beriman padaNya, oleh karena itu akan bertekun dalam iman sampai pada akhirnya. Semua yang dipilih pasti selamat.

Election menurutnya berawal dari kekekalan, bukan merupakan keputusan ketika individu sudah ada di bumi. Allah memiliki rencana untuk dikerjakan bagi setiap mereka.

Election merupakan unconditional, tidak bergantung pada prestasi seseorang dalam melaksanakan sesuatu atau seseorang yang memenuhi ketentuan atau kondisi tertentu dari Tuhan. Bagi mereka, bukanlah merupakan kehendak Tuhan untuk keselamatan seseorang jika mereka melakukan suatu perbuatan tertentu. Faktanya, Tuhan memang mau menyelamatkan mereka sejak semula dan merealisasikan hal tersebut.

Election adalah tetap dan abadi. Tuhan tidak berubah. Hal ini berawal dari kekekalan dan berasal dari kemurahan Tuhan yang tak berakhir. Tidak ada alasan bagiNya untuk mengubah keputusanNya bagi orang yang telah ditetapkan.

Di banyak bagian Calvinis menekankan bahwa election tidak bertentangan dengan freewill manusia. Ini semua didasarkan sesuai dengan pengertian mereka. Sedangkan Arminian masih mengakui freewill manusia. Apa yang ditekankan Calvinis adalah bawa dosa sudah menyingkirkan freewill tersebut. Kalau bukan kebebasan, paling tidak kemampuan manusia untuk mempraktekan kebebasan itu secara tepat.
Manusia yang telah berdosa dibandingkan dengan seekor burung dengan sayap yang patah. Ia bebas untuk terbang tapi tidak mampu melakukannya. Sepertinya manusia alamiah bebas untuk datang kepada Tuhan tapi mereka tidak berdaya. Bagaimana mereka bertobat dari dosa jika mereka menyukinya? Bagaimana mereka datang pada Tuhan jika mereka membenciNya? Hal tersebut merupakan ke-tidakmampuan dari usaha manusia. Hanya jika Tuhan datang dengan anugerah khusus kepada mereka yang telah dipilihNya maka kemudian mereka bisa merespon.

Ada bagian dimana terdapat beberapa variasi bagi kalangan Calvinis yaitu berkenaan dengan konsep reprobation atau pilihan untuk kebinasaan. Beberapa diantaranya memegang paham double predestination, yaitu kepercayaan bahwa Tuhan memilih orang-orang yang akan diselamatkan dan orang lain untuk binasa. Calvinis lain beranggapan bahwa Tuhan secara aktif memilih mereka yang akan menerima kehidupan kekal dan mengesampingkan yang lainnya dengan membiarkan mereka berada dalam dosa pilihannya sendiri. Dampak keduanya sama, tapi pandangan yang terakhir menetapkan hilangnya orang yang tak terpilih adalah karena pilihan mereka sendiri atas dosa, ketimbang sebagai hasil aktif dari keputusan Tuhan untuk kebinasaan mereka. Atau dapat dikatakan bahwa pilihan /ketetapan Tuhan atas dasar kelalaian mereka, bukan atas dasar perbuatan manusia.

Arminianism.
Dalam tulisan ini yang dikemukakan adalah pandangan dari konservatif atau evangelical arminian yang menyatakan bahwa merupakan keinginan Tuhan bagi semua manusia untuk memiliki keselamatan. Mereka menunjuk pada pernyataan pasti dari alkitab bahwa Tuhan tidak mendapatkan sukacita dari kematian orang berdosa yang ditulis oleh Petrus pada 2 Pet.3:9. Juga di 1 Tim.2:3-4, Eze 33:11, Act 17:30-31. Hal ini bukan saja tertulis pada ayat sebagai pernyataan yang mendidik, tapi juga terdapat dibanyak perintah, peringatan dan nasihat Tuhan secara sangat jelas bahwa merupakan keinginanNya-lah untuk keselamatan segenap umat manusia. PL mencatat undangan kepada semua orang. Isa 55:1. Undangan Yesus sama tanpa batasan. Mat.11:28. Seandainya Tuhan tidak menghendaki semua orang selamat, Ia pasti tidak serius dengan ucapannya yang terdapat pada ayat-ayat diatas.

Konsep lain bagi kalangan arminian adalah bahwa semua manusia mampu percaya dan bisa mencapai suatu kondisi dari keselamatan. Jika tidak maka undangan untuk keselamatan dari Tuhan sangat tidak masuk diakal. Anugrah Tuhan berlaku bagi semua manusia tanpa perbedaan seperti halnya ia memberikan hujan dan sinar matahari untuk semua. Sejak Tuhan berikan anugrah ini bagi semua orang, mereka bisa untuk menerima tawaran keselamatan tersebut. Jadi tidak diperlukan tindakan secara khusus atau pernyataan anugrah Tuhan tersendiri bagi orang-orang tertentu.

Konsep lainnya adalah tentang pengetahuan sebelumnya (foreknowledge) dari pilihan/ election seseorang bagi keselamatan. Dibanyak bagian arminian berhasrat untuk mempertahankan istilah election dan konsep bahwa seseorang telah ditetapkan sejak semula untuk keselamatannya. Ini berarti bahwa Tuhan harus menyukai seseorang dari orang lainnya. Di pandangan Arminian, Ia memilih seseorang untuk menerima keselamatan dimana ia membiarkan yang lainnya mengabaikan hal ini. Mereka yang telah dipilih sejak semula oleh Tuhan adalah mereka yang dalam pengetahuan Tuhan yang tak terbatas dimana Tuhan dapat melihat sebelumnya bahwa mereka akan menerima tawaran keselamatan yang dikerjakan didalam Yesus. Pandangan ini didasarkan pada hubungan dekat ayat tentang foreknowledge, foreordination atau predestination. Ayat pokoknya terdapat pada Rom.8:29. yang didukung oleh 1 Pet. 1:1-2.

Arminian menyatakan keberatan bagi Calvinis sehubungan dengan pengertian mereka terhadap predestination sebagai unconditional dan absolut. Jika Tuhan telah menentukan segala sesuatu yang akan terjadi, apakah akan ada perbedaan bagi setiap apa yang akan dikerjakan manusia? Jika kita termasuk yang dipilih, apakah ada masalah bagaimana kita harus hidup..? kita toh akan selamat tidak perduli apapun perbuatan kita?!

Selanjutnya Calvinism dianggap bisa mengabaikan gerakan penginjilan dan missionari. Jika Tuhan telah menentukan sebelumnya siapa yang akan diselamatkan, dan jumlah mereka tidak bisa ditambah, terus apa perlunya kabarkan injil ? Yang terpilih akan diselamatkan bagaimanapun juga, sedangkan yang akan binasa tetap saja binasa.

Yang terakhir bahwa doktrin Calvinis bertentangan dengan kebebasan manusia. Pikiran yang kita miliki, pilihan yang kita buat, dan tindakan yang kita lakukan bukanlah perbuatan kita sesungguhnya. Itu bukan freewill tapi disebabkan oleh kekuatan dari luar, yaitu Tuhan. Jadi kita tidak benar-benar manusia seutuhnya. Kita seperti robot atau mesin. Semua itu bertentangan dengan apa yang kita ketahui tentang diri kita sendiri dan cara kita menghargai atau memperlakukan orang lain. Jadi tidak ada maknanya Tuhan memerintahkan kita untuk berbuat baik, atau menegur kita dalam hal berkelakukan jahat, karena kita tidak bisa berbuat apapun juga.

Jadi dapat disimpulkan secara singkat bahwa Calvinis menekankan pada kedaulatan Allah dan hak mutlakNya sebagai Tuhan, sedangkan Arminian menitik-beratkan pada kebebasan dan tanggungjawab manusia dalam keselamatannya.

Unconditional Eternal Security.
Apakah kita mempercayai konsep ini..? Sekali percaya tetap selamat..?!
Konsep ini didasarkan pada pandangan Calvinis terhadap keselamatan yang menyatakan bahwa sekali seseorang diselamatkan dan menerima penebusan darah Yesus, ia tidak dapat terhilang untuk selamanya, tak perduli apa yang mungkin dilakukannya.

Bagi kalangan Arminian manusia memiliki kehendak bebas dan hal inilah yang menentukan kondisi mereka. Sesuai dengan kehendak bebasnya, mereka menentukan apakah akan menerima Yesus ketika Roh Kudus bekerja dalam hati mereka, atau tidak. Kehendak bebas ini berpasangan dengan anugrah Tuhan akan memelihara posisi mereka didalam Tuhan. Namun demikian, jika seseorang sangat berkeinginan, melalui kehendak bebasnya ia dapat memilih untuk berhenti beriman pada Yesus dan pengorbananNya disalib. Jika hal ini terjadi maka ia akan beralih dari kondisi keselamatan pada kondisi terhilang. Hal ini menyangkut bahasan kita beberapa waktu lalu tentang topik Bunuh Diri.

Tuhan berdaulat mutlak, dan kedaulatan ini memberikan ruang gerak sepenuhnya dalam hal apapun juga. Sementara itu, Allah juga selalu konsisten. Ini berati bahwa meskipun Tuhan memiliki kuasa melakukan apa saja, Ia tidak akan mengabaikan,bertentangan atau melanggar sifat-sifat dan kebenaranNya. Berdasarkan penegrtian ini kita bisa menetapkan atau memperkirakan reaksi Tuhan atas suatu hal berdasarkan dari ayat-ayat alkitab yang menceritakan tentang sifat dan kebenaranNya. Doktrin apapun yang menyatakan atau menimbulkan adanya perubahan dalam Tuhan, atau adanya kontradiksi dari tindakan Allah yang bertentangan dengan ayat lainnya dalam alkitab dapat diasumsikan sebagai penyimpangan. Itu sebabnya muncul topik bahasan kita tentang Christians’ Birth Control beberapa waktu lalu.

Dengan demikian kita percaya bahwa orang yang telah diselamatkan harus tetap mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar. Php.2:12, karena kehendak bebas kita bisa membawa kita pada kondisi terhilang untuk selama-lamanya.

Alkitab mencatat beberapa pribadi yang pada mulanya berada dalam anugrah Allah tapi kemudian jatuh dan untuk seterusnya terhilang.

Lucifer.
Lucifer pernah hidup tanpa dosa dan berjalan dengan sempurna dalam anugrah Allah. Penuh hikmat, maha indah dengan berbagai permata berharga di Taman Eden yang tahtanya dibuat dari Emas ketika ia diciptakan.
Eze.28:12-19 menceritakan kejatuhannya yang sangat menyedihkan serta pengungkapan akan akhir dari hidupnya dan kebinasan selamanya yang sangat mengerikan.

Beberapa Malaikat
Sepertiga dari jumlah malaikat yang diciptakan Allah memberontak dan memilih untuk mengikuti Lucifer. Semuanya akan berakhir kelak di lubang api kekal yang membara. Mat.25:41.

Adam & Hawa
Mereka diciptakan oleh kemurahan Allah menurut gambar dan rupa Tuhan. Gen. 1:26-31. Kemudian mereka diperdaya Lucifer, jatuh dan terhilang. Adam adalah Anak Allah. Luk.3:38, tapi ia kehilangan status anak oleh karena pemberontakan.

Nadab & Abihu
Mereka adalah anak-anak Imam Harun. Allah yang menetapkan dan mengurapi mereka sebagai Imam Besar pertama bagi Israel. Lev.10:1-2 mencatat ketidaktaatan mereka pada ketetapan Tuhan. Mereka mati oleh api dari Tuhan.

Korah, Datan & Abiram
Mereka bertiga memberontak pada Tuhan. Korah adalah suku Lewi yang merupakan salah seorang Imam pembawa dupa bagi Tuhan dalam ibadah penyembahan bangsa Israel. Karena pemberontakannya ia dan pengikutnya ditelan bumi. Num.16:32.

Saul.
Bagi Calvinis Saul tetap selamat dan masuk surga. Tapi alkitab mencatat pada 1 Chron.10:13-14 bahwa ia mati dalam pemberontakkannya kepada Tuhan.

Murid-murid Yang Mengundurkan Diri.
Perjanjian Baru mencatat dalam John.6:66 bahwa banyak orang percaya yang melayani Tuhan akan berpaling dari anugerahNya dan tidak lagi berjalan bersama Tuhan. Luk.8:13 Yesus sendiri mengatakan bahwa dalam masa pencobaan akan banyak yang jatuh dan murtad walau mereka telah menerima Firman Allah.

Ananias dan Saphira.
Pengikut Calvinis mengatakan bahwa mereka selamat meskipun mereka kehilangan persekutuan dengan Tuhan. Act 5:3-4,9 mengatakan bahwa mereka berdusta pada Tuhan dan Roh Kudus. Rev.21:8 pendusta akan dilemparkan kelautan api. Rev.20:10. Tempat siksaan siang dan malam selamanya. Pandangan Calvinis berbeda dengan apa yang tercatat dalam alkitab.

Yudas Iskariot.
Ia adalah salah satu dari 12 murid yang dipilih langsung oleh Yesus John 6:70-71. Tapi Yudaslah yang mengkhiati Tuhan, menjual dan menyerahkanNya untuk disalib. Yudas mengakhiri hidup dengan menggantung dirinya sendiri.

Himeneus & Alexander
1 Tim.1:19-20. Mereka yang tadinya beriman tapi akhirnya mengesampingkan hati nuraninya yang murni sehingga kandaslah iman mereka.

Banyak ayat dalam alkitab memperingatkan kita supaya terhindar dari murka Allah yang disiapkan bagi mereka yang berpaling dan mengingkari iman, seperti:

Ex.32:33. Tuhan akan menghapuskan nama orang yang berdosa padanya dari buku kehidupan.
Deu.30:17-20. Kalau hati kita berpaling dari Tuhan kita akan binasa. Pilihan untuk hidup dan mati ada pada kita.
Eze.3:20-21. Jika orang benar berubah setia dan melakukan kejahatan mereka akan mati dalam dosa-dosanya.
Mat.5:13. Yesus katakan bahwa garam yang kehilangan rasa tidak berguna dan akan dibuang.
John 8:31. Jika kita terus berpegang pada Firman Tuhan kita adalah murid-muridNya.
Gal.5:4. Paulus mengecam sebagian orang di Galatia yang telah jatuh dan terpisah dari anugrah Allah.
1 Tim.4:1 Akan ada orang percaya yang meninggalkan iman, memberi perhatian pada roh penggoda, dan doktrin setan-setan.
2 Pet.1:10. Petrus mengingatkan kita supaya tetap pada panggilan supaya kita tidak terjatuh.
2 Pet.2:20-22. Orang yang pernah mengecap kebenaran tetapi akhirnya berbalik maka keadaan mereka lebih buruk dari sebelumnya.
Rev.3:5, Ex.32:32-33, Ps.69:28. Mereka yang tidak menang namanya akan dihapuskan dari Buku Kehidupan.

Yahudi Kristen Yang Ingkar.
Heb.6:4-6. Mereka yang percaya Yesus di zaman gereja mula-mula banyak menderita aniaya. Terlebih bagi orang Yahudi yang mengalami aniaya dan perlawanan lebih besar lagi karena datang dari pihak keluarga sendiri. Banyak diantara mereka yang tak dapat mengatasi hal ini dan mereka kembali ke Judaism. Dengan demikian mereka harus mengingkari Yesus dan pengorbananNya disalib secara terbuka dimuka umum. Ayat diatas adalah tulisan Paulus bagi mereka. Dikatakan bahwa jika bereka lakukan hal tersebut yang sebelumnya mereka telah diselamatkan akan berubah menjadi terhilang secara abadi. Dengan demikian, jika seseorang dengan kehendak bebasnya mengiingkan keluar dari anugrah Allah, mereka bisa meninggalkan imannya dari Yesus dan berhenti untuk mempercayaiNya. Dijauhkan Tuhan semua ini daripada kita..!!

Kita Selamat Karena Iman.
Apakah kita kuatir kehilangan keselamatan?
Eph.2:8-9. Keselamatan kita adalah anugrah Allah.
Heb.10:38. Hidup hanya oleh iman.
Keselamatan diberikan kepada orang percaya bukan karena perbuatan atau karena suatu tindakan yang benar, tetapi sebagai pemberian Tuhan karena tindakan iman percaya seseorang. Jadi status kita sebagai orang percaya bukan atas hal pekerjaan kita tapi masalah iman. Meskipun orang berdosa melakukan hal yang baik mereka tetap tidak bisa berkenan pada Tuhan hanya karena berdasarkan pekerjaan baik tersebut. Kita hanya bisa diterima oleh Tuhan melalui iman. Dan fokus iman kita yang sangat penting selalu pada salib dan pengorbanan Yesus di Kalvari. Rom.6:1-14, 8:1-2, 11, 1 Cor.1:17-18,23, 2:2, Gal.6:14, Col.2:14-15.
Dengan pengorbanan Yesus untuk dosa kita, menggantikan hukuman bagi kita, membayar lunas hutang dosa kita maka kita menerima pengampunan oleh anugrah Tuhan.
Kita yang berdosa menerima dan percaya pada penebusan Yesus sehingga kita berada dalam kasih kemurahan Allah karena percaya. Posisi ini buka hasil kerja kita tapi pemberian dan anugrah Tuhan. Jangan bingung mengenai status dan posisi kita dalam Tuhan. Posisi kita terselubungi/tercover oleh kebenaran Yesus, apapun keadaan kita. Posisi kita dalam Tuhan sebagai hasil dari anugrah Tuhan karena iman kita pada Yesus. Selanjutnya kebenaran hidup yang dikerjakan oleh orang percaya merupakan pertumbuhan rohani, penyucian yang terus menerus melalui ketaatan dan kerjasama dengan Roh Kudus. 2 Pet.1:5-7, Rom.6:12.
Jadi semua ini merupakan iman orang percaya pada pengorbanan Yesus disalib. Dengan memelihara iman ini maka Roh Kudus bekerja dengan leluasa dalam hidup kita yang membawa pada keinginan untuk hidup benar dalam hidup kekudusan. Inilah ketentuan kemenangan hidup dari Tuhan, tiada jalan lain. Rom.6:1-4, 8:1-2,11.

Orang percaya selama masih hidup bisa berdosa dari waktu ke waktu. Mereka belum sempurna. Tapi selama kita tetap percaya pada Yesus sebagai Juruselamat yang mengampuni dan melupakan dosa maka kita tidak perlu ragu akan kehilangan keselamatan. Ia yang telah membawa kita masuk dalam keluargaNya akan menjaga kita tetap tinggal didalamNya. Tuhan tidak pernah ingkar janji. FirmannNya menjamin keselamatan bagi orang percaya. Heb.7:25. Faktanya Yesus terus menerus menjadi perantara bagi kita yang secara langusung menyatakan bahwa orang percaya masih memerlukan perantara untuk dosa-dosanya. Orang kristen yang sunguh tidak mau berbuat dosa. Mereka akan terus berjuang melawan keinginan dosa. Harap selalu diingat hal yang sangat penting ini yaitu bahwa Dosa dan kegagalan tidak dapat memisahkan kita dari Tuhan, walaupun hal dosa akan mengakibatkan masalah besar dan macam-macam kesulitan, ia tidak berdaya mebinasakan kita yang tetap beriman pada salib kristus. Hanya satu hal yang bisa memisahkan kita dari Tuhan yaitu jika kita berhenti mempercayaiNya. Inilah satu-satunya dosa yang bisa memisahkan orang percaya dari Tuhan.

Tapi ada juga orang percaya yang belum lahir baru dan tidak bertumbuh dalam iman sehingga mereka tetap terikat oleh dosa-dosa dan keinginan daging dan tak berkuasa mengatasinya. Bagi mereka Tuhan berikan resep kemenangan untuk bebas dari dominasi dosa yang membelenggu yaitu sebagai berikut:

Langkah untuk bebas dari ikatan dosa.
Fokus: Tuhan Yesus Kristus. John.14:6.
Obyek Iman: Salib Yesus. Rom.6:1-14.
Sumber Daya: Roh Kudus. Rom.8:1-2,11
Hasil: Kemenangan Rom.6:14.

Sebaliknya jika:
Fokus: Kerja.
Obyek Iman: Prestasi pribadi.
Sumber Daya: Diri sendiri.
Hasil: Kegagalan/kekalahan.

Sekali lagi.., Dosa dan kegagalan menyebabkan banyak masalah dan kesulitan hidup, tapi dosa tidak dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan jika kita tetap berharap pada pertolonganNya untuk mengatasi dosa ini. Hanya satu hal yang bisa memisahkan kita dari Tuhan yaitu jika kita berhenti mempercayaiNya. Iman kita adalah pada pekerjaan dan pengorbanan Yesus di Salib. Iman ini yang menjadikan kita milikNya dan yang memelihara kita untuk tetap berada dalam kasihNya. Jawaban bagi dosa adalah salib Kristus. Rom.6:1-14, 1 Cor 1:17-18, 2:2, Col.2:14-15. Inilah jawaban atas dosa orang percaya yang mempertahankan kita tetap menjadi milikNya, tidaka ada jalan lain.
Tuhan Yesus adalah sumber segala sesuatu yang kita miliki dari Tuhan. Col.2:9. Dasarnya adalah salib Kristus yang mengerjakan keselamatan dan penyucian. Rom.6:3-5, 1 Cor.1:17-18, 2:2, Gal.6:14.
Roh Kudus yang mengawasi dan mengerjakan semua ini Rom.8:1-2,11. Apa yang kita harus seleisaikan dalam hidup ini kita perlu bantuan Roh Kudus. Kita tidak dapat mengerjakannya sendiri, dan Roh Kudus bekerja berdasarkan pekerjaan Yesus di salib. Alkitab tidak mengajarkan sinless perfection tapi mengajarkan bahwa dosa tidak berkuasa lagi atas orang percaya. Orang percaya dapat memilki eternal security kalau kita mengklaim hal ini berdasarkan ketentuan Tuhan, bukan ketentuan manusia. Puji syukur ketentuan Tuhan tidak berat. Mat.11:30. Iman sangat diperlukan tapi iman yang benar yang didasarkan pada hal yang benar dan menjamimn yaitu Yesus dan pengorbananNya di salib. 1 Cor 1:23.

Jadi kita percaya bahwa keselamatan adalah pemberian anugerah Tuhan melalui iman kepada kematian Yesus di salib untuk menebus orang berdosa sebagai satu-satunya korban tebusan yang berkenan pada Allah. Tidak ada korban lain untuk membayar hutang dosa manusia yang membawanya pada kebinasaan, hanya kematian Yesus yang menggantikan kematian semua orang berdosa yang mau mempercayaiNya.
Kita lahir kedunia dengan membawa dosa Adam (sin nature), bukan kita yang membawa dosa, atau jadi berdosa setelah memilih kehidupan berdosa selama hidup. Tapi dosa itu telah ada terbawa pada kita sejak kita lahir sebagai benih dosa Adam. Kita tidak bisa memilih untuk menolak tapi sin nature ini sudah terinstall sejak manusia lahir ke bumi dan akan terus bertumbuh jika tidak dihentikan oleh Darah Yesus.
Pengorbanan Yesus menyediakan pilihan bagi manusia. Kita tidak bisa menolak dosa Adam sewaktu kita lahir tapi kita bisa memilih untuk bebas dari dosa ini melalui iman pada pekerjaan Yesus. Logis…masuk akal dan fair…! Adam membawa manusia pada kebinasaan tanpa bisa menolak…Yesus sebagai Adam Terakhir menawarkan keselamatan dan kehidupan bagi yang mau menerima dan percaya padaNya.

Jadi pilihan hidup dan mati…selamat dan binasa ada ditangan kita. Saya percaya ini bukan ditentukan Tuhan sejak semula untuk siapa-siapa yang akan selamat dan siapa yang akan binasa. Pemikiran ini tidak sesuai dengan sifat Tuhan yang kita telah pelajari.
Sejak Adam diciptakan, Ia telah diberi kebebasan untuk memilih. Walau akhirnya ia tertipu dan memilih binasa tapi Tuhan telah menyediakan jalan keluar bagi manusia untuk kembali pada pilihan bebasnya (freewill). Dosa adam merampas freewill manusia sehingga kebebasan kita meilih tidak ada! Semua kita yang lahir sudah berdosa tanpa bisa memilih..! Tapi dengan kematian, pengorbanan, atau pekerjaan Yesus di salib, Bapa kembali memfungsikan freewill manusia. Manusia diperhadapkan kembali pada pilihan masing-masing…mau taat pada jalan Tuhan atau tetap pada kebinasaan. Contoh sudah banyak sejak Adam dan keturunan manusia lainnya dalam catatan Alkitab. Di PL mereka korbankan darah binatang sebagai wujud iman dan ketaatan pada perintah Tuhan yang memandang pada pengorbanan salib dikemudian hari sebagai korban darah yang sempurna dan berkenan bagi Tuhan. Generasi Perjanjian Baru taat dan percaya pada korban disalib 2000 tahun yang lalu. Kita semua percaya dan mendasarkan iman kita pada perbuatan Allah yang sempurna dan benar. Terima kasih buat pengorbanan Yesus.(nyc022210).

Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives