Psalm 48:15
Tuhan sendiri yang menjadi pemimpin atas kehidupan umat-Nya. Kristus adalah pemimpin yang harus kita ikuti sebagai teladan [1 Pet. 2:21]. Yesus sendiri mengajar kita untuk mengikuti teladan-Nya, Dialah yang menjadi tuan atas hidup kita [John 13:15-16]. Yesus juga menyatakan diri-Nya sebagai Gembala yang baik, yang memimpin kita sebagai domba-domba-Nya [Joh. 10:4].
Allah tidak pernah memaksa kita untuk mengikuti kehendak-Nya. Seringkali kitalah yang memaksa Tuhan untuk mengikuti kemauan kita. Yosua menegaskan pilihannya untuk beribadah kepada Tuhan dan menjadikanNya pemimpin atas dia dan keluarganya [Jos. 24:14-15]. Tentukan pilihanmu, siapakah yang menjadi pemimpinmu di tahun ini?
Alkitab mencatat beberapa contoh yang dapat kita pelajari:
Melawan kehendak Allah
Manusia jatuh ke dalam dosa dan berakibat maut sebab melanggar perintah Allah [Gen. 3:3]. Allah menolak Saul sebagai raja sebab tidak melaksanakan perintah Allah untuk menumpas bangsa Amalek dan semua harta milik mereka [1 Sam 15:3,26]. Saul mengalami akhir hidup yang sangat mengerikan [1 Sam 31:4]. Keinginan mata telah menyebabkan terjadinya hal-hal ini.
Memaksakan kehendak manusia untuk menjadi kehendak Tuhan
Num. 22 mencatat tentang Bileam yang berkali-kali bertanya kepada Allah supaya menyetujui kehendaknya mengutuki bangsa Israel sebab upah yang dijanjikan raja Balak baginya [ayat Num.22:17, 22]. Dalam perjalanannya malaikat Tuhan hampir membunuhnya. Bileam menyadari kesalahannya lalu melakukan kehendak Allah [Num.22:34]. Bileam terbujuk oleh upah yang dijanjikan Balak. Jangan memaksakan kehendak kita untuk menjadi kehendak Tuhan. Balak pergi dan tidak melakukan sesuatu yang jahat terhadap Bileam saat Bileam melakukan kehendak Allah [Num. 24:25].
Tuhan berfirman, namun tidak dilakukan
Mat. 21:22 menulis tentang seorang kaya yang tidak dapat melakukan kehendak Tuhan sebab banyak hartanya. Dalam Mat 21:28, 31 Yesus memberikan perumpamaan tentang kepatuhan dalam melakukan perintah. Yang seorang berkata ya namun tidak melakukan, yang lain berkata tidak namun melakukan. Patuh dan lakukan setiap perintah Tuhan.
Ada kehidupan yang kekal dan berkat lipat ganda bagi mereka yang melakukan kehendak Tuhan [Luk 18:28; Mat 4:19], serta kemuliaan Allah atas orang-orang yang mengikut Tuhan [Luk 9:22-23; Joh. 21:18-19].
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya 1 Joh. 2:17 (010110).
