Saya pikir para ‘pendeta’ diciptakan secara khusus oleh Sang Pencipta, yang memberi mereka panggilan khusus pula. Mereka tampil dalam berbagai bentuk dan ukuran tubuh seperti orang lain, tapi menurut kebanyakan orang, mereka mempunyai penampilan yang istimewa. Saya tidak tahu bagaimana penampilan mereka ini, tetapi saya kira penampilan mereka itu memang istimewa, karena sering kali ada orang yang berkata, “kamu tampak seperti seorang pendeta!”
Mereka mempunyai berbagai talenta yang menonjol di berbagai bidang yang memerlukan usaha keras: administrasi, pidato/khotbah, diplomasi, psikologi, ekonomi, medis (termasuk memperlakukan ‘pasien’ dengan baik), pembangunan, maintenance barang, pengajaran, pembinaan,penghiburan, usaha untuk mendamaikan orang, konseling, mengkoordinasi pekerjaan, dll.
Para pendeta mempunyai ciri-ciri anatomi tubuh yang tidak dimiliki orang lain. Tidak seperti ciptaan lain, mereka diciptakan Tuhan dengan tubuh yang tidak mudah lelah. Mereka lebih tahan terhadap kantuk dan keinginan untuk istirahat sehingga mereka dapat bekerja duapuluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu. Dan kalau mereka dibangunkan di tengah malam melalui teklpon sehingga mereka tidak dapat tidur lagi; mereka akan mempersiapkan khotbah yang mungkin sewaktu-waktu akan disampaikan kepada jemaat.
Ada juga yang istimewa dalam tubuh mereka. Kulit mereka lebih tebal dan keras. Seandainya pun mereka dipanggang oleh keadaan yang tidak menyenangkan, mereka hampir tidak merasakannya. Ini menolong mereka untuk tahan menghadapi orang-orang yang mau menguasainya, orang-orang yang merasa dirinya penting tetapi yang juga menjengkelkan, juga penolakan-penolakan atas mereka.
Di balik kulit yang tebal ini terdapat bantalan penahan hinaan yang menjaga mereka supaya kebal terhadap berbagai perasaan manusiawi seperti: tidak mudah marah (sekasar apapun umpatan dan makian yang dilontarkan oleh orang yang marah kepasa mereka), sedih, muak, dan kecil hati. Kulit itu juga yang menjaga mereka agak tidak terlalu mendambakan kasih, sambutan yang menunjukkan bahwa mereka diterima, penghargaan, dorongan semangat, terlebih lagi kebutuhan akan uang.
Para pendeta juga serba tahu, bijaksana, menyenangkan, paling bisa mengendalikan diri, selalu siap dan selalu dapat diandalkan.
Kenalkah anda seorang pendeta yang seperti itu?
Saya tidak! Para pendeta juga adalah manusia biasa. Mereka bukan manusia super. Saya tahu benar, sebab… saya adalah seorang ‘pendeta’.
