Allah telah memperingatkan bangsa Israel untuk tidak melupakan Tuhan dalam limpahnya kekayaan mereka. Kekayaan bisa menjadi ujian yang membuat anak-anak Tuhan tidak bertahan di dalam Tuhan. Yesaya menubuatkan, Gereja (=umat Tuhan) akan menjulang tinggi dan mengeluarkan pengajaran dan firman Tuhan [Yes 2:2-3]. Kemudian, kelimpahan dan kekayaan (=bukan ujian) akan datang karena kehidupan rohani yang telah menjulang tinggi [Yes 60:1-7].
Am 2:6-12 mencatat empat perbuatan jahat yang membuat Allah tidak menarik kembali keputusanNya (terj. punishment=hukuman):
1. Menjual orang benar karena uang, menjual orang miskin karena sepasang kasut; menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara. Kita harus menghargai orang-orang yang lemah dan miskin. 1 Kor 12:23-25 mengajarkan kita untuk memperhatikan dan menghargai anggota-anggota yang kurang mulia supaya tidak terjadi perpecahan di dalam jemaat.
2. Anak dan Ayah pergi menjamah seorang perempuan muda sehingga melanggar kekudusan nama Allah. 1 Kor 5:1 juga menulis adanya percabulan di dalam jemaat. Hindari perzinahan/ percabulan, hiduplah dalam kekudusan rumah tangga.
3. Tidur di samping mezbah di atas pakaian gadaian orang; dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah. Orang yang menggadaikan pakaiannya adalah orang-orang yang tidak mampu. Dalam Kel 22:26-27 Allah telah mengingatkan untuk mengembalikan pakaian gadaian orang sebelum matahari terbenam sebab Allah akan mendengar keluhan mereka. Anggur orang yang kena denda seharusnya dikembalikan, tetapi bangsa Israel meminumnya di rumah Allah.
4. Memberi orang nazir minum anggur dan memerintahkan para nabi untuk tidak bernubuat. Orang nazir adalah orang yang telah ditetapkan untuk melayani Tuhan, yang harus menghindari anggur [Bil 6:1-3]. Padahal, Tuhan telah memunahkan orang Amori dari hadapan bangsa Israel, dan telah menuntun mereka keluar dari Mesir. Tuhanlah yang membangkitkan nabi dan nazir dari anak-anak mereka [ay 9-11]. Perbuatan jahat mereka mendatangkan hukuman dari Allah dan tidak ada seorangpun yang dapat menghindar [ay 13-16].
Rom 11:17-22 mengingatkan, kita adalah orang-orang yang dicangkokkan sebagai tunas karena penolakan bangsa Israel sebagai cabang-cabang yang dipatahkan. Perhatikan (terj. be aware=waspada; consider=pertimbangkan) kemurahan Allah dan kekerasanNya.
Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasanNya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahanNya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahanNya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga. Roma 11:22
[WJ GPdI Singapura - 20041121]
