Tuesday May 22nd 2012

Keledai Yang Hilang

Author : | This author have 132 posts

4. Keledai bisa membajak, tetapi tidak boleh dicampur demikian juga halnya dengan hubungan kita dengan dunia yang tidak bisa menyatu dengan sifat-sifat dunia.  

Hari ini, kita masih akan belajar dari hal keledai untuk yang ke 5.  

KELEDAI YANG HILANG. 1 Samuel 9:1-5. Dari pembacaan ayat-ayat tersebut, kita melihat bahwa keledai pun bisa hilang.  Adalah seorang yang kaya dan mempunyai kemampuan yang cukup dari daerah Benyamin, KISJ bin Abiel namanya. Saya tidak tahu dengan pasti apa profesinya Kisj ini.  Yang jelas dia mempunyai banyak binatang keledai.  Bisa jadi dia adalah seorang gembala yang memelihara binatang-binatang tersebut. Pada satu waktu dia hitung-hitung binatang piaraannya itu, ternyata ada diantara keledai-keledai betina itu yang h i l a n g.  Meskipun dia mempunyai banyak sekali keledai, tetapi pada saat ada yang hilang, dia merasa ada kerugian, ada rasa kehilangan. Sebab dia cinta akan keledai-keledai piaraannya itu dan sekarang hilang.  

Kisj, seorang ayah yang sangat kaya, ditambah dengan adanya anak laki-laki yang sangat cakep, ganteng dan lagi mempunyai postur tubuh yang gagah. Alkitab menulis tidak ada yang bisa menandingi keelokan parasnya, S A U L, itulah namanya – 1 Samuel 9:2. Saudara bisa bayangkan betapa bangganya Kisj, sang ayah ini, yang mempunyai anak tersebut.  Akan tetapi kebanggaan itu tidak bisa menutupi kesedihan atas hilangnya keledai-keledai betina tersebut.  Bahkan Kisj berkata kepada Saul, anaknya yang di cinta : Hai anak ku, aku cinta engkau, elok engkau tapi \Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu\”           

Nah, bagi saudara yang sudah lama dalam Tuhan tentu sudah bisa menebak apa arti kisah ini.  Sebuah gambaran tentang Allah Bapa yang mempunyai anak yang cakep yaitu Yesus Kristus lalu pergi disuruh mencari keledai-keledai yang hilang. Lebih lanjut Alkitab menulis, dia sudah jalan keliling kemana-mana, juga bagaimana dia harus melalui semua pegunungan, dari daerah yang satu ke daerah yang lain; akan tetapi kerja keras itupun masih tidak membuahkan hasil, keledai-keledai yang hilang, tidak diketemukan. Akhirnya Saul berkata kepada bujangnya, lebih baik kita pulang jangan-jangan ayah yang sudah berharap kita pulang dengan membawa keledai malah cemas memikirkan keberadaan kita yang belum pulang.  

Tapi bujangnya bersikeras untuk menahan Saul agar tidak pulang, katanya : \”Tunggu, di kota ini ada seorang abdi Allah (hamba Allah), seorang yang terhormat, segala yang dikatakannya pasti terjadi……….\”.   Mendengar usulan bujang nya, Saul pikir baik juga. Lalu pergilah mereka mencari hamba Tuhan ini.  Abdi Allah ini yang adalah SAMUEL, justru diutus oleh Allah untuk menemui seorang pemuda, sedangkan SAUL, pemuda itu sedang  m e n c a r i keledai.  Bertemulah keduanya itu di jalan.   Ketika Samuel bertemu Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya, inilah dia orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umatKu.

 S A U L, RAJA PERTAMA DI ISRAEL. Singkat cerita, dibawalah Saul kerumah Samuel, disana mereka beramah tamah satu dengan yang lain sampai akhirnya Samuel mengambil buli buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala SAUL, diciumnyalah dia sambil berkata: Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umatNya Israel ? 1 Samuel 10:1

Seiring dengan perjumpaan mereka, KELEDAI YANG HILANG TELAH DIKETEMUKAN; sedangkan Saul, anak yang mencari keledai mula-mula dianggap sudah hilang dan sangat dikuatirkan keadaannya oleh Kisj, ayahnya.  Ternyata Saul telah diurapi oleh TUHAN untuk menjadi RAJA PERTAMA bangsa Israel. Seorang raja yang besar, dilanjutkan kemudian dengan raja Daud, raja Salomo, dan seterusnya.  

Yang saya mau kemukakan disini adalah PERASAAN Kisj, ayah dari Saul. Sekalipun dia adalah seorang yang kaya, tetapi kalau ia kehilangan keledai, maka Kisj ini  m e r a s a  rugi.  Saudara, apabila seseorang mempunyai sesuatu benda, lalu benda yang dia miliki itu ternyata sesuatu yang paling dia cinta dan hilang, pasti rasa dong …..sekalipun dia adalah seorang yang sangat kaya. Bapak yang kaya inipun juga merasa sangat kehilangan.     Begitu juga dengan kita, kehilangan sesuatu yang kita cinta akan terasa sekali. Jangankan kita kehilangan nyawa kehidupan ini, kehilangan upah kerja saja, kita akan terasa dan betapa sedihnya hati ini; sehingga kita berusaha untuk mencarinya.      

Saya percaya, begitu juga dengan Allah Bapa dalam Sorga , Allah mempunyai segala sesuatu, segala Kehormatan ada padaNya.  Tapi ketika manusia melawan Allah, jatuh dalam dosa, terlepas dari tangan Allah dan di kuasai oleh iblis.  Apakah Allah tidak merasa sedih ….?  DIA rasa saudara-saudara, itu sebabnya DIA kirimkan anakNya yang paling cakep diantara segala-galanya. Yang lahir bukan dari benih manusia, tapi yang lahir dari benih Nya AlLAH, Yesus Kristus.  

Firman Allah katakan bahwa Yesus lahir b u k a n  dari kemauan manusia laki-laki tapi DIA dilahirkan oleh Firman Allah, oleh Allah sendiri, oleh Roh Allah DIA dilahirkan, melalui Bunda Maria.  DIA menjadi manusia yang terindah dari semua.  DIA lah yang pergi mencari keledai-keledai yang hilang.  Manusia dapat di gambarkan sebagai keledai yang hilang.  Yesus cari kemanapun juga, karena memang inilah MISI TUHAN YESUS, kalau DIA datang ke dalam dunia ini, DIA mencari yang hilang.   

MENCARI YANG HILANG.

1. Keuntungan dalam hal PERGI dan MENCARI Domba yang hilang – Lukas 15:1-7. Saudara-saudara, Yesus berikan perumpamaan. Ada seorang kaya yang mempunyai seratus ekor domba, satu diantaranya hilang.  Hanya 1% nya yang hilang, sangat terasa. Begitu pula dengan manusia, kalau kita mau memberikan sesuatu, walaupun kecil (1% nya) rasanya berat, sangat terasa ! Kecuali kita memberinya dengan rasa CINTA tidak terasa berat; karena dengan rela kita memberi. Tapi kalau kita memberi tidak dengan CINTA, rasanya berat sekali.    

Misalnya dalam hal  P e r p u l u h a n.  Kalau saudara memberi perpuluhan karena saudara tahu dan sadar bahwa Tuhan sudah memberkati saudara lalu dengan Cinta saudara berikan apa yang menjadi milik Tuhan , maka dengan sukacita saudara akan memberikan perpuluhan tersebut.   Bahkan kita bisa memberinya sambil berkata : Tuhan terima kasih aku dapat memberi perpuluhan.  Tapi kalau tidak ada CINTA, maka kita tidak rela untuk memberi. Jangankan 10 % nya, 1% saja rasa berat.   

Orang kaya ini punya seratus ekor domba, satu ekor hilang, terasa ada yang kurang. Sebab yang hilang ini adalah domba yang dia cinta. Oleh sebab itu dikatakan bahwa dia PERGI dan MENCARI sampai menemukannya.  Dia tidak cepat putus asa. Gembala ini adalah gambaran dari Tuhan Yesus sendiri.  Yesus menjelaskan MISI-Nya yaitu DIA mau supaya, kalau DIA punya seratus, maka kesemuanya itu bisa tetap setia ada dalam kandangNya.   Yesus adalah Gembala yang baik, DIA tidak mau satu ekor pun hilang. DIA tidak mau satu jiwa pun hilang. DIA mau supaya kalau ada seratus orang jiwa di kandangNya, satu hilang DIA cari sampai dapat.  Dan kalau DIA dapatkan dombaNya itu ada diujung jurang sehingga domba itu tidak dapat naik lagi keatas,  Gembala itu turun sampai ke bawah hanya untuk mengangkat dan mendapatkan  domba itu kembali.   Barangkali domba itu sudah terikat dengan berbagai macam rumput sehingga tidak berdaya lagi melepaskannya. Maka Gembala itu datang untuk melepaskan dan menggendongnya diatas bahuNya.  Mungkin saudara sering melihat ada gambar atau lukisan tentang seorang gembala yang sedang menggendong seekor domba diatas bahunya – gambar itu diambil dari kisah ini.    

Kalau domba yang hilang ini telah ditemukan lalu digendong diatas bahuNya dan dibawa pulang.  Lalu apa yang dibuat oleh Gembala yang baik ini ? Dia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan’ – Lukas 15:6 . Itu sebabnya Yesus mencari domba yang hilang, Yesus mencari jiwa-jiwa yang terhilang dari Tuhan. Yang tadinya adalah milik Tuhan, tetapi karena dosa mereka telah menjadi hamba-dosa, terikat oleh dosa. Yesus datang untuk melepaskan mereka.   

Sebab itu Yesus tidak ragu-ragu untuk duduk bersama-sama dan makan bersama-sama dengan orang-orang berdosa. Orang-orang Parisi dan ahli Taurat merasa tersinggung, Yesus adalah seorang Guru besar bahkan seorang pemimpin agama Yahudi, Nikodemus menganggap Yesus sebagai Rabbi, seorang guru. Bagaimana pun juga, ahli Taurat juga mengakui bahwa Yesus adalah Guru yang luar biasa; karena Yesus mengajar dengan disertai Kuasa. Tetapi sekarang, mereka melihat seorang Guru yang mereka hormati sekaligus mereka benci, duduk makan bersama-sama dengan orang berdosa. Mereka tidak bisa mengerti cara Yesus  mengajar dan apa yang dilakukan memang luar biasa.  Sehingga mereka menganggap bahwa ini suatu pertanda yang kurang baik.  

Tetapi bagaimana Yesus bisa menjangkau mereka yang berkecimpung dalam dosa, kalau Yesus sendiri tidak masuk dalam komunitas orang-orang yang berdosa itu ?.  Untuk mendapatkan ikan, saudara harus datang pada habitatnya yaitu,  laut dan sungai.  Tidak mungkin saudara akan mendapatkan ikan apabila saudara duduk diam di rumah lalu minta ikan-ikan itu datang kepada saudara. lantas tinggal menggorengnya.  Saudara harus bertindak PERGI dan MENCARI ikannya !!  Mencari domba yang hilang, Yesus berkata: Aku pergi mencari domba itu.  Dia pergi, duduk dan makan bersama dengan orang berdosa.  Bukan berarti bahwa Yesus lalu menjadi orang berdosa, TIDAK !!.   

Kalau saudara mempunyai tujuan untuk memenangkan orang berdosa, silahkan saudara-saudara !! PERGI dan CARI-lah orang yang paling jahat !  Jangan lantas lapor kepada saya dan berkata: Oom saya ketemu si A lagi jalan bersama dengan wanita lain atau si A lagi main judi atau melakukan perbuatan dosa yang lain, sebutkanlah……… Pada akhirnya si pelapor tadi minta supaya si A dipecat dari Jemaat atau dipecat dari jabatan digereja…. Saya katakan: Jangan……dia lagi memenangkan jiwa.  Halleluyah……..  

Saudara-saudara, Yesus sudah dianggap tidak baik, menyimpang dari prinsip-prinsip ke agamaan, hanya karena Yesus duduk dan makan bersama dengan orang berdosa.  Tapi Yesus menyikapi tudingan itu dengan bijaksana sambil berkata bahwa itulah MISI dari pada Yesus dan orang-orang yang percaya kepada Nya.   Pergilah kepada mereka, pergilah kepada orang berdosa untuk dimenangkan dan bawa mereka kepada Yesus; bagaikan domba yang hilang, dicari sampai dapat. Maka percayalah Malaikat di Surga bersukacita karena seorang berdosa telah kembali kepada Tuhan Yesus Kristus. Puji Tuhan.  

Begitu juga apabila saudara memenangkan satu jiwa yang datang kepada Tuhan, beribadah sama-sama di gereja, maka tentu ada sukacita dalam hati saudara, ada sukacita dalam sidang Jemaat.  Lukas 15 : 7a.   

Jadi manusia itu di ibaratkan seperti domba dan keledai yang bisa hilang.  Keledai yang  h i l a n g  telah di ketemukan kembali.  Saul, pemilik keledai itu sangat senang hatinya.  Sebab Saul mengerti bagaimana pengorbanan anak dan bujangnya itu sampai mereka mendapatkan keledai itu kembali. Begitu juga halnya dengan kita, betapa senangnya hati ini apabila ada satu jiwa yang sudah ditolong oleh Tuhan dan sekaligus membawanya kembali kedalam kandang Allah.  

2. Keuntungan dalam hal KEMBALI kepada BAPA, Anak yang terhilang – Lukas 15:11. Ayat ini diawali dengan kata, L a g i…….rupanya Yesus mempunyai banyak cerita untuk menjelaskan kepada kita apa artinya kalau ada yang hilang, apa artinya kalau ada Domba yang hilang, apa artinya kalau ada Keledai yang hilang dan apa artinya kalau ada Anak yang hilang.    

Ada seorang bapa dengan dua orang anaknya.  Anak yang bungsu datang kepada Bapanya dan meminta hak warisannya untuk dipakai hidup berfoya-foya.  Tadinya dia adalah anak dari bapa tersebut. Sehingga, dengan demikian makanan tiap hari dan segala sesuatu yang dia perlukan dalam rumah itu juga dari bapanya.  Namun pada satu saat anak bungsu ini merasa dirinya sudah mampu untuk hidup mandiri, sudah tidak memerlukan bantuan dari bapanya lagi. Maka pergilah anak ini keluar dari rumah bapanya.  Dan berfoya-foya, menghabiskan hartanya bersama dengan kawan-kawannya diperjalanan.     

Demikian juga keadaan anak-anak Tuhan yang serba kecukupan karena berkat dari Tuhan, segala sesuatu yang dibutuhkan dalam hidupnya dipenuhi oleh Bapa di Surga. Namun pada satu saat anak Tuhan ini merasa bosan dengan berkat-berkat yang dari Tuhan, bosan untuk tinggal dalam rumah Bapa, bosan ke gereja ; merasa mampu untuk hidup sendiri tanpa pertolongan dari Bapa.  Maka pergilah anak Tuhan ini keluar dari rumah Tuhan, keluar dari persekutuan dalam gereja.  

Akhirnya kita kenal ceritanya bahwa anak itu menjadi miskin akibat dari cara hidup yang salah sampai ia harus bekerja sebagai penjaga babi.    Saudara-saudara, zaman dulu, babi bagi orang Yahudi adalah binatang haram.  Tapi….itulah pekerjaan yang mau tidak mau harus diterima untuk menyambung hidup. Itulah keadaan dari anak yang pergi tinggalkan bapanya, menderita; bahkan makanan babi pun dia makan.  Itupun tidak diperbolehkan.  Waktu berjalan, dan akhirnya anak ini SADAR dan disaat seperti itulah, anak ini mulai ingat keadaan di rumah bapanya yang serba  berkelimpahan, tidak pernah kekurangan, begitu banyak orang upahan, pelayan-pelayan dirumahnya. Sementara ia menderita, mati-kelaparan.  Ingat saudara, orang yang menjauhkan diri, terhilang dari Bapa adalah orang yang menghadapi kematian !.  

Akhirnya anak yang hilang ini mengambil keputusan: \”Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku sambil berkata: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,  Keputusan yang baik ini juga disertai dengan pengakuan, bahwa dia telah berdosa bukan saja terhadap bapanya melainkan juga terhadap Allah di Sorga. Bahwa dia sudah merasa bisa hidup tanpa bapa, bisa hidup jauh dari bapa, sehingga tidak perlu lagi Bapa. Semuanya bisa sendiri, kebanggaan akan diri sendiri karena sanggup melakukan tanpa bantuan Allah Bapa; ini adalah PERBUATAN DOSA, bukan saja dosa terhadap bapa melainkan juga terhadap Sorga.  Jadi saudara-saudara, dalam PERTOBATAN HARUS DISERTAI JUGA DENGAN PENGAKUAN !  

Selanjutnya anak yang terhilang ini merasa tidak layak lagi disebut sebagai anak bapa,bahkan dia minta dijadikan sebagai salah seorang upahan bapa saja.  Namun bapa mana….., sekalipun anaknya sudah melawan orang tua, merasa dirinya hebat, tidak perlu bapa lagi. Kemudian anak itu jatuh, celaka dan kembali kepada bapa. Bapa mana……. yang tidak mau terima anaknya kembali. Sekalipun keras sifat bapanya ini, tapi kalau anak sudah datang PASTI akan diterima.  Apalagi bapa sudah lama menunggu akan kedatangan anaknya yang hilang ini. Sehingga timbullah belas kasihan terhadap anak ini.

Apa yang dilakukan bapa pada saat anak yang hilang kembali ?. Bapa sambut dengan hangat sebab anaknya telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.  

PERBEDAAN Domba yang hilang dengan Anak yang terhilang.

Domba yang hilang – Lukas 15 : 1-7 : Gembala menCARI sampai dapat. Bahkan mengutus Anak yang diCINTA  untuk mencari sampai ketemu  

Anak yang terhilang – Lukas 15 : 11: Bapanya  tidak CARI, melainkan tunggu sampai anaknya kembali dengan sendirinya. Tunggu sampai anak  SADAR dan BERTOBAT baru Bapa terima dengan tangan terbuka. TIDAK dicari, namun di DOA-kan.

Jadi kalau Saul PERGI mencari keledai yang hilang,  Anak yang hilang  KEMBALI  dengan sendirinya kepada bapa. Jadi kalau kita berbicara tentang sifat dan keadaan keledai-keledai dari contoh No. 1,2,3,4 dan hari ini yang ke 5, maka kita tahu bahwa keledai pun yang keberadaannya ada diantara sekian banyak hewan peliharaan KISJ, seorang yang cukup kaya yang adalah bapa dari Raja SAUL; begitu memperhatikan, sehingga pada satu waktu dia hitung, hitung dan hitung dengan teliti, ternyata binatangnya kurang !! Maka bapa ini merasa ada yang hilang.  

ALLAH dalam Surga pun mengenal tiap keledai, TUHAN kenal semua manusia dalam dunia ini, DIA tahu siapa yang hilang, DIA tahu siapa yang dicuri oleh iblis. Barangkali dengan cara diberi makan dulu lalu hilanglah dia.  Melewati gunung, melalui lembah dia sudah pergi. Tapi…. PUJI TUHAN, Tuhan bisa membawa keledai yang hilang itu kembali dengan cara yang luar biasa, keledai diketemukan kembali.  

Begitu juga saudara dan saya yang juga seperti domba (saya tidak mau gegabah mengatakan saudara bagaikan keledai) tetapi kalaupun ada diantara saudara, percayalah Tuhan sudah mendapatkan saudara kembali. Halleluyah…..   Inilah keuntungan yang luar biasa sebagai domba, sebagai keledai yang Tuhan panggil dan cari lalu di bawaNya kembali dengan cara digendong di bahuNya.

Tuhan nyatakan cintaNya dengan memberikan jubah yang terbaik (Kemuliaan), pakaian yang indah (Tuhan membenarkan anak ini), cincin, sepatu – semua dilengkapi sebagai seorang anak. BUKAN sebagai seorang hamba.  Puji Tuhan.  

Kalau ada diantara saudara yang merasa telah berjalan sendiri, telah mencoba untuk mencari jalan sendiri dan saudara menemui kegagalan terus menerus ; dan kalau perasaan gagal itu mulai datang dalam hidup saudara, biarlah itu merupakan t a n d a  seberapa jauhkah saudara dari Tuhan.

Pagi ini saya ingin menghimbau saudara untuk menghargai CINTA dari TUHAN yang sudah datang untuk mencari orang yang terhilang dan yang memerlukan pertolongan Tuhan.   Seandainya kita sudah kembali kepada Tuhan, sudah sepatutnya kita bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan buat berkatNya yang berkelimpahan.  Kalau kita sudah selamat, J A G A  jangan sampai kita kehilangan sesuatu,  Saya harap kita semua sudah menjadi manusia yang diibaratkan domba yang sudah didapat kembali, anak yang hilang sudah kembali kepada Tuhan, keledai yang mula-mula tidak diketemukan, tapi akhirnya ditemukan juga.  

Kalau sekarang kita telah menjadi anak Tuhan, sudah berada dalam kandang keluarga Allah, mari kita baca ayat -ayat yang terakhir dalam 1 Kor 3:10-15, \”Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.\”

Rasul Paulus menyatakan dirinya sebagai tukang bangunan yang telah meletakkan dasar. Kita ini sekarang membangun diatas dasar itu. Dasar Iman telah ditetapkan.  Ajaran-ajaran tentang Firman Allah ada pada kita juga pada Alkitab kita.  Hal itu memberikan kepada kita dasar. Waktu kita percaya kepada Yesus dasar telah diletakkan dalam hidup kita. Tapi sekarang bagaimana kita membangun ?. Kalau kita sudah kembali sebagai keluarga Allah, lalu bagaimana kita menjalankan kehidupan kita dalam kandang itu. Bagaimana pula kita membangun di atas dasar yang telah diletakkan oleh para rasul.  

11: \”Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.\” Dasar pondasi hidup kita sebagai keluarga Allah sudah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 12.\”Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami.\” Ada 6 (enam) macam bahan yang dipakai untuk membangun di atas dasar. Diantaranya : Emas, perak dan batu permata, kesemuanya adalah benda-benda logam yang keras.  Tapi ada kayu, rumput kering dan jerami. Bagaimana kita membangun di atas dasar Yesus, kalau saudara sudah percaya Yesus dan Yesus ada dalam hidup saudara, sekarang tunjukkan bagaimana kita membangun diatas Yesus.  Apakah kita mempergunakan bahan-bahan yang tahan api (Emas, perak, batu permata) atau bahan yang gampang terbakar (kayu, rumput kering, jerami).

13\” Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.\” Yesus akan datang dengan api dan dengan api itu juga Yesus akan menguji semua bahan, termasuk bahan yang dipakai oleh kita.   

14. \”Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.\”15. \”Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.\” Sebagai orang yang sudah percaya kepada Tuhan, masih bisa mengalami kerugian. Apa yang kita harapkan kita tidak dapat. Selamat sih selamat, tetapi upah yang selalu saya katakan sebagai: apa yang mata tidak pernah melihat, apa yang telinga tidak pernah mendengar, apa yang tidak pernah timbul dalam hati- itu yang Tuhan sediakan bagi semua orang yang mengasihi DIA.  Sesuatu yang luar biasa Tuhan sediakan bagi kita.   Tapi itu bisa lolos dari hidup kita.    Meskipun SELAMAT tapi KEMULIAAN yang Tuhan sediakan itu, tidak ada pada kita.  

Pertanyaanya sekarang adalah : Kalau begitu di Surga nanti ada orang-orang yang tidak mempunyai Kemuliaan dong ?  Coba perhatikan bintang-bintang dilangit, satu sama lainnya berbeda, ada yang sinarnya merah, biru dan kuning. Berbeda dalam Kemuliaan. Demikian juga halnya dengan kita, bagaimana kita menjalankan kehidupan  sebagai orang Kristen, itu menentukan Upah yang akan kita terima dari Tuhan.

Itu menentukan Kemuliaan yang Tuhan akan berikan kepada kita.    Dalam ayat 15 disebutkan bahwa orang itu Selamat tapi seperti dari dalam api, ada kesulitan yang dia alami. Coba kalau kita berusaha dengan baik supaya kehidupan kita itu, kita bangun di atas dasar Yesus dengan memakai bahan-bahan yang tahan uji: emas, perak dan batu permata yang tidak gampang dimakan api, maka kita akan memperoleh Kemuliaan itu!.  Kalau kitapun dalam dunia ini tahan percobaan, tahan ujian, tahan kesulitan, kesusahan datang – KITA TETAP BERDIRI ATAS DASAR YESUS KRISTUS, BATU KARANG YANG TEGUH – maka upah kita akan luar biasa -Halleluyah….,Tuhan memberkati.(Swd-Ketapang-102603)

Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives