KELEDAI TERTAMBAT. Seperti keledai betina yang tertambat, manusia pun terikat oleh berbagai kebiasaan dosa. Begitu terikat, sehingga sangat sukar untuk melepaskan diri dari ikatan itu. Dengan kekuatan sendiri, manusia tidak dapat melepaskan diri dari ikatan dosa. Harus ada orang lain yang menolong. Yesus menyuruh dua orang murid untuk melepaskan keledai betina itu dari ikatannya. Yesus memanggil murid-murid yang pertama untuk mengikut Dia dan menjadi penjala manusia – Matius 4:18-22. Mengapa Tuhan menyuruh murid-murid melepaskan keledai dari ikatannya ? Sebab Ia memerlukannya. Yesus mau menolong setiap orang berdosa, sebab Ia perlu dan mau memakai mereka untuk melepaskan orang lain dari ikatan dan membawa mereka kepadaNya. Yesus memerlukan keledai yang tertambat. Dia juga memerlukan, dan mau menjadikan orang-orang berdosa sebagai milikNya, sebab Dia telah membeli mereka dengan darahNya.
KELEDAI MUDA. Keledai yang dipakai oleh Yesus ialah keledai beban yang muda - Matius 21:5, yang belum pernah ditunggangi orang – Mereka 11:2. Saudara dan saya bagai keledai-keledai yang mulanya terikat oleh dosa, tetapi kemudian dilepaskan dan menjadi manusia yang baru sama sekali. Tuhan bekerja melalui perkara-perkara yang baru. Ketika Daud hendak merebut dan membawa kembali peti perjanjian, yang adalah tahta/kehadiran Allah di tengah bangsa Israel, dari tangan orang Filistin, Allah memakai satu tempat yang baru, yang belum pernah dipakai. Ini mempunyai arti yang sangat baik buat kita. Meski kehidupan kita sudah tua dan lapuk oleh ikatan dosa, kalau kita serahkan hidup kita ke dalam tangan Tuhan, Ia akan memperbaharui, dan mau memakai kita sebagai alat yang baru untuk mendatangkan kemuliaan bagi Dia. Keledai yang najis dan terikat, bisa berubah menjadi sesuatu yang mulia, dipandang oleh banyak orang, sebab Yesus duduk di atasnya. Sang Keledai tentu ikut merasa bahagia dan bangga menyaksikan begitu banyak orang memuliakan Yesus yang duduk di atasnya. Kalau Yesus duduk sebagai Raja, dan mengendalikan kehidupan kita, maka saudara dan saya akan berbahagia.
RAJA DAMAI. Meski tahu tidak lama lagi Ia akan disalibkan, Yesus masuk ke kota Yerusalem. Alkitab mencatat, sangat banyak orang yang rela menghamparkan pakaiannya di jalan yang akan dilalui Yesus. Ketika itu, kota Yerusalem sangat ramai dipadati oleh orang Israel dari segala penjuru, yang datang untuk merayakan Paskah. Sebuah penelitian menyebutkan, saat itu sekitar 250.000 ekor domba disembelih. Dengan perkiraan, seekor domba mewakili 10 orang, maka pada saat itu terdapat sekitar 2,5 juta orang Israel di Yerusalem. Di tengah kepadatan itulah Yesus datang mengendarai seekor keledai. Ketika itu, Yesus tidak menolak orang memuliakan dan mengelu-elukan Dia. Yesus menyatakan diri sebagai Raja yang lemah lembut. Yesaya menubuatkan kelahiran Yesus yang namaNya antara lain disebut : Raja Damai – Yesaya 9:5. Saat Ia lahir, para malaikat bernyanyi, \damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya\”. Lukas 2:14.
RAJA SEGALA RAJA. Sekarang ini Yesus masih harus tinggal dalam sorga sampai pada masa pemulihan, yaitu pengembalian semua yang telah hilang – Kisah Rasul 3:21. Kemuliaan Allah yang telah hilang dari manusia akan dikembalikan sedikit demi sedikit – 2 Korintus 3:18. Kalau 2000 tahun lalu, Yesus menyatakan diri sebagai Raja yang datang dengan lemah lembut, pada kedatanganNya yang kedua, Ia akan datang dengan murka Allah, siap berperang dan melawan orang berdosa. Yesus akan datang sebagai Raja segala raja, menunggang seekor kuda putih, dan akan menghakimi serta berperang dengan adil – Wahyu 19:11-16. Yesus lahir sebagai Raja Damai. Selama 3,5 tahun Ia mengabarkan Injil dan menyatakan diri sebagai Raja Damai. Tetapi hati-hati bagi mereka yang tidak menerima Dia sebagai Raja Damai. Waktunya akan datang, Ia akan membinasakan semua yang tidak percaya kepadaNya.
Mari rayakan dan peringati Natal dengan mengakui, menerima dan meminta Yesus duduk di atas kehidupan kita. Ijinkan Dia mengatur setiap langkah dalam hidup kita. Biarkan Dia memimpin dan menolong dalam perjalanan hidup ini sampai kita masuk di Yerusalem baru. Disini tidak ada kesusahan, tak ada airmata, atau sakit penyakit. Yang ada hanya damai sejahtera untuk selama-lamanya. Mari puji dan muliakan Tuhan, Raja segala raja. SELAMAT NATAL, TUHAN MEMBERKATI SAUDARA !(WJ.1121/Swd)
“
