Tuesday May 22nd 2012

Kejadian 1 dan Rencana Allah

Author : | This author have 38 posts

Puji Tuhan,

Allah kita adalah Allah yang berencana. Dia mempunyai rencana terhadap saudara dan saya,  hanya sayang sekali banyak diantara kita yang tidak memahami bahkan tidak memperdulikan tujuan dan rencana Allah atas diri kita.

Mari kita membahas sedikit tentang Kitab Kejadian dan hubungannya dengan Rencana Allah.

Baiklah kita membaca dua ayat paling pertama Alkitab, Kejadian 1:1-2

Kej 1:1-2 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Mari kita perhatikan ayat tersebut baik-baik.

Kejadian 1:1 berkata “Pada Mulanya Allah menciptakan langit dan Bumi. ”

Selanjutnya Kejadian 1:2 berkata “Bumi belum berbentuk dan kosong, gelap gulita menutupi Samudera Raya.”

Pertanyaan yang muncul setelah membaca kedua ayat di atas adalah : apakah Allah menciptakan bumi yang belum berbentuk dan kosong ? Ayub 38:4-7 menyiratkan Tuhan menciptakan langit dan bumi dalam keadaan yang baik. Yesaya 45:18 memberikan jawaban :  Sebab beginilah firman TUHAN, yang menciptakan langit, –Dialah Allah–yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, –dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia membentuknya untuk didiami–:”

Jika Tuhan menciptakan bumi bukan supaya kosong, mengapa setelah penciptaan dalam Kejadian 1:1, dihasilkan bumi yang kosong, tidak berbentuk dan gelap gulita di kejadian 1:2 ?

Menjawab pertanyaan ini ada orang yang berkata bahwa Kejadian 1:1 adalah ringkasan atau ikhtisar penciptaan, sedangkan Kejadian 1:2 dan seterusnya adalah detail penciptaan.

Pernyataan ini tidak memiliki dasar yang kuat. Kejadian 1:2 justru merupakan kelanjutan dari kejadian 1:1. Dari bahasa aslinya, kejadian 1:2 seharusnya di mulai dengan kata “dan…..”. Sehingga seharusnya terjemahannya menjadi seperti ini : “(1) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (2)  DAN bumi MENJADI tidak berbentuk dan kosong….” Kejadian 1:2 juga menggunakan kata “HAYAH” yang dalam Kejadian 19:26 di terjemahkan “Menjadi”.

Terjemahan King James Version menyatakan kebenaran ini : “Kejadian 1 (1) In the beginning God created the heaven and the earth. (2) And the earth was without form…. ”

Bahkan Terjemahan Literal English Translation menerjemahkan menjadi : “(1) In the beginning God created the heavens and the earth; (2) and the earth being without form and empty,… Kej 1:1-2

Demikian pula dengan terjemahan Webster, NIV, Darby dan ASV; semua terjemahan ini menggunakan kata sambung untuk mengawali Kejadian 1:2. Jadi jelaslah bahwa Kejadian 1:2 adalah kelanjutan dari Kejadian 1:1.

Kalau Allah tidak menciptakan bumi yang kosong, mengapa bumi yang diciptakan dalam kejadian 1:1 menjadi bumi yang tidak berbentuk dan kosong ? Pastilah karena “Sesuatu” telah terjadi yang mengakibatkan keadaan tidak berbentuk, kosong dan gelap gulita.

Dengan kata lain kita dapat mengatakan bahwa Kejadian 1:1 adalah penciptaan langit dan bumi yang sempurna, namun kemudian dalam kurun waktu yang tidak kita ketahui, sesuatu telah terjadi dan mengakibatkan keadaan yang kosong, tidak berbentuk dan gelap gulita dalam Kejadian 1:2.

Bukti lain yang mendukung hal ini adalah :

PERTAMA: Kejadian 1:1 menggunakan kata “bara” yang berarti “menciptakan”. Bara artinya menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi  ada. Terjemahan Inggris menggunakan kata “Create” untuk menerjemahkan kata “Bara”. Sedangkan proses penciptaan selanjutnya, tidak menggunakan “bara” melainkan “asah”. Asah ini dapat di terjemahkan menjadi “membuat”. Membuat itu ialah membentuk sesuatu yang baru dari sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Bahasa Inggris menerjemahkannya menjadi kata “made”. Bandingkan Kejadian 1:7 dan Kejadian 1:16.

Nanti kemudian pada kejadian 1:21 dan 1:27 barulah di gunakan kembali kata “bara” atau created untuk menciptakan sesuatu dari yang tidak ada.

KEDUA: Air, Samudera dan daratan sudah ada sebelumnya, Tuhan tidak menciptakannya lagi. Perhatikan Kejadian 1:2 dan Kejadian 1:9.

Dalam Kejadian 1:2 sudah terdapat Samudera dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Samudra ini telah ada begitu saja tanpa penjelasan kapan di ciptakan.

Dalam Kejadian 1:9 Tuhan hanya memerintahkan agar air “berkumpul di satu tempat” sehingga daratan dapat kelihatan. Berarti daratan sudah terlebih dahulu ada sebelumnya, namun tertutupi oleh air seperti halnya saat Air Bah memenuhi seluruh permukaan bumi pada zaman Nuh. Tuhan tidak menciptakan lagi daratan.

Jadi dalam Kejadian 1:1 Allah menciptakan langit dan bumi yang sempurna, selanjutnya dalam Kejadian 1:2 bumi menjadi tidak berbentuk dan kosong dan dalam Kejadian 1:3-20 Allah “merestorasi” bumi menjadi seperti sekarang ini.

Peristiwa apakah yang membuat keadaan seperti ini ? Kalau kita perhatian kisah dalam kejadian 1 dan 2, disana sama sekali tidak di ceritakan kisah penciptaan malaikat dan makhluk roh lainnya. Kejadian pasal 3 langsung menceritakan kehadiran Iblis dalam bentuk ular untuk menggoda Hawa. Jadi kapan makhluk roh ini diciptakan ? Pastilah sebelum kisah restorasi dan penciptaan yang di kisahkan mulai kejadian 1:3-31. Saya berani katakan bahwa dalam Kejadian 1:1 lah mereka di ciptakan, sebelum bumi di ciptakan. Ayub 38:7 berkata anak-anak Allah (malaikat) bersorak ketika Allah meletakkan dasar bumi.  Jadi makhluk roh di ciptakan terlebih dahulu barulah bumi diciptakan.

Entah terdapat selang waktu berapa lama, yang kita ketahui adalah setelah sekian lama waktu berlangsung, Lucifer dan pengikutnya memberontak, dia hendak menyamai yang maha tinggi. Maka Allah dalam geramNya membuang dia ke bumi, memberikan penghukuman, menggunakan air untuk menghukum semua makhluk hidup zaman purba sehingga dalam kejadian 1:2 air menutupi seluruh bumi, bumi menjadi tidak berbentuk dan kosong, sunyi senyap, gelap gulita menutupi samudra raya.

Dalam kejadian 1:3, Allah pun memulai proses restorasi langit dan bumi. Kemudian Allah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, menciptakan binatang dan akhirnya dalam Kejadian 1:26 Allah merapatkan dan menciptakan Manusia.

Oh… ada sesuatu yang ajaib disini. Ketika Allah memunculkan daratan, Dia melihat hal itu “baik”. Ketika Dia menciptakan benda-benda penerang, Dia pun melihat hal itu baik. Ketika dia menciptakan berbagai binatang, burung di udara, berbagai macam ternak dan ikan di laut, Dia melihat semua itu “baik” pula. Namun pada saat Dia menciptakan MANUSIA, barulah Allah bisa berkata SUNGGUH AMAT BAIK !.

Tumbuh-tumbuhan, benda penerang, binatang di darat, burung di udara, ikan di laut tidak dapat memuaskan hatiNya. Hanya Manusialah yang dapat memuaskan hati Allah, hanya pada Manusia lah Allah membuat rencana dan meletakkan harapanNya oleh sebab itu Dia dapat berkata Sungguh Amat Baik. Allah terpuaskan dan dapat beristirahat.

Sungguh kekuatan amat besar yang dapat membuat Allah yang maha kuasa beristirahat. Kekuatan apakah itu ? Yaitu hadirnya Manusia. Jadi Allah beristirahat bukan karena lelah, juga bukan karena penat akibat mengerjakan proses restorasi bumi. Sama sekali tidak. Allah dapat beristirahat karena Dia telah di puaskan. Dia telah mendapatkan Manusia, seorang yang bisa menggantikan diriNya.

Apa tujuan Allah menciptakan Manusia ? Kejadian 1:26 memberitahu kita tujuan Allah ini :  Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”  Kej 1:26

Allah menciptakan manusia, supaya mereka “berkuasa” atas seluruh bumi, dan dengan tegas Allah meminta mereka berkuasa atas segala binatang melata dan merayap di bumi. Ular dan kalajengking, yaitu Iblis dan antek2nya mewaliki binatang melata yang merayap di bumi.

Oh Allah ingin manusia berkuasa atas mereka, menaklukkan sang pemberontak yang telah menyebabkan kerusakan langit dan bumi.

Allah dapat dengan mudah turun tangan sendiri untuk mengatasi Iblis, tetapi Dia tidak melakukannya. Allah ingin ciptaan barunya (Manusia) mengalahkan ciptaan lama (Iblis). Inilah tujuan Allah. Allah menciptakan manusia yang mewakili Dia menaklukkan Iblis.

Kiranya semua anak Allah memperhatikan rencana Allah ini.

Kita di ciptakan bukan karena Allah ingin di puji dan di sembah, atau karena dia membutuhkan penyembah-penyembah. Tidak demikian ! karena kalau itu maunya Tuhan, pastilah Dia menyatakannya. Bukan berarti pujian dan penyembahan itu tidak perlu. Bukan demikian. Malahan pujian dan penyembahan haruslah menjadi bagian kehidupan kita setiap hari, namun hal itu bukanlah tujuan Allah menciptakan kita.

Kita diciptakan, kita ada ada untuk sebuah peperangan mewakili Allah, menggantikan Allah berkuasa di bumi dan mengekspresikan diriNya, barulah Allah di puaskan, barulah Allah bisa beristirahat.

Kita tahu bahwa akhirnya Adam dan mempelainya gagal melakukan kehendak Allah, namun rencana Allah jalan terus dan tidak dapat di halangi oleh siapapun. Haleluya ! Allah akhirnya mendapatkan Adam kedua (Yesus Kristus) bersama dengan mempelaiNya (Gereja). Mereka akan menaklukkan Iblis, mendatangkan Yerusalem Baru yang adalah Kerajaan Allah di bumi dan menjadi penguasa atas seluruh bumi.

Puji Tuhan atas rencanaNya !

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives