Kalau dalam kehidupan sehari-hari aku belum pernah mencoba permainan ini. Tapi pada kenyataannya seringkali Tuhan membawa hidupku dalam permainan yang cukup mendebarkan, mencengangkan, menakutkan. Naik – turun – meliuk – berputar – ke atas – dst. Jantung seperti mau copot. Deg-degan, dan ingin rasanya teriak-teriak. Tapi begitu semua masalah usai, rasanya plooooong banget. Mendapatkan pengenalan akan Tuhan yang lebih mendalam, ada pengertian yang baru tentang babak kehidupan rohani yang lebih dewasa dan matang, dan rasanya lebih cinta sama Tuhan.
Bagaimana sikap kita, jika Tuhan membawa kehidupan kita dalam permainan JetcoasterNYA?
1. Percaya bahwasanya : Tuhan tidak pernah bertindak terlalu dini, tapi DIA juga Tidak pernah terlambat
Manusiawi rasanya jika kita sedang dalam permasalahan yang pelik, ingin segera menyudahi permasalahan itu. Jika tak kunjung selesai, maka menjadi stress point yang malah menimbulkan beban yang lain. Apalagi kalau otak kita terlanjur membayangkan hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari (biasanya hal2 yang menakutkan dan mengkhawatirkan). Tapi, alangkah bijaksananya kita, jika kita berdiam dan menanti-nantikan Tuhan. Karena kita ini Cuma taanah liat di tanganNYA, dan sedang dalam proses penyempurnaan. Kata orang, ketika membuat keramik dari tanah liat perlu dibakar untuk menyempurnakannya. Kata alkitab, perlu pembakaran yang cukup untuk memurnikan perak dan emas. Jadi, meskipun kita sudah tidak tahan, Tuhan akan tetap menguatkan hatiNYA (saya yakin hati Tuhan tersayat mendengar tangisan kita) untuk membiarkan kita menangis dalam proses penyempurnaan itu. Jadi, gak ada pilihan lain selain bersabar dan percaya, bahwa Tuhan Tidak akan membiarkan proses penyempurnaan itu membuat kita menjadi rusak, seperti : menjadi gila hehehe…
Jer 18:4 Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.
2. Tetap Tinggal Dalam Tuhan
Karena di situlah terletak kekuatan kita dalam menghadapi masalah dan cobaan. Eh, kembali ke Jetcoaster. Kalo kita ketakutan lantas panik dan membuka pengaman, tentu saja menjadi tindakan bunuh diri kan? Sama dengan hidup kita. Kalau kita dalam pergumulan berat, lantas coba2 lari dari Tuhan… sama juga kita menghancurkan diri kita sendiri. Karena apa? Hanya Tuhan yang tahu jalan keluar yang paling tepat untuk kita, dan hanya DIA yang tahu, kapan waktu yang tepat untuk memberikan solusi bagi kita.
Php 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
3. Menikmati Hidup Dengan Sukacita
Orang yang senantiasa bersuka cita akan memiliki pikiran-pikiran yang positif. Pikiran-pikiran positip ini akan membantu kita untuk tetap optimis. Tak salah jika ada ayat yang mengatakan :
Ro 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Dalam sukacita pasti ada harapan, dalam kesabaran akan timbul ketekunan, dan dalam ketekunan akan membuahkan hasil kemenangan
Yakobus 1 :1-2Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
4. Berteriaklah Pada Pribadi Yang Tepat
Tak ada salahnya curhat. Tapi jangan curhat dengan orang2 yang akanmenambah masalah. Curhat lah dengan orang2 yang memang berohani dan bisa memberikan nasihat2 yang alkitabiah, supaya tambah kuat dan tidak goyah. Lebih tepat lagi kalau kita mau curhat intim dengan TUHAN
Ps 18:6 (18-7) Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.
Mudah-mudahan tulisan dari penulis amatir ini bisa menjadi berkat, dan menguatkan teman-teman semua yang sedang dalam pergumulan hidup. Kiranya Tuhan memampukan kita menikmati permainan hidup seperti Jetcoster.
Percayalah, semuanya pasti akan ada akhirnya. Dan diakhir segala permainan itu, kita pasti bisa menjadi pemenang.
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. ( Roma 8 :37)
Selamat menikmati permainan bersama dengan Tuhan, kiranya Tuhan menambah-nambahkan hikmat bagi kita supaya tambah bijaksana, dan menambahkan kasih dalam hati kita, sehingga kita mampu bertindak apapun berdasarkan kasih *** (GPdI Polonia, Jakarta).
Kunjungi blog saya : www.jejak-langkah- anakmanusia. blogspot. com
