Tuesday May 22nd 2012

Kegelapan Malam

Author : | This author have 132 posts

Malam = kesukaran, kesulitan. Begitu juga Alkitab berbicara tentang malam = kesukaran, kesulitan. Ayub 34:20a. Pada tengah malam orang dikejutkan (are troubled = penuh dengan kesukaran, disusahkan). Tengah malam berbicara tentang hal-hal yang menyusahkan; demikian juga dalam dunia sekarang ini, kalau datang malam ketakutan ada, jika ancaman datang, sekalipun pada siang hari tidak jarang timbul ketakutan. Jadi malam berbicara tentang hal-hal yang menakutkan!.

Malam = harapan. Malam juga berati \ada harapan\” – Roma 13:12. Malam juga bisa berbicara dari hal yang menimbulkan kesukaran dalam kehidupan manusia (Ayub 34) tetapi dilain pihak bagi orang yang mempunyai harapan, maka malam hari adalah sesuatu yang harus dilalui untuk bisa datang kepada hari yang baru, yaitu siang. Jadi, kalau orang tahu / mengerti bahwa nanti sesudah malam (kesukaran, kesulitan, pencobaan, hal-hal yang menakutkan) masih akan ada siang (terang), maka ayat tsb. katakan: \”..marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!\”

Karena dia tahu bahwa bagaimana bahayanyapun, bagaimana sukarnya pun, beratnyapun untuk hidup dalam kegelapan pada tengah malam, pasti terang akan datang. Tapi kalau kita kembali dalam Kel 12:12, bagi orang-orang di Mesir datangnya malam berarti binasa, kematian. Tidak ada harapan untuk melihat terang lagi. Karena Tuhan berkata pada malam ini, Aku akan keliling di Tanah Mesir dan semua anak sulung dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh !  Jadi bagi anak-anak ini, malam itu merupakan malam terakhir untuk hidup, tidak ada harapan untuk melihat terang lagi.  

Tapi bagi orang yang masih akan melihat terang, bagaimanapun gelapnya malam itu, dia berkata: aku akan menghadapi kegelapan itu dengan harapan / keyakinan bahwa nanti terang akan datang.     

Jadi bagaimana kita menganggap atau menilai malam itu tergantung dari kita sendiri.  Kalau kita menganggap malam itu merupakan malam terakhir dan tidak akan melihat terang lagi, kematian datang, kebinasaan datang, atau kita bisa berkata: bagaimanapun hebatnya kegelapan itu, bagaimana pun  beratnya kesusahan yang harus dialami dalam kegelapan itu, sebentar lagi terang akan datang. Nah Saudara-saudara, itu yang menimbulkan pengharapan, sehingga tidak takut kegelapan. Maz 23.

 Jadi \”malam\” disini ada 2 pengertian:

1. Bagi mereka yang akan terkena hukuman dari Tuhan, malam merupakan kegelapan dan menimbulkan kematian – selesailah, tanpa ada jalan keluar !

2. Bagi mereka yang percaya kepada Tuhan, malam merupakan jembatan untuk menuju terang, sehingga sekalipun harus melewati kegelapan malam, kesulitan dan pencobaan yang berat akan ada pengharapan sehingga kalaupun harus melewati kegelapan \”malam\” dilaluinya dengan keyakinan bahwa akan ada terang sehingga hatinya tidak terlalu  susah atau takut karenanya, bahkan ada ketenangan untuk menjalani itu semua. Halleulah! Sebab itu  Rom. 13:12, hari sudah jauh malam, tetapi karena terang akan datang marilah kita tanggalkan semua yang gelap itu, perbuatan-perbuatan yang tidak baik.  Saudara-saudara, malah ayat tersebut menghimbau, mendorong – Marilah !! ada sesuatu yang mendorong kita, biar malam datang, tapi pasti malam itu akan lewat juga dan kita melihat terang. Sekarang, terserahlah kepada kita bagaimana kita menganggap waktu malam itu.

 Tuhan membuat perbedaan antara orang yang tidak percaya Tuhan dengan orang yang percaya Tuhan, ketika sama sama melewati / memasuki kegelapan malam tersebut..

1. Orang Yang Tidak Percaya Tuhan. Ada kematian. Kel. 12:12, \”Sebab pada malam ini, Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung dari anak manusia sampai  anak binatang, akan Kubunuh – jadi bagi mereka, malam ini kata Tuhan, tidak ada besok – selesailah hidup mereka !. Kel. 12:29. Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta segala anak sulung hewan. Saudara mari kita perhatikan kedua ayat tsb. Kel. 12:12, Tuhan berbicara mengenai apa yang akan dilakukanNya, dan ditegaskan juga bahwa: \”….Akulah TUHAN, tetapi dalam Kel. 12:29 adalah pelaksanaan dari apa yang Tuhan katakan. Kalau Tuhan berbicara, Tuhan pasti lakukan !!

Tuhan bukannya yang berbicara tetapi tidak menggenapi. Kalau Tuhan berbicara, apa yang Dia katakan itu Dia lakukan. Dia konsekwen dengan FirmanNya, Dia konsekwen dengan semua akibat daripada FirmanNya, kalau Dia berkata: Dia akan memberkati kita, Dia akan berkati !! Dan Dia tidak akan menyesal telah berkata: Aku akan memberkati ! Tetapi kalau Dia berkata Aku akan menghukum, Dia akan menghukum dan Dia tidak menyesal kepada apa yang Ia katakan!

Nah, kita membaca: Pada tengah malam TUHAN membunuh setiap anak sulung ditanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk ditakhtanya sampai kepada anak sulung orang tawanan yang ada dalam liang tutupan dan anak sulung hewan. Jadi apa yang dikatakan dalam ayat 12 dilaksanakan dalam ayat 29. Ay. 30: \”……kedengaranlah seruan yang hebat di Mesir sebab tidak ada rumah yang tidak kematian\”. Kalau Tuhan bertindak dan mulai melaksanakan apa yang Dia katakan, Dia bunuh, Dia bunuh ! Dia hukum, Dia hukum ! Tiap rumah orang Mesir yang ada anak sulung, hewan sulung semua dibunuh ! Mulai raja, orang yang paling elite sampai orang biasa, semua mengalami hal yang sama, kematian.

 Ada Ketakutan: Tangisan duka cita, jeritan kepedihan, ratapan kesusahan terjadi dalam setiap rumah orang Mesir dan dialami oleh setiap orang Mesir pada waktu Tuhan membawa kematian di Mesir. Tidak ada ampun lagi !. Membuat mereka berteriak karena kesusahan, sakit hati, begitu juga dalam dunia sekarang ini pun. Bagi orang yang tidak / belum mempunyai keyakinan untuk hidup kekal maka kalau kesulitan datang, menjerit dan tidak ada yang menghibur, meringankan. Mereka ada dalam kegelapan. 

Bil. 33:3-4. Ketakutan, kegelapan itu datang, sekalipun hari sudah siang lagi; begitulah yang dialami oleh orang Mesir pada saat penguburan massal. Rasanya kita jarang melihat orang yang menguburkan orang mati itu dengan senang hati, tentu ada duka cita, kesedihan dan ratap tangis mengiringi penguburan massal tersebut. Saudara bisa bayangkan suasana pada waktu itu karena kematian yang terjadi itu dari ibukota sampai ke desa-desa di Mesir. Itu sebabnya dalam Maz.105:38 digambarkan kegembiraan yang dialami oleh orang Mesir karena bangsa Israel keluar dari Mesir.   

Sebab mereka menganggap bangsa Isreael inilah yang menjadi masalah / biang kerok, yang telah membuat Allah membawa kematian di tanah Mesir. Karena mereka ini (Israel) mau keluar sedangkan Firaun menahan-nahan untuk keluar sehingga terjadilah tulah-tulah yang kita semua tahu ceritanya. Dan inilah tulah yang terakhir yaitu: terjadinya kematian dari antara orang Mesir. Sehingga orang Mesir berfikir lega atas keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir, tetapi dalam hati mereka timbul ketakutan terhadap bangsa Israel. Ketakutan ada !.

Saudara.., malam mereka berteriak karena duka cita. Siang pada saat ada penguburan massal, melihat bangsa Israel keluar mereka senang. Tetapi dalam hati mereka ketakutan masih tetap ada. Apalagi yang akan jadi? Apa lagi yang akan datang? Sehingga bagi mereka malam atau siang ketakutan tetap ada. Bagi orang yang tidak punya keyakinan / pegangan atas hidup kekal. Siang atau malam  sama saja. Ketakutan, ketakutan dan ketakutan yang sangat mendalam. Trauma !! Kesenangan mereka atas keluarnya bangsa Israel tidak mengubah rasa ketakutan yang ada diantara mereka. Hanya TUHAN yang sanggup mengubah duka cita menjadi sukacita. Kekuatiran menjadi pengharapan. Bagi orang yang tidak percaya kepada Tuhan, malam menimbulkan kesusahan, siangpun masih dipenuhi ketakutan.

2. Orang Yang Percaya Tuhan.  Ada ketenangan. Pada saat Tuhan mengelilingi tanah Mesir, maka setiap rumah yang di ambang pintunya tidak ada darah maka disitu akan ada kematian anak sulung, akan ada jeritan kedukaan yang sangat dalam. Tetapi dalam Kel. 11:7 dikatakan bahwa: \”…seekor anjingpun tidak akan berani menggongong\”, itu artinya bahwa diantara bangsa Israel ada ketenangan, ada damai sejahtera, tidak ada ketakutan, tidak ada jeritan duka cita meskipun tengah malam sehingga tidak ada alasan bagi anjing sekalipun untuk menggonggong. Kita kenal sifat dari seekor anjing, peka, lihat bayangan saja atau dengar suara asing, maka anjing itu akan menggonggong. Nah, saudara bisa bayangkan ketenangan diantara bangsa Israel.

Namun tidak demikian halnya bagi orang Mesir. Teriakan, seruan kedukaan dan jeritan duka cita terjadi. Kalau malam kesulitan datang, malam kesusahan datang dalam dunia ini, dunia bisa menjerit. Tapi anak Tuhan akan mempunyai / ada ketenangan dari Tuhan. Betapa senangnya kalau punya Tuhan, betapa senangnya kalau turut Tuhan, betapa senangnya ikut Tuhan, ada ketenangan, ada damai sejahtera dalam hidup ini.

Ada Kekayaan. Maz. 105: 38, Apa yang terjadi diantara orang Mesir? ketakutan ! Sedang diantara orang Israel lain lagi.  Kalau diantara orang Mesir ada ketakutan diwaktu malam bahkan pada waktu siang mereka pun mempunyai rasa takut. Bandingkan dengan ay. 37: \”DituntunNya mereka keluar membawa perak dan emas……..\” Ini bangsa yang sudah sekian banyak tahun dijajah di Mesir. Dalam kitab Keluaran pasal 2 sebelumnya kita membaca bagaimana mereka ditindas, disuruh kerja paksa, mereka harus mengerjakan pekerjaan batu bata yang menguntungkan bagi raja Firaun. Lama kelamaan Firaun melihat bahwa bangsa Israel ini makin bertambah dan merambah keseluruh pelosok, sehingga Fiaun berfikir hal ini berakibat kurang baik sebab nantinya orang Mesir akan menjadi orang asing di negerinya sendiri. Lalu dibuatlah U.U yang menyatakan bahwa produksi batu bata tanpa jerami. Saudara tahu bagaimana beratnya membuat batu bata dari tanah liat tanpa jerami didalamnya, pada waktu kena panas, maka batu bata akan mudah patah. Jadi U.U tersebut sangat berat bagi bangsa Israel. Tetapi mereka dipaksa, dipukuli, diharuskan kerja memproduksi batu bata tanpa berkurang.  

Pada saat bangsa Israel dituntun oleh Tuhan keluar dari Mesir, Firman Tuhan katakan, \”dituntunNya mereka keluar membawa perak dan emas\”. Saudara bayangkan, mereka itu dari budak, orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa, sekarang mereka keluar dengan membawa perak dan emas. Puji Tuhan !!

Hari-hari ini media massa menulis tentang banyaknya T K I di Malaysia yang diusir pulang ke Indonesia. Berapa lama mereka hidup, tinggal dan bekerja disana, senang juga !!!  Mereka bukan berada di negeri jajahan, mereka berada di negeri merdeka, mereka kerja baik-baik, hanya karena masuknya secara illegal sehingga terjadilah seperti apa yang diberitakan oleh mass media. Tapi bagi TKI itu sendiri, paling tidak mereka sudah ada simpanan, tabungan yang dikumpulkan selama mereka bekerja. Sekarang, …….disuruh pulang, ternyata uangpun tidak ada. S e d i h, sakit, bahkan ada yang mati. Tragis memang !   

Berbeda dengan bangsa Israel, mereka berada di negeri jajahan, dijadikan budak paksa, dianiaya dsb, tapi herannya pada saat mereka disuruh keluar, mereka keluar dengan membawa emas dan perak. Lain dengan TKI kita, bukan ? TKI kita keluar, t i d a k membawa apa-apa, tidak tahu mau kemana, karena sudah terlalu lama mereka meninggalkan tanah air, meninggalkan kampung halaman. Apa yang terjadi ? Mereka ditelantarkan begitu saja. Sedangkan, bangsa Israel keluar dengan membawa emas dan perak, membawa kekayaan !  Kira-kira mereka keluar dengan menangis atau mereka keluar dengan suka cita ?  Apakah mereka keluar dengan sedih? Tidak !! Saya bisa bayangkan mereka keluar dengan melompat-lompat penuh kegirangan yang tak terkatakan. Mereka bebas dan mereka membawa kekayaan yang luar biasa !!  

Ada Perak (Penebusan) & Emas (Kemuliaan). Perak dan emas, saya ingat akan khotbah Petrus yang mengatakan: \”Kamu telah ditebus bukan dengan perak dan emas, tetapi oleh darah Anak Domba Allah\”. (Kisah 3:6). Jadi dengan lain kata, perak dan emas berbicara tentang sesuatu yang bisa dipakai oleh manusia untuk kebebasan, untuk kemerdekaan, untuk lepas dari penderitaan. Dengan perak dan emas, bagaimanapun kesulitan yang ada sekarang, bagaimanapun beratnya kesulitan, kalau ada perak dan emas, kalau ada duit, kalau saja ada kekayaan, semua beres !. Sampai ada istilah UUD –> Ujung Ujungnya Duit.  

Saudara-saudara, bangsa Israel membawa kekayaan. Nah, kita sekarang tidak membawa perak dan emas yang berbicara tentang hal-hal yang mempunyai hubungan tentang penebusan kita. Perak = Penebusan, Emas = Kemuliaan Allah. Itulah yang ada pada kita. Bangsa Israel keluar dengan membawa keselamatan yang Tuhan berikan (Perak = Penebusan) Kehidupan kekal secara Rohani buat kita semua dengan Kemuliaan Allah.   

Roma 3:23: \”Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah\” – tetapi bangsa Israel keluar dengan membawa Emas (Kemuliaan Allah) & Perak ( Penebusan ). Jadi mereka adalah orang yang telah ditebus dan kemuliaan Allah ada pada mereka. Inilah gambaran saudara dan saya, kalau kita keluar dari Mesir dosa, Mesir rohani, yaitu kehidupan yang berdosa, dimana kita dijajah, dipaksa berbuat dosa oleh Iblis. Kita keluar bukan sebagai orang miskin, sehingga ada nyanyian pujian yang mengatakan biarlah kamu yang miskin berkata aku kaya, dan memang kalau saudara membaca kitab Wahyu 2, dari hal jemaat Smirna, Ay 8 \”…yang telah mati dan hidup kembali\”. Paskah ! Yesus menyatakan disini, Dia lah Anak Domba Allah yang telah mati dan hidup kembali. Ay. 9. \”Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu,  namun engkau kaya. Kita bisa susah secara jasmani, dan miskin secara ekonomi keuangan, tetapi sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kita kaya dalam Yesus Kristus, itu Tuhan katakan merupakan penghiburan buat kita.

Beginilah keadaan bangsa Israel dibandingkan dengan orang Mesir. Dalam kegelapan sudah menjerit karena duka cita, siang hari masih penuh dengan rasa ketakutan. Bangsa Israel malam ada ketenangan, anjing pun tidak menggonggong. Waktu siang mereka keluar dengan kekayaan yang luar biasa. Amin!!

Ada suka-cita, kegirangan. Maz 105:43 \”DituntunNya umatNya keluar dengan kegirangan dan orang-orang pilihanNya dengan sorak sorai\”. Saya tadi malam sampai jam 24.00 memikirkan ayat ini. Penasaran dan bertanya kira-kira, siapa yang girang dan siapa yang bersorak sorai dalam ayat tersebut. Saya keluarkan semua buku pinter, saya cari dan cari mengenai siapa yang girang ini ? Tidak ada satupun jawaban yang saya temukan dari hal siapa yang bergirang. Saya pusing ! Sampai tengah malam tidak ada ide untuk mengetahui hal ini. Sambil tutup mata saya berdoa: Tuhan, kasih dong terang supaya saya mengerti siapa sih yang bergirang ini ? Kalau Tuhan yang memimpin mereka dengan girang, masak yang dipimpin sedih.., jadi saya pikir-pikir, kalau Tuhan yang memimpin saja penuh dengan kegirangan, yang dipimpin tentunya akan lebih girang lagi !! Sudah pada malam ada ketenangan, pada waktu siang jalan dengan kekayaan. Apalagi yang kurang.. ???   

Maka baik Tuhan yang memimpin mereka, maupun mereka yang dituntun oleh Tuhan, semua mempunyai kegirangan dan sorak sorai. Tuhan yang dalam kitab Wahyu 2 berkata: \”Akulah yang telah mati dan bangkit kembali\”. Paskah, Anak Domba Allah, Yesus yang mati, dikuburkan lalu bangkit kembali, itulah Paskah. Dan Tuhan berkata Aku tahu kemiskinan mu tapi kamu sebetulnya kaya. Tuhan juga inilah yang memimpin kamu, Tuhan inilah Tuhan Paskah, Tuhan yang mati dan bangkit kembali, Tuhan inilah yang dengan senang hati memimpin kita keluar dan kita yang dipimpin keluar pasti juga mempunyai suka cita. Saudara percaya dipimpin oleh Tuhan ada suka cita ??  

Raja Daud berkata: \”Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman aku tidak takut bahaya. Disambung ay. 5, dari Maz. 23: \”Engkau menyediakan hidangan bagi ku dihadapan lawan ku\”. Kalau saudara sedang menghadapi vonis mati oleh dokter atau keadaan yang terjepit, lalu tiba-tiba ada orang datang kepada saudara memberi makanan kesukaan saudara, kira-kira ada nafsu makan nggak ?? Kita dalam ancaman yang menakutkan, dihadapan musuh dan lawan, tidak akan berani !! Tetapi orang yang mempunyai damai, ketenangan bahkan dikatakan dalam lembah kekelaman sekalipun Tuhan menyediakan hidangan dihadapan lawanku. Hati yang tenang, ada suka cita !. Seseorang akan kehilangan nafsu makan kalau lagi susah, tapi kalau lagi senang…….apa aja dimakan. Itu yang Tuhan nyatakan disini. Ada perbedaan antara orang yang percaya Tuhan dengan kita yang tidak percaya Tuhan. Betapa senangnya jadi anak Tuhan, dituntunnya umatNya keluar dengan kegirangan dan orang orang pilihan Nya dengan sorak sorai. Ini semua adalah gambaran dari kehidupan sehari-hari.

Sekarang kita melihat  dari Perjanjian Baru \”arti rohani\” nya.

Hadapi Pencobaan dengan Pujian. Sebelum Yesus disalibkan, sebelum Yesus ditangkap, Yesus makan malam, makan Paskah dengan murid-muridNya. Apa yang dilakukan Yesus menghadapi malam sebelum Ia disalibkan ? Mar. 14:26. Kiat / Cara Yesus menghadapi penangkapan, aniaya yang akan datang kepadaNya; menghadapi pencobaan yang amat sangat, penderitaan yang luar biasa, Yesus menghadapi malam itu, ada tertulis: \”Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian…\” Ada pujian dalam diriNya menghadapi malam yang gelap, menghadapi malam yang penuh dengan duka cita itu Yesus menghadapi dengan nyanyian pujian ! Halleluyah !

Tidak heran Paulus & Silas pun dalam penjara yang gelap, tangan dan kaki diikat, dipasung, hanya mulut mereka yang tidak bisa ditahan. Mereka menyanyikan pujian kepada Tuhan. Orang yang tahu hidupnya ada dalam tangan Tuhan, orang yang menyerahkan hidupnya dalam tangan Tuhan, malam boleh datang, kegelapan boleh datang, kesulitan, kesusahan boleh datang, hadapi semua dengan menyanyikan pujian kepada Tuhan, karena Tuhan tidak akan tinggalkan kita. Amin.

Begitulah juga dengan kita, kalau kesulitan datang, kesusahan datang, kesulitan didepan kita, jangan lupa berdoa, bersyukur kepada Tuhan. Tuhan makan malam perjamuan itu dengan puji pujian, sesudah mereka menyanyikan pujian. Jadi rupanya dalam menghadapi makan malam Paskah itu mereka menyanyi puji pujian.

Saudara mau menaikkan puji-pujian syukur bagi Tuhan?, didepan kita tersedia Perjamuan Kudus, mari kita hadapi dengan ucapan syukur dengan menyanyikan pujian karena Tuhan baik. DIA mengadakan perbedaan antara orang yang tidak percaya Tuhan dengan kita yang percaya kepada Tuhan. Halleluyah. Tuhan memberkati. Amin.(Pdt.Andre Hanny Mandey, Jakarta.090802).

Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives