Karena kita sudah percaya kepada Allah, maka kita perlu Roh Kudus untuk memeteraikan kita sebagai anak Allah (Efesus 1 : 13). Memiliki iman adalah dasar / titik awal proses untuk menjadi anak Allah, tetapi setelah itu kita juga perlu Roh Allah (Roh Kudus) – Roma 8 : 14. Dan Roh Kudus itu bersaksi bersama dengan roh kita bahwa kita adalah anak Allah (Roma 8 : 16).
Sebagai anak Allah, kita adalah ahli waris dan berhak untuk menerima janji-janji Allah (Roma 8 : 17). Sebagai anak-Nya kita dipelihara secara sempurna oleh Allah. Tuhan akan memberikan segala yang baik yang kita butuhkan dan pemberian Allah yang terbaik salah satunya adalah Roh Kudus. Roh Kudus akan diberikan kepada mereka yang memintanya dengan sungguh-sungguh (Lukas 11 : 13).
Setiap pemberian yang baik berasal dari Tuhan. Jangan kita keliru karena segala yang kita butuhkan bahkan pemberian karunia, anugerah keselamatan, ketenangan, kedamaian itu semua berasal dari Allah segala terang dan Allah tidak pernah berubah (Yakobus 1 : 16-17).
Sebagai anak-Nya kita dididik seperti yang tertulis dalam Ibrani 12 : 5-8, bahwa Allah memperlakukan kita sebagai anak. Oleh karena itu Allah mendidik anak-Nya, jadi jangan anggap enteng didikan Allah.
Dalam Yudas ayat 11, ada contoh-contoh yang harus kita hindari sebagai anak-anak Allah yaitu :
1. Kain, yang iri hati terhadap Habel adiknya
2. Korah, karena pemberontakan, kedurhakaannya
3. Bileam, karena kesesatannya. Karena upeti / harta, Bileam berkompromi dengan dosa
Tuhan menegur kita lewat Firman Tuhan. Oleh karena itu hendaknya kita terbuka dalam menerima teguran dari Allah, karena melalui teguran itulah kita dididik sebagai anak-Nya untuk menjadi semakin sempurna di hadapan-Nya.
Kewajiban kita sebagai anak Allah adalah hidup sebagai anak yang taar dan hidup kudus di hadapan Allah, serta hidup takut akan Dia (1 Petrus 1 : 13-17).
Amin. Tuhan Yesus memberkati. 27 Juli 2008.
