Tuesday May 22nd 2012

Kasih Tak Ternilai

Author : | This author have 39 posts

Roma 8:32 – Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

“Aku berbuat dosa. Dan saat itu juga, secepat kilat, setan terbang menghadap Allah Yang Mahatinggi, serta mengajukan banyak tuduhan di sana. Katanya, “Jiwa ini, benda dari tanh liat dan rumput ini, telah berbuat dosa. Memang benar ia telah menyebut nama-Mu, tetapi aku menuntut kematiannya, sebab Engkau telah mengatakan, ‘Jiwa yang telah berbuat dosa pasti akan binasa’. Bukankah hukuman-mu akan digenapi? Sudah musnahkah keadilan? Lemparkanlah sekarang orang berdosa yang celaka ini ke dalam hukumannya. Apakah ada hal lain yang dapat diperbuat oleh Penguasa yang adil?”
Demikianlah ia mendakwa aku siang dan malam, dan setiap saat dia berkata, Ya Allah, adalah benar!

Maka dengan segera Seorang berdiri dari sebelah kanan Allah. Di hadapan kemuliaan-Nya para malaikat menutup mata mereka. Ia berfirman, “Setiap iota dan kata dari Hukum itu harus digenapi; orang berdosa yang bersalah itu harus mati! Tetapi tunggu dulu –bagaimana seandainya semua kesalahannya telah ditanggungkan kepada-Ku, dan bahwa Aku telah membayar hukumannya? Lihatlah tangan-Ku, lambung-Ku, kaki-Ku! Suatu hari Aku telah dijadikan berdosa bagi dia, dan Aku telah mati supaya dia bisa ditampilkan tanpa cacat, di hadapan takhta-Mu!”

Maka setan pun melarikan diri. Ia telah mengetahui betul-betul bahwa ia tidak bisa menang terhadap kasih seperti itu, sebab setiap Firman yang diucapkan Tuhanku yang kucintai adalah benar!

Itulah tulisan dari Martha Snell Nicholson yang coba mengambarkan kepada kita tentang kuasa penebusan dan pengampunan yang Yesus lakukan karena cinta-Nya yang luar biasa bagi kita. Bukan hanya supaya dosa kita diampuni, tetapi juga supaya kita bisa tampil tidak bercacat cela di hadapan Bapa.

Membaca tulisan tersebut dan menuliskannya kembali dalam tulisan ini membuat saya menangis karena merasakan besarnya cinta Tuhan. Cinta yang membuat Tuhan mau memberikan diri-Nya sendiri untuk menggantikan kita. Cinta yang tidak memandang dan tidak menuntut balas dari kita.

Sekalipun begitu, mungkin perlu kita merenung lebih jauh lagi untuk dapat menjawab sebuah pertanyaan yang pernah diutarakan oleh pemazmur: “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?” (Mzm. 116:12)

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives