Tuesday May 22nd 2012

Karakter Kristen dalam Kitab Ester

Author : | This author have 132 posts

Menggunakan kebebasan dengan bijak.

Pada bulan pertama hari yang ke-13 Haman berhasil membujuk raja untuk menetapkan sebuah peraturan yang memberi kebebasan bagi rakyat dari kerajaan Ahasyweros untuk membunuh semua orang Yahudi. Kemudian ditetapkan bahwa dari eksekusi itu jatuh pada bulan ke-12 pada hari yang ke-13. Tapi berkat doa dan puasa, maka Tuhan bekerja dengan luarbiasa sehingga keadaannya berbalik. Setelah kejahatan Haman terungkap, maka raja memberi kuasa kepada Ester dan Mordekhai untuk membuat ketetapan yang dapat menyelamatkan orang Yahudi yang berada di seluruh wilayah kerajaan. Ketetapan yang dibuat oleh Ester adalah bahwa pada bulan yang ke-12 pada hari yang ke-14, orang Yahudi diperbolehkan untuk berkumpul dan melakukan perlawanan terhadap siapa saja yang melawan mereka. Mereka diperbolehkan untuk mempertahankan diri, untuk melawan, bahkan membunuh setiap penyerang beserta istri dan anak-anak mereka, dan kemudian merampas semua harta benda dari orang-orang yang dikalahkan (Ester  8:11).

Pada kenyataannya meski diberi kebebasan yang begitu luas, namun orang-orang Yahudi tidak dengan seenaknya saja memanfaatkan kebebasan tersebut. Sebaliknya, mereka hanya membunuh orang-orang yang menyerang, tetapi anak, isteri dan harta benda para penyerang tidak mereka sentuh sama sekali (terjemahan bahasa Inggris mengatakan: “…the Jews killed and destroyed five hundred men.;  500 orang laki-laki).

Tuhan membela.

Ketika bangsa Israel mengalahkan Yerikho, maka sebagaimana yang diperintahkan Tuhan mereka menumpas habis penduduk kota itu. Tapi Tuhan membela dan menyelamatkan Rahab dan orang-orang yang berlindung di rumahnya karena Rahab percaya dan takjub pada kekuasaan Allahnya orang Israel sebagaimana yang telah ia dengar. Demikian juga yang terjadi atas para petinggi dari kerajaannya Ahasyweros. Ketakutan pada Allah dan Mordekhai melanda mereka setelah mendengar apa yang telah dilakukan raja atas Ester, Mordekhai dan bangsa Yahudi. Malahan banyak dari antara mereka memutuskan menjadi Yahudi.

Demikian juga untuk mengkayakan orang Israel, Tuhan tidak pernah merampas. Ketika akan keluar dari perbudakan Mesir, Tuhan membuat hati orang-orang Mesir bermurah hati memberikan semua harta mereka kepada orang Israel. Tanpa perlu merampas Tuhan sudah membela umat-Nya. Karena itu demikian juga yang harus kita lakukan dalam hidup kita.

Tuhan pasti membela, tapi sebaliknya jangan kita menginginkan yang terlalu berlebihan seperti yang dilakukan oleh orang-orang fasik. Mereka mengajak membunuh dan merampas harta orang (Ams. 1:10-13; Kel. 23:2). Sebaliknya lakukanlah keadilan hingga mendatangkan kesukaan besar dari orang banyak. (WJ GPdI Kramat, No. 1341, Thn. XXVI, 160308).

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives