Warning: include(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include_once(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php) [function.include-once]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70
Judi? | GPdIWorld
Monday July 28th 2014

Judi?

Author : | This author have 22 posts

Judi, apakah orang Kristen diijinkan …?

Tidak. Anak-anak Tuhan tidak diijinkan untuk berpartisipasi dalam perjudian baik illegal ataupun yang legal, termasuk lottery resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Mengapa berjudi..? Karena menginginkan sesuatu diluar kemampuan finansial yang wajar. Dalam Luk.13:14c, terdapat kalimat Cukupkanlah dirimu dengan gajimu” berarti jangan menginginkan sesuatu diluar kemampuan finansial kita. Berjudi bisa juga disebabkan oleh beberapa hal seperti ingin seperti orang lain, dalam arti ingin memiliki apa yang mereka miliki (baca: Kel.20:17), atau tidak puas dengan apa yang sudah dimiliki dan ingin mendapat kepuasan dari hal yang materialistis. Persaingan diantara sesama atau menuruti jalan dunia ini yaitu keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup (1 Yoh.2:16) juga memiliki andil dalam menentukan jalan alternatif yaitu berjudi…!.

Terkadang judi merupakan tindakan dari orang yang hidup berkekurangan. Untuk dapat penghasilan ekstra dengan berbagai dalih mengenai kebutuhan pokok hidup, mereka berjudi. Dalam Ibr.13:5 tercatat: “Jangan jadi hamba uang, cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu, Tuhan tidak akan pernah membiarkan dan meninggalkan kita” Dia yang bertanggungjawab atas kehidupan kita.

Judi juga terkait erat dengan ketamakan. Dalam Luk.12:15 “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu”. Ada orang yang beranggapan bahwa kepuasan atau suksesnya hidup ditentukan oleh berapa banyak uang yang dimiliki. hal tersebut tidaklah benar. Di Luk.12:22-31 Yesus memberikan jaminan serta jalan untuk mendapatkan apa yang kita perlukan sesuai dengan kehendakNya.

Kehidupan orang percaya harus didasarkan pada iman. Hidup ini dikendalikan sepenuhnya oleh kasih Bapa surgawi. Hidup kita bukan untung-untungan atau gambling, tergantung dari blind luck, atau menunggu kesempatan. Tapi secara pasti ada ditangan Bapa di surga. Para penjudi mengharapkan sesuatu secara untung-untungan. Penghasilan besar tanpa kerja atau dengan usaha yang kurang masuk diakal. Mereka menjauhkan kepercayaan atau iman dari pada Tuhan dan berharap pada perjudian yang akan memberikan hasil lebih baik dari pada Tuhan. Mereka tidak puas dengan apa yang dimiliki dan menginginkan sesuatu seperti orang lain yang diluar kemampuan mereka. Keinginan tersebut tidak bisa dicapai dari kerja normal mereka atau mereka tidak sabar untuk menabung sehingga judi jadi pengharapannya.

Perjudian selalu bertentangan dengan hukum dasar yang terdapat pada 10 hukum torat  sehubungan dengan pencurian dan menginginkan hak milik orang lain. Tuhan ajarkan kita di Mat.22:37-40 untuk mengasihi orang lain seperti diri kita sendiri. Dengan demikian berarti kita tidak akan mencari kemenangan melalui, atau dari kerugian orang lain (something for nothing attitude). Kita tidak akan menikmati kemenangan hasil dari penderitaan keluarga orang lain. Walaupun judi resmi pemerintah, hadiah yang dikumpulkan adalah dari jutaan keluarga lain yang turut berjudi. Para penyelenggara atau bandar judi tidak akan membagi-bagikan uang mereka secara murah hati, tapi mereka tetap menghasilkan keuntungan secara pasti dan tidak pernah rugi sepeserpun. Kemenangan yang diperoleh si penjudi hanya merupakan sebagian kecil dari keuntungan total mereka yang disisihkan. Jadi ada banyak keluarga lain yang rugi atau kalah untuk kemenangan kita. Uang berpindah dari yang kalah kepada bandar judi dan sebagian kepada si pemenang.

Sebagai orang percaya, segala sesuatu yang kita miliki adalah dari Tuhan yang dipercayakan Nya pada kita. Dalam perumpamaan tentang talenta di Matius pasal 25 dijelaskan hal tentang menjalankan talenta yang dipercayakan pada beberapa orang sehingga talenta tersebut berkembang dan menghasilkan sesuatu yang membawa hormat dan kesenangan hanya bagi tuan si pemilik talenta. Uang/harta/talenta yang Tuhan percayakan pada kita tidak sepatutnya dipertaruhkan di meja judi. Perjudian hanya membawa seseorang pada kepentingan diri sendiri, menjadi sangat egois, dan biasanya tidak jujur. Menjadi serakah, pelit dan tidak dapat menguasai diri. Semua ini berlawanan dengan kehendak Tuhan bagi orang percaya.

Judi merupakan suatu bentuk pengambilan resiko keuangan yang tidak bertanggungjawab. Tererbukti dari penelitian bahwa para penjudi kebanyakan adalah orang “miskin” atau yang akhirnya jatuh miskin. Mereka adalah orang-orang yang mengharapkan hasil besar dalam sekejap. Di Amerika bahkan para penjudi sudah termasuk orang-orang yang sakit yang perlu pertolongan dan dibebaskan, dan sudah banyak organisasi profesional yang menangani hal tsb.  Bentuk pengambilan resiko yang dicatat dan diperbolehkan dalam alkitab adalah hanya kepada kehidupan kita, yaitu hidup kita untuk pekerjaan Tuhan (Kis.15:26).

Sebagai anak-anak  Tuhan kita meletakkan pengharapan kita hanya kepadaNya saja. Jaminan kita hanya dari Yesus, bukan pada apa yang kita miliki atau dari sesuatu apapun yang akan kita dapatkan dari orang lain. Kita tidak sepatutnya mengharapkan sesuatu datang dari sinterklas. Merupakan hal yang wajar bagi kita sebagai anak-anak Tuhan dalam menghadapi masalah dan tantangan hidup atau kekurangan. Tapi jika dalam kondisi seperti ini kita pilih tidak melanggar jalan Tuhan maka kita akan nyatakan kepada dunia tentang komitmen dan ketergantungan mutlak kita pada Tuhan dan firmanNya yang akan menyenangkan dan memuliakan Nya.

Firman Tuhan  membenci egoisme kita sehubungan dengan uang. Cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan (1 T im.6:10). Anak Tuhan yang sejati tidaklah akan mengambil dari orang lain tapi memberi …, karena Yesus ajarkan dalam Kisah 20:35.., adalah lebih baik memberi dari pada menerima. Kita dapat bandingkan pada kisah si bungsu yang terhilang, kita dapat pelajari bahwa egoismenya terhadap uang  warisan yang diambil dari ayahnya yang masih hidup hanya akan membawanya pada kebinasaan , kegagalan dan hidup yang kacau. Sementara itu Maria yang menuangkan minyak wangi mahal yang disimpannya untuk hari perkawinannya seharga sekitar setahun gajinya, sebagai tanda kasih bagi Yesus Tuhan (Yoh.12:1-9), mendapat pujian dari Yesus. Tuhan memuji tindakan ini karena Ia suka pada orang yang memberi dengan murah hati (2 kor 9:7).

Model pemberian kita kepada Tuhan akan terwujud dalam wajah rohani kita yang terpancar keluar dari kehidupan kita. Kalau kita memberikan persembahan yang cacat dan tidak sesuai dengan ketentuan tentang persembahan yang benar, ini berarti kita tidak sepenuhnya berkomitmen pada Tuhan. Kita setengah hati dan persembahan kita tidak berkenan. Tuhan tidak perlu harta kita, Dia mau hati kita sepenuhnya..!  Orang Kristen yang berjudi dan membawa persembahan kepada Tuhan merupakan korban yang cacat dan tidak berkenan.! Sekali lagi…Tuhan tidak mau harta kita karena Dia yang punya semuanya. Yang Dia mau adalah kondisi hati saat membawa persembahan itu. Jadi untuk apa berjudi…? You may bring all your tithe and offerings but still go to hell  ! He doesn’t count your belonging but your heart. We come to the world naked and will be leave it in the same manner

Judi dengan berbagai dalih ujung-ujungnya adalah duit juga. Uang adalah penghambat utama pertumbuhan rohani kita. Kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan akan menghimpit firman untuk bertumbuh dan berbuah (Mark.4:19). Lagi pula orang kaya sukar masuk dalam Kerajaan Sorga (Mark10:23). Masih mau jadi orang kaya…? Ada juga orang yang mau, mereka tidak mau berjudi tapi jadi orang Kristen yang kelihatannya semuanya seperti orang kaya, walau hidup sebenarnya pas-pasan juga.  Orang-orang yang tidak berpikiran sehat ini seringkali menimbulkan percekcokkan karena kehilangan kebenaran. Mereka menganggap ibadah adalah sumber keuntungan materi. (1 Tim.6:5-8). Tinggalkanlah niat berjudi dan pandang saja pada Yesus, Dia yang penuh cinta…! (NYC-012609).

Be Sociable, Share!

More from category

http://cetak.kompas.com/read/2012/07/21/02160353/babak.baru.sains.perikanan.dunia Babak Baru (Sains) Perikanan [Read More]

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Insider

Archives