ORANG BANYAK MEMBAWA-NYA KEPADA PILATUS. Di sini tuduhan berlanjut dan dilebih-lebihkan dengan luar biasa. Perkataan mereka mempengaruhi histeria massa. Hal yang sangat mereka inginkan dan harapkan dari Mesiasnya lakukan adalah untuk membebaskan mereka dari kekuasaan Romawi dan mendirikan kerajaan mereka sendiri yang dipimpin oleh Mesias. Sekarang, mereka menuduh-Nya memberontak terhadap pemerintah dan melarang membayar pajak. Yesus menjawab pertanyaan Pilatus, apakah Ia adalah Raja orang Yahudi, dengan berkata \Engkau sendiri mengatakannya\”. Ini adalah sebuah jawaban pengakuan, karena Ia adalah Mesias, baik dulu maupun sekarang, Lukas 23:2-3.
KEPUTUSAN ORANG BIJAKSANA. AKU TIDAK MENDAPATI KESALAHAN APAPUN PADA-NYA. Orang yang tidak bersalah, orang yang tanpa kelicikan. Pilatus mengumumkan bahwa Yesus tidak melanggar hukum apapun, sekali lagi pilatus mengutuk keinginan dan perbuatan mereka yang tidak benar, Lukas 23:4. Hal ini hanya membawa mereka berusaha lebih keras lagi untuk menemukan kesalahan Yesus. Sebuah kesempatan terbuka bagi Pilatus untuk membebaskan dirinya dari masalah ketika mereka menyebutkan bahwa Yesus memulai pelayanan-Nya di Galilea, Lukas 23:5-7. Pilatus lalu mengirim mereka kepada Herodes, karena itu adalah daerah kekuasaan hukumnya dan ia ada di Yerusalem pada saat itu.
HERODES SANGAT SENANG MELIHAT YESUS. BUkan untuk mendengar kata-kata kehidupan tetapi berharap untuk melihat-Nya mengadakan mujizat. Menggenapi nubuatan Yesaya, seperti domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya. Ia tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan Herodes, Yesaya 53:7. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat dengan keras dan dengan penuh nafsu melanjutkan tuduhan-tuduhan mereka. Dalam kemarahan mereka melawan Dia, tidak ada batas yang dapat membatasi mereka, Lukas 23:10. Para pasukan Herodes memperlakukan-Nya dengan menista, mengolok-olok, dan mengejek. Sikap yang mereka tunjukan dan perbuatan yang mereka lakukan itu sudah tertulis di dalam nubuatan nabi-nabi di dalam kitab Perjanjian Lama. Dicela dan dihina, Mazmur 22:7. Dicela, dipermalukan dan kehilangan kemuliaan, Mazmur 69:20. Dihinakan orang, dijijikkan bangsa-bangsa, Yesaya 49:7. Mereka mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya. Lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. Herannya, dua orang ini, Herodes dan Pilatus yang dulunya bermusuhan, berbaikan dan bersahabat kembali. Mereka telah menemukan kecocokan dalam menolak untuk menghukum seorang yang tidak bersalah hanya untuk memuaskan kemarahan dan ketidakadilan kelompok Sanhedrin. Mereka juga mungkin bergembira di dalam pertentangan keagamaan yang terjadi.
YESUS DI HADAPAN PILATUS UNTUK YANG KEDUA KALINYA.
PENYESALAN YANG SANGAT MENDALAM. Yudas telah mengikuti kejadian-kejadian yang telah terbongkar setelah ia menghianati Kristus. Ketika ia melihat yang tidak bersalah dihukum ia sangat menyesal dan mengembalikan upah yang diperoleh dari kejahatan yang telah dilakukannya kepada imam-imam kepala, Matius 27:3. Dengan tangisan dari jiwa yang hilang didalam penghakiman yang kekal, terpisah dari semua yang adil dan benar, ia mengaku kalau ia telah berdosa. Itu bukanlah tangisan untuk pengampunan, ia telah menghendakinya sejak melampaui batas itu. Itu adalah sebuah pengakuan dari perasaan bersalah dan penghianatan pada darah orang yang tidak berdosa. Ini adalah bukti selanjutnya dari kesalahan dan ketidakadilan pemimpin-pemimpin agama saat itu. Mereka berbicara dengan penuh kebencian dan menganggap rendah Yudas dan Yesus. Itu bukan urusan kami memikul tanggung jawabmu. Upah dari penghianatan tidak memberikan keuntungan padanya, karena ia membuang 30 keping uang perak itu dan pergi menggantung dirinya, Matius 27:4-5.
KEADILAN YANG BENGKOK. Para penguasa Romawi tahu akan ketidakbersalahan Tuhan Yesus. Mereka memberikan semua kesempatan yang ada kepada orang banyak untuk mengubah jalan pikiran mereka. Dari semua tuduhan yang dilemparkan kepada Yesus, Pilatus bersaksi kepada orang banyak bahwa orang ini tidak bersalah. Pilatus tidak dapat menemukan kesalahan yang berhubungan dengan tuduhan-tuduhan mereka. Demikian pula Herodes tidak dapat menemukan satupun pelanggaran terhadap hukum yang ada, apalagi hukum Tuhan. Para penuduhnyalah yang justru melanggar hukum. Tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati, Lukas 23:14-15. Walaupun banyaknya tuduhan-tuduhan yang dilemparkan oleh para pemimpin agama, Yesus tidak menanggapinya. Membuat Pilatus menjadi sangat heran pada-Nya, Matius 27:13-14.
SEORANG TAHANAN DIBEBASKAN PADA HARI PASKAH. Akankah Yesus yang tidak bersalah, Anak Allah yang difitnah. atau Barabas (anak dari seorang ayah). Seseorang telah dihukum dan sedang menjalankan hukumannya sebagai seorang perampok, Yohanes 18:40. Ia juga terdaftar sebagai pemberontak dan pembunuh, Markus 15:7. Tercatat bahwa ia adalah seorang tahanan, seorang yang sangat dikenal oleh semua orang di kota itu, Matius 27:16. Setiap kesempatan diberikan kepada mereka untuk membuat keputusan yang tepat dan membebaskan Yesus yang tidak bersalah. Pilatus sangat memahami sikap yang jahat dan perangai dari orang banyak itu. Ia tahu dengan baik bahwa para pemimpin agama yang fanatik ini sangatlah iri hati dan dengki, Matius 27:18. Sang Gubernur sangat diyakinkan oleh sikap tidak bersalah yang ditunjukkan oleh Kristus. Istrinya menerima sebuah mimpi yang sangat mengganggunya. Ia mengirim surat kepada Pilatus dan memperingatkannya untuk tidak menghakimi Tuhan Yesus. Ia juga diyakinkan oleh ketidakberdosaan-Nya dan hidup-Nya yang tak bercacat, sehingga mimpinya yang berhubungan dengan Dia sangat mengganggunya. Ia menyebut Yesus sebagai seorang yang adil dan benar, Matius 27:19. Setiap kejadian menyerukan, Ia tidak berbuat kesalahan apapun juga. Hanya pemimpin buta dari orang-orang buta yang tidak dapat mengerti betapa salahnya mereka dan betapa benarnya Ia. Betapa besarnya kemarahan dan ketidakadilan yang mereka tunjukan dalam perbuatan dan perkataan mereka.Amin.(ShirleyDeborah~gpdisingapore~101302).
“
