Tuesday May 22nd 2012

Jemaat Anak Sulung

Author : | This author have 132 posts

Sekian lamanya bangsa Israel tinggal sebagai hamba di Mesir. Secara rohani, Mesir berbicara tentang kuasa dosa yang memperhamba manusia.    Sebelum percaya kepada Tuhan Yesus, kita adalah hamba dosa, yang melakukan apa yang dikehendaki dosa. Kehidupan di luar Tuhan adalah kehidupan yang dukuasai oleh dosa. Tetapi Tuhan mau kita keluar dan terlepas dari dosa.  

Tangan tuhan yang kuat telah menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan. Dalam pelajaran lalu saya telah kemukakan, bahwa untuk mengevakuasi kira-kira 3 juta orang, terdiri dari orang dewasa, orang tua, anak-anak, segala ternak dan harta benda mereka, dalam satu malam, berjalan kaki, bukan hal yang mudah.  

Dengan kekuatan tangan Tuhan, bangsa Israel keluar dari Mesir. Itulah keselamatan. Karena telah diselamatkan, maka anak-anak sulung diserahkan menjadi milik Tuhan.  

JEMAAT ANAK SULUNG. Secara rohani, kita semua sekarang adalah jemaat anak-anak sulung Tuhan – Ibrani 12:12-23. Kita di selamatkan, lepas dari perhambaan dosa, lalu menjadi anak sulung Allah.  Sebagai anak sulung, kita mempunyai hak istimewa, yaitu hak menjadi raja dan imam, serta hak mendapat berkat dua kali ganda.  

Kita adalah milik Tuhan, sebab :

1. Tuhan yang menciptakan kita – Mazmur 100:3

2. Tuhan telah membeli/menebus kita – 1 Korintus 6:19-20. Dari budak dosa, kita telah dibeli = ditebus dengan harga yang dibayar lunas.  

KESELAMATAN. Keselamatan dari perbudakan semata-mata karena kekuatan tangan Tuhan, samasekali bukan karena kekuatan manusia.  Barangsiapa menerima dan percaya pada nama Yesus, kepadanya diberikan kuasa menjadi anak-anak Allah – Yohanes 1:12. Keselamatan adalah pemberian Allah. Saudara dan saya diselamatkan oleh kasih karunia/kemurahan/kebaikan Tuhan, bukan hasil usaha kita – Efesus 2 : 8-10.  

Setelah diselamatkan, kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar – Filipi 2:12. Keselamatan yang kita terima secara cuma-cuma dari Tuhan, harus dinyatakan dalam pekerjaan. Sebab iman tanpa perbuatan adalah mati. Jadi setelah selamat, kita harus berbuat sesuatu. Kita tidak dapat berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa.  

HUBUNGAN KASIH. KASIH menjadi dasar hubungan antara kita dengan Tuhan. Sulamit berkata kepada kekasihnya, Salomo, \kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia …\” – Kidung 2:16. Ini menggambarkan hubungan kasih antara Tuhan dengan umatNya.  

Tuhan memerintahkan Hosea untuk mencintai seorang perempuan pelacur – Hosea 3: 1-3. Sama seperti Tuhan yang telah mencintai manusia berdosa. Hosea pergi membeli perempuan itu, sebagaimana Yesus membeli kita dengan darahNya sendiri (1 Korintus 6:19-20). Hosea membeli perempuan itu dengan 15 syikal perak (Perak bicara tentang penebusan), dan 1,5 homer jelai (Jelai adalah makanan untuk orang miskin).  

Setelah dibeli dan ditebus, perempuan itu bukan lagi milik laki-laki lain.    Hidupnya harus berubah !! Kalau sudah dibeli dan ditebus menjadi milik Tuhan, maka kita bukan lagi milik Iblis, melainkan milik Tuhan.  

Hosea 3:3 bagian akhir berbunyi: \”….juga aku tidak akan bersetubuh dengan engkau\”. Terjemahan bahasa Inggris berkata: \”…thou shall not be for another man so will I also be for thee\” = \”…engkau tidak akan menjadi milik laki-laki lain, sebagaimana akupun demikian bagimu\”.  

Tuhan tidak menghendaki kita kembali pada kehidupan yang lama.    Keselamatan harus dinyatakan dalam perbuatan. Setelah mendapat cinta dari Hosea, perempuan itu harus memutuskan hubungan dengan semua laki-laki lain. Sebagai milikNya, Tuhan mau kita hanya mempunyai hubungan dengan Dia; tidak lagi berhubungan dengan dosa.  

PERINGATAN HARI KESELAMATAN. Hari keselamatan harus diperingati.  Kata \”peringati\” dalam bahasa aslinya, berarti mengingat dalam pikiran dan menyatakannya dalam perbuatan, yaitu dengan tidak makan sesuatupun yang beragi.  Ragi bicara tentang dosa.  

Hari ini kita mengingat akan keselamatan kita dengan Perjamuan Kudus.  Melalui Perjamuan Kudus, kita mengingat kemurahan, dan kuasa Tuhan yang telah menyelamatkan dan memberikan kita hak menjadi anak sulungNya.  

Roti mengingatkan kita pada Yesus yang telah menyerahkan hidupNya, menderita sengsara, dianiaya sampai mati untuk menyelamatkan saudara dan saya. Anggur adalah lambang darah Yesus yang tertumpah di bukit Golgota.  

Bayangkan apa yang terjadi bila Tuhan tidak datang untuk mencintai kita, orang berdosa.  Dia mengangkat dan memberikan hak-hak istimewa kepada kita sebagai anak sulungNya.  

Menjadi milik Tuhan, berarti Ia akan menjaga, melindungi, membela dan menolong kita dalam setiap kesulitan dan penderitaan. Dia tidak akan meninggalkan kita. Dia datang sebagai Penolong, Juruselamat yang menyelamatkan. Tuhan memberkati saudara.

Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives