1. PERBUATAN BAIK TIDAK MENYELAMATKAN SESEORANG – Keluaran 13:4-5a
Bangsa Israel keluar dari Mesir, bukan karena kehebatan bangsa itu sendiri, melainkan karena Allah yang membawa mereka keluar. Perhatikan ayat ini : \Hari ini kamu keluar, dalam bulan Abib\” ( = bulan pertama ) – Keluaran 13:4; dilanjutkan dengan: \”Apabila TUHAN telah membawa engkau ke negeri….\” Keluaran 13:5. Nah, seperti seringkali saya katakan kepada saudara bahwa kehidupan bangsa Israel di Mesir adalah gambaran dari kehidupan orang-orang yang hidup dalam dosa. Untuk keluar dari kehidupan orang berdosa dan berbalik menjadi orang yang benar, tidak bisa dilakukan sendiri.
Seseorang tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Semua manusia sudah berbuat dosa kata Alkitab. Mulai dari Adam turun temurun sampai sekarang semua manusia sudah berdosa. Tapi manusia berdosa itu tidak mempunyai daya, tidak mempunyai kekuatan untuk menyelamatkan dirinya. Jadi kalau manusia itu mau diselamatkan, maka h a r u s ada orang datang menolong untuk menyelamatkan dirinya. Seperti kalau ada orang yang tidak bisa berenang dan hampir tenggelam di laut, tentu butuh seseorang untuk menolong dan menyelamatkan. Demikian juga halnya dengan bangsa Israel ini, Tuhan yang harus menyelamatkan.
Kalau kita selamat sekarang ini, biarlah kita tahu bahwa Tuhan lah yang menyelamatkan kita. Di dunia ini sekarang banyak orang yang ingin selamat, apalagi kalau berbicara tentang bahaya, tentang adanya ancaman. Akhir-akhir ini banyak orang merasa ketakutan untuk masuk ke hotel-hotel, dan tempat-tempat umum; mereka harus di periksa. Tujuannya apa….? Semua mencari rasa aman. RASA AMAN, tidak bisa kita peroleh dengan daya dan kekuatan kita sendiri, apalagi dengan kekayaan kita sendiri.
CONTOH : Orang Muda Yang Kaya – Matius 19:16-27. Orang muda ini merasa harus berbuat sesuatu untuk mendapat kehidupan yang kekal (=selamat) – Yohanes 3:16. Kalaupun nanti harus mati, bisa nyambung lagi, artinya mempunyai ‘hidup yang kekal’ = selamat. Nyambungnya itu dalam kebahagiaan. Sebab ada orang yang mati, tapi nyambungnya dalam ‘neraka’, sengsara yang kekal = kematian yang ke dua. Kematian yang pertama adalah kematian secara jasmani/daging; sedangkan kematian yang ke-dua adalah pada saat orang di buang ke dalam neraka yang kekal.
Bagi orang yang percaya kepada Tuhan Yesus , dia bisa mengalami kematian yang pertama, entah itu mati karena sakit, karena kecelakaan atau sebutkanlah….; tetapi sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dia mempunyai hidup yang kekal. Maksudnya dia bisa mengalami mati pertama tapi rohnya pindah ke sorga dan nyambung untuk hidup sampai selama-lamanya. Itulah arti ‘hidup yang kekal’ = selamat. Bisa mati (tubuhnya ); tetapi hidup (roh nya) untuk selama-lamanya.
Orang muda ini datang kepada Yesus dan bertanya : \”Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal ?\” – dia merasa dan tahu bahwa dia b e l u m mempunyai hidup yang ‘kekal’ ! Seringkali orang tidak mau mengakui bahwa dia belum ‘selamat’, namun jauh dilubuk hatinya orang itu akan membutuhkan kepastian akan \”keselamatan hidup\”; terutama pada saat orang tersebut sedang sakit atau sudah mulai tua atau karena sebab lain. Berawal dari keadaan, orang akan berfikir darihal kemana dia akan pergi sesudah ajal kematian menjemputnya. Hati nurani akan berbicara kepada setiap orang dan mengingatkan tentang kemana harus pergi bila kematian datang. Hidup kekal atau kematian kedua dalam neraka.
Orang muda ini ingin memiliki hidup kekal, dan dia beranggapan bahwa dengan melakukan perbuatan baik dan ber-amal (\”Guru, perbuatan baik apakah….) dia bisa selamat. Apa jawab Yesus saudara ? \”Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah\”. Kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan. Tetapi kalau kita punya Firman, sekalipun kita berada dalam kegelapan (biasanya kalau gelap sudah datang, maka hal itu bisa membuat seseorang merasa takut karena ada banyak kejahatan dan bahaya dan sebagainya), maka Firman itulah yang memberikan terang bagi jalan kita. Mazmur 115:105 Puji Tuhan !!
Lagi sekali, orang muda ini datang kepada Tuhan dan bertanya: \”Perintah yang mana ?\” ; wah…..hebat benar orang muda ini, pinter lagi ! Bahkan cenderung untuk berani menantang Yesus; coba simak, awalnya orang muda ini bertanya, \”Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat.. ?\”. Jawab Yesus : \”..turutilah segala perintah Allah\”. – masih tanya lagi . \”Perintah yang mana ?\” Hebat nggak ….? dia ingin tahu secara detail, perintah yang mana… Apa jawab Yesus: Jangan membunuh, jangan berzinah, dan seterusnya . ( ayat 18-19 ), yang konotasinya adalah perbuatan baik. Bagi dia semuanya telah ia lakukan, apalagi yang masih kurang,….?. Dia nantang !! Saudara bisa bayangkan bagaimana hebatnya orang muda ini ! Datang pernyataan Yesus yang berkata:….juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku\”.
Yesus tidak pernah berhutang. Saudara percaya, apabila saudara memberi sesuatu kepada orang miskin maka akan ada balasannya, akan beroleh harta di surga ?. Saudara bisa buktikan dalam Matius 25:35-40 -> Yesus berkata kepada orang-orang yang disebut sebagai domba-domba yang selamat, yang masuk dalam Kerajaan sorga. Tuhan berkata pada waktu Aku lapar, engkau memberi Aku makan, pada waktu Aku haus, engkau memberi Aku minum, pada waktu Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian, pada waktu Aku sakit, kamu mengunjungi Aku, dan seterusnya. Orang-orang bertanya; Kapan kami melihat Tuhan lapar, kapan kami melihat Tuhan haus…? Tuhan selalu dalam keadaan baik. Tuhan berkata; Apabila kamu berbuat sesuatu bagi orang-orang yang kecil, kamu berbuat itu seperti berbuat kepada Aku ! Kesimpulannya, Tuhan selalu menghargai orang yang suka menolong orang lain; yaitu memberi kepada orang yang miskin, orang yang kelaparan, orang yang haus, orang yang tidak berpakaian dan mengunjungi orang yang sedang sakit). Itu adalah pekerjaan baik yang Tuhan sangat hargai dan upahnya adalah hidup yang kekal. (ayat 46 b).
Begitulah saudara-saudara, pada saat orang muda itu mendengar pernyataan Yesus yang diakhiri dengan ajakan sekaligus perintah untuk mengikut Yesus, maka orang muda itu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. Orang muda ini pergi meninggalkan Yesus, tidak mau mengikut Yesus, dan tidak mau menjual harta bendanya untuk mengikut Yesus; sedih hatinya; dia pikir dia akan mendapat jawaban dari Yesus bahwa dengan berbuat baik, dengan hartanya dia bisa selamat. Yang dia harapkan Yesus berkata, bahwa dengan beramal kepada orang miskin, maka dia bisa selamat. Tapi ternyata, dia pergi tinggalkan Yesus dengan hati sedih, sebab dia tidak mendapatkan yang dia cari. Dia ingin mendapat hidup kekal, tapi tidak dapat sebab dia tidak rela mengikuti perintah Tuhan untuk ikut Yesus. Jangan bersandar pada kekayaanmu !!. Orang muda itu berpikir bahwa dengan kekayaannya dia bisa menyelamatkan dirinya. Tapi saudara-saudara keselamatan itu hanya bisa kita dapatkan kalau kita mengikut Yesus.
Yesus berkata: sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Apakah di Sorga nanti tidak ada orang kaya ? Saya percaya banyak orang kaya di sorga. Tuhan cinta semua orang, baik orang miskin maupun orang kaya. Tuhan mau memberikan kekayaan, dengan maksud agar kita menyalurkannya kepada orang lain yang membutuhkan. Tapi kalau orang kaya tersebut orientasinya hanya pada kekayaannya, serta mengandalkan kekayaannya untuk bisa selamat atau barangkali dia mempunyai persepsi bahwa keselamatan bisa di beli dengan kekayaannya. Jangan harap orang kaya yang begini bisa masuk dalam Kerajaan sorga. Menjadi kaya tidak salah, tetapi cinta akan uang itulah akar segala kejahatan. Ternyata, orang muda ini pergi, dengan sedih hatinya karena dia tidak mendapat kehidupan yang kekal.
Jadi saudara-saudara, kita bisa mengambil pelajaran disini bahwa segala perbuatan amal, perbuatan baik itu memang baik; tetapi tidak menyelamatkan !! TURUT perintah Tuhan dan IKUT Yesus, itulah yang memberikan keselamatan bagi kita, sehingga kita bebas dari dosa dan kita bisa memiliki sorga.
Sebab itu saudara-saudara, ingat Keluaran 13:4-5 –> kamu keluar, selamat ! Sebab TUHAN telah membawa engkau .. jadi kalau saudara sudah selamat saat ini, bukan karena saudara baik, bukan karena saudara berbuat baik; t a p i karena saudara PERCAYA kepada Yesus, karena Tuhan yang membawa keluar atas permintaan saudara. Jadi berterimakasihlah kepada Tuhan karena kita sudah selamat. Haleluyah….??! Sekali lagi saya tekankan disini bahwa: \”Saudara selamat karena TUHAN, bukan oleh perbuatan saudara, bukan pula oleh amal baik saudara\”
2. DIAWALI DENGAN KESUCIAN, DIAKHIRI DENGAN KESUCIAN PULA – Keluaran 13: 5b \”……suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya,..\”.Dari penderitaan sekarang ke tanah Kanaan, penuh dengan kelimpahan, dari penderitaan masuk kepada kelimpahan. Nah saudara-saudara, (ayat 4) \”Hari ini kamu keluar, tetapi DIA berkata (ayat 5) nanti kalau kamu sudah sampai di negeri yang telah kujanjikan kepadamu ; jarak dari ayat 4 sampai ke ayat 5, lamanya adalah 40 tahun.
Selama 40 tahun, bangsa Israel keluar, jalan dari Mesir ke tanah Kanaan; dari kemiskinan, penderitaan kepada kelimpahan, itu membutuhkan kurun waktu yang cukup lama, 40 th. Tuhan katakan, kalau kamu sudah sampai di tanah Kanaan itu, maka engkau harus melakukan ibadah ini dalam bulan ini juga (Ibadah Paskah, maksudnya). Sama seperti pada waktu (hari) mereka keluar, mereka makan Paskah dan makan roti tidak beragi (=kesucian); artinya dengan kesucian kita diselamatkan. Kita mulai dengan kesucian.
Tuhan membawa kita keluar dari Mesir = Tuhan selamatkan kita, hidup kita mulai disucikan, lalu perjalanan yang ditempuh adalah 40 tahun, apabila sudah sampai; ternyata Tuhan berkata lagi: \”Perbuatlah lagi sama seperti yang kamu lakukan pada waktu (hari) dimana kamu pertama keluar dari negeri Mesir\”. Diawali dengan kesucian, nanti berakhir pula dengan kesucian ! Ini yang Tuhan minta dari kita. Jangan sampai dalam perjalanan ini kita tidak hidup dalam kesucian.
Mengapa bangsa Israel harus merayakan Paskah lagi ? Ulangan 8:11-16. Jangan kamu lupakan kalau kamu sudah sampai di Tanah Perjanjian, lalu kamu sudah makan kenyang, sudah membangun rumah yang baik, hidup sudah santai sebab sudah memiliki rumah sendiri dan tidak perlu kontrak lagi. Tidak tinggal di pondok-pondok lagi karena sudah memiliki rumah yang permanen. Disamping itu kambing domba sudah makin bertambah, mas perak makin banyak bahkan harta melimpah karena diberkati oleh Tuhan. Dari kemiskinan, kekurangan datang kepada kelimpahan; kalau sudah memiliki itu semua JANGAN LUPAKAN TUHAN.- Ulangan 8:18.
Itu sebabnya mengapa bangsa Israel harus merayakan Paskah lagi ? Karena mengingat TUHAN yang telah membawa keluar dari Mesir. Tuhan yang menyelamatkan kita dari kehidupan berdosa. Tuhan yang memberikan keselamatan kepada kita, Tuhan yang memberikan kehidupan yang kekal kepada kita. Itu satu hal JANGAN PERNAH KITA LUPA akan TUHAN !! IRONISNYA, yang sering membuat kita lupa adalah apabila perut kita sudah kenyang. Tidak pernah merasakan lapar, jadi kalau mau ingat Tuhan, sekali-kali harus merasakan lapar barangkali…? supaya jangan lupa Tuhan, sekali-kali Tuhan buat kita lapar. Lapar…apalagi kalau saudara puasa, maka saudara akan ingat Tuhan.
Saudara-saudara, rasa kenyang, memiliki kekayaan, punya rumah yang baik, sudah mewah hidup kita, semua itu yang membuat kita tinggi hati, lalu kita lupa Tuhan, lupa kuasa Tuhan, lupa cinta Tuhan.
Kalau saja saudara dihadapkan dengan dua pilihan: antara hidup pas-pas-an dekat dengan Tuhan atau hidup serba kecukupan, mewah, lalu lupa Tuhan, saudara pilih mana ? Hidup pas-pas-an sekarang tapi hidup kekal dalam sorga atau hidup bergelimang harta, mewah sekarang tapi kemudian masuk neraka. Saudara pilih yang mana ?? Hidup pas-pas-an seringkali membuat kita dekat dengan Tuhan. Kalau kita menghadapi situasi yang tidak tahu besok harus makan apa , hidup serba pas-pas-an, itu yang membuat kita mau tidak mau harus berdoa kepada Tuhan. Tetapi kalau hidup serba mewah, serba kecukupan, kita suka lupa akan Tuhan. Itu sebabnya Tuhan ingatkan kepada bangsa Israel yang dalam perjalanan selama 40 tahun untuk tidak lupa akan Tuhan.
PERJALANAN bangsa Israel ( 40 tahun ) = PERJALANAN anak Tuhan sekarang – Yosua 5:5-9.
Ada 2 (dua) generasi bangsa Israel :
Generasi pertama: adalah orang-orang Israel yang lahir dan tinggal di Mesir, lalu keluar dari Mesir. Dan diantara mereka yang laki-laki, semua ‘sudah disunat’. Pada saat mereka keluar dari Mesir, untuk pertama kalinya meraka merayakan Paskah.
Generasi kedua: adalah orang-orang yang lahir dalam masa pengembaraan/perjalanan selama 40 tahun di padang pasir itu. Dan diantara mereka yang laki-laki, semua ‘belum disunat’. Pada saat mereka masuk ke tanah Perjanjian, Tuhan perintahkan harus merayakan Paskah.
Selama dalam perjalanan 40 tahun tersebut, mereka semua baik generasi pertama maupun generasi kedua TIDAK pernah merayakan PASKAH lagi. Generasi pertama semuanya mati dalam masa pengembaraan mereka di padang pasir 40 tahun itu – Yosua 5:6. Jadi yang ada sekarang adalah generasi kedua; dan mereka inilah yang tiba dan masuk ke Tanah Perjanjian. Dan diakhir dari masa 40 tahun perjalanan/ masa pengembaraan, sesampainya mereka di Tanah Perjanjianlah itulah mereka ‘baru disunat’.
40 TAHUN YOBEL. MUSA adalah pemimpin sidang jemaah di padang gurun. Musa pun tidak masuk dalam tanah Kanaan, Musa mati sebelum bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan. Dan orang-orang yang keluar dari Mesirpun, semua mati sebelum masuk ke tanah Kanaan. Dan Musa memimpin bangsa Israel yang keluar dari Mesir yang juga disebut sebagai sidang Jemaah dalam masa 40 tahun. Kisah Rasul 7:38
Dalam bahasa alkitab, 40 tahun = 40 Yobel –> 1 tahun Yobel = 50 tahun; sehingga 40 tahun perjalanan bangsa Israel itu = 40 x 5 = 2000 tahun zaman sidang jemaah Tuhan. Kalau dulu ada sidang jemaah padang pasir, sekarang ada sidang jemaah gereja Tuhan. Zaman 2000 tahun, mulai dari Yesus disalibkan sampai dengan kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kali itulah juga 2000 tahun zaman gereja.
Mereka yang lahir dalam kurun waktu 40 tahun itulah yang masuk ke dalam Tanah Perjanjian. Mereka yang keluar pada awal 40 tahun sampai akhir 40 tahun, mereka mati. Saya mau katakan disini bahwa: Kalau dulu ada sidang jemaah padang pasir (orang-orang Yahudi), kita sekarang adalah orang-orang yang lahir dalam masa 40 tahun atau 2000 tahun zaman gereja.
Generasi kedua inilah generasi baru yang disunat pada waktu berakhirnya perjalanan 40 tahun dan yang dilahirkan dalam masa zaman gereja Tuhan 2000 tahun ini, itulah KITA dan semua orang yang PERCAYA kepada TUHAN, baik yang lalu , yang akan datang dalam waktu 2000 tahun ini; mereka inilah yang disunat lalu dikatakan dalam Yosua 5:9, mereka inilah yang telah Kuhapuskan cela Mesir.
Ini berarti buat kita yang belajar Firman Tuhan dan mau tahu lebih dalam Firman Allah; kita tahu bahwa kita yang hidup dalam masa 2000 tahun ini, sampai Tuhan Yesus datang, kita sudah lahir, kita adalah anak-anak Tuhan. Tetapi cela Mesir masih ada pada kita, kita belum sempurna. Masih ada sifat-sifat Mesir yang nempel pada kita. Ada kebiasaan-kebiasaan Mesir, kebiasaan-kebiasaan duniawi yang masih nempel pada kita. Sebab itu dalam seminar yang lalu, saya minta kepada pembicara untuk membahas tentang ‘Growing unto maturity’, bagaimana bertumbuh menuju kedewasaan.
MENUJU KEPADA KEDEWASAAN YANG SEMPURNAAN. Seringkali seorang anak tidak tahu apakah yang mereka lakukan itu benar atau salah. Ibrani 5, banyak orang Kristen yang belum dewasa, sehingga tidak mempunyai pengetahuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Untuk itulah kita harus terus berusaha untuk mencapai kedewasaan penuh. Kedewasaan = kesempurnaan; karena ada banyak cela Mesir, tabiat yang kotor nempel pada hidup kita. Tetapi Puji Tuhan, dalam Yosua 5:7 tadi terdapat gambaran tentang apa yang Tuhan rencanakan, dan saya percaya Rencana Allah itu pasti akan jadi. Karena Rencana Allah, adalah rencana yang sempurna. Tidak ada satu kuasa yang dapat membatalkan rencana daripada Tuhan. Kalau Tuhan mempunyai rencana, iblis tidak dapat menggagalkan, dosa tidak dapat menggagalkan; Tuhan itu berjalan dengan kuasaNya.
DIA, yang MAHAKUASA dan DIA akan melaksanakan rencanaNya, yaitu mempunyai satu bangsa, satu umat dari segala bangsa yang bukan bangsa secara duniawi (kita akan dipilih dari segala bangsa), untuk menjadi satu umat yang tidak mempunyai cela Mesir lagi. Haleluyah..Yang tidak mempunyai kekurangan, kelemahan lagi. Begitu SEMPURNA nya !!! Siapakah mereka itu ?? Mereka adalah yang lahir dalam perjalanan 40 tahun, mereka yang lahir dalam zaman gereja. Mereka itulah yang akan terlepas dari segala cela. Saudara berterima kasih bahwa saudara hidup di zaman sekarang ..? Sebab itu jangan pernah kita berkata, bahwa zaman dulu koq lebih baik, lebih aman, lebih makmur dari sekarang ? Tidak saudara ! Sebab ada nyanyian yang katakan: tiap hari menjadi lebih indah, tiap hari menjadi lebih manis dalam hidup kita.
Begitulah Saudara-saudara, sama seperti bangsa Israel selama 40 tahun perjalanan mengembara harus mengalami berbagai kesulitan dan kesukaran, begitulah juga gereja Tuhan pun harus menghadapi berbagai kesulitan, tantangan dan ancaman. Tetapi Firman Tuhan berkata, semua bekerja bersama-sama untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Melalui banyak kesulitan dan kesukaran, Tuhan mau membentuk kita menjadi gereja yang sempurna. Suatu hari kelak, saudara dan saya akan menjadi seperti Yesus. Inilah tujuan akhir kita.
Kelak Tuhan akan berkata saudara dan saya, \”Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu\”. Pada saat itu, jangan lupa bahwa Tuhanlah yang telah menyelamatkan dan membawa kita keluar dari Mesir. Dan kalau Tuhan menyelamatkan, Ia bukan hanya mengampuni dosa supaya kita masuk ke dalam sorga, tetapi Ia juga mau menjadikan kita sempurna, sama seperti Yesus. Puji Tuhan.
“
