Matius 1:18-23
Berita tentang kelahiran Yesus dan nama yang akan diberikan kepadaNya adalah penggenapan nubuatan yang disampaikan oleh nabi.
Yesus akan datang kembali, tanda kedatanganNya dan tanda kesudahan dunia adalah munculnya nabi-nabi palsu yang bernubuat untuk menyesatkan banyak orang [Mat 24:3,11].
Ul 18:21-22, Yer 23:16-17 dan Yeh 13:3&8 menasihatkan kita supaya jangan mendengarkan nabi-nabi palsu yang mengucapkan kata-kata dusta dan perkataan bohong, yang bernubuat menurut penglihatan rekaan hati mereka sendiri. Allah akan menjadi lawan atas mereka.
Sesungguhnya, nubuatan tidak pernah dihasilkan oleh kehendak manusia tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas Nama Allah [2 Ptr 1:21]. Jika apa yang diucapkan oleh nabi digenapi, maka barulah ketahuan bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh Tuhan [Yer 28:9; Luk 18:31; 24:44].
Tujuh ratus tahun sebelum Yesus dilahirkan, nabi Yesaya dalam Yes 7:14 telah menubuatkan tentang kelahiranNya. Nubuatan ini disampaikannya kepada raja Ahas, raja Yehuda yang telah berpaling dari Allah dan menyembah berhala. Pada waktu itu, raja Ahas mengalami ketakutan yang luar biasa ketika disampaikan kepadanya bahwa Aram telah berkemah di wilayah Efraim [Yes 7:2]. Sebagai tanda kebenaran ucapan Yesaya, Allah memberikan seorang anak baginya dan nama yang akan diberikan kepada anak tersebut adalah Maher-Syalal Hash-Bas, yang artinya tangkas menyambar mangsa, juga mengandung arti imanuel [Yes 8:1-4, 8, 10]. Sebelum kelahiran Yesus, Allah telah berdiam diri dan tidak berfirman selama 400 tahun [Rat 2:9].
Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf yang sedang berada dalam keragu-raguan dan rasa takut. Malaikat itu berkata: jangan takut sebab Maria akan melahirkan seorang anak laki-laki dan mereka akan menamakan Dia Imanuel, yang berarti Allah menyertai kita [Mat 1:20]. Dia berjanji untuk menyertai kita sampai kesudahan zaman [Mat 28:20]. Kasih Allah yang sempurna akan melenyapkan segala ketakutan [1 Yoh 4:18].
Kita berasal dari Allah, dan kita telah mengalahkan nabi-nabi palsu oleh Roh yang ada di dalam kita, yang lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia [1 Yoh 4:4].
Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban [2 Tim 1:7].
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Matius 28: 20b
Pdt. Paul Runkat -122406
