Oleh : Ibu Pdt. C.J. Peterson
Ayat Pokok: Yesaya 49:15-16
Di Amerika, ada hari yang diperingati sebagai “Mother’s Day” – hari istimewa dimana orang menghormati dan menjunjung tinggi Ibu mereka. Semua orang dilahirkan oleh Ibu. Hanya melalui Ibu, saudara dan saya bisa lahir ke dunia.
Ibu mempunyai peran yang sangat penting bagi seorang anak. Setelah mengandung dan melahirkan, seorang Ibu masih harus menyusui, merawat dan membesarkan anaknya. Namun demikian, tidak ada ibu yang sempurna di dunia ini. Hanya satu yang sempurna, yaitu Allah. Dan salah satu sifat Allah kita adalah sifat keibuan yang mengasihi anak-anak Nya.
Pada mulanya, Allah menjadikan manusia, laki-laki dan perempuan, sempurna menurut peta dan teladanNya – Kejadian 1:27. Artinya: Allah melengkapi manusia dengan sifat-sifat Allah yang lemah lembut dan penuh kasih.
Sifat dan keadaan Allah terlalu dahsyat untuk bisa dijelaskan dalam satu kata. Itu sebabnya banyak nama dipakai untuk menjelaskan sifat-sifat Allah. Tetapi ada satu nama Allah yang ingin saya tekankan pada pagi ini, yaitu EL SHADDAI.
EL SHADDAI berarti Allah Maha Kuasa. Baginya, tidak ada satu perkara yang mustahil. Di dalam nama ini terkandung satu sifat Allah yang istimewa. Kata ‘SHAD’ berarti payudara untuk menyusui dan memberi hidup pada seorang bayi. Susu adalah sesuatu unsur yang sangat penting bagi bayi yang baru lahir.
Untuk pertama kalinya, Allah menyatakan diri kepada Abram sebagai El Shaddai, Allah Yang Maha Kuasa – Kejadian 17:1. Saat itulah Allah mengubah nama Abram menjadi Abraham, Ia menambahkan/memberikan sebagian Nama Nya ke dalam nama Abram, dan menjadikannya bapa dari banyak bangsa.
Pada saat menerima kunjungan El Shaddai ini, Abraham belum mempunyai keturunan. Perjanjian telah lama diterimanya. Tetapi sampai usia 99 tahun, ia belum juga memperoleh keturunan. Namun El Shaddai datang dengan lembut. Dia mengerti keadaan Abraham, dan Ia berkata : “Aku berkuasa untuk menggenapi segala perjanjian yang Aku janjikan kepadamu”
El Shaddai, Allah Maha Kuasa. Allah yang menyusui, sanggup memberi kehidupan kepada Abraham, dan kita melihat perjanjian Allah digenapi, dan ia sungguh menjadi bapa banyak bangsa.
Pada masa tuanya, Ishak memberkati Yakub di dalam nama Allah Yang Maha Kuasa – Kejadian 28:3. El Shaddai mengerti setiap keadaan dan kekosongan hati yang ada.
Ketika Yakub kembali ke Betel, Allah menyatakan diri kepadannya sebagai Allah Yang Maha Kuasa – Kejadian 35:11. Sebelum Yakub melepas kepergian Benyamin, putera bungsunya, ia berdoa kiranya Allah Yang Maha Kuasa menaruh belas kasihan kepadanya – Kejadian 43:14. Dan Allah El Shaddai mendengar doa Yakub. Saya bisa pastikan, El Shaddai yang sama akan mendengar doa saudara bagi anak-anakmu. Ketika orangtua tidak lagi dapat mengendalikan anak-anak, serahkan semua kepada Tuhan. Percayalah Dia mendengar setiap doa saudara dan tidak ada yang mustahil bagiNya. Dia akan mengubah hati setiap anak yang memberontak dan membawanya kembali pada jalan yang benar. Puji Tuhan.
Ayat pokok kita berkata, bahwa Allah telah melukiskan kita di telapak tanganNya. Terjemahan lain berkata, Dia telah mengukir nama saudara dan saya di telapak tanganNya. Dan itu dilakukanNya pada saat tanganNya di paku di kayu salib.
Selama hidup di dunia ini, setiap anak sangat membutuhkan ibunya. Namun ibu jasmani tidak selamanya bisa mendampingi kita di setiap waktu. Hanya El Shaddai yang dapat melakukannya. Dia tidak berubah: kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya. Saudara dan saya sangat perlu pimpinan dan asuhan dari El Shaddai.
Yesaya 60:15 – Berkat Allah bukan hanya diperuntukkan bagi orangtua, tetapi berlaku turun temurun. Yesaya 66:13, Allah akan menghiburkan saudara dan saya bagai seorang ibu menghibur anak-anaknya.
El Shaddai ada di tengah-tengah kita saat ini. Persoalan apapun yang sedang kita hadapi, ijinkan El Shaddai untuk menolong. Allah Yang Maha Kuasa datang dengan lemah-lembut, bagai ibu yang rindu untuk memeluk dan mendekap anaknya. Dia ingin “menyusui” saudara dan saya supaya segala kelemahan kita hilang dan kita terhibur.
Dia adalah Allah yang mau dekat dengan anak-anak Nya. Ijinkan Dia bekerja sebagai El Shaddai dalam kehidupan mu. Ijinkan Dia mencabut dan menghapus segala kepahitan dan sakit hati. El Shaddai akan memelihara saudara dan saya di waktu senang maupun susah. El Shaddai memberkati saudara.(Ketapang,051103.WJ.1091/SWD).
