Sunday May 20th 2012

Hukum Kebersihan

Author : | This author have 132 posts

Matius 15:11; 15-20, Kej.27:27

Kita telah melihat bagaimana Tuhan begitu peduli dan menghendaki agar umatNya hidup sehat. Itu sebabnya Ia memberikan peraturan-peraturan yang mengatur hewan apa saja yang boleh [halal], dan tidak boleh [haram] dimakan. Namun, bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus dan telah mengenal kebenaran, segala sesuatu yang diciptakan Allah – termasuk hewan yang dulu dianggap haram – boleh dimakan, asal diterima dengan ucapan syukur, dikuduskan oleh Firman Allah dan oleh doa – 1 Timotius 4:4-5.

KECUALI – Kisah Para Rasul 15:28-29:
1. Makanan yang dipersembahkan kepada berhala;
2. Darah; dan
3. Daging binatang yang mati dicekik.

HUKUM KEBERSIHAN
Untuk menjaga kesehatan tubuh, selain mengonsumsi makanan yang baik dan bergizi, kita juga harus menjaga kebersihan. Tuhan Yesus berkata, “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” Sebab, “…segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban” – Matius 15:11,17.

Bagi umatNya yang tengah mengadakan perjalanan dari Mesir menuju tanah perjanjian, Allah memberikan peraturan tentang apa yang harus mereka lakukan untuk menjaga kebersihan – terutama berkaitan dengan buang hajat/kotoran. Allah menghendaki agar perkemahan umatNya tetap kudus. Supaya Ia yang berjalan dari tengah-tengah perkemahan untuk melepaskan mereka dan menyerahkan musuh mereka, jangan melihat sesuatu yang tidak senonoh di antara mereka, lalu berbalik dari pada mereka – Ulangan 23:12-14.

Kebersihan Rohani
Sebagaimana Tuhan memperhatikan kebersihan lahiriah, demikian pula Ia amat memperhatikan kebersihan rohaniah. Dia mau menyertai dan memberi kemenangan kepada saudara dan saya. Tetapi jika kita tidak kudus/kotor, maka Ia akan berbalik! Tubuh kita adalah Bait Allah – disanalah Tuhan yang kudus itu berdiam. Kebersihan rohani harus benar-benar dijaga agar bisa sehat secara rohani.

Dalam kesaksiannya, rasul Paulus mengaku, bahwa baginya, mengenal Yesus itu lebih dari segala-galanya. Ia rela melepaskan segala perkara lahiriah yang dimiliki dan dulu menjadi kebanggaannya, dan menganggap semua itu sampah – Filipi 3:4-8. Dalam bahasa aslinya, “sampah” disini adalah kotoran manusia!

Menyucikan Diri
Imamat 14:2-9 – Peraturan tentang orang kusta pada hari pentahirannya:
- Orang itu harus dibawa kepada imam;
- Imam memerintahkan agar korban persembahan dibawa;
- Mengambil dua ekor burung yang halal, kayu aras, kain kirmizi & hisop;
- Satu ekor burung disembelih di atas belanga tanah berisi air mengalir;
- Burung yang masih hidup harus dicelupkan ke dalam darah burung yang
telah disembelih;
- Imam memercik tujuh kali kepada orang yang sakit kusta;
- Burung yang hidup dilepaskan ke padang;
- Orang itu harus mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan
membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia
masih harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.

Orang kusta bicara tentang orang berdosa: saudara dan saya sebelum menjadi tahir = diselamatkan. Burung yang disembelih adalah lambang dari Yesus Kristus yang disalibkan, darahNya tercurah bagi saudara dan saya. Burung yang masih hidup adalah lambang dari saudara dan saya yang diselamatkan oleh darah Yesus. Kita dicelup ke dalam darah Yesus, dan dengan tanda darah itu, kita kemudian dilepaskan ke dunia untuk menjadi saksi – membawa kesaksian bahwa kita telah diselamatkan oleh darah Yesus.
Perjamuan Kudus yang kita adakan hari ini adalah untuk mengingat pengorbanan Yesus di kayu salib. Ia telah menyerahkan diriNya menjadi korban; darahNya menyucikan saudara dan saya. Dan seberapa banyak kali kita makan dari roti dan minum dari cawan itu, kita memberitakan kematian Yesus sampai Ia datang kembali. Puji Tuhan!

Sebagaimana Tuhan Yesus datang ke dunia dengan satu tujuan: menyelamatkan manusia, demikianlah saudara dan saya pun harus memiliki pikiran dan perasaan yang sama: menjadi saksi bagi dunia agar orang lain diselamatkan – Filipi 2:5.
Setelah dinyatakan sembuh, dan supaya ia benar-benar sembuh dan tahir, orang itu masih harus membersihkan tubuh dan mencuci pakaiannya. Demikian pula dengan kita. Setelah segala dosa kita diampuni dan kita diselamatkan, kita masih harus membersihkan diri dan tetap menjaga kesucian supaya jangan lagi jatuh dalam dosa! Kebersihan jasmani dan rohani harus terus menerus dijaga.

Kejadian 27:27 – Syarat Menerima Berkat Anak Sulung: Menyucikan Diri
Sebelum memberkati puteranya, Ishak yang sudah tua, dan telah kabur matanya, terlebih dulu mencium bau pakaian anaknya. “Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: “Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.” Ishak mencium bau pakaian Yakub yang bersih [karena telah dicuci], dan segar seperti bau padang yang diberkati Tuhan. Lalu iapun memberkati Yakub dengan berkat anak sulung yang dua kali ganda [yang harusnya adalah milik Esau].
Yakub adalah gambaran dari gereja akhir zaman, yaitu saudara & saya = anak-anak sulung Allah – Roma 8:23, yang berhak menerima berkat dua kali ganda. Itu sebabnya, “Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci” – 1 Yohanes 3:3. Sebagaimana Tuhan itu kudus, demikianlah kita harus senantiasa menjaga hidup dalam kekudusan.

Kita telah melihat bagaimana Tuhan begitu peduli pada kebersihan agar umatNya hidup sehat. Ia bahkan mengatur sedemikian rupa bagaimana dan kemana umatNya harus membuang kotoran mereka – Ulangan 23:12-14.

Kita juga telah melihat bahwa di masa tuanya Ishak yang siap untuk memberkati anaknya, meminta agar makanan yang dipesannya dibawa dekat padanya. Bahkan meminta agar anaknya datang mendekat dan menciumnya – Kejadian 27:25-26.

Ciuman: Tanda Kasih
Ciuman adalah tanda kasih:
• Antara Anggota Keluarga:
– Bapa-Anak/Anak-Bapa: Mazmur 2:11-12 – “… ciumlah kakiNya…
supaya Ia jangan murka…” Bahasa Inggris: “… Kiss the Son
lest He be angry…” = “Ciumlah Anak, supaya Ia jangan murka.”
– Saudara: Kejadian 33:4 – “… Esau berlari mendapatkan dia,
didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia…”
– Kakek & Cucunya: Kejadian 48:10 – “… Yusuf mendekatkan
mereka kepada ayahnya: dan mereka dicium serta didekap
oleh ayahnya.”
• Antara Sepasang Kekasih:
Kidung Agung 1:2 – “Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!
Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur.”
Bahasa Inggris: “Let him kiss me with the kisses of his mouth…”

Sebelum memberi berkat, Ishak terlebih dulu meminta Yakub untuk mendekat dan menciumnya. Tuhan juga ingin memberkati saudara dan saya. Tetapi sebelumnya, kita harus datang mendekat, bahkan melekat kepadaNya! Jangan hidup jauh dariNya. Datanglah dekat dan melekat padaNya! Ada berkat melimpah yang Tuhan mau berikan.

Bau Pakaian = Bau Tubuh
Saat Yakub datang mendekat dan menciumnya, Ishak mencium bau pakaian Yakub, lalu berkata, “Sesungguhnya, bau anakku…” Sebagaimana bau pakaiannya, demikianlah bau tubuh Yakub. Luar dan dalam berbau sama: harum, segar, bersih dan berkenan kepada bapa, yaitu bau padang yang diberkati TUHAN – tidak terkontaminasi oleh dosa dan kejahatan. Pakaian bicara tentang kebenaran.

Orang bisa menutupi kebusukan/kebobrokan dirinya dengan pakaian-pakaian indah dan mahal. Sama seperti Naaman; ia datang menemui nabi Elisa di Israel dengan pakaian kebesaran. Padahal tubuhnya penuh dengan penyakit kusta yang berbau busuk.

Bau Harum
Ishak mencium bau pakaian = bau tubuh Yakub, yaitu bau padang yang diberkati TUHAN. Bau padang: segar, bersih, tidak terkontaminasi udara kotor. Bersih, kudus adalah bau harum yang diperkenan Tuhan. Roh Kudus lah yang membuat kita berbau harum: luar dan dalam! Saat kita keluar dari Mesir rohani=ikatan dosa, Tuhan memandang kita seperti persembahan yang berbau harum – Yehezkiel 20:41-42.

Saat umat Tuhan datang, mengaku dosa, bertobat, dan mempersembahkan korban yang berkenan dan berbau harum [Bahasa Inggris: “…so will we render the calves of our lips…” = “supaya kami mempersembahkan anak lembu muda dari bibir mulut kami”, maka murka Allah surut dan Ia memberkati mereka – Hosea 14:2-8. Anak lembu adalah binatang halal yang biasa dipersembahkan sebagai korban bakaran yang berkenan kepada Tuhan.

Setelah mengaku dosa dan bertobat, kita patut mempersembahkan korban yang terbaik, termasuk korban pujian dari bibir mulut kita.

Berkat Anak Sulung
Setelah Yakub mendekatkan diri sampai melekat, sehingga Ishak bisa mencium bau harum pakaian dan tubuh anaknya, ia pun memberkati Yakub dengan berkat anak sulung = berkat dua kali ganda – Kejadian 27:28:
- Berkat dari langit: embun dari atas; dan
- Berkat dari bumi: tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.

Berkat itu seharusnya milik Esau sebagai anak sulung. Namun karena Esau sendiri tidak menghargai hak kesulungannya – Kejadian 25:32-34, berkat itu kemudian jatuh ke atas Yakub.

Gereja Tuhan di akhir zaman, saudara dan saya, adalah anak-anak sulung Allah oleh Roh Kudus. Dan saat ini kita tengah menanti-nantikan hari pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita – Roma 8:18-23. Pada waktunya kelak, yaitu sebelum Tuhan Yesus datang kembali, Ia akan membuat perbedaan nyata antara orang-orang yang beribadah [= to serve = melayani], dengan orang yang tidak beribadah [= tidak melayani] kepada Tuhan.

Kita adalah anak-anak sulung Allah, yang akan masuk dalam pernikahan dengan Kristus Yesus. Karena itu, sangat perlu kita menjadi orang-orang yang berbau harum, tidak terkontaminasi, tidak berbau busuk/dosa/kejahatan dalam kita. Pada waktunya, Tuhan akan menjadikan kita sempurna dan tak bercacat cela – Efesus 5:25-27.

Rencana Tuhan Bagi Saudara & Saya
2 Korintus 2:14-16 – Mengenal Tuhan adalah keharuman bagi kita. Semakin kita mengenal Dia, semakin harum kita. Dia menghendaki saudara dan saya memancarkan bau harum kepada dunia – bukan bau busuk! Kemana pun kita pergi, dimanapun kita ada, orang harus dapat mencium keharuman kita: luar dan dalam.
Tuhan Yesus memberkati saudara! (Ketapang, 08&160909-gpdiketapang.org).

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives