Ayat Pokok : Keluaran 20:15
Mencuri adalah mengambil barang milik orang lain secara tidak sah. Mencuri adalah perbuatan dosa! Tindakan mencuri berasal dari dalam hati manusia – Markus 7:21-22. Meski luput dari pengamatan manusia, mata Tuhan melihat segala sesuatu yang kita lakukan.
Penulis kitab Amsal memohon kepada Tuhan dua hal yang sangat diperlukan selama hidup di dunia – Amsal 30:70-9:
1. Dijauhkan dari kecurangan dan kebohongan; dan
2. Jangan diberikan kemiskinan atau kekayaan. Supaya:
> jika kenyang, ia tidak menyangkal dan melupakan Tuhan, atau
> jika miskin, ia mencuri dan mencemarkan nama Allah
Ia hanya ingin menikmati makanan yang menjadi bagiannya: apapun yang Tuhan berikan, itulah yang hendak dinikmatinya.
Contoh Pencurian dan Akibatnya
Alkitab memberikan bebrapa contoh mengenai orang-orang yang mencuri dan juga hukuman bagi mereka.
1. Kejadian 3:6 – Hawa
Hawa mula-mula melihat, timbul keinginan, dan selanjutnya mengambil/mencuri dan makan buah dari pohon milik Tuhan. Tuhan telah memberi peringatan dan melarang manusia untuk makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat – Kejadian 2:17. Secara jasmani Adam dan Hawa masih hidup, tetapi secara rohani di hadapan Allah mereka telah mati. Upah dosa ialah maut.
2. Yosua 7:21 – Akhan
Akhan melihat (ingin) lalu mencuri barang-barang jarahan yang dilarang Tuhan untuk diambil. Akibatnya, ia dan segala miliknya mati dilempari dengan batu dan dibakar – Yosua 7:25.
3. Kisah Para Rasul 5:3-5 – Ananias & Safira
Ananias dan Safira menahan sebagian dari hasil penjualan tanah mereka. Mereka telah mendustai Roh Allah. Dan akibatnya, tidak ada ampun: mereka langsung mati!
Jadi, orang bisa mencuri barang milik orang lain atau bahkan milik Tuhan. Hukuman berat menanti mereka yang mencuri: kematian!
Sebab itu, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” – 1 Yohanes 2:15-16.
Milik Tuhan!
Persembahan persepuluhan adalah MILIK TUHAN! Jadi jangan sampai kita mencuri/mengambil/lupa/tidak mengembalikan milik Tuhan, sebab akan berakibat fatal – Imamat 27:30-33.
Tidak mengembalikan persepuluhan kepada Tuhan berarti merampok (= to rob) milik Tuhan: Maleakhi 3:8 – “Will a man rob God? Yet ye have robbed me. But ye say, Wherein have we robbed thee? In tithes and offering” = Bolehkah manusia merampok Allah? Namun kamu telah merampok Aku. Tetapi kamu berkata: \Dengan cara bagaimanakah kami merampok Engkau?\” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
Hanya dalam hal persembahan persepuluhan, manusia boleh mencobai Tuhan! Jika kita setia mengembalikan persembahan persepuluhan, Tuhan berjanji akan membukakan semua tingkap di surga, dan mencurahkan berkatNya sampai berkelimpahan – Maleakhi 3:8-10.
Amsal 21:7 – “Orang fasik diseret oleh penganiayaan mereka, karena mereka menolak melakukan keadilan.” Orang yang tidak jujur menolak untuk melakukan keadilan. Terjemahan Bahasa Inggris: “The robbery of the wicked shall destroy them;…” = Pencurian/perampokan orang fasik akan membinasakan mereka…
Hidup Jujur & Bersahaja
Biarlah kita hidup jujur di hadapan Tuhan. Jangan mencuri milik Tuhan, atau sesama. Tuhan melihat dan mengetahui segala sesuatu yang kita pikirkan dan lakukan.
Hiduplah sederhana; puas dan bersukacita dengan apapun yang Tuhan berikan. Nikmatilah hidup dalam kemurahan Tuhan. Sebab itulah yang terbaik, dan Tuhan berjanji tidak akan pernah meninggalkan atau membiarkan saudara dan saya. Jaminan Tuhan bagi umatNya ialah kemurahanNya!
Roma 8:31-32 – “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” Haleluya!
Di tengah krisis keuangan yang mendera seluruh dunia saat ini, percayakah saudara, Tuhan sanggup memelihara dan menjamin hidup saudara dan saya? Krisis boleh datang, tetapi “minyak dan anggur” tidak akan dirusakkan! Haleluya! Tuhan adalah jaminan kita. Dia akan menolong dan memelihara kita dalam segala situasi. Serahkan saja segala keperluanmu; Ia akan menyediakannya bagi kita
Seandainya pada suatu ketika kita “terpaksa” mencuri, mengambil barang orang lain atau bahkan milik Tuhan, Dia masih bisa dan mau mengampuni. Masih ada kemurahanNya bagi saudara dan saya. Kematian dan kebangkitan Yesus adalah harga yang Ia telah bayar untuk menyelamatkan kita – itulah jaminan, bahwa di dalam dan bersama-sama dengan Dia, segala sesuatu yang kita perlukan akan disediakan oleh Allah. Tuhan Yesus memberkati saudara. (GPdI Ketapang – 30 November 2008)
“
