1
Ayat Pokok : Nehemia 9:10-11
Tuhan kita adalah Tuhan yang mendengarkan setiap teriakan bahkan seruan jiwa yang dinaikkan oleh umatNya. Dalam doa yang dinaikkan kepada Tuhan oleh bangsa Israel yang kembali dari pembuangan di Babel, mereka mengingat kembali peristiwa ratusan tahun yang lalu saat Allah mendengarkan seruan nenek moyang mereka ketika masih berada di Mesir dan ketika berada di tepi laut Teberau (Nehemia 9:9). Mereka mengingat juga bagaimana Allah telah memperlihatkan tanda-tanda mujizat di depan Firaun dan seluruh orang Mesir. Di depan mereka Allah membelah laut Teberau dan menjadikan tanah kering di dasar laut untuk dilewati oleh bangsa Israel.
Terjadinya mujizat memerlukan kerjasama kedua belah pihak yaitu antara Allah dan UmatNya. Di tepi laut Teberau orang-orang Israel berteriak ketakutan. Bagaimana tidak, dihadapan mereka ada laut, di belakang mereka Firaun dan tentaranya sedang mengejar dan sudah semakin dekat. Di kiri dan kanan mereka terhampar padang gurun yang luas. Apa yang mereka lihat membuat mereka berpikir bahwa akan segera binasa.
Menghadapi saat yang kritis dan menakutkan orang Israel, Allah berfirman kepada Musa agar orang Israel (Keluaran 14:13-14):
1. \JANGAN TAKUT\” Sebab pada hari itu juga Tuhan akan memberikan keselamatanNya. Rupanya orang Israel takut mati. Rasa takut mati dialami oleh orang yang tidak punya keyakinan dan kepastian akan keselamatan. Hanya Firman Tuhan yang dapat memberi keyakinan dan kepastian akan keselamatan manusia. Sesungguhnya manusia memang tidak dapat menolong dirinya sendiri. Bahkan untuk mengubah warna rambutnya (secara alamiah) manusia tidak punya kuasa untuk melakukannya (Matius 5:36).
2. \”BERDIRILAH TETAP\” = STAND STILL. Ada waktu untuk bekerja dan ada waktu untuk berdiam diri. Kita harus mengerjakan keselamatan yang telah kita terima dari Tuhan. Tapi dalam keadaan tertentu dimana tantangan mengelilingi kita, ambillah sikap ini: tetap diam dan jangan lakukan apapun, sebab ini adalah saat dimana Allah sendiri yang akan berperang ganti kita. Kesempitan bagi kita adalah kesempatan bagi Allah untuk menyatakan kuasa pertolonganNya.
3. \”LIHATLAH KESELAMATAN DARI TUHAN\”. Mata jasmani manusia sangat terbatas. Karena itu Allah menghendaki bangsa Israel dan kita semua untuk menggunakan/melihat dengan mata iman supaya kita dapat melihat Keselamatan dari Allah. Sebab hidup orang percaya berjalan dengan pandangan iman dan bukan pandangan jasmani (2 Korintus 5:7) – live by faith not by sight. Surat Ibrani mengatakan bahwa karena iman orang Israel melintasi Laut Merah seperti melintasi tanah kering (Ibrani 11:29). Dari mana datangnya iman mereka ? Iman dari mendengarkan Firman Allah (Roma 10:17). Rupanya setelah mendengar Firman Tuhan yang disampaikan oleh Musa iman mereka bangkit. Iman itulah yang mengalahkan rasa takut bahkan mengalahkan dunia (1 Yohanes 5:4-5).
Sementara itu Firaun dan tentaranya yang hendak mencoba berjalan di tanah kering tadi gagal dan kemudian binasa karena imannya adalah iman yang coba-coba saja.
Kelak Allah akan mengadakan pembedaan dan pemisahan antara mereka yang memiliki iman yang sungguh-sungguh dan yang setengah-setengah saja. Allah kita adalah Allah yang adil. Ia tidak segan mematahkan orang Israel, yang adalah cabang yang asli dari pokok yang benar. Karena mereka memberontak terhadap Dia dan kemudian mencangkokkan cabang-cabang liar dari orang-orang non-Yahudi kepada pokok itu. Jika Ia tidak menyayangkan batang yang asli, apalagi batang yang liar. Karena itu perhatikanlah kemurahan Allah sekaligus kekerasanNya (Roma 11:32).Tuhan memberkati. saudara.(WJ.1155/SWD)
“
