Ayat Pokok: Keluaran 12:34-36.
Kita kembali pada kitab Keluaran, dan pagi ini kita mau belajar dari hal : bangsa Israel yang keluar secepatnya dari Mesir sambil makan Roti yang tak beragi. Mengapa ?
ADA 2 (dua) hal yang bisa kita pelajari dari “ROTI YANG TAK BERAGI”:
1. BERKAT ROHANI. (Kel. 12:34). Pada saat bangsa Israel keluar dari Mesir (itulah hari Paskah), sesudah menyembelih anak domba yang sudah disimpan empat hari, lalu darahnya digosok pada dua tiang dan ambang pintu sehingga malaikat kematian tidak masuk dalam rumah mereka. Mereka makan dari daging anak domba yang di sembelih itu dengan sayur yang pahit dan mereka juga harus makan roti yang tidak beragi. Pada waktu mereka makan roti yang tidak beragi itu, lalu mereka harus keluar, dan waktu mereka keluar, mereka harus mengangkat adonan roti yang tidak beragi itu dan memikulnya diatas bahu mereka. Itupun dibungkus ditaruh ditempatnya dan dibawa keluar. Apa artinya semua ini ?
Pertama : Jangan Tunda Keselamatan.
Roti tidak beragi, adonannya ini belum diragi dan memang tidak diragi. Saudara tahu, kalau adonan dikasih ragi, maka adonan tersebut akan mengembang; lalu menjadi roti. Inilah yang mereka harus makan, roti tidak beragi. Mengapa harus roti tidak beragi? Karena mereka harus cepat-cepat keluar; sedangkan kalau adonan diberi ragi, ini memakan waktu untuk menunggu sampai adonan itu mengembang. Dan kalau mereka mau keluar, keluar dari Mesir, keluar dari penjajahan di Mesir; kalau mereka mau keluar dari genggaman dosa, maka mereka harus makan anak domba (bayangan dari Yesus yang disalibkan); juga roti yang tidak beragi (tidak ada waktu lagi, harus bertindak cepat). Keselamatan jangan kita tunda-tunda, soal keselamatan kita harus cepat mengambil keputusan. Lalu mulai berjalan, jangan mau tinggal lama terus di Mesir rohani, jangan mau tinggal lama terus dalam genggaman Mesir rohani, cepat keluar, hari ini adalah hari keselamatan. Hari ini…, jangan tunda !!
Kedua : Jangan ada Dosa. (ragi=dosa).
Roti tak beragi, adonannya ini tidak mengandung ragi, artinya roti yang suci, tidak ada kenajisan. Berbicara tentang kehidupan kita yang suci. Mereka makan pada malam hari, mereka keluar dan akan mengadakan perjalanan. Selama dalam perjalanan itu, mereka harus tetap mempunyai adonan roti yang tidak beragi. Jadi ini berbicara tentang kehidupan yang suci, Kita mulai dengan kesucian dan terus tetap dalam kesucian. Jangan sekarang hidup dalam kesucian lalu besok lain lagi. Tuhan ampuni kalau toh kita berdosa, kita minta ampun kepada Tuhan dan saat itu juga Tuhan ampuni. Bagaimana hebat dan besarnya dosa kita, merah kirmizi (Nabi Yesaya katakan) Tuhan sanggup ampuni dan sucikan dosa kita menjadi putih bagaikan salju. Tuhan adil & Maha murah ! Kita perlu menjaga hidup kita untuk tetap dalam kesucian.
1 Pet. 1:14-16 : Alkitab berkata bahwa orang yang hidup dalam dosa adalah orang yang hidup dalam kebodohan (Terj. lama: hidup dalam jahiliah, zaman sebelum kita bertobat). Kita berbuat dosa, kita tidak tahu, karena kebodohan kita sehingga kita tidak mengerti bahwa ini dosa, kita tidak mengerti bahwa ini salah, Itulah kehidupan di zaman jahiliah. Tetapi, sesudah kita percaya kepada Tuhan, Tuhan menjadikan kita orang yang bijaksana. Dalam kitab Amsal, dikatakan bahwa “hikmat” adalah permulaan dari segala sesuatu. Tuhan berikan hikmat kepada kita dan kita mulai mengerti rencana Allah, kita mulai mengerti apa artinya selamat, apa artinya hidup dalam dosa lalu diselamatkan oleh Tuhan. Itu pengertian Tuhan berikan pada kita, sehingga dibanding dengan kehidupan sebelumnya, kita sekarang ini adalah orang-orang yang mempunyai hikmat. Orang yang diselamatkan oleh salib Kristus, diselamatkan oleh kematian Yesus, percaya kepada Yesus yang mati dan bangkit kembali, kita mempunyai hikmat Allah.
KEUNTUNGAN MEMILIKI HIKMAT. 1 Kor. 1:22: “Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang orang Yunani mencari hikmat”, ini zaman dahulu. Orang Yahudi selalu minta tanda. Tuhan kalau Engkau berikan tanda, adakan mujizat, kami mau percaya, kalau Tuhan tidak adakan mujizat, kami tidak mau percaya. Orang Yunani memakai otak, mereka adalah ahli-ahli filsafat yang terkenal di dunia. Saudara-saudara, dengan kepintaran, mereka selalu mencari hikmat.
1 Kor 1:23 : “Kami, (Paulus, rasul Allah) memberitakan Kristus yang disalibkan; yang untuk orang Yahudi merupakan suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi, (orang-orang Yunani yang pinter-pinter) merupakan suatu kebodohan.
1 Kor. 1:24 : “Tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah”. Orang dunia menganggap kita ini orang-orang bodoh, sebab percaya kepada Yesus yang mati dan disalibkan. Tetapi Firman Allah berkata : Kristus itu adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Kita mempunyai Kristus, kita mempunyai hikmat; dan kehidupan diluar Kristus adalah kehidupan yang bodoh. Orang yang bodoh! Suatu kehidupan yang amat sangat bodoh! Dia tidak tahu bahwa dia telah berbuat dosa, bahwa dia sudah tenggelam dalam dosa, dia tidak rasa. Kalau saudara berbicara dengan orang yang belum percaya kepada Tuhan, dan saudara katakan bahwa kamu orang berdosa. Pasti dia akan terkejut disebut orang berdosa; dan dia akan mengelak dengan berkata bahwa dia selalu berbuat baik selama ini. Dia tidak tahu bahwa dalam darahnya sudah mengalir dosa.
Saudara-saudara, Alkitab berkata : semua manusia yang dilahirkan dalam dunia ini adalah orang-orang berdosa. Nah, kalau percaya kepada Tuhan, kita mempunyai hikmat dari Allah, dan Yesus yang disalibkan adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Sebab yang bodoh dari Allah, lebih besar hikmatnya daripada manusia. Dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari manusia. Yang dianggap bodohnya Allah adalah hikmat. Orang menganggap, percaya kepada Tuhan itu kebodohan, orang yang percaya Yesus mati disalib, itu kebodohan. Tapi justru sebaliknya, itulah hikmat.
Saudara, kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan tahu, bahwa Tuhan berikan kepada kita hikmat, Tuhan berikan kepada kita pengetahuan sehingga hati nurani kita berbicara, tahu apa dosa dan apa yang bukan dosa. Itulah yang Tuhan kehendaki! Sehingga sekarang, kita sebagai orang yang telah keluar dari lumpur dosa dan sekarang kita hidup dalam kekudusan. Dan kekudusan harus berjalan terus, demikian juga dengan adonan roti yang tak beragi harus dibawa terus dalam perjalanan mereka untuk persediaan makan di perjalanan selama tiga hari tiga malam (tahap pertama) dan diteruskan dalam tahap ke dua yaitu 40 tahun. Tiga hari tiga malam adalah bayangan dari Kematian dan Kebangkitan Yesus; karena itu maka roti yang tidak beragi ini, Kekudusan, harus ada pada kita dalam perjalanan hidup ini. Berusahalah setiap hari untuk hidup kudus.
Tuhan mau sebagaimana Tuhan itu Kudus dan Suci adanya, kitapun mempunyai hidup yang Kudus dan Suci. Mulai dengan kekudusan, terlepas daripada dosa, perjalanan ini selanjutnya harus tetap berusaha seperti Tuhan kita, tetap kudus. Kita tidak akan melihat Allah tanpa kekudusan, karena Allah itu kudus adanya. Jadi, kekudusan harus kita pertahankan; selama perjalanan hidup kita ini, jaga kekudusan kita dalam segala sesuatu. Dalam perkataan, perbuatan, tingkah laku dan pekerjaan, jaga dan usahakan. Dengan pertolongan Tuhan, kita bisa menjadi kudus. Lebih kudus, setiap hari lebih kudus sampai menjadi kudus seperti Allah Tuhan yang kudus adanya. Halleluya.
2. BERKAT JASMANI. (Kel. 12:35). Sebelum mereka berangkat keluar dari Mesir, waktu orang-orang di Mesir semua sedang ketakutan bisa mati; apa yang dibuat oleh orang Israel ? Mereka mengetuk pintu semua rumah bangsa Mesir dan minta mereka mengeluarkan semua perhiasan, barang-barang berharga dan pakaian yang indah-indah untuk diberikan kepada orang-orang Israel. Dengan lain kata, bangsa Israel ini mengambil kesempatan ditengah-tengah situasi panik yang dialami bangsa Mesir. Panik karena apa ? Karena mereka takut mati !! Dan apa yang dilakukan oleh orang-orang Mesir tersebut ..?
Kel 12:36 katakan : “Dan TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu (Israel), sehingga memenuhi permintaan mereka”. Satu gambaran yang saudara pikir koq begini.?!, Bangsa Israel ‘kan miskin, mereka disuruh kerja paksa, tanpa gaji; sehingga mereka tidak memiliki apa-apa, miskin !! Demikian juga kehidupan orang yang dijajah oleh dosa, dia tidak memiliki apa-apa, miskin rohani. Tapi kalau mereka mau keluar dari Mesir, tiba-tiba menjadi kaya (meteri). Jadi kaya nya bagaimana? Mereka dapatkan semua kekayaan tersebut dari bangsa Mesir dengan mengetuk tiap pintu rumah untuk menyerahkan emas, perak dan kain sutera; pokoknya semua yang berharga, untuk diserahkan kepada bangsa Israel, dan permintaan tersebut diluluskan oleh semua orang Mesir.
Hal ini sudah jauh-jauh hari Allah beritahukan kepada Musa dalam Kel. 3:20-22; yang saat itu Musa baru mulai dipersiapkan oleh TUHAN untuk jadi pemimpin bangsa Israel; sedang dalam KEL. 12 , Musa telah menjadi pemimpin bangsa Israel. Dan hal ini TUHAN sudah beritahukan kepada Musa. yaitu kalau kamu keluar dari Mesir, kamu tidak akan pergi begitu saja, kamu tidak akan keluar dengan tangan hampa/kosong. Ada sesuatu yang bisa dibawa, halleluya..! Apakah saudara juga percaya, kalau kita tinggalkan dosa, kita pun keluar dari kehidupan dosa, maka TUHAN tidak akan biarkan kita keluar dengan tangan kosong. Ada sesuatu yang bisa kita bawa. Saudara-saudara, ada sesuatu kekayaan yang Tuhan berikan kepada kita untuk kita bawa keluar dari kehidupan orang berdosa.
Tuhan sediakan kekayaan! Kekayaan dari mana? Dari orang-orang Mesir. Ini yang Tuhan sediakan !. Pokoknya kamu akan keluar tidak dengan tangan hampa. Sehingga ada lagu yang mengatakan: yang miskin berkata, aku kaya; yang lemah berkata aku kuat. Ada ayatnya memang. Bukan berarti bahwa kila dulunya miskin, sekarang aku jadi kristen maka tiba-tiba aku bisa jadi OKB (Orang Kaya Baru), bukan begitu saudara. Yang kita baca dalam kitab Keluaran ini, dulu terjadi secara jasmaniah, tapi datang ke Perjanjian Baru, kita bicara dalam hal rohaniah. Ada kekayaan rohani yang Tuhan mau berikan kepada kita sekalian.
Kel. 3: 22 : “…barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu laki laki dan perempuan; Untuk keluar…, berbuat apa ? Bangsa Israel di keluarkan dari Mesir untuk berbuat apa ? Untuk beribadah kepada Tuhan. Dan kalau untuk beribadah, pergilah, bawalah kekayaan !!. Nomor satu, dalam ayat 22 disebutkan –> kenakan kepada anak-anakmu laki-laki dan perempuan; pakaian itu, emas, perak…….pakai !! Ini yang mau kita lihat dalam konteks tersebut diatas bahwa perhiasan-perhiasan, emas perak dan pakaian yang indah-indah; Tuhan mau berikan. Jangan keluar sebagai orang yang miskin, tapi jadilah orang yang kaya, buat kita sekarang secara rohani. Tetapi secara jasmani, sayapun percaya bahwa Tuhan tidak mau kita terus miskin, Saya percaya Tuhan berikan kepada kita kecukupan, bahkan Tuhan pernah berkata, supaya kamu hidup bahkan hidup yang berkelimpahan – Yoh. 10:10.
3 Yoh. 2 : “….aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja”. Sehat disini adalah dalam bahasa Inggrisnya ” to prosper” artinya hidup yang berkelimpahan. Inilah yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita yang percaya kepadaNya. Sebagaimana jiwa mu itu hidup senang, berkelimpahan secara rohani, begitu juga hendaknya tubuhmu (Jasmaniah). Saya percaya Tuhan mau memberkati kita. Namun…, Tuhan juga melihat kemampuan dari “kaki” rohani kita, apakah kuat dan mampu untuk hidup berkelimpahan? Jangan sampai baru sedikit diberkati oleh Tuhan, lalu lupa Tuhan. Nanti kalau sudah susah-susah baru kembali lagi kepada Tuhan. Bukan itu yang Tuhan kehendaki !
KEKAYAAN YANG TUHAN BERIKAN a.l :
Efesus 3:20: “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita”. Apa yang kita pikirkan, dan doakan, Allah sanggup lakukan jauh dari semua itu. Kembali kepada bangsa Israel, yang keluar untuk beribadah kepada Tuhan disekeliling Tabernakel. Dan Tuhan berkati, kita harus menghormati tempat kudus Allah. Nah, kalau mereka sekarang keluar untuk beribadah, rupanya Tuhan mau supaya kalau mereka keluar pergi beribadah jangan keluar seperti orang miskin. Jangan keluar dengan mengenakan pakaian layaknya seorang budak yang kerja paksa. Saya gambarkan betapa miskinnya bangsa Israel ini. Sekarang, mereka keluar dengan tujuan untuk beribadah. Maka, Tuhan sediakan juga pakaian yang indah bagi mereka.
Hormatilah tempat kudusKu, sehingga siapapun yang akan beribadah, hendaknya berpakaian yang rapi sebagai rasa hormat terhadap tempat kudus itu / tempat untuk beribadah (Sekarang disebut Gereja). Ini adalah sesuatu yang Tuhan sudah beritahukan. Janganlah kelihatan seperti seorang yang asal-asalan, tidak ada rasa penghormatan. Tuhan sekarang tidak melihat secara luar, tapi Tuhan sekarang melihat dari dalam; jangan sampai ada saudara yang berasumsi bahwa kalau tidak berpakaian bagus tidak boleh ke gereja. Bukan…..bukan itu yang dimaksud ! Apa yang ada di dalam kita itu akan nyata diluar, kebersihan yang ada didalam kita itu pun akan nyata juga di luar. Sehingga cara kita berjalan, cara kita berpakaian itu menunjukkan sesuatu yang ada di dalam kita.
Kalau kita berbicara darihal perhiasan (emas, perak dll) yang merupakan kekayaan yang Tuhan berikan, maka perhiasan-perhiasan ini bisa menjadi identitas seseorang. Sehingga saya dengar ada orang yang kalau bisa gigi nya itu semua dilapisi emas; sehingga kalau ketawa kelihatan gigi emasnya itu. Dan hal itu menjadikan suatu kebanggaan bagi sipemilik. Aneh memang ! Ada juga yang giginya harus dipasang kawat (karena giginya mungkin agak kedepan, sehingga kurang bagus dilihat), Nah, kawatnya itu sekarang bisa dibuat warna-warni sehingga menjadi suatu perhiasan / mode bagi sipemakai kawat tersebut. Segala-galanya bisa jadi perhiasan. Pakai perhiasan, pakai pakaian yang bagus untuk beribadah, tidak ada salahnya.
MANFAAT DARI PERHIASAN (Secara Alkitabiah) :
*BAIT ALLAH (Tubuh kita adalah Bait Allah). 2 Taw. 3:6 : Kalau raja Salomo membangun bait Allah (Sekarang: Gedung Gereja), maka dia tidak membangun dengan tanggung-tanggung, keindahannya luarbiasa. Sebab ruang itu dilapisi dengan batu permata yang indah-indah sebagai perhiasan. Bait Allah, nah…..saudara tahu Bait Allah zaman Perjanjian Lama yang dibuat dari batu yang ada emasnya, ada perhiasannya ; dalam 1 Kor. 6:19 dikatakan : Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus. Kita ini sekarang juga Bait Allah, Kalau di zaman dahulu Bait Allah diberikan perhiasan-perhiasan supaya lebih bagus dan cantik ; begitulah juga tubuh kita ini perlu perhiasan-perhiasan. Bait Allah diberikan sesuatu yang bagus. Waktu membangun gedung gereja ini juga diletakkan apa yang kita anggap bagus. Begitulah juga perhiasan ini dipakai untuk Bait Allah.
* WANITA (Gereja Tuhan). Yeh. 16:11-13: Kalau Tuhan berbicara seorang wanita untuk layak menjadi ratu, menjadi istrinya Raja. Maka ia dihiasi. Dia tidak datang dan berpakaian seperti orang miskin, tetapi Tuhan berikan perhiasan dan kekayan yang luar biasa. Emas perak dan pakaian yang indah, sama seperti yang terjadi terhadap bangsa Israel : emas perak dan pakaian. Saudara-saudara, Tuhan berkata kepada nabi Yehezkiel, dan orang yang begini ini menjadi ratu, seorang istri daripada raja. Sampai disini saudara tentu bisa menerka kemana arah pelajaran ini, bukan ?? Siapakah itu yang menjadi ratu dari Raja segala raja, kalau bukan Gereja Tuhan, orang-orang percaya. Untuk itu memerlukan perhiasan, emas perak dan kain yang indah. Itulah yang Tuhan sediakan buat kita.
Kidung 1 : 10-11: Kitab ini berisikan tentang CINTA antara seorang pemuda (Salomo) dan seorang pemudi (Sulamit). Ini adalah bayangan dari Raja damai kita Yesus, (Salomo = raja damai) dan ada pemudi desa yang diangkat menjadi ratu. Salomo berkata kepada Sulamit, ini adalah Tuhan yang berbicara terhadap pacarnya sekarang ini yaitu orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Lagi, emas dan perak diberikan kepada calon istri daripada Salomo. Demikian juga kita sebagai calon istri Tuhan Yesus Kristus, Tuhan mau supaya ada pada kita perhiasan-perhiasan. Kekayaan yang membuat kita menjadi cantik !!
Ibu-ibu kalau sudah kepesta resepsi saja, keluar deh saudara-saudara itu kerlap kerlipnya; apalagi kalau kena sinar lampu sambil goyang-goyang, menjadi lebih cantik, kata Firman Allah. Gerejapun, orang-orang percayapun kalau mendapat perhiasan-perhiasan yang Tuhan berikan, akan menjadi cantik dimata Tuhan, halleluyah…. Kita bukan lagi budak-budak yang miskin, yang bekerja ditempat yang kotor, tapi Tuhan sudah sucikan kita sehingga kita keluar dan membawa sesuatu, yaitu perhiasan-perhiasan kekayaan yang Tuhan berikan kepada kita sekalian. Saudara-saudara begitu kita membaca bahwa wanitapun menjadi cantik dengan adanya perhiasan-perhiasan ini.
PAKAIAN (Kelakuan).
Ada ungkapan bahasa Belanda yang artinya kira kira seperti ini: Seorang pemuda di jalan pakai celana pendek, baju robek-robek sebutkanlah demikian. Mandinya seminggu sekali, baunya… Tapi kalau pemuda tersebut mandi, mandi dan mandi lagi, lalu kepadanya diberikan pakaian yang bagus, jas yang branded atau keluaran dari boutiqe yang bergengsi dan pakai parfum buatan Paris. Maka penampilan dari pemuda tersebut akan lain. Orang nya sama masih, tapi dengan adanya pakaian, maka bisa jadi berubah penampilannya. Ibu-ibupun begitu, dengan pakaian yang mahal, maka penampilan ibu-ibu bisa berubah. Pakaian bisa merubah penampilan seseorang !!
Yak 2 : 2 - 4 : Merupakan peringatan bagi pendeta-pendeta. Dalam suatu kebaktian ada 2 orang yang masuk. Seorang dengan pakaian yang parlente; dan seorang yang miskin dengan pakaian buruk. Yang pakaiannya baik, diberi tempat yang terhormat, didepan, sementara yang miskin cukup berdiri atau duduk dilantai situ dekat tumpuhan kakiku. Perlakuan yang cukup ironis didalam gereja. Sudah merupakan pemandangan umum dimana-mana, bahwa yang kelihatan keren, berpenampilan baik akan mendapat perlakuan extra. Tetapi, kalau orangnya (kaya) ganti pakaian yang buruk dan orang miskin yang berpakaian buruk tadi berganti pakaian yang baik, dari boutiqe misalnya. Maka akan berubah situasinya. Karena apa ?? PAKAIAN yang membuat kondisi berubah.
Pakaian lalu mengangkat seseorang menjadi orang yang sangat dihormati. Sangat dihormati, sangat disegani dan diberikan tempat yang istimewa. Jadi lihat, betapa pentingnya perhiasan itu bagi seseorang. Pakaian yang baik, perhiasan yang baik, itu semua sesuatu yang mengangkat harkat daripada orang itu sendiri. Kalau tadi ia dijalan ia tidak ada artinya, tapi kalau ia kemudian ganti pakaian dan berpenampilan yang hebat sekali. Langsung ia dihormati. Saudara-saudara, begitulah kita. Kita tadinya orang-orang yang miskin rohani, tidak mempunyai apa-apa. Tapi kalau Tuhan selamatkan kita, kita keluar dari penjajahan dosa. Bukan dengan tangan kosong, tapi ada sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita : ”Kekayaan rohani”, halleluya………Itulah yang kita pegang. Kita dihiasi dengan kekayan rohani yang daripada Tuhan.
WASPADA DENGAN KEKAYAAN, karena :
1. Membuat seseorang jadi sombong. Yes 3 : 16 : “…Oleh karena wanita Sion telah menjadi sombong dan telah berjalan dengan jenjang leher (lehernya yang pendek jadi tinggi saudara=saudara, jadi panjang lehernya, sudah jadi sombong) dan dengan main mata, berjalan dengan di buat-buat langkahnya (di goyang-goyang pinggulnya, tapi kalau dia jalan dengan pakaian yang buruk, malu dia jalan, sembunyi-sembunyi; tapi begitu baju bagus, jalannya lenggang lenggok, sambil pinggulnya di goyang-goyang. Menarik perhatian ….!! , main mata lagi kata Firman Allah) berjalan dengan dibuat-buat langkahnya dan gemerencing dengan giring-giring kakinya. Kalau bisa pakai bel dikakinya (seperti balita, biar orang tua tahu keberadaan balita nya). Menarik perhatian, saudara-saudara, kekayaan bisa membuat seseorang menjadi sombong. Waspadalah ! Sombong karena sudah menjadi Tua-tua sidang, sudah menjadi Majelis Jemaat, sudah menjadi Pendeta, bahkan sudah menjadi Majelis Pusat. Sombong, itulah yang dilakukan . Kekayaan bisa menjadikan seseorang sombong. Kekayaan rohani pun kalau kita tidak hati-hati menjaga, kita bisa menjadi sombong.
2. Menyesatkan seseorang. Tuhan melihat segala sesuatu dan mengetahui bagaimana perjalanan hidup kita, kita bisa menjadi sombong sekali dan akibatnya bisa menyesatkan seseorang. Kalau kita membaca kitab Yehezkiel 23, maka kita temui kisah dari wanita yang mau menyesatkan orang. Tamu mau datang, panggil tamu datang dari jauh, lalu dia mempersiapkan diri. Yeh 23 : 40 :….Demi kedatangan mereka engkau mandi bersih-bersih, mencalak alismu (tuh alisnya dibikin-bikin begini, yang tadinya dibawah dibikin naik, lalu mata diapa-apain..) dan menghias dirimu dengan perhiasan-perhiasan.
Yeh 23 : 41: Engkau duduk di tempat tidur yang serba indah dan dihadapannya meja dengan hidangan yang disajikan………..kayak nyonya besar…….wah, saudara-saudara……duduk di tempat tidurnya, semua lihat kepadanya. Tujuannya apa ? Tak lain adalah : menyesatkan orang. Menyesatkan orang !! Wanita-wanita yang tidak baik itu, yang kelas tinggi, rupanya seperti ini. Tamu yang datang dari luar. Eh…ada tamu datang, lalu mereka berhias dan diatas tempat tidur nya yang indah, dimejanya banyak makanan dan minuman. Tujuannya untuk menarik seseorang. Tetapi menjatuhkan orang !
Buku Wahyu menceritakan sesuatu yang masih akan jadi dan masih akan datang. Ini belum terjadi. Dalam Kitab Yehezkiel tadi menceritakan tentang wanita, dalam kitab Wahyu pun menceritakan wanita pula. Wahyu 17 : 1: “Mari kesini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya”. Pelacur besar ! Kalau tadi saya katakan, di kitab Yehezkiel itu seperti perempuan yang jahat. Nah, disini sudah terang-terangan : Pelacur besar ! Seorang wanita !
Why 17 : 2-6 : “Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya”. Ini adalah wanita-wanita yang akan datang. Nah, wanita ini adalah Gereja palsu. Why 12 = Gereja yang Mulia tapi dalam Why 17 = gereja palsu yang akan datang di akhir zaman. Ini merupakan gabungan dari segala agama, segala kepercayaan yang melawan Tuhan kita Yesus Kristus. Dia digambarkan sebagai wanita, pelacur besar yang melakukan percabulan dengan semua raja-raja dibumi; lihat perhiasan yang ada padanya. Saudara-saudara, ini adalah gereja yang palsu.
Dan banyak orang kristen pun, anak-anak Tuhan di akhir zaman akan jatuh, tetapi banyak juga orang yang tidak mau turut kepadanya, sehingga dibunuh oleh dia (ayat 6) Ini gabungan dari gereja palsu yang akan datang di akhir zaman, ada nabi palsu, ada kristus palsu tapi juga ada gereja palsu. Saya harap tidak seorang dari kitapun yang akan jatuh dari iman kita kepada Yesus Kristus, lalu turut kepada gereja palsu ini. Tapi mari kita minta, Tuhan berikan aku perhiasan rohani yang kuat. Halleluyah……supaya kita tetap tinggal dalam Tuhan. Kalau ada orang-orang di zaman dahulu keluar dari Mesir dengan membawa perhiasan, dengan membawa kekayaan,emas perak dan pakaian-pakaian yang indah untuk beribadah kepada Tuhan ; marilah kita juga sekarang ini mengerti bahwa kalau kita sudah keluar dari lumpur dosa, Tuhan jadikan kita kaya. Dengan kekayaan-kekayaan rohani, dengan perhiasan-perhiasan rohani.
YANG DIMAKSUD DENGAN PERHIASAN ROHANI : 1 Pet. 3:3-4: Apakah yang Allah minta daripada kita? Perhiasan-perhiasan rohani. Seperti saya katakan tadi, kalau saudara memiliki emas dan perak, saudara-saudara, nikmati itu …..saya tidak katakan, buang Tidak…..saudara mau pakai, saudara boleh pakai…Tapi ingat ada perhiasan yang lebih berharga dimata Tuhan. Tuhan tidak melihat pakaian kita, tapi tuhan melihat perhiasan yang ada dalam hati saudara. Sebab itu mari, saya ajak saudara untuk berusaha dan berusaha menghias kerohanian kita dengan hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan kita Yesus Kristus. Supaya kita layak dihadapanNya dengan mempersembahkan tubuh kita (yang merupakan Bait Allah) yang kita jaga tetap dalam kekudusan .
Mari kita berdoa, kalau ada diantara saudara yang merasa tidak layak menghadap Tuhan karena masih ada dosa sombong barangkali, atau ada dosa yang tersembunyi. Ingat, bangsa Israel harus keluar cepat-cepat dari Mesir sehingga tidak ada waktu lagi untuk membuat roti yang beragi. Keluar lah saudara dengan cepat dari jajahan Mesir (dosa), karena hari ini jikalau engkau mendengar suara KU, janganlah engkau mengeraskan hatimu.
Dengan hati kita percaya, dengan mulut kita mengaku, bahwa Yesus adalah anak Allah, maka kita selamat. Tapi ada ayat lain yang mengatakan, tidak semua orang yang menyebut Tuhan..Tuhan akan selamat. Apa artinya?, kita bisa selamat, sebab kita percaya dengan hati, kita mengaku dengan mulut, selamat, tapi dalam perjalanan kita ini, bagaimanakah pikiran, perbuatan dan perjalanan hidup kita, apakah kita masih tetap dalam iman itu, apakah kita masih tetap dalam pengakuan itu, ataukah kita sudah menyimpang, sehingga meskipun dengan mulut kita berkata Tuhan..Tuhan, Tuhan berkata Aku tidak kenal kepadamu. Saudara…saudara kita harus mulai dengan percaya dan terus berakhir dengan percaya, Itu yang Tuhan mau supaya kita tetap dalam iman. Karena Tuhan berkata barangsiapa yang bertekun sampai akhir mereka itulah yang selamat. Sekali percaya Tuhan (dalam iman) tetap percaya Tuhan. Halleluyah – itulah yang menjamin kita untuk selamat.*** (030203).
