1Keluaran 19:5-11
Setelah seluruh Israel sepakat, sehati (in one accord) berjanji akan melaksanakan semua Firman Tuhan, Tuhan berjanji akan datang dalam awan yang tebal. Kita telah membaca sekian banyak ayat tentang awan yang tebal.
Beberapa ayat tambahan tentang awan yang tebal :
Ø 2 Tawarih 6:1 – Tuhan memutuskan untuk diam dalam kekelaman = kegelapan
Ø Mazmur 18:12 – Allah bersembunyi dalam kegelapan, dalam awan yang tebal. Disitulah Allah tinggal.
Ø Ayub 26:9 – Allah menutupi pemandangan takhtaNya dengan awanNya.
Saat Tuhan Yesus datang kembali kelak, kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya. Tetapi mengapa sekarang ini Tuhan seperti bersembunyi dalam kegelapan? Supaya saudara dan saya percaya, meski kita belum melihat Dia. Bangsa Israel berjanji akan melaksanakan segala perintah Tuhan, setelah mereka mendengar FirmanNya melalui Musa. Firman yang disampaikan oleh hamba Tuhan adalah Firman Tuhan sendiri. Kita mendengar / membaca semua Firman Tuhan, meski kita tidak melihat Dia.
Ø Matius 3:16-17 – Saat Yesus dibaptis dalam air, terdengar suara dari sorga berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Dari ayat ini kita tahu, ada Allah Bapa [yang berbicara dari sorga], Allah Anak [yang dibaptis], dan Allah Roh Kudus [yang turun seperti burung merpati]. Itulah Allah Tritunggal !
Menyucikan Diri Tuhan akan datang dalam awan yang tebal dengan maksud supaya Ia dapat didengar oleh seluruh bangsa, dan supaya mereka senantiasa percaya. Tetapi sebelum Ia datang, Ia menghendaki agar bangsa Israel menyucikan diri dan pakaian. Luar dan dalam harus kudus, sebab Tuhan adalah Tuhan yang kudus.
Saudara dan saya telah disucikan oleh darah Yesus. Tetapi kalau kita mau Ia datang dalam hidup kita dalam awan yang tebal = dalam kemuliaanNya, maka kita harus menguduskan diri: luar dan dalam.
Menjelang Hari Ketiga : Bersiap Menjelang hari ketiga, bangsa Israel harus bersiap. Mengapa? Sebab pada hari ketiga Tuhan akan turun di depan mata bangsa itu di Gunung Sinai. Bayangkan betapa besar hadirat Tuhan yang akan turun. Dia datang secara pribadi kepada seluruh bangsa Israel. Dia juga mau datang menyatakan diri secara pribadi kepada saudara dan saya. Tetapi untuk itu, kita harus mempersiapkan diri.
Berbakti di rumah Tuhan adalah kewajiban – Ibrani 10:25. Namun sebelumnya, kita harus menjaga memperhatikan langkah saat menuju rumah Tuhan. Jangan sembarangan. Orang yang datang ke rumah Tuhan bukan untuk mendengarkan Firman Tuhan, tetapi asal membawa korban, sesungguhnya telah berbuat dosa/jahat – Pengkhotbah 4:17.
Hagai 1:5-11 – Mengapa ada yang menabur banyak tetapi hasilnya sedikit? Mengapa makan banyak tetapi tidak pernah kenyang? Memakai pakaian tebal-tebal, tetapi kedinginan? Mengapa ada orang pergi beribadah tetapi merasa kosong saat pulang? Mengapa? Karena umat hanya sibuk memikirkan diri sendiri dan mengabaikan rumah Tuhan (= rumah rohani = hidup kerohanian) yang telah rusak.
Tuhan memiliki cukup banyak berkat untuk setiap orang. Ia sanggup dan mau membukakan semua tingkap di langit serta mencurahkan berkatNya, tetapi untuk itu, Tuhan mau kita kita mempersiapkan diri, memperhatikan diri, memperhatikan dan menjaga setiap langkah, hati dan pikiran kita.
Bangsa Israel tiba di Sinai pada bulan ke-3, hari ke-3. Mereka keluar dari Mesir pada hari ke-14, bulan ke-1 – Keluaran 12:3-6. Dengan kata lain, mereka tiba di Sinai pada hari ke-50 = Hari Pantekosta = 50 hari sejak Yesus mati disalib sampai hari ketuangan Roh Kudus.
2 Korintus 4:7 – ada harta yang kita miliki dalam bejana tanak liat = tubuh jasmani ini. Harta itu adalah kekuatan melimpah-limpah yang berasal dari Allah – itulah Roh Kudus. Tuhan mau memberikan Roh KudusNya. Tetapi untuk menerimaNya, kita harus mempersiapkan diri!
Hari Ketiga Pada hari ketiga, bulan ketiga, bangsa Israel harus mempersiapkan diri, sebab pada hari itu, Tuhan akan datang dalam awan yang tebal!
Hosea 6:1-3 – Dia adalah Tuhan yang telah menerkam, tetapi Ia juga yang akan menyembuhkan kita. Dia memukul, tetapi juga akan membalut kita. Kapan? Saat kita kembali dan berbalik kepadaNya. Dan sesudah dua hari, yaitu pada hari ketiga, Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapanNya! Kapan orang yang telah mati dalam Tuhan akan dibangkitkan? Pada saat Yesus datang kembali!
Tuhan Yesus memberkati saudara! (GPdI Ketapang, 30 September 2007, Pdt. A.H. Mandey).
Sunday May 20th 2012
