“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.(Mat 25:14-15)
For the kingdom of heaven is as a man travelling into a far country, who called his own servants, and delivered unto them his goods. And unto one he gave five talents, to another two, and to another one; to every man according to his several ability; and straightway took his journey. (Mat 25:14-15)
Saudara2 yg terkasih, Ada satu penyingkapan yang sangat berarti bagi saya tentang ayat ini. Kebanyakan orang Kristen menyimpulkan, mengajarkan dan menerima pengajaran bahwa talenta adalah bakat atau karunia yang harus dikembangkan bagi kemuliaan Tuhan, namun saya kira tidak demikian.
Karunia atau bakat tidak mungkin dikembangkan lagi. Seseorang yang mempunyai bakat besar bermain piano tidak mungkin mengembangkan bakat baru lagi dibidang menggambar misalnya kalau dia tidak mempunyai bakat dibidang tersebut. Dia bisa belajar menggambar dengan susah payah dan memaksakan diri sampai akhirnya bisa menggambar dengan baik, tetapi bakatnya tidak disana. Hal ini dia peroleh dengan penuh susah payah dan pemaksaan diri.
Ada orang yang mempunyai karunia untuk bernubuat, tidak bisa mengembangkannya lagi agar dia memiliki karunia mengartikan bahasa Roh kalau karunia ini tidak dia miliki. Mari kita simak 3 hal dari ayat di atas yaitu hambanya, hartanya dan talenta. Kita akan melihatnya dalam urutan terbalik agar lebih mudah dipahami.
Pertama, Talenta. Apakah yang dimaksud dengan Talenta ?
Talenta (greek = Talanton) adalah satuan ukuran yg berasal dari bangsa Babilonia untuk BERAT, bukan untuk quantity. Biasanya satuan ini digunakan untuk menimbang berat barang berharga seperti emas, perak atau tembaga. (Lihat Keluaran 38:24, 25, 1 Raja-raja 10:14, 2 Tawarikh 3:8 dll).
1 Talenta seberat (kurang lebih) 27 kg atau 59.5 Pounds.
Jadi Tuhan mempercayakan kepada hamba-hambanya harta milikNya, dengan berat yang berbeda-beda. Fokus pembicaraan Tuhan adalah pada berat yang berbeda-beda. Ada hamba yang mendapatkan seberat 5 talenta, 2 talenta dan 1 talenta, bukan jumlahnya 5, 2 atau 1.
Kedua, Harta. Perhatikan kata Tuhan soal harta adalah : “… mempercayakan hartanya kepada mereka…. “. Kata “Hartanya” jelas menunjukkan bahwa harta ini adalah HARTA KEPUNYAAN TUHAN, bukan harta milik hamba-hambaNya. Berarti jelas harta ini bukan mengacu kepada keahlian / bakat / karunia / kecakapan / segala harta materi milik hamba-hambaNya, melainkan harta kepunyaan Tuhan sendiri yang karena milik Tuhan, pastilah bukan bersifat materi.
Harta ini lebih dari 1 buah. Bahasa Gerika memakai kata “Huparcontha” yang bermakna jamak (Plural). Bahasa Inggris menerjemahkan dengan tepat yaitu “GOODS”.
Apakah harta Tuhan yang dipercayakan kepada hamba-hambaNya ? Untuk menjawab hal ini kita perlu memperhatikan perkataan Tuhan sendiri : “Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada” (Matius 6:21 & Lukas 12:34).
Tuhan tidak mungkin mengajarkan sesuatu hal yang tidak dilakukan olehNya sendiri. Oleh sebab itu lewat perkataan ini juga kita bisa mengetahui bahwa DIMANA HATI TUHAN BERADA, DISITULAH HARTA TUHAN BERADA.
Dimanakah hati Tuhan selalu berada ?
(1) Seluruh umat manusia. Allah begitu mengasihi manusia (Yoh. 3:16), manusia adalah milikNya (Yoh 1:11). Dia rela mati bagi manusia karena seluruh umat manusia adalah sebuah harta kepunyaanNya yang sangat Dia kasihi.
(2) Domba-dombaNya (Yoh. 21:15) yaitu semua orang percaya adalah harta Tuhan juga.
(3) Gereja. Gereja yang saya maksudkan bukan “gedung”, bukan pula “nama organisasi” melainkan kumpulan orang percaya dalam satu kesatuan, inilah disebut Gereja. Kristus mati supaya Dia bisa menghasilkan Gereja (Kolose 1:24).
Sampai hari ini karena cintaNya pada Gereja, Tuhan tetap bersyafaat bagi Gereja, karena hartaNya adalah gereja. Wahyu 2:1 menuliskan bahwa Tuhan berjalan diantara Gereja yang diwahyukan sebagai kaki dian emas.
(4) Injil. Yesus datang kedunia khusus untuk memberitakan Injil kepada manusia, agar oleh berita Injil manusia dapat di selamatkan. Berarti Injil adalah sebuah HARTA TUHAN.
Harta diatas “dipercayakan” kepada hamba-hambaNya untuk dikelola. Yang seorang diberikan seberat 5 talenta, yang lain seberat 2 talenta dan kepada yang lain lagi seberat satu talenta. Semua menerima harta Tuhan, tetapi beratnya (tanggung jawabnya) berbeda-beda, SESUAI DENGAN KEMAMPUAN HAMBA-HAMBANYA.
Karena ini semua adalah harta Tuhan, janganlah hambaNya merasa atau menganggap sebagai harta mereka sendiri, melainkan mereka hanya mendapat kepercayaan dari sang Tuan sang empunya harta untuk dikelola. Ketiga, hambaNya. HambaNya juga adalah DombaNya. Di aspek lain, semua dombaNya adalah hambaNya.
Tetapi amat banyak domba yang tidak menyadari bahwa mereka juga sebenarnya adalah hambaNya. Oleh karena itu, karena domba tidak menyadari bahwa mereka adalah hambaNya, maka Tuhan harus “memanggil” domba-domba yang menyadari posisi ganda mereka untuk menjadi hamba yang mengurus harta tuanNya.
Saudaraku yang terkasih, apakah anda mendengar panggilan Tuhan ? Hanya yang mendengar yang bisa datang dan “memikul” tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan harta Tuhan.
Jika saudara mendengar panggilanNya, urusilah harta Tuhan dengan baik. Kalahkanlah para “orang kuat” yang merampas harta Tuhan, rampaslah itu kembali karena itu harta Tuhan, jangan sampai Tuan kita kehilangan harta-Nya. Pada akhirnya Dia bisa berkata “baik sekali perbuatanmu hai hamba yang setia, ikutlah dalam kebahagiaan Tuanmu.
Kasih Karunia menyertai roh kita. Amen !”
