" " />
Sunday May 20th 2012

Hal Memberi

Author : | This author have 258 posts

Kita akan membuka yang pertama dalam Mazmur 37:4 \Dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.\” ”



Dari tadi saya melihat saudara masuk di kebaktian ini, menyanyi sih menyanyi tapi tidak ada kegembiraan. Saudara itu tidak gembira di hadapan Tuhan. Tidak ada sukacita. Bagaimana saudara pulang saudara ingin dapat berkat dari Tuhan, datang saja tidak gembira? Datang saja di rumah Allah dengan tidak bergembira. Sedangkan firman Allah katakan: Bergembiralah akan Tuhan! Bergembiralah karena Tuhan.

Bahasa Inggris bergembira itu, delight yourself … senangkanlah diri saudara karena Tuhan. Kalau saudara menyenangkan diri saudara kepada Tuhan, nyanyi saudara lain. Tidak keluar hanya dari mulut tetapi keluar juga dari dasar hati. Tidak asal bunyi. Tidak asal keluar tapi keluar dari hati. Kita menyenangkan diri. Bukan menyenangkan Tuhan, kita menyenangkan diri kita karena Tuhan. Kita harus senang datang di rumah Tuhan. Kita harus bersuka datang di rumah Tuhan.

Mazmur 100:1-5. Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.  Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Kembali kepada Mazmur 37 tadi, senangkanlah dirimu di hadapan Tuhan, bergembiralah di hadapan Tuhan. Banyak orang tidak tahu rahasia ini. Bagaimana saya mau dapat berkat dari Tuhan, bagaimana cita-cita saya supaya terkabul? Bagaimana hidup saya supaya senang? Bagaimana supaya dagangan saya laku? Bagaimana supaya kehidupan saya berkenan kepada Tuhan? Yang pertama, bersukacitalah, delight yourself … senangkan diri saudara. Saudara musti senang ada di gereja, saudara musti nyaman ada di gereja, saudara musti bergembira. Bahkan saudara musti bersorak. Gereja Pantekosta di Manado waktu gempa, rontok itu cat-cat karena gempa bumi. Saudara tahu, kalau berkat mau rontok kita musti bersorak kepada Tuhan.  

37:4  …; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Perhatikan baik-baik. Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan ‘hatimu’. Hatimu, bukan matamu!
Waktu Hawa memetik buah, matanya yang ingin buah ini. Sudah dibilang, jangan. Tetapi Tuhan janji akan memberikan apa yang diinginkan hati. Apa yang diinginkan hati itu berbeda dengan apa yang diinginkan mata. Kalau yang diinginkan mata kita semua mau, apa saja kita mau. Tetapi ada kata desire, keinginan, kerinduan, cita-cita, kerinduan kita … akan diberikan.
Kita belajar satu hal pada hari ini, Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang memberi! Karakternya Tuhan itu adalah memberi. Tetapi Dia memberi setelah Dia melihat kita senang ada di hadirat Tuhan. Dia memberi setelah Dia lihat kita mau menyenangkan diri kita di hadapan Tuhan.
Kadang-kadang saudara menyanyi kepada Tuhan memuji Tuhan sambil saudara pikir bagaimana orang lihat saya, ya? Di Jakarta ada satu kepala satu perusahaan dia sudah nyanyi dia sudah sorak sorai kepada Tuhan tapi tiba-tiba saja dia diam. Tepuk tangan biasa saja. Asalnya nyanyi sudah sorak-sorai, sudah angkat tangan, sudah sukacita. Habis kebaktian saya tanya. You tadi nyanyi lompat-lompat terus tiba-tiba berhenti. Ada pegawai-pegawai saya, ada 3 karyawan saya. Apa katanya kalau saya lompat-lompat? Apa kata mereka kalau saya lompat-lompat?
Tetapi saya katakan, apa yang orang katakan tidak peduli. Senangkan diri saudara di hadapan Tuhan maka Tuhan akan memberi apa yang diinginkan hati kita. Tuhan itu menimbang hati. Dia tidak menimbang pikiran, Dia tidak menimbang keinginan mata, keinginan telinga, tidak! Dia melihat menimbang keinginan hati kita.
Enjoy, delight yourself … senangkan diri saudara di hadapan Tuhan. Rumah ini bukan rumah duka, ini rumah pesta! Saudara mau menyenangkan diri saudara di hadapan Tuhan? Allah kita adalah Allah yang suka memberi.
Mazmur 85:12-13 Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit. Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.
Saudara, kebaikan Tuhan yang pertama tadi, Dia memberikan apa yang menjadi kerinduan hati kita. Saya yakin ini pasti, loh. Saya yakin bukan 100% lagi, 1.000% terjadi. Kalau kita menyenangkan diri kita. Seperti orang ngelendot kepada Tuhan: Aduh Tuhan, saya senang punya Engkau, saya bangga punya Engkau, saya sukacita punya Engkau, saya bahagia punya Engkau, saya dikuatkan punya Engkau. Walaupun saya tidak ada uang, saya bangga karena saya punya Engkau. Kalau saya punya Engkau, itu cukup bagi saya. Tuhan, Engkaulah Gembala saya, Engkau Penyembuh saya, Engkau Dokter saya. Engkau Penolong saya. Engkau Penghibur saya, Engkau yang memberikan apa yang saya perlu Tuhan. Saya mau menyenangkan diri saya. Saya akan santai hanya di pelukan-Mu Tuhan. Terima kasih Tuhan. Nanti Tuhan lihat saudara menyenangkan diri saudara di hadapan Dia, Dia akan memberikan kerinduan hati saudara.
Yang kedua, Dia memberikan kebaikan. Bahkan dikatakan Dia memberikan kebaikan dan negeri kita akan memberi hasilnya. Kata negeri itu salah, seharusnya ‘tanah kita akan memberikan hasilnya.’ Kita tinggal di tanah apa saudara? Masa orang Cianjur tidak tahu saudara tinggal di tanah apa? Di tanah Cianjur. Kita tinggal di tanah Cianjur. Percayalah bahwa Cianjur akan diberkati Tuhan. Percayalah bahwa kita yang dagang di Cianjur akan diberkati Tuhan. Untuk diberkati Tuhan kita tidak usah hidup di Jakarta, tidak usah hidup di New York. Di manapun kita hidup, apa janji Tuhan kepada Yosua? Di mana kakimu menjejak, di situ Aku berikan kepadamu.
Mungkin saudara anggap saya main-main tapi saya nggak main-main. Kalau saya jalan, di mana saja kalau jalan: Terima kasih Tuhan, apa yang saya injak ini milik saya. Saya belajar satu hal. Kami makan di restoran bertingkat di Los Angeles di Amerika. Ada satu pendeta, dia bilang sama saya: John … nama saya di Amerika John, di Cianjur saja Yoyo. John, kamu lihat itu hotel? Ya. Ini tahun 84. Itu Bapamu punya. Saya baru ngerti. Oh iya, Bapa Tuhan di sorga. Ini yang kita makan ini dipakai oleh 007 James Bond bikin film di sini. Sekarang kita ada di rumah makan yang bertingkat. Ini semua Bapa kita punya di sorga. Ngomong mulai sekarang, di mana kamu berdiri: Terima kasih Tuhan, tempat aku menginjak ini, ini milik saya.
Aku jalan kaki bukan untuk olah raga saja tapi aku jalan kaki karena Tuhan memberikan hasil kepada tanahku. Kepada kota Cianjur. Bahkan Tuhan akan memberikan kebaikan dan negeri kita akan memberikan hasilnya. Kalau rugi, celaka, baik nggak? Tidak. Tuhan tidak akan memberikan celaka, Tuhan tidak akan kasih rugi, Tuhan akan kasih selalu untung kepada saudara. Dia akan memberikan keinginan hati saudara, Dia akan memberikan berkat kebaikan bagi kota Cianjur – di mana saudara buka toko. Jangan percaya hong shui. Ada satu toko saudaraku di Temanggung, dia tusuk sate. Anak Tuhan punya. Saya masuk: Puji Tuhan, kamu sudah punya toko sekarang. Puji Tuhan ko Yoyo, saya punya toko. Orang bilang, tusuk sate, tapi saya nyate terus, katanya. Tuhan memberikan kebaikan kepada tanah saudara.      
Yang berikut, kita akan melihat apa yang dikatakan firman Tuhan adalah Mazmur  119:33-34. Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati.
Nah, kata buat aku mengerti dalam bahasa Inggris, berilah aku pengertian maka aku akan memegang Taurat-Mu.
Yang ketiga, Tuhan memberikan pengertian. Yang paling susah kita jadi anak Tuhan itu kalau kita mengerti. Kadang-kadang hamba Tuhan pendeta  disalahpahami karena jemaat tidak mengerti. Tetapi inilah doa dari Daud: Tuhan, berikan kepada saya pengertian. Kalau tanpa pengertian bahaya kita membaca mengerti firman Allah.
Ada ayat yang berkata: Buanglah roti di air maka pada beberapa hari kemudian engkau akan mendapatkannya kembali. Kalau saudara mengerti ayat ini asal saja secara huruf, saudara akan beri roti tawar dan saudara akan buang di air itu roti tawar, saudara akan tunggu berhari-hari mau tunggu balik lagi. Tapi bukan itu pengertiannya.
Kamu seperti srigala berbulu domba. Kita tidak mengerti. Bencilah ayahmu dan bencilah ibumu. Kalau kita salah mengerti, kita musuhi papa kita, kita musuhi ibu kita. Padahal bukan begitu maksudnya. Kita harus penuh pengertian kepada firman Allah. Berilah aku pengertian.
Banyak orang belum mau melakukan firman Allah karena mereka betul-betul belum mengerti. Ada yang memang tidak mau mengerti sudah dikasih pengertian sama dia tidak mau mengerti. Tetapi ada orang yang belum mau melakukan firman Allah karena dia belum mengerti.   
Kalau saudara mempunyai pengertian dari Tuhan, saudara akan seperti Yusuf. Pertanyaan orang yang bermimpi saudara bisa bukakan artinya. Orang yang bertanya kepada saudara pertanyaan, saudara bisa terangkan hasilnya. Ada orang ketuk pintu rumah saudara, dan saudara dia mau bunuh diri, dia tidak tahu harus berbuat apa, saudara tahu jawabannya. Beri kepadaku pengertian dari pada Tuhan.
Nah, saudara sebagai orang kristen kita disebut juga anak-anak Tuhan. Amin? Anak tidak jauh dari orang tuanya. Saudara lihat anak saya ada sedikit membawa wajah ayah dan ibu. Karakter dia sedikit banyak menurun dari saya. Karakternya membawa karakter saya.
Kalau Tuhan suka memberi, nggak mungkin anaknya itu medit skaker pelit itungan – itu nggak mungkin. Kalau Bapanya suka memberi, karakter Bapa itu sedikit banyak turun kepada anak-Nya.
‘Betapa indahnya’ kalau seseorang mempunyai karakter nggak usah dulu suci seperti Tuhan … terlalu tinggi. Kita belajar dulu dari yang kecil, yaitu dari suka memberi. Kalau Bapa kita di sorga kita akui Dia suka memberi keinginan hati kita, Dia memberikan kebaikan, Dia memberikan pengetahuan, Dia memberi terus sama kita – apa kita mau menerima terus tanpa memberi? Kita harus mempunyai karakter suka memberi.
Saya dapat laporan dari gembala kecil yang memegang majalah Mahkota Kerajaan  … selalu minus. Jadi saudara jemaat itu tidak punya visi seperti gembalanya. Saya bangun itu majalah dari tahun 77 uang pribadi sampai orang nyumbang dari seluruh kota. Tapi saya ingin jemaat saya di Cianjur ini satu jemaat yang suka memberi. Bukan hanya jemaat suka menerima tapi jemaat yang suka memberi. Yang tidak hanya makan bubur tapi makan ketan juga makan makanan keras yang kuat dan tahan – itu jemaat yang dewasa.
Nah, kalau saya bilang memberi, bukan hanya uang – memberi tenaga, memberikan pengertian, memberikan semangat, memberikan pelayanan, memberikan diri, memberikan … itu kita memberi sebagai anak-anak Tuhan kita memberi. Seorang kristen tidak bisa rohaninya melebihi pemberian. Kalau orang itu pedit sudah rohaninya sampai segitu, nggak akan naik. Kalau orang itu tidak suka memberi, hitungan, rohaninya pun demikian. Tidak akan bisa Tuhan berkati. Tetapi kalau dia mulai, saudaraku, belajar mau memberi mulai dari yang kecil. Mulai dari hal yang sedikit. Mulai dari perkara yang kecil.
Dalam Lukas  21:1-4. Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: \Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.\” Bukan dari sedikitnya. Tuhan menilai seorang yang memberi bukan dari jumlah yang dia berikan tapi dari jumlah yang tertinggal dari kantongnya.
Maka ketika orang kaya datang saudara – zaman dulu tidak ada uang kertas, semuanya uang dari koin. Jadi Tuhan itu lihat orang-orang kaya memasukkan uangnya. Tapi Dia lihat ada satu janda membawa dua peser. Kolekte. Tuhan bilang: Yang memberi 2 peser itu, dia memberi lebih banyak dari yang orang kaya. Karena ini 2 peser sudah uang yang terakhir. Dia orang kaya kasih banyak tapi yang di dompet dia masih lebih banyak.
Jadi prinsip memberi bukannya dari jumlah yang kita bawa tapi berapa jumlah yang ada di dompet kita. Kalau saya khotbah ini ada orang tidak senang dengar ini. Tidak doyan, tidak suka dengar khotbah ini. Saya sudah tahu. Saya akan menghadapi perlawanan secara roh tidak mau tunduk, tidak mau terima. Tapi saya musti berikan sebab ini ada di alkitab. Mau diberkati, beri. Belajar memberi. Tidak akan ada kekurangan. Saya pikir kalau anak Tuhan masih kurang ini kurang ini, dia tidak suka memberi. Mari, saya akan ilustrasikan dengan 3 hal.
Pertama orang Israel di tanah Mesir. Dijajah kerja paksa, rodi. Tidak ada istirahat. Kerja-kerja-kerja, malam tidur, besok pagi sudah bangun lagi. Kerja paksa, rodi. 400 tahun. Hidup mereka kekurangan di Mesir. Tuhan lepaskan melalui Musa, mereka berjalan sampai di padang belantara. Di padang belantara mereka dapat Manna. Tidak kelaparan lagi. Tidak usah kerja. Mereka dapat Manna. Cukup. Tiap hari cukup. Tidak bisa lebih. Kalau dia mau ambil lebih, busuk. Cukup. Tetapi Tuhan bilang, ini bukan tujuanku. Tujuanku bukan di padang belantara tetapi di tanah perjanjian yang berkelimpahan air susu dan madu, yaitu lebih dari cukup.
Jadi kalau saya bagi tiga, kehidupan orang Israel ini: \”Tidak cukup\”, \”Cukup\” dan \”Lebih dari cukup\”. Rata-rata saudara di sini, Cukup. Tidak kekurangan. Ada satu dua orang yang ingin di sini, Tidak cukup. Umat Tuhan sama umat Tuhan. Israel sama Israel. Tuhannya  sama, Yahweh, Tuhannya sama. Cuma dia ini masih dijajah – dijajah oleh dosa kerja paksa, susah, kurang, tidak cukup. Tambah ini, tambah modal tidak cukup. Kurang lagi. Dibantu, kurang cukup, tidak cukup lagi. Ada yang kelimpahan tuh di sana, hidup dengan berkelimpahan, penuh dengan air susu dan madu. Manis. Di sini panas, di sana berkelimpahan air susu dan madu. Nggak usah jadi gembala kecil, saya cukup saja jemaat biasa. 
Tapi hanya beberapa orang yang dia ingin menikmati lebih dari cukup – dia ingin doa malam, dia ingin ikut bedston, dia ingin belajar puasa, dia membawa persepuluhan, dia ingin mengalami Tuhan berkelimpahan memberkati dia, dia ingin menyenangkan dirinya di hadirat Tuhan, dia punya hidup menari-nari. Di sini kerja paksa, di sini mereka menari-nari tapi masih panas di bawah terik matahari. Tetapi di tanah perjanjian, mereka menari-nari penuh dengan kemenangan.
Sekarang terserah saudara, saudara mau hidup tidak cukup, apa saudara cukup, apa saudara mau hidup lebih dari cukup? Saudara mau hidup tidak bertobat, apa saudara mau hidup bertobat, apa saudara mau hidup berkelimpahan di dalam Roh Kudus? Saudara mau hidup kekurangan, apa saudara mau hidup cukup, apa lebih dari cukup? Seorang yang lebih dari cukup, dia gampang memberi. Lihat saja perjamuan kudus. Kalau perjamuan kudus ini tidak saudara mengerti, ini Tuhan memberi Anak-Nya. Anak-Nya Dia beri.
Kita buka Roma 8:32. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Pada waktu Allah memberikan Yesus, yang dilambangkan dengan perjamuan kudus, Dia memberikan segala sesuatu bersama-sama di dalam Dia. Sekarang Allah memberi kepada kita Yesus. Ketika kita terima Yesus dengan segenap hati, menyanyi menyenangkan hati Dia, menyenangkan diri kita dengan segenap hati, bersama Yesus itu juga ada kekayaan, amin? Bersama Yesus ada damai sejahtera. Bersama Yesus ada segala sesuatu.  
Siapa yang tahu, segala sesuatu persamaannya apa? Kalau segala saja tidak sama. Kalau sesuatu saja tidak sama. Kalau semuanya tidak sama. Segala sesuatu persamaannya segala sesuatu. Apa yang saudara perlukan, apa yang saudara rindukan, apa yang saudara inginkan – segala sesuatu – akan diberikan kepada kita di dalam Yesus Kristus!
Jadi Bapa yang di sorga, Allah yang kita sembah, Allah yang memberi. Kitab Kejadian 14:10-24. Di lembah Sidim itu di mana-mana ada sumur aspal. Ketika raja Sodom dan raja Gomora melarikan diri, jatuhlah mereka ke dalamnya, dan orang-orang yang masih tinggal hidup melarikan diri ke pegunungan. Segala harta benda Sodom dan Gomora beserta segala bahan makanan dirampas musuh, lalu mereka pergi. Juga Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh, lalu mereka pergi–sebab Lot itu diam di Sodom. Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman-teman sekutu Abram. Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan. Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di sebelah utara Damsyik. Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu, serta harta bendanya dibawanya kembali, demikian juga perempuan-perempuan dan orang-orangnya. Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: \”Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.\” Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya. Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: \”Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu.\” Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: \”Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi: Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya. Kalau aku, jangan sekali-kali! Hanya apa yang telah dimakan oleh bujang-bujang ini dan juga bagian orang-orang yang pergi bersama-sama dengan aku, yakni Aner, Eskol dan Mamre, biarlah mereka itu mengambil bagiannya masing-masing.\”
Saya mau rohanikan cerita ini. Cerita ini saudara sudah tahu. Lot ditawan oleh beberapa raja. Harta bendanya dirampas, beberapa budak perempuan dirampas oleh raja Kedorlaomer. Raj Kedorlaomer lambang kuasa setan. Kuasa setan selalu ingin merampas harta kita. Merampas apa yang  ada sama kita. Merampas kebahagiaan kita, merampas damai sejahtera kita, merampas segala apa yang baik dari kita. Segala apa yang baik dari kita dirampas, dibawa.
Lalu Abraham membawa 318 orang yang terlatih dan dia kejar. Cerita pendek. Semua yang dirampas oleh Kedorlaomer dibawa kembali. Dia mengalahkan Kedorlaomer sampai di utara. Dia lari sampai di utara. Ternyata Abram bukan orang lemah, bukan orang tua lemah. Dia orang yang kuat di dalam Tuhan. Dia mengalahkan raja itu. Dan dia kembali.
Pada waktu dia kembali, dia melewati satu lembah, yaitu Lembah Raja. Jadi kalau saudara sedang membaca Kejadian 14 ini, ini cerita tentang raja ketemu raja. Beberapa raja dipimpin Kedorlaomer mengalahkan raja Sodom dan Gomora. Tetapi Abraham lalu merampas kembali, membawa kembali semua harta benda. Ketemu di Lembah Raja. Dia ketemu raja baru namanya Melkisedek. Melkisedek bahasa Ibraninya El Elyon. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: \”Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
Perhatikan saudara. Ketika Abraham kembali, dia dicegat oleh Melkisedek dan Melkisedek memberikan roti dan anggur dan memberkati Abram. Roti dan anggur ini adalah bayangan berkat Tuhan yang diberikan oleh Melkisedek. Perjanjian Baru melambangkan tubuh dan darah Kristus. Itu lambang berkat. Diberkatilah engkau oleh El Elyon Raja yang Mahatinggi, oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi.
Sekarang saudara jadi Abraham. Kalau saudara jadi Abraham, kemudian ada Melkisedek memberkati saudara: Kamu diberkati oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi. Saya mau tanya saudara, apa saudara masih perlu berkat itu? Itu sebabnya ketika raja Sodom bilang: Ini jarahan buat engkau saja. Ko Abram ambil saja jarahan. Biar saya ambil ini rakyat sama istri-istri saya. Ini jarahannya buat engkau saja. Tidak.
Ada 2 macam kekayaan. Saudara mau dibikin kaya sama siapa terserah. Saudara bisa kaya oleh raja Sodom dan raja Sodom akan berkata: Aku yang bikin dia kaya. Dia itu jadi orang, saya yang ngajarin. Apa saudara mau diberkati oleh Tuhan? Tidak ada orang yang bisa membanggakan atas hidup saudara. Saudara diberkati oleh Tuhan. Ketika raja Sodom bilang: Silahkan ambil jarahan. Abraham nggak. Nanti kamu bilang kemana-mana, kamu yang mengayakan Abram. Aku sudah cukup.
Ketika Tuhan memberikan roti dan anggur, tidak ada yang suruh, tidak ada yang meminta, tidak ada yang khotbah … Abraham memberikan sepersepuluh dari segala hasil.
Mari saudara dengarkan. Apa Tuhan perlu persepuluhan? Tuhan memberkati Abram, kok. Tapi sebagai ungkapan syukur dari Abram, dia mengembalikan sepersepuluhan. Kalau saudara berdagang untung 100 ribu, sepersepuluhnya 10.000, saudara simpan, bawa di rumah Tuhan. Itu bukan milik saudara, itu Tuhan punya!
Di dalam Ibrani 7:1-8, di sana dikatakan sekali lagi mengenai memberi ini  \”Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik. Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham. Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji. Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi. Dan di sini – di dunia – manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia – Yesus, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.\”
Saudara memberi pesepuluhan bukan kepada gereja, bukan kepada hamba Tuhan. Di sini manusia fana yang menerima tetapi di sana ada mata yang kekal melihat ketaatan saudara, kesukaan saudara dari hal memberi dan jangan heran kalau saudara sudah belajar memberi persepuluhan, Tuhan akan memberkati saudara dengan luar biasa.
Saudara mungkin belum tahu itu William Colgate. Itu odol Colgate, sabun Colgate. Dia seorang yang memberi persepuluhan sejak dia umur 16 tahun. Dia menurut kesaksian dia, dia jual koran. Ketika dia jual koran dapat keuntungan dapat gaji, dia selalu sisihkan sepersepuluhnya dan disimpan. Nanti pada hari minggu dia bawa ke gereja. Ini dididik oleh ibunya. Satu kali dia lupa membawa persepuluhan dia taruh di kantong, dia katakan kantong ini terasa panas. Dia bingung kenapa panas. Lalau dia ingat bahwa dia belum bawa persepuluhan. Dia bawa persepuluhan dari anak sekolah minggu sampai dia besar sampai dia menjadi pebisnis besar dia membuat pabrik. Dia mulai tingkatkan persepuluhannya jadi 20%, dia tetap bayar. Dia tingkatkan persepuluhannya 30%. Dia tingkatkan persepuluhannya 50%. Sudah separuh dia kasih sama Tuhan.
Satu kali dia ada di London dan dia ditelepon: Bapak punya pabrik terbakar. Dia hanya berlutut: Tuhan, saya ingat janji-Mu. Kalau aku membawa persepuluhan, Engkau akan menghancurkan belalang pelahap, belalang perusak. Tolonglah. Dia rapat lagi. Datang lagi telepon: Api sudah padam. Sekarang saudara, dia memberi 90% keuntungannya dan dia cukup kaya dengan 10%.
Allah yang kita sembah bukan Allah pendusta. Dia Allah ya dan amin. Dia penuh dengan sayang. Saya suami istri sudah memberi 30% dari apa yang kita berikan. Tuhan tidak pernah tinggalkan. Maleakhi 3:10-12. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

Sayang sekarang orang menilai gereja negeri kedukaan. Dia tidak melihat kelimpahan dari anak-anak Tuhan. Dia tidak melihat ada kelimpahan sama anak Tuhan. Hidup dalam kemiskinan, hidup dalam kekurangan, hidup dalam dunia yang tidak cukup. Saudara, revolusi pikiran dan hati kita, robah cara berpikir kita. Jadi seperti Tuhan Yesus. Kita harus suka memberi maka saudara akan melihat berkat Tuhan akan mengalir dalam hidup saudara.  Saudara harus mempunyai perubahan yang drastis mulai hari ini. Mau dipulihkan tahun 2007? Belajar memberi. Belajar membawa persepuluhan. Ini akar permasalahannya. Pasti saudara akan diberkati oleh Tuhan.
Saudara suka lihat di televisi Oprah? Oprah itu multi-billion. Jutaan dolar dia dapat. Dia seorang pantekosta yang memberi persepuluhan. Saya bisa saksikan banyak pengusaha-pengusaha yang besar karena membawa persepuluhan.   
Saya pernah diundang khotbah di gereja bahasa Tionghoa di Singapore. Di gereja bahasa Tionghoa itu tidak ada pendeta. Nggak ada gembala. Yang ada tua-tua sidang. Nah, tua-tua sidang ini diketuai oleh satu tua-tua sidang namanya Gow Yu Keng. Pada tahun 82 saya khotbah di sana. Dia mempunyai toko kamera. Nama toko kamera itu Tithes atau Persepuluhan. Gow Yu Keng ini dulu zaman perang tahun 42-43, dia tukang bikin betul kamera di pinggir jalan. Orang Tionghoa. Pakai celana pendek, kaos oblong. Dia suka bikin betul kamera. Sampai dia kenal Tuhan dan dia membaca rahasia persepuluhan, dia mulai membawa persepuluhan. Sampai dia diberkati dengan luar biasa toko kameranya dikasih nama Tithes. Semua pendeta yang beli kamera dari dia Yashica, dapat diskon 50%. Gerejanya besar, dia yang bikin. Dia tidak khotbah tetapi dia hanya saksikan bagaimana dia menjadi orang besar, orang kaya oleh karena dia melakukan Maleakhi 3:10 – membawa persepuluhan.
Bagi saudara sidang jemaat di sini, yang belum membawa persepuluhan, itu tidak dipaksa. Tapi kalau saudara mau hidup tidak cukup, terserah saudara. Saudara mau hidup cukup – up to you. Saudara mau hidup lebih dari cukup, bagaimana saudara. Terserah. Saya hanya membawa berita. Saudara mau kurang percaya atau mau percaya atau mau lebih percaya – itu terserah saudara. Saudara mau jadi baik atau lebih baik atau mau yang terbaik, itu terserah saudara.
Lukas 6:38. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.\”
Kalau saudara memberi kepada Tuhan dengan gelas perjamuan kudus, jangan saudara berharap Tuhan akan memberikan satu tong besar. Tidak mungkin. Kalau saudara memberi dengan gelas seperti ini, ini akan diukurkan Tuhan kepada saudara. Saudara memberi satu botol seperti ini, ini akan diukurkan kepada saudara. Saudara berani memberi, Tuhan lebih berani memberkati. Saudara takut memberi, saudara lebih percaya kepada tahun babi dari pada saudara percaya kepada Yang membuat tahun itu – Tuhan … dari pada percaya kepada Yang menciptakan babi itu – Tuhan. Anak saya ini bawa hoki oom, kupingnya gede. Siapa yang bikin? Tuhan sumber hoki, bukan anak yang kupingnya gede jadi berhala. 
Yang saya aneh itu saudara, banyak orang percaya Tuhan, percaya segala sesuatu tapi persepuluhan dia tidak percaya. Mujizat orang disembuhkan percaya. Berjalan di atas air, dia percaya. Orang penuh dengan Roh Kudus, percaya. Orang sakit disembuhkan, dia percaya. Tetapi ketika yang miskin diberkati, dia nggak percaya. Sesuai dengan firman Allah, berilah maka engkau akan diberi. Takaran yang benar ditakar benar, dipadatkan sampai meluber keluar akan diberikan orang kepadamu.
Saya baru mendoakan di Ciloto satu pembangunan rumah dari satu anak Tuhan yang setia membawa persepuluhan. Besar itu tanah, nggak tahu berapa  puluh hektar. Dulu suami istri ini usahanya buka salon. Sekarang jadi bos besar karena membawa persepuluhan. Mau bukti lagi saya bisa ngomong terus nggak ada berhenti-berhentinya. Tapi bawalah persepuluhan nanti Tuhan berkati. Sekian renungan dari firman Allah.    (Pdt.J.E.Awondatu, Cianjur).

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives