Sunday May 20th 2012

Habis Akal, Namun Tidak Putus Asa

Author : | This author have 132 posts

Ayat pokok: 2 Korintus 4:8

Tuhan tidak pernah berjanji umatNya tidak akan mengalami kesusahan dan aniaya! Yang Ia janjikan ialah Ia tidak akan pernah meninggalkan kita! Puji Tuhan! Pencobaan bisa datang, tetapi jika Tuhan beserta, kita tidak perlu takut atau kuatir.

Habis Akal
Dalam 2 Korintus 4:8, rasul Paulus bersaksi, “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa.” Bahasa Inggris menggunakan kata: “perplexed” = penuh dengan kebingungan.

Akal = daya pikir = kekuatan berpikir. Rasul Paulus mengalami begitu banyak tekanan dan kesukaran yang hebat, sehingga ia habis akal = habis kekuatan untuk berpikir.

Seorang rasul besar, yang telah mengadakan banyak mujizat heran, pada suatu ketika bisa habis akal, sehingga tidak lagi dapat berpikir. Namun puji Tuhan, meski hilang akal, ia tidak putus asa. Artinya, ia masih mempunyai harapan. Harapan inilah yang tetap harus ada, sekalipun kita mungkin tidak lagi dapat berpikir bagaimana cara untuk keluar dari persoalan dan kesukaran pelik yang tengah kita hadapi.

Pengalaman Habis Akal
Bangsa Yehuda [Yehuda berarti Memuji Tuhan] pernah mengalami pengalaman amat pahit akibat dosa yang mereka lakukan.

Karena melanggar Firman Allah dan tidak memberi istirahat pada tanah, maka pada tahun 606 Sebelum Masehi, Allah membangkitkan seorang raja kafir, raja Nebukadnezar untuk menggempur habis Yehuda, menawan raja dan seluruh rakyatnya – 2 Tawarikh 36:5-7. Di antara yang ditawan dan dibawa ke Babel adalah Daniel, Sadrakh, Mesakh & Abednego – Daniel 1:6-7 [Open in Libronix (if available)] . Bahkan perkakas-perkakas suci yang biasa dipakai dalam Bait Allah, semua diboyong ke Babel dan dipakai untuk penyembahan berhala!

Bayangkan betapa susah hidup bangsa ini dalam pembuangan di Babel selama 70 tahun! Seperti rasul Paulus, mereka pun seperti hilang akal – tak dapat berpikir lagi; tak tahu bagaimana bisa keluar dari kesulitan mereka.

Perasaan bangsa Yehuda dalam pembuangan tercermin dalam Mazmur 137:
• Mereka duduk sambil menangis di tepi sungai-sungai Babel, apabila mereka ingat akan Sion;
• Mereka menggantungkan kecapi – tidak lagi bisa menyanyi akibat kepedihan yang begitu dalam;
• Mereka dipaksa untuk menyanyikan lagu sukacita dari Sion oleh para penyiksa mereka.

Tapi puji Tuhan, meski sedih dan menderita dalam pembuangan di negeri asing, mereka tetap bertekad: tidak akan melupakan Yerusalem – ayat 5-6! Sekali Yesus, tetap Yesus!

Roma 8:28 – “Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia…” Apapun terjadi – senang atau susah – percayalah, semua bekerja bersama-sama untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia. Haleluya!
Di tengah penderitaan, bangsa ini bahkan masih bisa berdoa bagi bani Edom yang telah merusakkan Bait Allah, dan berseru, “Runtuhkan, runtuhkan sampai ke dasarnya!” – ayat 7-9.

Demikianlah keadaan dan ungkapan perasaan bangsa Yehuda. Namun, dalam setiap kesukaran, betapapun beratnya, Yesus tetap ada dan memegang kendali!

Penghiburan Di Tengah Penderitaan
Apabila telah genap masa pehukuman, barulah Tuhan memperhatikan mereka: “Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu.” – Yeremia 29:10-11.

Ada berita gembira setelah usai masa pembuangan. Tuhan mempunyai rancangan khusus untuk setiap saudara dan saya. Dia tahu apa yang akan Ia kerjakan dalam hidup kita. Dia pun tahu setiap kesulitan dan penderitaan kita. Dia tidak pernah melupakan kita. Apabila sudah genap waktunya, Ia akan memperhatikan saudara dan saya.

Tuhan mempunyai rancangan damai sejahtera – bukan rancangan kecelakaan – untuk memberikan hari depan yang penuh harapan. Haleluya! Itulah janji Tuhan. Jadi, selama dalam kesulitan, jangan menyerah, dan jangan tinggalkan Tuhan! Jangan putus harap! Tetaplah teguh berpegang pada iman kita! Dan percayalah, tepat pada waktunya Tuhan akan memberikan pertolonganNya.

Ibrani 4:16 – “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”

Habis Gelap Terbitlah Terang
Mendengar berita baik dari Yeremia, bahwa Tuhan akan memulihkan dan membawa mereka kembali ke kota Yerusalem, bangsa Yehuda merasa seperti bermimpi; penuh sukacita dan sorak-sorai – Mazmur 126:1-3. Inilah upah bagi mereka yang bertahan sampai pada waktu yang Tuhan telah tentukan! Dia tetap pegang waktuNya dan Dia tidak pernah terlambat untuk menolong! Haleluya!

Yehuda berseru minta Tuhan memulihkan mereka, mengembalikan sukacita dan harapan yang pudar. Dan pada akhirnya, yang menabur dengan mencucurkan airmata, akan menuai dengan sorak-sorai – ayat 4-6. Puji Tuhan! Bicara mengenai tabur-tuai, yang kita tabur adalah benih Firman Allah. Filipi 2:5 – “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”

Meski kita mungkin sedang mengalami kesusahan, jangan lupa: tetaplah menabur benih Firman Allah; tetaplah bersaksi, tetaplah miliki pikiran dan perasaan yang sama seperti Yesus! Dan percayalah, di balik penderitaan dan kesusahan yang saudara alami, ada maksud Tuhan, yaitu supaya orang lain bisa melihat sendiri bagaimana Tuhan telah melepaskan saudara dan saya! Bahwa ada Tuhan yang membela, menolong dan membebaskan kita.

Kesusahan dan masalah apa yang tengah saudara alami? Jangan takut! Sebab Tuhan beserta saudara dan saya!
Tuhan Yesus memberkati!

(GPdI Ketapang, 21 Juni 2009 – stand’s)

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives