The LORD God is my strength.
Ayat diatas merupakan kesimpulan Habakuk setelah 2 kali mengajukan pertanyaan dan mendapat jawaban yang memuaskan dari Tuhan.
Buku ini ditulis sekitar tahun 607 BC, dijaman Raja Yoyakhim memerintah Yehuda. Tuhan sendiri yang menyuruh menuliskannya dan dengan demikian kisah ini merupakan bagian rencana Tuhan bagi kita juga yang hidup sekarang. Habakuk penulisnya adalah Nabi keturunan Lewi yang Diperkirakan pernah melayani sebagai Imam Bait Allah di Yerusalem.
Habakuk merupakan seorang pemikir bebas yang berani secara terbuka menyatakan keraguannya kepada Tuhan. Ia orang tulus yang serius dengan program Allah. 2/3 dari bukunya merupakan dialog yang inisiatifnya bermula dari Habakuk. Biasanya, proses prophetik dimulai dari Tuhan terlebih dahulu.
Habakuk tidak takut bergelut dengan masalah yang menguji imannya. Ia secara jujur dan terbuka membawa masalahnya kepada Tuhan dan menunggu reaksi dan jawaban Tuhan tentang hal tsb. Dalam buku ini, setelah dua putaran berdialog dengan Tuhan akhirnya Habakuk mengenal Tuhan secara pribadi lebih dalam lagi. Ia memahami tentang kuasa dan rencanaNya. Lebih kita megenal si perencana, lebih lagi kita dapat percaya pada rencanya.
Ia mendapati bahwa tidak masalah apa yang Tuhan ijinkan terjadi disekitar kita, bagi kita orang percaya kita patut hidup oleh iman saja dan iman pasti menghasilkan pengharapan.
Yehuda yang dipimpin Yoyakim waktu itu melakukan segala yang jahat dimata Tuhan. Walaupun sudah diperingati untuk bertobat tetapi bangsa ini tetap keras kepala dan tinggal dalam dosa-dosanya. Dalam buku ini nampak keadaan Iman Habakuk yang goyah ketika ia menyaksikan orang-orang Yehuda yang berbuat jahat tanpa takut Tuhan (Pasal 1:1 s/d 1:4). Ia menyaksikan kejahatan dan ketidakadilan ada dimana-mana. Ia bertanya kepada Tuhan dengan bingung Mengapa orang-orang tidak percaya hidup makmur ditengah orang-orang percaya. Mengapa orang-orang jujur tak berdaya. Tuhan seolah-olah berdiam diri tanpa menghukum. Mengapa sepertinya Tuhan acuh tak acuh. Ia ingin tahu mengapa Tuhan mengiijinkan semua ini tanpa menghukum yang jahat. Terlebih ketika Tuhan menyatakan rencanaNya untuk memakai Babilonia untuk mengajar Yehuda, Habakuk tambah bingung karena bangsa ini jauh lebih jahat dari Yehuda sendiri. Jawaban Tuhan, walaupun tidak dimengerti sepenuhnya dapat memuaskan Habakuk (1:5 s/d 1:11). Tuhan memastikan Habakuk bahwa Ia sedang mengerjakan sesuatu bagi Yehuda. Tuhan akan mengirimkan bangsa yg lebih korup dari bangsa Yehuda, umat pilihanNya sebagai cemeti untuk mengajar mereka.
Kita sebagai orang percaya dapat mempercayai Tuhan dalam masalah yang sangat sukar sekalipun. Rencana Tuhan adalah sempurna. Hikmatnya tidak terselami, kebaikan dan kuasaNya tak terpahami manusia. Tak ada yang dapat menahan kehendakNya. Tuhan ditahtaNya nampak lambat untuk marah tapi kejahatan pasti mendapat penghukuman.
Tuhan dengan sabar mengajar Habakuk sampai akhirnya ia merespon dengan amsal dan kidung pujian oleh iman (3:18).
Habakuk akhirnya beralih dari beban kepada berkat. Dari kebingungan kepada penyembahan, dari keresahan pada ketenangan, dari masalah kepada Tuhan, dari komplain pada penghiburan.
Orang percaya akan hidup oleh iman, ia memuji Tuhan walaupun tidak mengerti sepenuhnya (3:16-19). Akhirnya ia memilih untuk bergantung pada Tuhan walaupun kelak petaka akan terjadi bagi bangsa Yehuda yang ditawan ke Babel sekitar 50 tahun setelah nubuatan ini. Saat nubuatan ini disampaikan, Babylonia belum eksis sebagai bangsa yang besar yang bisa mengalahkan Yehuda. Habakuk yakin bahwa Tuhan akan membela orang-orang yang takut Tuhan, ia akan membedakan antara orang yang percaya dengan orang yang tidak percaya. Dia berserah walaupun Tuhan sudah memberitahukan bahwa Yehuda akan ditaklukan oleh bangsa yang jahat, ia yakin Tuhan lah yang menjadi kekuatannya menghadapi semua dimasa sukar yang akan datang.
Topik Buku Habakuk dibagi menjadi dua bagian:
1. Masalah Habakuk sehubungan dengan Imannya yang goyah mengenai apa yang Tuhan sedang kerjakan (1:1-2:20).
- Masalah pertama 1:1-4
- Jawaban pertama Tuhan 1:5-11
- Masalah kedua 1:12-2:1
- Jawaban Tuhan 2:2-20
2. Pujian Habakuk, Kemenangan Iman dengan memahami Siapa Tuhan itu.3:1-19
- Habakuk berdoa untuk kemurahan Tuhan 3:1-2
- Habakuk ingat kemurahan Tuhan 3:3-15 (Kemuliaan dari Pribadi Tuhan 3:3-4, Kuasa dari perbuatan keselamatan Tuhan 3:5-15)
- Habakuk percaya pada keselamatan dari Tuhan 3:16-19.
Bagi kita saat inipun kadang kala menghadapi situasi demikian. Sering kita berada pada posisi seperti Habakuk. Sekeliling kita kacau dan tidak menjanjikan tapi tetaplah percaya pada Tuhan karena Ia akan memberikan jalan keluar dan kita tetap dalam perlindunganNya. Saat ini kitapun telah mengetahui bahaya..celaka dan petaka dimasa yang akan datang yang akan menimpa bumi ini. Tapi seperti Habakuk kitapun akan berkata bahwa Tuhanlah kekuatanku.. .! Dengan hidup oleh iman maka kita akan menjadi tenang dan ketenangan ini membuat dunia sekitar kita bingung…! Puji Tuhan..Tuhan Yesus Hidup…! JanjiNya adalah milik kita. The Just Live by Faith…!
