Rom 11:36
Kita sebagai orang muda, kadang-kadang kita berpikir campur bingung, campur ga tau juga, apakah kita sudah melakukan kehendak Tuhan apa belon ya. Truz, klo kita salah, ternyata kita belom ngelakuin yang Tuhan kehendaki, gimana dong?
Temen-temen, kita belajar sejenak tentang koridor mayor dan koridor minor (sst… ga da hubungannya dengan bikin lagu). Klo koridor mayor itu ada tiga hal: pertama Tuhan mau kita bertanggung jawab terhadap diri kita sendiri, misalnya kita menerima firman Tuhan lakukanlah ini… lakukanlah itu, maka kita bertanggung jawab untuk melakukannya. Cthnya Om Adam yg disuruh atau diberi tanggung jawab untuk kasih nama ke hewan (Kej 1:28). Kedua Tuhan mau kita menjadi saluran berkat, kayak Bapa Abraham, diberkati untuk menjadi berkat (Kej 12:1-3). Ketiga Tuhan mau kita memberikan talenta, kemampuan yang sudah Tuhan kasih, diberikan lagi kepada Tuhan.
Berdasarkan ketiga koridor itu, apakah yang kamu lakuin itu dah sesuai ga? Misalnya: kamu ingin sekali menjadi musisi, nih coba tes ya… pertama apa kamu dah bertanggung jawab terhadap diri sendiri, udah rajin latihan music blom? (misalnya kamu jawab: “ya iyalah… secara gw suka musik”, klo gtw berarti kamu cukup bertanggung jawab thd diri sendiri). Kedua apa dengan kamu jadi musisi bisa jadi berkat untuk orang lain, misalnya ke orang tua, misalnya kamu mau nyenengin orangtua melalui music kamu. (kamu jawab:”mm… ga juga sih, abis mama marah-marah, jadi aku bentak aja sekalian, pusing soalnya..”, loh… berarti kamu harus bertobat dulu, minta maaf sama mama, janji jadi anak baik… oks!) atau apakah kamu gak jadi sombong ke temen-temen tuh, dah jadi musisi kondang.? Ketiga apa kamu dah mempersembahkan music kamu untuk kemuliaan nama Tuhan? (jawab sendiri ya…). Klo kamu dah bisa ngelakuin ketiga hal ini, so… welcome to the next level. Udah ada titik terang, secara kasat mata, kamu sudah berada dalam koridor yang benar.
Klo kita tau kita berjalan dalam koridor yang salah, ya kita harus kembali ke koridor yang benar. Tanpa koridor yang benar, hal yang baik juga bisa jadi salah. Segala sesuatu yang bener tapi arahnya salah, maka akan salah juga. Segala sesuatu yang tidak ada nilai kekalnya juga ga guna.
Ada hal lagi yang perlu kamu tau, yaitu koridor minor, yaitu mengenai hal-hal yang membuat sesuatu itu bisa terjadi atau tidak (maksudnya: coba ganti ‘sesuatu’ menjadi apa aja cita-cita kamu itu): pertama, kehendak Tuhan yang dipaksakan atau yg emang seharusnya begitu (cth: Tuhan menciptakan bumi), kedua, kehendak Tuhan yang dinyatakan (“kasihilah sesamamu manusia..”). ketiga, kehendak diri sendiri, keempat, hukum alam (misalnya gaya gravitasi), kelima, peran iblis.
Kita lanjutin yang tadi ya… klo diperiksa dari koridor minor, pertama kamu harus sadar bahwa Tuhan mempunyai suatu kehendak yang tida bisa kita bantah seperti Tuhan menciptakan bumi dan isinya. Kedua ada juga kehendak Tuhan yang dinyatakan seperti Tuhan Yesus menyampaikan/ menyuruh kita untuk saling mengasihi melalui firmanNya, ada juga kehendaknya yang lain yg dapat secara langsung disampaikan ke kamu secara pribadi (melalui doa, nubuat hamba Tuhan, mimpi, Tuhan berbicara langsung secara audible yang dapat kamu denger). Ketiga kamu harus pertetapkan hati, bulatkan tekat, belajar sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita dan harapan kamu itu. Keempat cita-cita kamu itu masih dibatasi dengan hukum alam, klo ternyata cita-cita kamu itu minta bisa terbang, trus ga kesampean, kamu jangan ngambek, karena waktu bumi diciptakan hukum alam memang sudah ada, klo gada gaya gravitasi, maka bisa dibayangin sendiri kan… nyari rumah aja pasti susah. Kelima iblis pasti ingin menggagalkan cita-cita kita, iblis ingin kita kelelahan, sehingga kita menyerah. Makanya kita harus melawan iblis dengan nama Yesus, sebutkan dengan iman percaya :”Di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, enyalah kau iblis!!”
Nah.. Teens dah pada ngerti kan? Klo blom ngerti juga, baca lagi deh sampe ngerti. Klo blom ngerti juga…, gini aja, setiap kamu baca alkitab dan percaya saja pada Firman Tuhan yang hidup dan lakukan!! Firman Allah adalah batasan/ koridor yang benar untuk melihat apakah kamu sudah hidup dalam kehendak Allah apa blom. Klo blom sesuai dengan kehendak Allah, maka kamu harus bertobat dan lakukan kehendak Allah. Secara simpelnya aja, jika firman Allah katakan “jangan mengucapkan saksi dusta” maka kamu ya jangan berbohong. Ga da istilah bohong unutuk kebaikan, dosa putih, dosa abu-abu. Dosa itu adalah dosa, dan merupakan pemisah kita dari kasih Allah.
Oks deh… you can do it!! Keep your fire on!! Jesus Bless you.
