Matius 24:7
“Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.”
Gempa bumi yang terjadi di Mentawai beberapa hari lalu yang diikuti gelombang tsunami menyebabkan 430 orang tewas dan 160-an orang hilang serta ribuan orang harus mengungsi di tenda-tenda pengungsian (berita 1 Nop.). Disusul dengan gempa tektonik dan vulkanik akibat meletusnya gunung Merapi menyebabkan 37 orang tewas termasuk Mbah Marijan sang ‘juru kunci’, bintang iklan salah satu minuman ber-energy. Berita-berita ini sungguh mengagetkan. Sebab hanya beberapa minggu sebelumnya terjadi banjir bandang di Wasior, Papua Barat dan banjir yang melanda beberapa kawasan di kota Jakarta merupakan peristiwa yang bertubi-tubi menerpa bangsa kita. Ada apa ini? Sebuah pertanyaan yang patut direnungkan oleh semua kita. Tetapi mari kita buka Alkitab untuk mencari tahu nubuatan-nubuatan dan bagaimana Yesus pernah berbicara tentang gempa-gempa yang akan terjadi.
Gempa bumi yang terjadi hari-hari ini merupakan penggenapan Firman Tuhan yang dapat kita baca dalam Injil Matius 24:3-14. Di ayat tujuh dikatakan: “Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.”
Yesus menyatakan hal ini untuk menjawab pertanyaan murid-murid tentang tanda-tanda kedatangan-Nya kedua kali. Kala itu murid-murid bertanya kepada Yesus: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” Sejak lama orang-orang sudah ingin tahu kapan terjadinya kiamat dan apa saja tanda-tandanya. Kalau hari-hari ini orang-orang dihebohkan dengan munculnya film 2012 yang bercerita tentang keadaan akhir zaman, maka dua ribu tahun silam, hal itu sudah menjadi berita yang ingin diketahui oleh banyak orang termasuk murid-murid Yesus.
Perhatikan pertanyaan murid-murid yang mensejajarkan hal kesudahan dunia dan kedatangan Yesus Kristus kembali. Memang kedua hal ini merupakan peristiwa yang terjadi secara bersamaan. Dan harus kita ketahui bahwa kesudahan segala sesuatu terjadi setelah Injil diberitakan kepada semua bangsa. “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Matius 24:14).
Murid-murid penasaran dan ingin mengetahui peristiwa-peristiwa yang menandai kesudahan dunia dan kedatangan Yesus Kristus kedua kali. Lalu Yesus menjawab bahwa akan terjadi peristiwa-peristiwa seperti penyesatan, deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun Yesus menasehatkan kita gereja Tuhan agar berawas-awas dan tidak usah gelisah sebab semuanya itu memang harus terjadi tetapi Tuhan akan memperhatikan umat-umat tebusan darah-Nya. Kemudian Yesus menambahkan bahwa akan terjadi pertikaian antar bangsa, antar kerajaan, akan terjadi kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
Dari sekian tanda-tanda yang diuraikan oleh Tuhan Yesus di antaranya adalah terjadinya gempa bumi di berbagai tempat. Menurut sebuah buku berjudul Eskhatologi yang disusun oleh Pdt. Yos Minandar berkata: “Menjelang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, frekuensi gempa bumi meningkat dengan mencolok. Berikut daftar-daftar gempa bumi yang terjadi sepanjang enam abad terakhir; Abad ke-15, terjadi 150 kali gempa bumi, abat ke-16 terjadi 153 kali gempa bumi, abad ke-17 terjadi 378 kali gempa bumi, abad ke-18 terjadi 640 kali gempa bumi, abad ke-19 terjadi 2.119 kali gempa bumi dan abad ke-20 terjadi lebih dari 30.000 kali gempa bumi.” Masih segar di ingatan kita gempa tsunami yang melanda Aceh tahun 2004 silam yang menewaskan lebih dari 100.000 jiwa. Pada tahun ini saja sudah banyak terjadi gempa bumi. Gempa hebat yang melanda Negara Haiti dan Negara Chili yang juga menelan ribuan korban jiwa. Pada bulan bahkan minggu ini terjadi dua gempa di Indonesia, gempa tsunami di kepualauan Mentawai dan gempa vulkanik akibat meletusnya gunung Merapi, sebuah gunung berapi paling aktif di dunia.
Alkitab menginformasikan kepada kita bahwa memang semuanya itu harus terjadi dan bahkan ada lagi dua buah gempa bumi paling dahsyat yang sudah dinubuatkan dalam kitab Wahyu.
Pertama, Wahyu 6:12-17 ditandai dengan pembukaan materai ke-6 (ada tujuh materai yang akan di buka di akhir zaman) dan terjadilah gempa bumi hebat yang menyebabkan gunung-gunung dan pulau-pulau bergeser dari tempatnya. Bencana hukuman Allah yang dilukiskan di sini meliputi suatu goncangan dunia secara fisik, pergolakan alam semesta, dan kegelapan hebat serta kengerian bagi penduduk bumi.
Kemudian yang kedua, Wahyu 16:17-21 sebagai gempa terakhir kali, gempa yang belum pernah terjadi semenjak bumi ini ada, gempa yang menandai dicurahkannya segenap murka Tuhan atas orang-orang fasik dan yang tidak percaya kepada-Nya. Gempa pamungkas ini menyebabkan semua gunung dan pulau hilang lenyap, perhatikan, hilang lenyap. Gempa ini akan terjadi sesaat sebelum kedatangan Tuhan Yesus Kristus kembali ke bumi ini.
Saya menyampaikan ayat-ayat ini bukan untuk menakut-nakuti pembaca sekalian tetapi untuk menunjukkan bahwa Alkitab adalah sumber informasi aktual dan patut dipercaya yang mendorong pembaca-Nya mempersiapkan diri, menjauhkan kehidupan dosa dan hidup berkenan serta melakukan kehendak Bapa di surga. Sebab hanya mereka yang melakukan kehendak-Nyalah yang akan diselamatkan dari gempa maha hebat ini. Kedatangan-Nya sudah di ambang pintu sehingga kita harus memandang ini sebagai peringatan serius.
Tuhan Yesus menyampaikan nubuat-nubuat ini agar semua kita hidup benar, tidak lagi bermain-main dengan dosa, lakukanlah kehendak Bapa itu.
Yesus berkata: “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang meperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” (Pakaian berbicara tentang perbuatan-perbuatan kita). Wahyu 16:16.
Peristiwa-peristiwa ini menyadarkan kita bahwa waktunya tidak lama lagi, Yesus Kristus Sang Raja itu sudah akan datang tanpa menunda kedatanganNya. Dan biarlah hal ini mendorong kita untuk aktif mengabarkan Injil sehingga seluruh dunia akan dilawatTuhan. Kebangunan rohani akan terjadi di bumi ini, tetapi marilah kita turut aktif di dalamnya bukan hanya sekedar penonton saja. Yesus memberkati kita sekalian. Haleluyah.
03 Nop 2010
