Ibrani 11:1 Iman adalah:
1. Dasar (substance)
2. Pengharapan (hope)
3. Bukti (evidence)
4. Sesuatu yang tidak terlihat (things not seen)
Markus 5:21-43
1. Yairus adalah pemimpin rumah ibadat orang Yahudi
(rulers of the synagogue) ayat 22 sebagai pimpinan rumah ibadat dari orang Yahudi kemungkinan besar Yairus adalah bukan orang yang percaya kepada Tuhan tetapi karena membutuhkan pertolongan dari Yesus untuk anaknya, iman
Yairus tumbuh untuk mengalahkan ego dan harga dirinya untuk datang memohon pertolongan kepada Yesus yang jelas-jelas tidak diterima di synagogue. IMAN TIDAK MENGENAL MALU. Seringkali situasi dan kondisi kehidupan kita saat ini membuat kita malu untuk mengakui keberadaan kita sebagai orang Kristen, namun ketika kita tanpa malu datang kepada Yesus dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, perkara luar biasa dinyatakan dalam hidup kita.
2. Perempuan yang pendarahan selama 12 tahun, dia telah berobat dengan segala cara namun tidak ada yang berhasil. Kondisi ini dipastikan akan membuat perempuan ini sangat lemah baik secara fisik maupun secara iman, mungkin secara manusia perempuan ini sudah berputus asa namun ketika dia mendengar tentang YESUS, dia mengalami IMAN YANG BERTUMBUH, sehingga dia memiliki pengharapan yang baru “Asal kujamah saja jubahNya aku akan sembuh” ayat 28 dan GROWTH FAITH ini telah membawa perempuan ini kepada kesembuhan sesuai dengan yang diimaninya “menyentuh jubah Yesus”.
Kita sebagai anak-anak Allah juga seharusnya memiliki iman yang bertumbuh di dalam pengiringan kita kepada Tuhan. Tuhan tidak mau kehidupan rohani kita statis sehingga kita tidak bisa mengalami pertumbuhan pengalaman dengan Tuhan.
3. Pertanyaan Yesus di ayat 30 “Siapa yang menjamah Aku?” adalah sebuah pertanyaan retoris, sebuah pertanyaan yang berkesan bodoh bagi dunia sehingga murid-murid Yesus menjawab di ayat 31 “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekatMu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”. Namun pertanyaan Yesus ini telah membuat sebuah kondisi IMAN YANG MEMBERIKAN PENGAKUAN dari perempuan yang telah disembuhkan tadi.
Kesaksian kita diperlukan dunia untuk membawa mereka percaya dan datang kepada Yesus, untuk itu kita juga harus memberikan pengakuan iman kita secara terbuka kepada dunia untuk perkara-perkara ajaib yang telah Tuhan kerjakan di dalam hidup kita.
4. Dari kisah perempuan yang sakit pendarahan ini juga kita dapat belajar dari iman yang bertumbuh, iman yang memberikan pengakuan akan membawa kita kepada IMAN YANG MENYELAMATKAN (ayat 34).
5. Kembali kepada kisah Yairus, dalam perjalanan imannya kepada Tuhan, Yairus juga mengalami gangguan/cobaan untuk imannya. Yairus sudah menaruh kepercayaan kepada Tuhan namun ternyata secara manusia dia telah kehilangan pengharapannya dengan meninggalnya anak perempuannya. Namun Yesus memberikan sebuah pelajaran penting kepada Yairus untuk memiliki jenis iman berikutnya yaitu IMAN YANG PERCAYA SAJA (ayat 36) dan dari hasil iman ini adalah kebangkitan untuk anak perempuan yang dikasihi Yairus.
Dari kelima kondisi iman yang telah disebutkan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa IMAN kita sebagai orang KRISTEN adalah sebuah iman yang progresif, iman yang berjalan dari waktu-ke waktu, di satu kondisi iman menjadi dasar, di kondisi yang lain iman menjadi pengharapan namun juga ada saatnya iman menjadi bukti, dan iman juga berhubungan dengan hal-hal yang tidak dapat kita lihat. Dari pengalaman iman kita bersama dengan Tuhan itu akan semakin membuktikan kebesaran kuasa Tuhan alam hidup kita, percayalah bahwa dalam hidup yang kita jalani sekarang ini Rencana &
Kehendak Allah tidak pernah meninggalkan kita. AMIN.
