Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.” Mengapa kedatangan Yesus membawa pedang = peperangan, bukan damai sejahtera?
Amanat Agung Yesus vs Amanat Imam Kepala Yahudi
Terkait kebangkitan Yesus, para imam kepala dan tua-tua Yahudi menyogok para serdadu yang menjaga kubur Yesus. Mereka memberikan sejumlah besar uang dan menyuruh mereka menyebarkan kabar bohong: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur” – Matius 28:11-15. Alhasil, berita itulah yang tersebar dan dipercaya banyak orang Yahudi sampai sekarang. Itu sebabnya mereka tidak percaya bahwa Yesus sudah bangkit!
Bertolak belakang dengan amanat keji para imam dan tua-tua orang Yahudi, setelah bangkit, Yesus memberikan Amanat Agung kepada murid-murid. “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” – Matius 28:16-20. Puji Tuhan!
Tetapi perhatikan, meski sudah melihat sendiri Yesus yang sudah bangkit, tetap masih ada murid yang ragu! “Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.” Sudah melihat, tetapi masih ragu. Jadi jangan heran, kalau ada orang yang meski rajin beribadah, tetapi masih meragukan kuasa Tuhan!
Apakah saudara termasuk dalam kelompok yang tengah menyebarkan Amanat Agung Tuhan? Atau sebaliknya? Saudara sedang menyebarkan amanat Iblis berupa kabar bohong bahwa Yesus tidak bangkit?
Damai vs Pedang
Tuhan Yesus sendiri berkata, bahwa kedatanganNya bukan untuk membawa damai, tetapi pedang = peperangan di atas muka bumi.
Kedatangan Yesus bagaikan dua sisi mata uang:
1. Mendatangkan kehidupan kekal bagi yang percaya kepadaNya, dan
2. Kebinasaan bagi mereka yang tidak percaya.
Yohanes 3:16 – “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Yesus akan datang kembali kelak dalam kuasaNya dan dalam api yang bernyala-nyala untuk mengadakan pembalasan kepada yang:
1. Tidak mau mengenal Allah [memang orang tidak percaya]; dan
2. Tidak menaati Injil Yesus [orang-orang percaya yang mendengar Firman Tuhan,
tetapi tidak menaatinya].
Dan mereka semua akan menjalani hukuman kebinasaan untuk selama-lamanya – 2 Tesalonika 1:6-9.
Menaati Injil adalah salah satu prasyarat untuk bisa memperoleh hidup kekal. Jadi, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga” – Matius 7:21.
Bukankah Yesus adalah Raja Damai? Kepada siapakah Ia datang untuk membawa damai? Saat Yesus lahir, terdengar bala tentara sorga memuji Allah dan berkata, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” – Lukas 2:8-14. Dengan kata lain, bagi yang tidak berkenan kepada Tuhan, tidak akan ada damai!
Lalu siapa orang-orang yang berkenan kepada Allah?“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” – Ibrani 11:6. Haleluya! Orang yang berkenan kepada Allah adalah orang-orang yang beriman. Merekalah yang akan menikmati damai sejahtera – bukan pedang/peperangan – meski hidup di tengah dunia yang bergelora!
Mau memiliki damai dalam hati dan pikiran? Percayalah hanya kepada Yesus, yang memiliki segala kuasa di bumi dan di sorga. Dalam tanganNya saudara dan saya aman terlindung. Tak ada satu kuasa yang dapat menarik kita dari genggamanNya, kecuali… kehendak kita sendiri!
Gandum vs Lalang
Dalam Matius 13:24-30, Tuhan Yesus mengumpamakan Kerajaan Sorga seperti seorang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Perhatikan fakta berikut:
- Benih gandum yang baik ditabur lebih dulu;
- Pada waktu malam [= akhir zaman], musuh datang menaburkan benih lalang;
- Meski ditabur belakangan, lalang tumbuh lebih cepat, sehingga pada satu ketika
keduanya tumbuh sama tinggi;
- Baik lalang maupun gandum dibiarkan tumbuh bersama dalam ladang yang sama;
- Saat tiba waktu menuai, lalang dikumpulkan untuk dibakar. Sedangkan gandum
dibawa masuk ke dalam lumbung.
Demikianlah, di akhir zaman musuh, yaitu Iblis datang membawa pengajaran palsu ke dalam gereja Tuhan. Meski di awal masa pertumbuhan, tidak terlihat perbedaan antara orang percaya sejati dan yang setengah hati percaya, mereka tidak akan dicabut. Semua dibiarkan tumbuh bersama dalam satu ladang, sampai tiba musim menuai!
Pastikan saudara dan saya termasuk dalam berkas-berkas gandum yang pada masa menuai akan dibawa masuk ke dalam lumbung, yaitu surga yang kekal. Bukan lalang, yang akan dikumpulkan untuk dibakar dalam neraka untuk selama-lamanya!
Tolak ajaran palsu & berita bohong yang berkata Yesus tidak bangkit! Percayalah kepada Yesus yang telah mati dan bangkit! Pertahankan imanmu sampai Yesus datang kembali. Ada upah menanti saudara dan saya. Tuhan Yesus memberkati saudara. Ketapang-041110.

